Adam menghapus air matanya lalu bangkit berjalan menuju ranjang nya setelah memastikan pintu kamar nya sudah tertutup rapat.Matanya masih terasa panas karena menangis namun hatinya tidak juga mendingin.
Kenakalan remaja membuat nya kehilangan arah,rasa penasaran dan ingin mencicipi dunia baru telah membuat hidup Adam di penuhi dengan penyesalan.
Flashback
"Kak Adam...Gimana ini??"Seorang gadis muda yang usia nya berjarak tiga tahun di bawah Adam datang dengan air mata yang membanjir di wajah nya.Gadis berpakaian putih abu abu itu menatap Adam dengan perasaan risau.
Adam menoleh sekilas lalu kembali menatap teman teman nya"Sebentar ya!"Kata Adam pada sahabat nya.Mereka semua mengangguk saja karena tidak mengenal Diva.
Dengan menarik tangan gadis di hadapan nya,Adam yang kala itu sedang nongkrong bersama teman teman nya pun menjauh.
"Ada apa si Diva,kenapa kau datang dengan air mata di wajah mu.Aku gak mau nanti teman teman aku mengatakan yang tidak tidak."Adam mengeratkan giginya namun suara nya terdengar tegas.
"Hikss..Hiksss..Diva hamil kak!!"
Duarrr
Adam membelalak"Diva jangan bercanda kamu!!Aku kan sudah bilang sama kamu untuk minum penjegah kehamilan,pasti kamu gak minum kan??"Adam memegang kedua bahu Diva dan menggoyang nya hingga membuat tubuh gadis itu begoncang maju mundur.
"Hikss Diva lupa kak.Kakak harus tanggung jawab kak!!!"Lirih Diva penuh harap.
Adam menyugar rambut nya frustasi lalu berbalik memukul angin"Gila aja,enggak.Aku masih mau sekolah dan kita masih kecil Di..Aku gak mau tanggung jawab lebih baik kamu gugurkan saja kandungan mu itu!!Lagian masih kecil juga kan belum jadi bayi!!"Dengan nada yang begitu enteng Adam meminta Diva menggugurkan kandungan nya yang berusia enam minggu itu.
Diva menatap Adam tak percaya,saat melakukan hubungan terlarang itu Diva sudah bertanya pada Adam apakah dia mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu dan Adam menyanggupi namun sekarang Adam tidak mau bertanggung jawab bahkan memintanya mengugurkan kandungan nya.
"Kak.Kakak udah janji sama Diva kalau kakak mau tanggung jawab kalau Diva hamil tapi kenapa kakak sekarang berubah??"Diva sakit hati sekarang,rasa malu yang akan di tanggung serta bayangan wajah keluarga nya yang kecewa padanya sangat menghantui Diva.
"Kamu jangan bego jadi cewek kenapa!!Kita itu masoh sekolah jangan kan buat nafkahin kamu buat jajan sekolah aja aku masih minta sama orang tuaku.Gimana aku mau nikahin kamu Diva??Pokok nya kamu gugurkan kandungan mu dan jangan pernah bilang ke orang orang kalau aku yang melakukan nya,lagi pula kita hanya melakukan nya sekali dan bisa saja kau melakukan juga dengan lelaki lain.
Diva menganga,Bukan nya bertanggung jawab Adam malah menuduh dirinya juga melakukan dengan pria lain."Kak,aku gak ngelakuin hal itu sam orang selain kakak.Pokonya aku mau kakak bertangung jawab."Air mata Diva sudah membanjir bahkan kemeja putihnya juga sudah basah,tapi Adam sama sekali tidak merasa kasihan.Adam kalut tentu saja,dia juga tidak ingin masalah ini di ketahui orang lain apalagi ibu nya.
Adam berkali kali menyugar rambut nya serta mengusap wajah nya kasar remaja itu jelas tidak mau bertangung jawab juga tidak mau kalau sampai masalah itu di ketahui banyak orang.
Adam berbalik"Dengar apa pun yang mau kau lakukan itu terserah kamu saja.Tapi yang pasti aku tidak mau bertangung jawab dan aku tidak mau sampai masalah ini di dengar orang.Kalau sampai masalah ini terbongkar maka kamu akan tahu akibatnya."Ancam Adam dengan mata menatap tajam Diva.Gadis yang sedang takutan itu semakin takut,tubuh nya gemetar menahan isakan yang sejak tadi tidak mau berhenti.
Adam langsung pergi tanpa menoleh lagi oada Diva yang sekarnag tubuh nya sudah merosot ke tanah,air mata yang masih terus berdesakan itu pun tidak juga kunjung surut hingga pikiran pendek pun melintas di kepalanya.Takut aib nya di ketahui orang lain dan tidak sanggup melihat kekecewaan di wajah keluarga yang sangat menyayanginya akhirnya Diva gadis malang itu nekad mengakhiri hidup nya.
Diva melihat ke arah Adam yang kembali berkumpul bersama dengan teman teman nya.Lalu gadis itu berdiri matanya meliaht sebuah truk besar yang masih jauh dari pandangan nya dengan perasaan takut dan nekad gadia itu berjalan ke tepi jalan.Mata Adam sempat melihat sosok Diva namun dia hanya berpikir jiak Diva hanya ingin menyebrang saja,namun..
Ckiiiittt
Braaakkk
Akhhhhhh
Suara decitan ban mobil yang beradu dengan aspal jalanan pun terdengar memekakan telinga,di tambah suara teriakan orang orang di sekitar membuat suasana semakin mencekam.
Adam mencari sosok Diva yang tidak terlihat seketika jantung nya berdegup kencang,pikiran nya kemana mana apakah Diva nekad?Itu lah pertanyaan yang bercokol di kepala Adam sekarang.
"Woi ayok kita lihat!!"Seru salah seorang teman Adam yang langsung di angguki semua teman teman nya.Adam pun akhirnya mengikuti teman teman nya yang lebih dahulu lari untuk melihat kecelakaan itu.
"Ya ampun,kasihan sekali masih muda tapi kok nekad bunuh diri ya??"
"Gak sengaja ke tabrak kali?"
"Enggak,saya lihat tadi awalnya saya pikir e neng nya mau nyebrang tapi saat truk nya udah deket si eneng nya malah nekad nabrak kan diri."
Itu lah sebagian komentar warga yang melihat langsung kejadian itu.Mereka bergidik ngeri karena melihat kondisi korban yang langsung meninggal di tempat itu.
Salah seorang teman Adam menyenggol lengan Adam lalu berbisik"Dam,itukan cewek yang ngobrol sama loe tadikan?"Bisik Deon pada Adam.
Adam tak menjawab namun tubuh nya gemetar dan wajah nya pucat pasi,mata Adam memerah dirinya tidak menyangka jika Diva nekad melakukan bunuh diri langsung di hadapan nya.Rasa bersalah itu langsung menghantam dada Adam,namun begitu dia tetap akan menyembunyikan semua nya sampai kapan pun dan masalah Deon,Adam yakin sahabat nya itu tidak akan buka mulut pada siapa pun.
"Udah ah,ayok.Keburu polisi datang nanti kita malah di tanya tanya dan jadi saksi lagi.Males Gue!!"Bimo yang orang nya males ribet pun segera pergi meninggalkan lokasi setelah melihat tubub korban kecelakaan itu.Sementara Deon menarik lengan Adam agar ikut menjauh karena sedari tadi Adam hanya diam dan tak bergerak sama sekali.Bahkan kaki nya bagai tertancap di tanaj saking syok nya melihat tubub Diva yang seperti itu.
Flashback off
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments