Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan

...“Kamu pernah dengar istilah ‘Sekretaris Pribadi’ itu adalah ‘Istri Kedua Atasan’? Nah … tugasmu adalah melayani semua kebutuhanku.” – Leonidas Salvatore...

“Bianca Francesca,” sebut Leon dalam hati. Matanya yang semula menatap lekat ke dalam mata hazel Bianca, kini turun menatap ke bibir indah yang telah mencuri ciuman pertamanya.

“Membayangkan bibir ini pernah dicium oleh pria lain sebelumnya saja sudah membuatku kesal. Ck! Apa sebaiknya ku lahap sampai bengkak untuk melampiaskan kekesalan ini?” imbuhnya dalam hati.

Menatap bibir itu lama-lama membuat nalurinya semakin membara. Ingin rasanya ia melahap habis bibir itu saat ini juga dan membuat gadis itu tak bisa bernafas. Tapi ia menahan diri karena ini masih pagi. Lagipula, akan berdampak buruk pada gadis itu jika gadis itu keluar dari ruangan CEO dengan lipstick yang memudar.

Leon menarik dirinya menjauh dari Bianca. Tubuh atasnya yang semula bungkuk dan condong ke arah Bianca, kini kembali tegap.

"Kembalilah ke divisimu. Handover semua pekerjaanmu hari ini juga. Karena mulai besok, kamu akan efektif menjadi sekretaris pribadiku," jelas Leon datar sembari membalikkan badannya dan berjalan menuju tempat duduknya.

"Tapi, Pak. Saya masih sekretaris junior dan untuk perusahaan. Selama ini saya belum pernah jadi sekretaris pribadi. Apalagi posisi sekretaris pribadi CEO terlalu berlebihan untuk saya yang belum berpengalaman," bantah Bianca dengan sopan dan nada yang lembut. Ia tak ingin mengambil resiko dengan berlaku tak sopan pada CEO tempat ia bekerja.

Leon menghempaskan tubuhnya ke atas kursi. Kemudian ia menghadap ke arah laptop yang ada di meja kerjanya.

"Ya terserah kamu. Mau jadi sekretaris pribadi CEO atau resign," celetuk Leon tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Matanya menatap serius ke arah layar laptop seolah-olah tak peduli dengan kebimbangan Bianca yang sedang terpojok oleh dua pilihan yang menyudutkan.

Bianca menggigit bibirnya dengan wajah yang gelisah. Tatapannya menerawang dengan pikiran yang berkecamuk. Jika ia resign, bagaimana caranya untuk membayar hutang yang ia ajukan kepada perusahaan. Uang untuk pernikahan yang batal itu malah ia gunakan untuk pergi liburan ke Paris. Liburan tersebut memang menyenangkan. Tapi tidak menyenangkan saat ia mengetahui bahwa pria asing yang bercinta dengannya adalah CEO tempat ia bekerja.

"Apa hobimu menggigit bibir?" tanya Leon yang entah sejak kapan memperhatikan Bianca.

Bianca tersentak dan berhenti menggigit bibirnya. Ia mengangkat wajahnya yang semula tertunduk, kemudian menatap takut ke arah Leon.

“Awas saja jika sekali lagi aku melihatmu menggigit bibir,” gertak Leon dengan nada yang dingin. Padahal, itu hak Bianca, kenapa malah dia yang mengatur hak seseorang?

Bianca tak mengerti apa alasan Leon melarang-larang dia menggigit bibir. Namun ia tak terlalu memikirkannya. Karena fokusnya saat ini adalah bertahan di perusahaan itu dan menjadi sekretaris CEO, atau … memilih resign? Pilihan kedua itu sudah jelas tak mungkin. Pasalnya, ia hidup sebatang kara. Jadi, pada siapa ia harus mengadu nasib jika tabungan sudah habis dan ia tidak memiliki pekerjaan?

“Baiklah. Saya akan menjadi sekretaris Bapak. Tapi, sebelumnya saya belum pernah menjadi sekretaris pribadi—”

“Mba Bianca Francesca.” Leon menyatukan kedua tangannya dan mendaratkan dagunya ke atas kedua tangan tersebut. Sorot mata elangnya yang tegas menatap tajam ke arah Bianca yang berdiri tak jauh dari meja kerjanya.

