Suara mesin mobil yang terhenti seketika membuat Logan terperanjat dari posisinya yang semula berbaring dengan segala ketidak nyamanan nya.
Langkah pria itu kembali terlihat buru-buru untuk membuka pintu utama,
"Kau sudah kembali? kemana saja dirimu Lona? aku menunggumu hampir lima jam, lihatlah pukul berapa sekarang?" pria itu berucap lembut dengan wajah penuh kekhawatiran saat menyambut kehadiran istrinya.
"Kenapa harus menunggu ku, Mister Logan? kau biasanya tak pernah kembali ke rumah ini setiap malam, aaaah! aku tahu, saudara ku menginap di kediaman Tuan Darent! jadi kau tak bisa mengunjungi nya, bukankah begitu?" gadis itu nampak terhuyung setelah menyelesaikan perkataannya.
"Lona! kau mabuk? dan kau menyetir seorang diri?"
"Aku tidak mabuk! aku masih bisa mengurus diriku sendiri! kau tak perlu menampilkan drama kecemasan seperti itu, Tuan Logan! jangan mengasihani ku! aku bahagia karena aku akan mendapatkan kebebasan ku!" Lona nampak berbicara dengan ekspresi bahagianya namun hal itu justru membuat mata Logan berkaca-kaca.
"Tolong diam lah! aku akan mengantar mu ke kamar sekarang!" Logan meraih lengan Bellona dan mencoba untuk memapah tubuh istrinya.
"Lepaaasss! jangan berani menyentuh ku! a-aku, aku tak mau lagi melihat mu! menjauh lah dariku, sialan!" Bellona mencoba mendorong pria yang masih menjadi suaminya namun justru dirinya yang jatuh tersungkur.
"Lona ..., aku mohon jangan seperti ini." Logan tertunduk dengan wajah pilu menatap sang istri.
"Oow-oh, lihatlah! kau membuat siku tangan ku berdarah! kenapa kau jahat sekali padaku? kenapa kalian semua jahat padaku?" setengah kesadarannya membuat gadis itu menjatuhkan air mata.
Bellona kembali mengacak rambut panjangnya, dan berdiri dengan sempoyongan menuju kamar tamu.
Membanting kasar pintu kamarnya, Bellona seketika ambruk di atas ranjang berukuran medium pada ruangan itu.
Tuhan! tolong ambil saja perasaan ini. Aku tak ingin terluka lebih dalam lagi,
Diriku sudah cukup hancur sekarang Tuhan! tolong aku,
Rasa sakit serta kekecewaan yang ia pendam seorang diri nampaknya menggerogoti hati Bellona, gadis itu memejamkan mata dengan isak tangisnya hingga ia akhirnya benar-benar terbang ke alam bawah sadar.
***
Keretakan rumah tangga antara Logan dan Bellona akhirnya sampai di telinga kedua orang tua Logan. Bellona yang telah mantap melayangkan surat perceraian terhadap suaminya membuat kedua orang tua Logan mengundang putra semata wayang mereka dan juga menantu nya.
"Katakan Logan! sebenarnya ada apa? kenapa istrimu mengajukan surat gugatan perceraian ke padamu? jawab pertanyaan ayah!" Tuan Louis menatap sang putra dengan sorot mata tajamnya.
Logan hanya tertunduk dengan tatapan kosongnya, pikiran nya kalut. Antara rasa takut dan kekhawatiran nya, ia ingin membuka suara namun ia juga masih bingung memikirkan tentang bagaimana reputasi Bella ke depannya.
Melihat tak adanya klarifikasi apapun dari bibir Logan, hal itu membuat Bellona semakin yakin dengan keputusan nya.
Dia tak mungkin berani berbicara jujur, pecundang satu ini ...,
"Ayah ..., aku sungguh minta maaf! aku tak ingin menyakiti perasaan siapapun, sungguh ..., tapi ..., aku harus melakukan hal ini ayah! sekali lagi aku sungguh minta maaf, karena membuat ayah dan ibu kecewa padaku. Ini semua kesalahanku ayah! aku ..., aku memiliki cinta lain dalam hidup ku. Itulah alasannya, alasan kenapa diriku menggugat cerai Logan, putra kalian. Alasan diriku ingin segera lepas dari ikatan pernikahan bersama putra semata wayang kalian. Ayah dan ibu bisa membenciku sekarang, karena aku pantas menerima nya." Bellona tersenyum setelah mengutarakan segala kebohongannya.
"Nak! apa kau yakin?" Nyonya Helen tampak mengusap lembut punggung menantu nya.
"Maafkan aku ibu, tapi aku tak bisa mundur sekarang. Logan tinggal menandatangani surat perceraian itu, dan kita akan selesai detik itu juga."
Suara Bellona terdengar semakin berat, dadanya yang kian sesak membuat gadis itu berkali-kali menjeda kalimatnya dan menghela nafasnya begitu dalam.
"Ayah, ibu! sebenarnya ini semua-"
"Tolong tanda tangani surat ini sekarang Tuan Logan! tolong ..., aku ingin kita segera menyelesaikan hubungan sampah ini." Menyodorkan secarik kertas lengkap dengan bolpoin nya, Lona nampak menghentikan suaminya saat berbicara.
Perkataan dari lisan Bellona kembali membuat kedua orang tua Logan tak percaya akan sikap kasar menantu nya.
"Aku mohon! apa tak ada cara lain selain ini Lona? aku mohon padamu ...,"
"Tidak ada lagi cara lain, aku hanya ingin kebebasan ku Logan! jangan mempersulit ini semua, cepatlah tanda tangan."
Dengan jemari yang gemetar pria bernama lengkap Logan Marcus Pacquito itu akhirnya menuruti perkataan Bellona Ghelsi yang kini telah sah menjadi mantan istrinya.
"Terima kasih! ku harap kehidupan mu akan jauh lebih bahagia." Bellona menyambar surat perceraian yang telah ditandatangani oleh Logan.
"Ayah, ibu ..., maaf Tuan Louis dan Nyonya Helen, saya permisi. Dan saya sungguh minta maaf."
Bellona tersenyum menatap kedua mantan mertuanya, gadis itu juga tersenyum menatap Logan dan akhirnya beranjak pergi dari kediaman Tuan Louis.
Hatiku sakit, tapi aku bahagia! aku pasti akan menemukan kebahagiaan ku sendiri.
Tapi aku masih harus menemui Tuan dan Nyonya Darent, aaaaaghh! pria tua itu pasti akan memukul punggung ku.
Pikiran Bellona melayang membayangkan ekspresi daddy nya saat termakan emosi, namun gadis itu kembali tersenyum dan justru menambah laju kecepatan dari mobil yang ia kendarai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 106 Episodes
Comments
Tiga Kuda
masih disini .... masih layak buat dilanjut , 👌🏾
2024-05-28
0
Tiga Kuda
yup.... Bellona memang layak buat Marah ...
2024-05-28
0
Tiga Kuda
waahh.... disini aku, seperti ikut terhianati .. 🙁
2024-05-28
0