Berjalan sembari menenteng heels ditangan kiri,
Bellona Ghelsi kembali tersenyum menikmati pekatnya langit malam di area pantai yang tak jauh dari Blue Sea Hotel.
Langit malam memang selalu gelap, tapi tanpa pekatnya langit malam cahaya bintang itu sama sekali tak dapat memancarkan sinarnya bukan?
Gadis itu seketika mendudukkan diri di sembarang tempat di atas butiran pasir, rasa sunyi yang kembali melanda hatinya membuat Lona meraih ponsel yang sempat ia simpan di saku hoodie yang ia kenakan.
"Bella! Benedict! senyuman kalian sungguh manis sekali! apa kalian memang selalu menertawakan diriku seperti ini?"
Lona menatap gambar kedua saudaranya yang tersenyum cerah di dalam layar ponsel miliknya, namun jemari kurus itu akhirnya memencet pilihan kata hapus dan menghilangkan sebuah file foto.
"Lebih baik kita kembali ke hotel sekarang! dan menghitung berapa nominal uang yang telah kau dapatkan dari pria mata keranjang itu, Ghelsi!" gadis itu kembali menegakkan tubuhnya setelah bergumam seorang diri.
Rasa lelahnya membuat Bellona Ghelsi seketika membersihkan diri, gadis itu juga tampak tersenyum geli saat mengingat kegilaan yang telah ia lakukan malam itu,
Atensi Lona seketika teralihkan saat gawai miliknya kembali bergetar,
"Bhubin? dasar pria brengsek! bisa-bisanya dia mencoba menjual diriku! lihat saja! kau akan tahu akibatnya!" Bellona menggerutu sembari melempar gawai miliknya di atas ranjang.
Dirimu harus selalu waspada kali ini Ghelsi! ingat kau hidup seorang diri di tempat yang cukup asing ini, jangan menyentuh alkohol atau semacamnya!
Bellona Ghelsi kembali mengangguk-angguk kan kepalanya saat mendapati nasehat dari dirinya sendiri.
******
Desas-desus serta berita miring tentang Bellona Ghelsi benar-benar membuat Tuan Darent berpikir begitu keras, pria paruh baya itu bahkan sampai menjalani perawatan di sebuah rumah sakit ternama di kota Melbourne.
Benedict Fideliyo, lagi-lagi putra termuda dari Tuan Darent dan Nyonya Freya itu harus bertanggung jawab untuk mengurus kedua orang tuanya.
"Kemana Bella? ini sudah lebih dari dua hari, tapi kenapa dia sama sekali tak ada kembali ke rumah ini? dia bahkan tak mengunjungi apartemen nya," pria dengan wajah yang selalu nampak serius itu terlihat berdecak kesal sembari melonggarkan dasi pada kerah kemeja.
"Siapa yang akan menjaga mom? aku tak mungkin tega meninggalkan mom hanya dengan para pelayan! astaga Tuhan! kenapa masa muda ku harus ku lalui dengan seburuk ini?"
Benedict membuang nafas kasar, pria muda itu semakin nampak frustasi karena panggilan telepon nya pada Bella terus saja teralihkan.
"Maaf Tuan Muda! Nona telah kembali dan sekarang beliau menuju ke ruang kamarnya,"
Dia kembali?
Benedict seketika melangkah cepat dan melayangkan tatapan mata mencari sosok saudara perempuannya,
"Darimana saja kau Bella?"
"Ben! kau sudah kembali?"
"Apa kau mabuk?"
"Ti_dak! aah ..., aku hanya minum sedikit! hatiku hancur Ben!"
"Apa maksudmu Bella?" Benedict seketika menopang tubuh saudarinya yang terhuyung.
"Logan! dia meninggalkan ku! dia tak ingin lagi bersama ku! aku sungguh hancur Ben!"
Pria muda itu seketika membeku, racauan dari lisan Bella membuatnya menghela nafas dalam sembari mengingat sesuatu,
Apa maksudnya? apa benar-benar telah terjadi sesuatu antara Logan dan juga Bella? apa semua perkataan Lona itu merupakan sepotong curahan dari isi hatinya,
Astaga! apa yang telah ku lakukan?
******
Bhubin terlihat berjalan terburu saat melangkah keluar dari Blue Sea Hotel, wajahnya nampak berantakan, ia berkali-kali mencoba menghubungi Bellona Ghelsi namun nomor gadis itu lagi aktif.
Pria pendek itupun kembali mendengus kesal saat menatap senyum sinis dari seseorang yang datang bersama dirinya.
"Sudah lah Bhubin! lagipula dirimu yang membuat kesalahan! jadi kau harus ganti rugi!"
"Tapi Tuan Dante! bukankah ini sama saja Tuan memeras saya?"
"Memeras? apa maksudmu dude? kau menawarkan seorang gadis padaku! tapi dia membohongi ku! kau yang membuat kesepakatan sebelumnya dengan ku bukan? jadi dirimu lah yang harus bertanggung jawab!"
Astaga! bagaimana ini? sialan kau Bellona!
"Aku ingin kau menemukan tempat tinggal Nona Ghelsi! ada imbalan lain yang akan kau dapatkan jika kau berhasil mendapatkan informasi tentang dirinya!"
Bhubin kembali menatap Dante dengan penuh tanya,
Apa pria ini benar-benar jatuh hati pada Lona?
"B-bagaimana? jika ku carikan wanita yang lebih cantik dari Ghelsi, Tuan?"
"Tidak! aku tidak tertarik dengan paras nya! tapi diriku tertarik dengan kepribadian gadis itu! jadi cobalah untuk menemukan keberadaan Nona Ghelsi!"
Dante melangkah lebar dan meninggalkan Bhubin yang masih menampilkan wajah frustasi.
Sementara itu dari kejauhan Bellona Ghelsi justru nampak tersenyum puas saat melihat ekspresi pria pendek yang telah mengkhianati nya.
Aku tak akan sebodoh itu Bhubin! Bella memang sahabat mu, dan ternyata sifat mu tak jauh lebih buruk darinya,
nikmati saja kecemasan mu, ku harap menantu walikota itu tak menuntut mu secara berlebihan.
Ghelsi terkekeh sembari meraih gelas smoothie' yang tersaji di hadapannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
☠ȋ⏤͟͟͞Rἅyαyu𒈒⃟ʟʙᴄ🍂
oh ternyata bhubin ini temen Bella, ah pantes tega sama Lona
2024-05-26
1
Uthie
menarik 👍🤗
2024-05-23
0