BAB 10

Telah keluar dari dungeon,saat ini dia berada di tengah tengah hutan yang gelap berjalan berpati pati karena luka yang dia terima.

Rey telah mendapatkan beberapa keuntungan di dungeon dimulai dari buku pemahaman sihir ,pedang rank A ,serta orb biru yang terjatuh dari bos yang bernama Werwolf.

Saat Rey berada di grade 7 Rendah ,karena terobosan 2 kali yang telah dia lakukan dengan cara memahami isi buku dan menyerap orb biru dari bos Werwolf.

Tapi dia harus menerima luka cukup parah ,sekarang saja dia masih dibaluti perban ,bahkan perban tersebut ada bercak darah yang masih basah.

Tadinya pendarahan sudah berhenti namun dikarenakan Rey cukup banyak bergerak ,luka tersebut kembali terbuka.

Dia tidak peduli dengan luka yang dia terima tapi cara yang harus dia lakukan untuk menutup luka ini.

Dia sudah melihat jendela kamarnya yang terbuka ,tapi Rey tidak sadar jika ada seseorang yang berada di dalam kamar tersebut.

...Disisi Kamar Rey...

Lisa saat ini sedang membersihkan lorong mansion dengan riang dan penuh senyum, tampaknya hari harinya menjadi lebih baik setelah mendapatkan ceramah singkat dari Rey dan juga dia berjanji untuk tidak.

"Eh? Kenapa kamar Tuan Muda terbuka?" Ucap Lisa berhenti membersihkan lorong mansion sambil menatap pintu kamar tuan muda

Lisa pasti berpikir jika tuan mudanya pasti sedang ke toilet ,dia akan membersihkan kamar tuan mudanya sekalian saja.

Lisa pun masuk ke kamar Rey ,dan membersihkan kamar dan beberapa buku yang berserakan di atas meja.

BUKK

Suara jatuh dari arah jendela membuat Lisa menoleh ,dan betapa terkejutnya dia melihat Rey yang jatuh tak berdaya dengan tubuh dibaluti perban namun masih ada bercak darah

"Tuan muda!?" Ucap Lisa panik dan menghampiri Rey.

Rey sedikit tidak sadarkan diri ,hanya berbicara dengan samar samar

"Bawa aku ke kasur!" Ucap Rey dengan nada lemah membuat Lisa mengagukan kepalanya lalu membopong tubuh Rey kearah kasur dan menidurkan nya.

"Bagaimana anda bisa sampai seperti ini!?" Ucap Lisa dengan cemas menidurkan tubuh Rey yang lemah ke kasurnya.

"Saya harus melaporkannya kepada Ayahanda dan Ibunda anda-" Ucap Lisa berniat untuk pergi melaporkan kepada kedua orang tua Rey namun dihenti oleh Rey.

"Hentikan ,jangan bilang ini kepada ibu dan ayahku" Ucap Rey memegangi tangan kanan Lisa.

"Tapi-" Ucap Lisa tersela.

"Lisa!" Ucap Rey pertama kalinya dia memanggil nama Lisa selain sebutan.

Lisa terdiam mendengar nya ,lalu dia menatap darah berbentuk garis diagonal pada tubuh Rey dengan cemas ,walaupun dia ingin sekali melapor kepada kedua orang tua Rey supaya Rey bisa dibawa ke Healer untuk diobati dengan segera tapi dia hanya bisa mematuhi perintah Rey.

Rey pun memerintahkan Lisa untuk mengambil potion life tingkat menengah dari tas kecilnya yang jatuh dekat jendela.

"Tuan muda bagaimana anda bisa sampai terluka parah seperti ini?" Ucap Lisa menyuapi Rey dengan potion life tingkat menengah dengan lembut.

Lisa melihat dua pedang ,serta melihat beberapa potion life tingkat menengah ,dia menyadari hal sesuatu.

"Tuan muda apa mungkin anda!?" Ucap Lisa betapa terkejutnya dia sambil menutup mulutnya yang terbuka lebar dengan tangan kanannya.

Rey hanya diam sambil menatap langit langit dengan lemah ,dia sudah kehilangan banyak darah membuat kesadarannya sedikit hilang.

"Tuan muda!?" Ucap Lisa semakin cemas melihat Rey yang tampak matanya sedikit memutih.

'Sial, sudah batasnya kah...., lemah sekali bahkan dungeon sekelas E saja sudah membuatku terluka cukup parah, lemah sekali, sial...sial...sial!' Pikir Rey tidak puas dan tidak terima atas apa yang dia terima selama dia berlatih 7 tahun dan itu semua masih membuatnya lemah.

