Find Another Woman

...“Kalau kamu mau, aku akan mencarikan wanita lain.” – Bianca Francesca...

"Selamat pagi, Pak!" sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan Leon.

Leon hanya mengangguk tanpa memberikan ekspresi apa-apa. Aura yang dipancarkan oleh CEO Salvatore Group tersebut benar-benar dingin saat Jakarta sedang berada di musim panas.

Berbeda dengan Bianca. Saat ia berjalan mengikuti Leon di belakang, karyawan yang tadinya menyapa Leon, juga ikut menyapa Bianca.

"Pagi Mba Bianca."

"Morning, Bi."

"Wajahmu banget ya hari ini, Bi."

"Bianca! Morning!"

"Wiii ... cantik banget hari ini."

Bianca menjawab sapaan-sapaan tersebut dengan ramah dan ceria. Berbeda dengan Leon yang sama sekali tak menunjukkan keramahannya.

Setibanya di ruangan, Leon langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Bianca yang ada di belakangnya. Pintu ruangan yang saat ini sudah tertutup membuat hanya ada mereka berdua di ruangan yang tertutup itu.

“Sudah ku katakan jangan pernah gigit bibir ‘kan?”

Leon mengawali pembicaraan paginya dengan pembahasan bibir. Hal tersebut membuat Bianca mengerutkan keningnya dengan puluhan pertanyaan yang ingin ia ucapkan. Baru saja bibir gadis itu terbuka ingin berbicara, Leon mengambil langkah mendekat ke arah Bianca.

Pria yang pagi itu berbalut stelan jas cream yang pas ditubuh, ia bertolak pinggang sambil menatap gadis di depannya dengan penampilan angkuhnya.

“Jangan pernah menggigit bibirmu selain di depanku,” papar Leon tegas membuat Bianca mengurungkan niatnya untuk berargumen.

Gadis itu lagi-lagi mengerutkan keningnya. Bagaimana tidak? Sebelumnya pria itu melarangnya menggigit bibir di depannya. Lalu, kenapa sekarang ia dilarang menggigit bibir di depan orang lain selain di depannya?

“Haaa … dasar plin-plan!” sungut Bianca dalam hati.

“Ah! Satu lagi,” Leon membungkukkan tubuh atasnya dan sedikit condong ke arah Bianca agar tinggi mereka sejajar. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Bianca.

“Jangan pernah tersenyum dan berlaku ramah kepada lawan jenis!”

“Pak—”

Cup!

Leon mencium bibir gadis itu karena gadis itu memanggilnya dengan sebutan ‘Pak’ saat mereka berdua. Bianca mendelik. “Leon!”

“Aku ini ‘kan sekretaris CEO. Jadi aku harus menjaga citraku. Karena apa yang ku perlihatkan itu demi nama baikmu juga,” ucap Bianca menyanggah tuntutan Leon agar tak senyum dan berlaku ramah pada lawan jenis.

Bianca ada benarnya. Jika ia terlihat judes, jutek, cuek dan angkuh, bukankah akan mencoreng citra dan nama baik Leon sebagai sekretaris CEO Salvatore Group? Jadi semua yang ia lakukan itu murni untuk pekerjaan dan tak ada maksud apa-apa.

Leon tak menjawab sanggahan Bianca. Ia malah mengalihkan topik pembicaraannya dengan menyuruh Bianca memesankan sarapan untuknya. Karena saat di apartemen tadi ia melewatkan sarapan.

“Pesankan aku sarapan.” Leon membalikkan badannya membelakangi Bianca. Ia berniat melangkahkan kakinya menuju meja kerja.

Tiba-tiba saja Bianca bergerak sigap dan berada di hadapan Leon.

“Maaf. Aku hanya tak ingin atasan yang ku layani terlihat berantakan,” papar Bianca sembari meraih dan membetulkan dasi Leon yang longgar dan berantakan sejak tadi.

Leon terkesima saat dasi yang ia kenakan dibetulkan oleh Bianca. Meskipun selama ini ia memiliki Brad sebagai sekretarisnya di Salvatore Group cabang Amerika, tak pernah sekalipun Brad menyentuh dasinya. Bahkan, tak pernah seorangpun yang pernah membetulkan pakaiannya tanpa seizinnya. Bukan karena ia tak ingin, hanya saja karena citranya selama ini adalah seorang pria yang dingin dan sulit ditebak. Jadi tak ada seorang pun yang berani mengusik bahkan menyentuhnya.

