Bab 20

Jendral Li Xuan yang sedang mengobrol dengan Kepala akademi , tiba tiba teringat dengan Gu An Ran yang mau bolos keluar akademi tadi.

'' Tadi kamu mau bolos kemana ?'' . Tanya Jendral Li Xuan .

Gu An Ran yang masih melahap kue bulan seketika berhenti mengunyah ,dan ingat dengan pohon persik milik warga yang sedang berbuah banyak .

'' Kepala akademi , sekarang kan kelas sudah usai , bolehkan aku keluar , sebentar kok '' . Pamit Gu An Ran , kepala akademi melirik pada Jendral Li Xuan yang langsung di di anggkui oleh Jendral Li Xuan .

'' Boleh , keluarlah , tapi cepatlah kembali '' . Ucap Kepala akademi .

'' Benarkah , terimakasih , kalau begitu aku akan keluar sekarang '' . Tanpa memberi hormat terlebih dahulu pada Jendral Li Xuan dan kepala akademi ,Gu An Ran langsung nylonong begitu saja keluar dari ruangan kepala akdemi , bahkan dia tidak melupakan kue bulan yang sejak tadi di dekapnya juga di bawanya , membuat Jendral Li Xuan dan Kepala akademi geleng geleng kepala .

Saat sudah keluar dari ruang kepala akdemi Gu An Ran tak langsung pergi , dia masih berdiri di teras ruangan kepala akademi , melihat ke kanan ke kiri untuk mencari seseorang , dan saat melihat keberadaan orang yang di carinya , Gu An Ran langsung berteriak memanggilnya .

" Heiiiii,,,,!!! Li Jun ,! Li Mo !'' . Teriak Gu An Ran , membuat dua orang yang di teriakinya sampai terkejut , padahal sudah terbiasa namun mereka tetap saja terkejut .

Sedangkan Jendral Li Xuan yang ada di dalam ruangan kepala akademi , dia memijit pelipisnya merasa pusing dengan kelakuan bar bar Gu An Ran .

'' Apa dia selalu seperti itu ?'' . Tanya Jendral Li Xuan pada kepala akademi .

'' Iya Jendral , rasanya di akademi ini hanya suara teriakan Nona Gu saja yang selalu kami dengar '' . Jawab Kepala akdemi sembari tersenyum , dia sendiri kadang juga sering terkejut dengan ulah Gu An Ran yang selalu berteriak jika memanggil seseorang , untung saja tidak punya riwayat penyakit jantung , bisa bisa dia akan mati karna terkejut , tapi yang membuat Kepala akademi tak habis pikir , Gu An Ran selalu berani menyuruh ini dan itu pada Putra Mahkota dan Pangeran Li Mo tanpa merasa takut sama sekali , dan anehnya kedua putra kaisar itu juga menurutinya , namun sedetik kemudian Kepala Akademi tersadar jangankan dengan dua putra Kiasar , bahkan dengan Jendral Li Xuan yang lebih di takuti di banding dua putra Kaisar saja Gu An Ran berani bicara ketus di depannya .

Di depan teras Li Jun dan Li Mo menghampiri Gu An Ran yang memanggil mereka , mereka berdua sedikit melirik Paman kaisarnya yang terus menatap ke arah mereka dan Gu An Ran berada.

'' Ada apa ?'' . Tanya Li Mo .

'' Mana Ning Fei ?'' . Tanya Gu An Ran sembari mengunyah kue bulan yang hanya tinggal dua potong lagi .

'' Di kantin mungkin '' . Jawab Li Mo .

'' Ayo , ikut aku mencari Ning Fei '' . Ajak Gu An Ran dan mereka berdua mengikuti Gu An Ran yang melangkah menuju ke arah kantin akademi .

" Bukankah itu Putra Mahkota dan Pangeran Li Mo ?, jadi Nona Gu berteman dengan putra kaisar , kalau begitu aku harus berteman dengan Nona Gu , agar bisa dekat dengan Putra Mahkota , " . Batin Lu Miao tersenyum dengan rencananya .

Gu An Ran yang sudah sampai di kantin , dia clingak clinguk mencari keberadaan Ning Fei .

" Feiiiiiii..... !!! " . Teriak Gu An Ran ketika melihat Ning Fei duduk di pojokan bersama Su Mi Yan , lalu bergegas menghampiri Ning Fei .

Sedangkan Ning Fei yang sedang meneguk air minumnya dia langsung tersedak , karna terkejut mendengar teriakan Gu An Ran yang memanggilnya .

