BAB 2

Note : Novel ini terinspirasi dari novel favorit saya dulu pada saat pandemi yang sudah lama gak up (gak bisa saya sebut ini gak tau kenapa review nya jadi lama gara gara nyebut judulnya) dan juga beberapa novel lain juga bersangkutan dengan akademi sihir dan bela diri.

...****************...

Rey hidup di keluarga Vardl bangsawan kelas atas yang terkenal dengan kepintarannya dalam mengurusi ekonomi wilayah yang sedang mereka kuasai.

Namun reputasi keluarga Vardl sekarang sedikit jelek karena lahirnya Rey sebagai anak tunggal dari keluarga Vardl ,Rey dikenal memiliki kepribadian sangat sombong dan suka menindas tidak peduli itu seorang bangsawan maupun rakyat jelata.

Rey saat ini yang masih berada di kamar mengingat perbuatanya sebelum dimasukin jiwa dari dunia lain.

Ten Yuusha berlatar di dunia fantasy serta sihir sihir dengan konsep nya sendiri dan ada juga peralatan peralatan cukup maju karena bantuan dari sihir.

"Ternyata si busuk ini juga sudah memiliki sifat penindas dari sejak kecil." Gumam Rey sambil tersenyum pahit.

Backstory Rey cukup minim di game Ten Yuusha ,membuat banyak orang di dunia modern yang sudah bermain gamenya beranggapan jika sikap Rey adalah Pure Evil bukan Influence ataupun Broken.

Rey membersihkan kaca kaca cermin yang berjatuhan di sekitar sana lalu membuangnya ke jendela yang memperlihatkan hutan lebat saja.

Setelah membersihkan kekacauan yang telah dia lakukan Rey berjalan ke pintu dan membuka pintu.

Rey berjalan di lorong yang terdapat beberapa prajurit yang tengah menjaga mansion keluarganya.

Rey berjalan di antara para prajurit yang berbaik di pinggir lorong ,terlihat para prajurit menatap Rey dengan penuh ketakutan.

Rey juga pernah melakukan sesuatu pada prajurit prajurit di mansion nya membuat para prajurit ketakutan kepada dirinya.

'Benar kata orang orang di komunitas game jika karakter ini tidak ada iming iming karakter antagonis yang telah tersakiti atau pun terpaksa' Pikir Rey mencoba mengingat beberapa orang di komunitas game berasumsi jika karakter Rey Vardl adalah Pure Evil.

Rey pun berusaha tidak mempedulikan tatapan ketakutan yang mengarah kepadanya dan berjalan menuju ujung lorong yang merupakan ruangan keluarga berkumpul atau bisa disebut ruang tamu.

Rey membuka pintu cara menggesernya ,dia melihat kedua pasangan sedang duduk santai di sofa sambil meminum secangkir teh.

Kedua pasangan tersebut melihat kedatangan Rey senang dan menyambutnya dengan senyuman mereka berdua.

Ada juga seorang pembantu wanita berambut pirang memakai pakaian maid dan juga seorang pembantu yang tadinya mengetuk pintu Lisa.

Lisa tampak menatap kearah Rey Vardl tatapan ketakutan dan merasa kalau Rey mempunyai aura intimidasi walaupun Rey hanya diam masuk ke ruangan tamu.

"Oh? Rey! Apakah tidurmu nyenyak? Sampai sampai bangun di siang hari." Ucap Seorang pria berumur 38 tahun berambut hitam dengan iris mata putih gelap dia adalah ayah Rey sekaligus kepala keluarga Vardl bernama Renka Vardl.

"Apakah kamu tadi malam begadang? Rey begadang itu tidak boleh lho~" Ucap seorang wanita berambut putih gelap dengan iris mata merah pekat dia adalah ibu Rey bernama Keiko Vardl.

"Aku tadi malam sedikit tidak bisa tidur." Ucap Rey dengan nada datar.

"Tidak bisa tidur? Apa kamu sedang mimpi buruk nak?" Ucap Ibu Rey dengan cemas menanyakan kondisi mental anaknya.

"Apa kita harus pergi ke peramal ,mungkin itu adalah sebuah tanda apa yang terjadi di masa depanmu." Ucap Ayah Rey yang lebih cemas dari pada ibu Rey menatap kearah Rey.

Rey melihat sifat overprotektif dari kedua orang tuanya ,bisa dilihat juga kedua orang itu terlihat baik namun hal yang membuat Rey heran yaitu sifat Rey sebelum dimasuki jiwa dari dunia modern memiliki sifat sombong dan kejam sangat berbanding balik dari sifat kedua orang tuanya.