Lalu … sekarang gadis ini berinisiatif sendiri?

Bianca melakukan hal tersebut murni sebatas pekerjaannya sebagai seorang sekretaris pribadi CEO tanpa mencampurkan perasaan pribadi. Tapi berbeda dengan Leon yang sudah menaruh hati pada Bianca sejak malam pertama mereka di Paris. Pria itu semakin terobsesi dengan gadis yang sedang membetulkan dasinya.

Sorot mata elang Leon memperhatikan gerak gerik Bianca dengan seksama. Gadis yang saat itu membetulkan dasinya dengan sangat serius, entah kenapa wajahnya menjadi semakin mempesona. Apa karena diam dan tenangnya gadis itu merupakan daya tariknya?

“Sudah—”

Belum sempat Bianca mengatakan bahwa ia sudah selesai membetulkan dasi pria itu, bibir yang saat itu sedang berbicara mendadak dibungkam menggunakan bibir Leon tanpa aba-aba. Leon meraih pinggul ramping gadis itu dan mendempetkan tubuh mereka menjadi satu sehingga angin pun tak bisa mencari celah untuk mengisi kekosongan yang menghalangi mereka. Sementara tangan kanan pria itu meraih tengkuk Bianca dan mendorong wajah gadis itu ke depan agar tak bisa melepaskan diri.

Leon menikmati inci demi inci bibir lembut milik Bianca di pagi itu. Seolah-olah ia sedang melahap sarapan pagi yang begitu lezat dan tak ingin membiarkan makanan itu bersisa. Aroma parfum bercampur aroma dari tubuh Bianca yang memberikan aroma manis semakin membuat Leon menjadi agresif. Bibir dan lidah Leon yang semula bergerilya di bibir gadis itu, kini beranjak pindah menuju leher jenjang yang mulus.

“Le-Leon … saat ini kita di kantor.”

Bianca mencoba menjarakkan tubuhnya dengan tubuh Leon menggunakan kedua tangannya yang menekan dada bidang Leon. Hanya saja tubuh bagian bawahnya masih menyatu karena tangan kekar Leon masih melingkar di pinggulnya.

“Memangnya kenapa?” tanya Leon dengan nafasnya yang mulai berat. Bahkan ia tak segan-segan menekan tubuh bagian bawahnya yang mulai bangun dan terasa sesak.

“Ada banyak pekerjaan dan pendingan yang harus dilakukan.”

“But I miss your body,” lirih Leon memelas dengan wajah yang mendadak menjadi sendu, “and I miss your s3xy voices while we making l0ve in Paris.”

Bianca mendadak terhenyak. Pria yang dulunya menolak ajakannya untuk melewati malam panas, sekarang berubah menjadi agresif dan menjadi lebih jujur. Bahkan pria yang sebelumnya dingin dan cuek itu, kini berubah menjadi buas.

“K-kalau kamu mau, aku akan mencarikan wanita lain untuk—”

Leon melepaskan tubuh Bianca sesaat gadis itu mengatakan akan mencarikan wanita lain untuk memuaskan nafsunya. Itu merupakan hal yang gampang untuknya sejak dulu. Apalagi ia tinggal di Amerika. Pergaulan bebas di sana tak bisa dipungkiri dan sering terjadi di negara dengan budaya Barat itu. Hanya saja ia enggan melakukan hal berharga itu selain bersama seseorang yang benar-benar telah mencuri hatinya.

Tapi sayang … saat ia ingin melakukan hal berharga itu dengan seseorang yang penting baginya, orang tersebut malah tak tertarik padanya.

Apa gadis itu masih menyimpan rasa dan harapan pada mantannya? Ck! Padahal, mantannya itu jauh lebih rendah dan tak memiliki kelebihan apa-apa selain dirinya. Apa ia tak cukup menarik untuk meluluhkan hati gadis itu? Pikir Leon saat itu.

