Jendral Li Xuan yang sedang mengobrol dengan Kepala akademi , tiba tiba teringat dengan Gu An Ran yang mau bolos keluar akademi tadi.
'' Tadi kamu mau bolos kemana ?'' . Tanya Jendral Li Xuan .
Gu An Ran yang masih melahap kue bulan seketika berhenti mengunyah ,dan ingat dengan pohon persik milik warga yang sedang berbuah banyak .
'' Kepala akademi , sekarang kan kelas sudah usai , bolehkan aku keluar , sebentar kok '' . Pamit Gu An Ran , kepala akademi melirik pada Jendral Li Xuan yang langsung di di anggkui oleh Jendral Li Xuan .
'' Boleh , keluarlah , tapi cepatlah kembali '' . Ucap Kepala akademi .
'' Benarkah , terimakasih , kalau begitu aku akan keluar sekarang '' . Tanpa memberi hormat terlebih dahulu pada Jendral Li Xuan dan kepala akademi ,Gu An Ran langsung nylonong begitu saja keluar dari ruangan kepala akdemi , bahkan dia tidak melupakan kue bulan yang sejak tadi di dekapnya juga di bawanya , membuat Jendral Li Xuan dan Kepala akademi geleng geleng kepala .
Saat sudah keluar dari ruang kepala akdemi Gu An Ran tak langsung pergi , dia masih berdiri di teras ruangan kepala akademi , melihat ke kanan ke kiri untuk mencari seseorang , dan saat melihat keberadaan orang yang di carinya , Gu An Ran langsung berteriak memanggilnya .
" Heiiiii,,,,!!! Li Jun ,! Li Mo !'' . Teriak Gu An Ran , membuat dua orang yang di teriakinya sampai terkejut , padahal sudah terbiasa namun mereka tetap saja terkejut .
Sedangkan Jendral Li Xuan yang ada di dalam ruangan kepala akademi , dia memijit pelipisnya merasa pusing dengan kelakuan bar bar Gu An Ran .
'' Apa dia selalu seperti itu ?'' . Tanya Jendral Li Xuan pada kepala akademi .
'' Iya Jendral , rasanya di akademi ini hanya suara teriakan Nona Gu saja yang selalu kami dengar '' . Jawab Kepala akdemi sembari tersenyum , dia sendiri kadang juga sering terkejut dengan ulah Gu An Ran yang selalu berteriak jika memanggil seseorang , untung saja tidak punya riwayat penyakit jantung , bisa bisa dia akan mati karna terkejut , tapi yang membuat Kepala akademi tak habis pikir , Gu An Ran selalu berani menyuruh ini dan itu pada Putra Mahkota dan Pangeran Li Mo tanpa merasa takut sama sekali , dan anehnya kedua putra kaisar itu juga menurutinya , namun sedetik kemudian Kepala Akademi tersadar jangankan dengan dua putra Kiasar , bahkan dengan Jendral Li Xuan yang lebih di takuti di banding dua putra Kaisar saja Gu An Ran berani bicara ketus di depannya .
Di depan teras Li Jun dan Li Mo menghampiri Gu An Ran yang memanggil mereka , mereka berdua sedikit melirik Paman kaisarnya yang terus menatap ke arah mereka dan Gu An Ran berada.
'' Ada apa ?'' . Tanya Li Mo .
'' Mana Ning Fei ?'' . Tanya Gu An Ran sembari mengunyah kue bulan yang hanya tinggal dua potong lagi .
'' Di kantin mungkin '' . Jawab Li Mo .
'' Ayo , ikut aku mencari Ning Fei '' . Ajak Gu An Ran dan mereka berdua mengikuti Gu An Ran yang melangkah menuju ke arah kantin akademi .
" Bukankah itu Putra Mahkota dan Pangeran Li Mo ?, jadi Nona Gu berteman dengan putra kaisar , kalau begitu aku harus berteman dengan Nona Gu , agar bisa dekat dengan Putra Mahkota , " . Batin Lu Miao tersenyum dengan rencananya .
Gu An Ran yang sudah sampai di kantin , dia clingak clinguk mencari keberadaan Ning Fei .
" Feiiiiiii..... !!! " . Teriak Gu An Ran ketika melihat Ning Fei duduk di pojokan bersama Su Mi Yan , lalu bergegas menghampiri Ning Fei .
Sedangkan Ning Fei yang sedang meneguk air minumnya dia langsung tersedak , karna terkejut mendengar teriakan Gu An Ran yang memanggilnya .