Rey pun menjawab kedua orang tuanya dengan nada datar namun dengan sedikit senyuman membuat kedua orang tuanya terkejut serta terpana melihat Rey pertama kalinya tersenyum bahkan dari Rey terlahir sampai saat berusia 7 tahun tidak pernah tersenyum setulus ini.

Lisa melihat pemandangan ini terpana serta terpesona melihatnya namun dia menggelengkan kepalanya setelah mengingat perbuatan apa yang telah dilakukan oleh Rey.

"Tidak usah ,itu mungkin mimpi buruk yang hanya lewat saja." Ucap Rey dengan nada datar namun ada sedikit racikan nada lembut.

"Katakan padaku sayang ,apakah kita berada di mimpi?" Ucap Ayah Rey dengan nada tidak percaya sambil menatap kearah ibu Rey.

"Aw! Sakit sayang." Pipi Ayah Rey dicubit oleh ibu Rey.

"Kamu bisa merasakan sakit berarti ini bukan mimpi sayang." Ucap ibu Rey dengan senyuman senang.

"Kalian ini kenapa?" Ucap Rey dengan memiringkan kepalanya berbicara dengan nada datar.

"Tidak apa apa, kami hanya terkejut melihat kamu tersenyum ,selama ini kamu tidak pernah tersenyum bahkan sejak kamu lahir ,kami senang melihat kamu bisa tersenyum setulus ini." Ucap Ayah Rey tersenyum senang.

Rey mendengarnya hanya memasang wajah datar ,namun dalam hatinya dia terkejut.

'Bagaimana bisa seorang bayi polos sampai berumur 7 tahun tidak pernah menunjukan senyuman sedikit pun' Pikir Rey.

"Apapun alasan kenapa kamu bisa tersenyum seperti itu, kami sangat senang melihatmu tersenyum setulus ini." Ucap ibu Rey merasa senang sebagai ibu Rey ,dia sangat cemas melihat sikap Rey yang tampak seperti tidak memiliki emosi dari kecil namun setelah melihat Rey tersenyum seperti ini hatinya seperti merasa lega.

Rey tidak tau harus menjawab apa ,dia hanya mengagukan kepala lalu dia berkata kepada kedua orang tuanya.

"Ayah.. Ibu ,aku baru saja membangkitkan kemampuan sihirku." Ucap Rey

Kedua orang tua lagi lagi terkejut mendengarnya ,yah bagaiman tidak mereka berdua sama sekali tidak punya kemampuan sihir sama sekali namun mendengar anaknya memiliki kemampuan sihir membuat mereka berdua terkejut.

Kedua orang tua Rey tampak saling memandang satu sama lain lalu menatap kearah Rey dengan tatapan serius.

"Rey ,jika kamu sudah tau kalau mempunyai kemampuan sihir ,apa yang kamu lakukan di masa depan? jangan khawatir ayah dan ibu akan selalu mensupport mu dari belakang." Ucap sang ayah membuat Rey tertegun sesaat.

Jika di game mungkin Rey akan memilih menjadi seorang Kesatria pedang dan sihir ,karena itu dia bisa bertemu dengan sang karakter utama di game Ten Yuusha di arc akademi sihir dan pedang.

Kali ini berbeda ,Rey bisa saja memilih untuk tidak menjadi kesatria namun konsekuensinya tidak dibaca oleh Rey karena ini adalah rute pertama yang bisa saja mengubah masa depan.

Jika tidak ada kehadiran Rey mungkin karakter utama di game tidak akan berkembang dan mustahil untuk bisa mengalahkan Raja Iblis yang akan memiliki rencana untuk menginvasi seluruh benua.

Kemungkinan kedua orang tua Rey dan Rey juga akan mati sangat besar ,dunia akan berakhir dengan dipimpin oleh Raja Iblis yang kejam.

Memikirkan segala kemungkinan yang tersebut ,Rey menghirup udara dingin lalu dia berkata.

"Aku ingin menjadi kesatria sihir dan pedang." Ucap Rey dengan nada datar.

END

Terpopuler

Comments

Riansyah Ramadhabln

Riansyah Ramadhabln

sudah meninggal bro penulisnya

2024-04-14

0

XuanYi

XuanYi

sama bro, kayaknya kita satu angkatan. dulu benar-benar bagus, tapi sayang banget yah harus hiatus

2024-01-09

7

(^_^♪)

(^_^♪)

dtunggu selanjutnya...

2024-01-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!