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

Terpopuler

Comments

Rita

Rita

jgn kasih kendor😁

2023-10-12

1

Rita

Rita

duh Bi kamu bikin Leon cemberut

2023-10-12

1

M falah Khairun hafizan

M falah Khairun hafizan

up LG thorr 🤣🤣🤣🤣ketagihan baca novel mu thorr berasa dikit tiap baca 🙄🙄🙄

2023-10-12

2

lihat semua
Episodes
1 Only One Night
2 Forget That Guy
3 Bermainlah Dengan Benar
4 Bibir Merah Itu ...
5 Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6 Janji yang Tertinggal di Paris
7 You Broke Me First
8 Masa Lalu Itu Datang Lagi
9 Find Another Woman
10 Jangan Memancingku!
11 Only You
12 Jangan Bertemu Dengannya!
13 It's Not Your First!
14 Beside You, I'm Happy
15 Perempuan Itu Harus Agresif
16 Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17 Gadis Yang Ku Ajak Serius
18 Calon Mertua
19 Itu Privasiku
20 Kesalahpahaman Reinhard
21 Bermain Peran
22 My Aggressive Bos! - Part 1
23 My Aggressive Bos! - Part 2
24 My Aggressive Bos! - Part 3
25 Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26 Kekasih Leonidas Salvatore
27 Memperjelas Semuanya
28 Olahraga Pagi ...
29 Gadis Bermuka Dua
30 Mencintai Dalam Keheningan
31 Aku Tak Begitu
32 Aku Harus ke Amerika
33 Si Anak Magang
34 Reinhard Kembali
35 I Want You
36 Ingin Menguasai Salvatore
37 Aku Harus Segera Kembali
38 Tanpa Pamrih
39 Siapa Pria Beruntung Itu?
40 Maaf ... Aku Terlambat
41 Kau Akan Menjadi Milikku
42 I Like You and I Want You
43 Bertahanlah Sampai Aku Datang
44 Tunggu Aku Pulang
45 Hilangnya Kesabaran Reinhard
46 Bahasa Manusia
47 Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48 Berhentilah Bersandiwara
49 Gentleman
50 Terima Kasih Sudah Bertahan
51 Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52 Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53 Stay With Me, Hmm?
54 Sarapan Buatanmu
55 Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56 Amarah Bella Membabi Buta
57 Pelakor vs Istri Sah
58 Apa Aku Jahat?
59 Semua Sudah Terlambat
60 Ancaman Reinhard
61 Anya ... Berbahagialah
62 Nyonya Salvatore
63 Breaking News!
64 Cobalah Mengenal Cinta
65 Ayah Darurat Untuk Janinku
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Only One Night
2
Forget That Guy
3
Bermainlah Dengan Benar
4
Bibir Merah Itu ...
5
Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6
Janji yang Tertinggal di Paris
7
You Broke Me First
8
Masa Lalu Itu Datang Lagi
9
Find Another Woman
10
Jangan Memancingku!
11
Only You
12
Jangan Bertemu Dengannya!
13
It's Not Your First!
14
Beside You, I'm Happy
15
Perempuan Itu Harus Agresif
16
Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17
Gadis Yang Ku Ajak Serius
18
Calon Mertua
19
Itu Privasiku
20
Kesalahpahaman Reinhard
21
Bermain Peran
22
My Aggressive Bos! - Part 1
23
My Aggressive Bos! - Part 2
24
My Aggressive Bos! - Part 3
25
Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26
Kekasih Leonidas Salvatore
27
Memperjelas Semuanya
28
Olahraga Pagi ...
29
Gadis Bermuka Dua
30
Mencintai Dalam Keheningan
31
Aku Tak Begitu
32
Aku Harus ke Amerika
33
Si Anak Magang
34
Reinhard Kembali
35
I Want You
36
Ingin Menguasai Salvatore
37
Aku Harus Segera Kembali
38
Tanpa Pamrih
39
Siapa Pria Beruntung Itu?
40
Maaf ... Aku Terlambat
41
Kau Akan Menjadi Milikku
42
I Like You and I Want You
43
Bertahanlah Sampai Aku Datang
44
Tunggu Aku Pulang
45
Hilangnya Kesabaran Reinhard
46
Bahasa Manusia
47
Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48
Berhentilah Bersandiwara
49
Gentleman
50
Terima Kasih Sudah Bertahan
51
Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52
Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53
Stay With Me, Hmm?
54
Sarapan Buatanmu
55
Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56
Amarah Bella Membabi Buta
57
Pelakor vs Istri Sah
58
Apa Aku Jahat?
59
Semua Sudah Terlambat
60
Ancaman Reinhard
61
Anya ... Berbahagialah
62
Nyonya Salvatore
63
Breaking News!
64
Cobalah Mengenal Cinta
65
Ayah Darurat Untuk Janinku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!