" Uhukk.... Uhukkkk.... An Ran kau mengejutkanku " . Kesal Ning Fei saat Gu An Ran sudah berdiri di depannya , dan Gu An Ran hanya tertawa saja .
" Fei,,, seperti kamu tidak tahu kebiasannya saja " . Tukas Li Mo .
" Fei,,, ayo ikut " . Ajak Gu An Ran .
" Kemana ? " . Tanya Ning Fei .
" Sudahlah , Ayo ikut " . Gu An Ran langsung menarik pergelangan tangan Ning Fei begitu saja , sedangkan Ninga Fei dia hanya bisa pasrah dan mengikuti Gu An Ran tanpa menolak .
Su Mi Yan meremas sumpit yang di genggamnya , dia merasa marah karna semenjak kejadian di acara ulang tahun Permaisuri , Li Jun dan Li Mo selalu bersikap dingin padanya , bahkan Li Mo yang bisanya menyapanya lebih dulu kini seperti tidak mengenalnya , dan itu membuatnya merasa kahwatir karna hanya Li Jun dan Li Mo yang menjadi jalan pintasnya untuk bisa dekat dengan Jendral Li Xuan .
" Gu An Ran , aku akan membuat mereka semua yang dekat denganmu , membencimu '' .Gumam Su Mi Yan penuh kebencian .
Li Jun , Li Mo dan Ning Fei merasa heran karna Gu An Ran ternyata mengajak mereka keluar dari akademi , dan mereka semakin heran ketika Gu An Ran menghampiri salah satu rumah penduduk yang tak jauh dari akademi .
'' Kita mau apa kesini ?'' . Tanya Li Jun .
'' Diamlah , nanti kamu akan tahu '' . Sahut Gu An Ran yang mulai mengayunkan tangannya untuk mengetuk pintu rumah itu .
Tok
Tok
Tok
Ceklek...
'' Permisi bibi '' . Ucap Gu An Ran tersenyum ,saat melihat wanita paruh baya yang membuka pintunya.
'' Bukankah kalian murid akademi kekaisaran ? '' . Tanya wanita paruh baya itu yang mengenali baju yang di pakai oleh mereka berempat .
'' Benar bibi '' . Jawab Gu An Ran .
'' Ada keperluan apa kalian kemari ?'' . Tanya Wanita paruh baya itu .
'' Em maaf bibi , apa bibi mengenali teman saya ini '' . Ujar Gua An Ran sembari menarik tangan Li Jun berdiri di sampingnya .
Wanita paruh baya itu meneliti wajah Li Jun yang menurutnya tidak lah asing .
'' Putra Mahkota !! '' . Seru seorang pria yang muncul dari belakang wanita paruh baya itu .
'' Benar Paman , dia Putra Mahkota '' . Ucap Gu An Ran tersenyum .
'' Hamba memberi salam pada Putra Mahkota '' . Ucap pria paruh baya itu buru buru membungkuk memberi hormat pada Putra Kaisar negara Yan , begitu juga dengan wanita paruh baya yang juga mengikuti pria itu yang tak lain adalah suaminya .
'' Hem,, Salam kalian aku terima '' . Ucap Li Jun yang memperlihatkan sosok wibawanya .
'' Em,,, Paman , Bibi , maaf sebelumnya , sebenarnya kedatangan kami kemari , karna Putra Mahkota menginginkan buah persik yang ada di sebelah rumah anda '' . Ujar Gu An Ran , membuat Li Jun langsung memlototi Gu An Ran , berani sekali Gu An Ran menjadikannya umpan pikirnya .
Sedangkan Gu An Ran hanya tersenyum sembari memeperlihatkan pupy eyesnya , yang mana membuat Li Jun menghela nafas lemah , di belakang Ning Fei dan Li Mo menahan tawanya , mereka tidak menyangka jika Gu An Ran berani menggunakan Putra Mahkota negara Yan untuk memenuhi tujuannya , yang hanya memnginginkan buah persik .
'' Benarkah ?, kalau begitu silahkan , silahkan Putra Mahkota mengambilanya ,tidak perlu sungkan '' . Timpal sepasang suami istri itu yang mana membuat Li Jun memaksakan senyumnya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yuswati Ningsih
the one an ran 🤣🤣🤣
2025-01-02
0
aphrodite
😂😂😂😂😂😂😂😂emang bener2 s An Ran
2025-01-09
1
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Astaga/Facepalm/
2025-01-06
0