"Bellona putri ku! tolong jangan pergi Nak! tolong siapapun hentikan putri ku! aku mohon!"
"Mom, tolong biarkan saja Lona pergi untuk sementara waktu! aku yakin dia pasti akan kembali ke rumah ini mom!" Benedict berucap lembut sembari turut berjongkok mendampingi sang ibu yang bersandar di pundaknya.
"Bagaimana jika dia tidak kembali Ben? sikap Lona begitu berbeda semenjak terakhir datang kemari! mom sungguh takut jika terjadi sesuatu padanya Benedict! tolong bawa dia kembali!"
Rintihan tangis dari Nyonya Freya seketika membuat semua perhatian tertuju ke arahnya.
"Hentikan air mata mu itu Freya! percuma kau menangisi anak tak tahu diri sepertinya! mulai sekarang, jangan lagi menyebutkan nama anak sialan itu dihadapan ku! dia benar-benar telah membuat ku malu!"
"Kau sungguh keterlaluan Darent! kau terlalu pilih kasih dari dulu! Bellona memang terlihat manja! tapi dia yang paling memahami segalanya di rumah ini! dan sekarang kau mengusir putri ku! ku harap dirimu tak akan pernah menyesal suatu saat nanti!"
Nyonya Freya yang semula terduduk lunglai dalam dekapan sang putra, seketika beranjak dan berbicara bahkan berteriak dihadapan sang suami sebelum akhirnya melangkah cepat menuju ruang kamarnya dengan menghapus kasar buliran air mata.
Aku? menyesal? ku rasa aku takkan pernah menyesali keputusan ku saat ini, Bellona benar-benar membuat kepalaku hampir pecah!
******
Aku harus kemana sekarang?
Bellona nampak memeriksa saku hoodie hitam yang ia kenakan, gadis itupun tersenyum saat mendapati isi dompetnya.
"Untung saja diriku telah mempersiapkan semuanya! aku memegang uang cash! dan jumlah saldo dalam rekening telah aku kuras! jadi tak masalah jika Tuan Darent ingin memblokir semua fasilitas yang pernah ia berikan. Aaahh! kau ini memang sungguh cerdas Ghelsi! kita pasti akan sukses tanpa mereka! para manusia sampah itu, ku harap diriku bisa memaafkan mereka!"
"Jadi kemana kita akan pergi?" Bellona kembali berbicara seorang diri sembari mengutak-atik ponsel pintar miliknya.
"Hai Bhubin! bisakah aku meminta bantuan mu?" Lona tersenyum cerah saat mendengar jawaban dari seberang sambungan.
"Baiklah! aku akan memesan tiketnya segera! pastikan dirimu menjemput ku tepat waktu! kau tahu bukan? aku masih belum hafal betul jalanan di Wollongong!"
Sambungan terputus,
Yess! Wollongong! i'm coming!
Bellona Ghelsi, putri kedua dari Tuan Darent itu akhirnya benar-benar memilih untuk meninggalkan tanah kelahirannya, luka dalam yang telah di torehkan oleh orang terdekat, serta Logan yang begitu ia kagumi sebelumnya membuat seorang Bellona Ghelsi benar-benar mati rasa. Ia ingin mengubah hidupnya seorang diri, tekad yang begitu kuat dalam hatinya membuat Ghelsi tak lagi ingin menangis dan menjadi wanita lemah hanya karena perasaan bodoh yang sempat ia pendam selama ini.
Tak ada yang perlu kau khawatirkan Ghelsi! kau memiliki beberapa ketrampilan, bukan? itu semua pasti bisa menghidupi mu nantinya! kita mulai saja perjalanan baru kita!
"Huuuuufft! aku cantik! aku baik! aku akan meraih sukses dengan menempuh jalanku sendiri!" Bellona menghela nafas dalam, gadis itu nampak memperhatikan sebuah kereta yang berhenti tepat dihadapannya.
Terduduk seorang diri, Ghelsi berkali-kali meremas jemarinya karena rasa gugup, pasalnya kali ini adalah kali pertama ia benar-benar menaiki transportasi umum seorang diri tanpa pengawalan saudara ataupun Nyonya juga Tuan Darent.
"Inilah kebebasan! aku pasti bisa! tak perlu mencemaskan apapun, Ghelsi! kau pasti bisa menemukan Bhubin disana!"
****
Suasana nampak sunyi, Bella berkali-kali menghela nafas dalam sembari melempar pandangan pada Logan yang tak kunjung bersuara.
"Kenapa kau memintaku datang kemari?"
"Kita harus bicara Lo?"
"Tak ada lagi yang perlu kita bicarakan! semuanya telah berakhir."
"Logan! aku ..., aku sungguh masih mencintai mu Lo! aku tahu ini salah!"
Langkah kaki Logan seketika melambat saat mendengar perkataan Bella.
"Apa kau akan tetap diam saja? kenapa kau tak membela nya sama sekali dihadapan kedua orang tuamu?" Logan berucap datar tanpa ekspresi.
"A-aku! aku harus bagaimana Lo? aku juga merasa sangat bersalah padanya! tapi jujur, aku belum siap jika harus mengakui semua kesalahanku dihadapan mom juga dad!"
"Terserah! tolong jangan lagi menghubungi ku! apapun yang terjadi! kita sudah menjadi manusia asing mulai saat ini!"
Logan melangkah lebar dan meninggalkan Bella yang terduduk seorang diri di sebuah cafe yang sempat menjadi tempat favorit mereka dalam menghabiskan waktu bersama sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Ririn Nursisminingsih
ayo semangat lina tunjukan kmu bisa buktikan sama pecundang yg mnghianati kmu...
2024-07-12
1
Tiga Kuda
setidaknya, Bellona tidak BODOH Kali ini ... thanks a lot buat author, .. cerita nya keren. ... sejauh ini 💪🏾⭐
2024-05-28
2
Uthie
Diiihhh.. udah pisah sama Bellona aja baru kau memutuskan Pisah dari wanita gak tau diri itu, Logan 🤨🤨🤨😤
2024-05-23
0