Penglihatan Rey secara perlahan menghilang ,kedua mata Rey memutih lalu tertutup kelopak mata ,menandakan Rey pingsan.

"Tuan muda!?" Ucap Lisa yang panik saat melihat Tuan mudanya telah pingsan.

...Keesokan Harinya...

Rey telah pingsan selama satu malam ,kedua mata terbuka ,Rey merasakan seluruh tubuhnya kaku namun rasa sakit di bagian tubuhnya yang terluka sudah tidak terasa kembali.

Di perutnya dia merasa ada beban lalu melihat dengan perlahan dan ternyata adalah Lisa yang tertidur di perut Rey dengan air mata yang sudah kering membuat Rey tertegun.

Kedua mata Lisa secara perlahan membuka ,kedua pupil matanya terbuka lebar saat melihat Rey sudah sadar ,tanpa sadar dia memeluk Rey dengan air mata menetes dari matanya.

"Tuan Muda ,kenapa anda melakukan ini semua sendiri ,anda bisa saja melapor kedua orang tua anda tentang dungeon yang muncul di hutan" Ucap Lisa dengan nada lemah memeluk erat.

Rey hanya terdiam dipeluk oleh Lisa namun beberapa saat kemudian dia tersadar kembali.

"Hentikan! Luka ku akan terbuka kembali sialan!" Umpat Rey.

Lisa mendengarnya segera melepaskan pelukannya lalu menundukkan kepalanya

"M-maafkan Saya." Ucap Lisa terbata bata dengan nada bersalah.

Rey menyadari jika Lisa sudah tau dengan apa yang dia lakukan tadi malam memasang wajah masam.

Rey melihat perubahan sifat Lisa yang awalnya benci serta takut kepada Rey sebagai tuan mudanya sekarang malah peduli dengan tuan muda/Rey membuat Rey hanya bisa menghela nafas lelah.

'Bagaimana ini bisa terjadi!? Sifatnya malah berubah drastis sialan!' Pikir Rey kesal.

Namun Rey mengingat hal yang istimewa dari sifat Lisa yaitu Peka terhadap sesuatu kecil sekalipun ,dan juga sifatnya yang sangat peduli membuatnya merasa sedikit kesal.

Selain Lisa disukai banyak player karena parasnya cantik serta umur yang paling muda dari semua heroin karakter utama ,dia juga pengertian dan peduli itu adalah nilai plus dari Lisa.

Tanpa Rey sadari dulu Lisa memendam rasa hormat kepadanya serta iba ,menghilang benih kebencian yang sudah Rey tanam telah hilang secara perlahan bahkan sejak kecil.

'Jika orang lain pikir ini adalah sebuah berkah bagi orang terdekat tapi bagiku sekarang adalah sebuah keburukan' Pikir Rey.

'Sial ,kalau aku tau backstory dari karakter sialan ini ,aku pasti akan menirunya bagaimana bisa dia bisa bertambah kuat tanpa harus menghilang rasa kebencian Lisa' Pikir Rey tanpa dia sadari dia mengagumi karakter yang paling dia benci.

"Tuan muda.." Ucap Lisa terputus dengan nada rendah.

"Apa!?" Ucap Rey dengan nada dingin.

"Anda melakukan Raid di dungeon apa karena saya?" Ucap Lisa dengan nada bersalah.

Rey mendengarnya memiringkan kepalanya ,dengan wajah heran

"Hah? Kau pikir aku melakukan ini hanya untukmu? Tentu saja aku melakukan ini untuk kepentingan ku sendiri sialan ,pembantu seperti mu kenapa harus dipedulikan jika gampang di cari di luar sana!" Ucap Rey dengan nada dingin.

Membuat Lisa terdiam seribu kata ,lalu Rey mengarahkan tangan kanannya kearah pintu.

"Sekarang enyah lah!, kau disini hanya membuat udara di sekitarku jadi jelek untuk dihirup dan ingat jangan katakan kepada siapapun tentang ini!" Ucap Rey dengan nada tidak senang.

"T-tapi tuan muda ,anda masih terluka ,biarkan saya merawat anda-" Ucap Lisa tersela.

"Pergi!" Ucap Rey dengan nada dingin.

Lisa mendengar suara dingin Rey ,mau tidak mau untuk keluar dari kamar Rey namun dia terhenti di depan pintu dengan pikiran yang sangat rumit.

Beberapa saat kemudian Lisa tersenyum manis,lalu dia segera pergi kearah dapur untuk melakukan tugasnya.

END

Terpopuler

Comments

rizky nandala

rizky nandala

mantap

2024-03-13

1

comment dulu nggak bro

2024-01-12

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!