" Uhukk.... Uhukkkk.... An Ran kau mengejutkanku " . Kesal Ning Fei saat Gu An Ran sudah berdiri di depannya , dan Gu An Ran hanya tertawa saja .

" Fei,,, seperti kamu tidak tahu kebiasannya saja " . Tukas Li Mo .

" Fei,,, ayo ikut " . Ajak Gu An Ran .

" Kemana ? " . Tanya Ning Fei .

" Sudahlah , Ayo ikut " . Gu An Ran langsung menarik pergelangan tangan Ning Fei begitu saja , sedangkan Ninga Fei dia hanya bisa pasrah dan mengikuti Gu An Ran tanpa menolak .

Su Mi Yan meremas sumpit yang di genggamnya , dia merasa marah karna semenjak kejadian di acara ulang tahun Permaisuri , Li Jun dan Li Mo selalu bersikap dingin padanya , bahkan Li Mo yang bisanya menyapanya lebih dulu kini seperti tidak mengenalnya , dan itu membuatnya merasa kahwatir karna hanya Li Jun dan Li Mo yang menjadi jalan pintasnya untuk bisa dekat dengan Jendral Li Xuan .

" Gu An Ran , aku akan membuat mereka semua yang dekat denganmu , membencimu '' .Gumam Su Mi Yan penuh kebencian .

Li Jun , Li Mo dan Ning Fei merasa heran karna Gu An Ran ternyata mengajak mereka keluar dari akademi , dan mereka semakin heran ketika Gu An Ran menghampiri salah satu rumah penduduk yang tak jauh dari akademi .

'' Kita mau apa kesini ?'' . Tanya Li Jun .

'' Diamlah , nanti kamu akan tahu '' . Sahut Gu An Ran yang mulai mengayunkan tangannya untuk mengetuk pintu rumah itu .

Tok

Tok

Tok

Ceklek...

'' Permisi bibi '' . Ucap Gu An Ran tersenyum ,saat melihat wanita paruh baya yang membuka pintunya.

'' Bukankah kalian murid akademi kekaisaran ? '' . Tanya wanita paruh baya itu yang mengenali baju yang di pakai oleh mereka berempat .

'' Benar bibi '' . Jawab Gu An Ran .

'' Ada keperluan apa kalian kemari ?'' . Tanya Wanita paruh baya itu .

'' Em maaf bibi , apa bibi mengenali teman saya ini '' . Ujar Gua An Ran sembari menarik tangan Li Jun berdiri di sampingnya .

Wanita paruh baya itu meneliti wajah Li Jun yang menurutnya tidak lah asing .

'' Putra Mahkota !! '' . Seru seorang pria yang muncul dari belakang wanita paruh baya itu .

'' Benar Paman , dia Putra Mahkota '' . Ucap Gu An Ran tersenyum .

'' Hamba memberi salam pada Putra Mahkota '' . Ucap pria paruh baya itu buru buru membungkuk memberi hormat pada Putra Kaisar negara Yan , begitu juga dengan wanita paruh baya yang juga mengikuti pria itu yang tak lain adalah suaminya .

'' Hem,, Salam kalian aku terima '' . Ucap Li Jun yang memperlihatkan sosok wibawanya .

'' Em,,, Paman , Bibi , maaf sebelumnya , sebenarnya kedatangan kami kemari , karna Putra Mahkota menginginkan buah persik yang ada di sebelah rumah anda '' . Ujar Gu An Ran , membuat Li Jun langsung memlototi Gu An Ran , berani sekali Gu An Ran menjadikannya umpan pikirnya .

Sedangkan Gu An Ran hanya tersenyum sembari memeperlihatkan pupy eyesnya , yang mana membuat Li Jun menghela nafas lemah , di belakang Ning Fei dan Li Mo menahan tawanya , mereka tidak menyangka jika Gu An Ran berani menggunakan Putra Mahkota negara Yan untuk memenuhi tujuannya , yang hanya memnginginkan buah persik .

'' Benarkah ?, kalau begitu silahkan , silahkan Putra Mahkota mengambilanya ,tidak perlu sungkan '' . Timpal sepasang suami istri itu yang mana membuat Li Jun memaksakan senyumnya .

Terpopuler

Comments

Yuswati Ningsih

Yuswati Ningsih

the one an ran 🤣🤣🤣

2025-01-02

0

aphrodite

aphrodite

😂😂😂😂😂😂😂😂emang bener2 s An Ran

2025-01-09

1

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

Astaga/Facepalm/

2025-01-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!