“Kamu pernah dengar istilah ‘Sekretaris Pribadi’ itu adalah ‘Istri Kedua Atasan’?” tanya Leon tenang.

Bianca mengerutkan alisnya seraya mengangguk pelan. Benar, sekretaris itu dikenal sebagai istri kedua atasan. Bahkan banyak yang menyebut sekretaris itu adalah istri pertama atasan karena atasan lebih banyak menghabiskan waktunya di kantor bersama sekretaris ketimbang menghabiskan waktu di rumah bersama istri sah.

“Apa tugas istri?” tanya Leon lagi.

“Mengatur rumahtangga dengan baik.”

“Selain itu?” tanya Leon sambil bangkit dari duduknya. Entah kenapa rasanya ia tak tenang jika duduk dan tak berada di dekat gadis itu. Ia berjalan mendekat ke arah Bianca.

“Melayani semua kebutuhan suami,” jawab Bianca kebingungan. Pasalnya ia tak mengerti dengan pertanyaan random Leon.

“Nah … tugasmu adalah melayani semua kebutuhanku,” bisik Leon yang entah sejak kapan sudah mendekatkan bibirnya ke telinga kanan Bianca.

Bianca terkejut saat angin lembut dari bibir sensual Leon menggelitiki daun telinganya. Sekujur tubuhnya mendadak keringat dingin. Sesaat terlintas kembali ingatan panas yang terjadi di Paris ketika Leon mengatakan ‘Melayani semua kebutuhan suami’.

“Pak, kita ‘kan belum nikah. Nggak mungkin kita ….” Bianca tak mampu melanjutkan ucapannya. Namun wajahnya mendadak merah menahan malu.

“Apa dipikiranmu hanya ada aktifitas panas di atas ranjang? Hmm?” goda Leon dengan wajah yang datar. “Untuk urusan perusahaan, biarkan Alfred yang mengurusnya. Kamu hanya perlu mengurus semua kebutuhan pribadiku. Mulai dari pakaian yang akan aku kenakan, makanan yang akan aku makan, kesehatan dan semua hal yang berurusan denganku.”

Bianca terdiam sesaat seolah-olah sedang berfikir. Ia berfikir secara rasional tanpa mengikut sertakan hal-hal buruk dalam pekerjaannya. Sedikitpun ia tak menaruh curiga dalam tugas yang Leon berikan padanya. Padahal, dari ucapan Leon tadi, jelas bahwa ia harus siaga hampir 24 jam untuk memenuhi kebutuhan atasannya. Mau itu di jam kerja, ataupun itu di luar jam kerja.

Dengan sigap, gadis yang mengenakan jas coklat dengan dalaman hitam itu pun langsung menjawab ucapan Leon. “Baik, Pak. Saya akan berusaha menjadi sekretaris pribadi yang baik untuk Bapak.”

Leon menyeringai puas. Langkah pertama yang ia rencanakan agar gadis itu selalu berada di dekatnya sudah terwujudkan. Tinggal bagaimana langkah selanjutnya untuk ia menggoda dan membuat gadis itu bertekuk lutut padanya. Selain karena tak puas hati ditinggalkan setelah mengambil keperjakaannya, ia juga terobsesi ingin memiliki gadis itu.

“Good. Sekarang kembalilah ke ruanganmu dan besok pagi langsung ke apartemenku pukul 7 pagi.”

“Pukul 7, Pak? Bukannya kita masuk kantor pukul 9? Terus, kenapa harus—”

“Kamu lupa apa yang aku jelaskan tadi?” sela Leon sembari menyilangkan kedua tangannya ke dada dengan tatapan yang angkuh. “Kamu hanya perlu mengurus semua kebutuhan pribadiku.”

“Itu artinya, kamu harus mengurusku mulai dari aku bangun, sampai aku tidur,” tambahnya santai.

...🫧🫧🫧...

“Bi!” seru Ivan saat melihat Bianca yang berjalan dengan lesu dan tak bersemangat. Ia menatap heran ke arah sahabatnya yang berjalan mendekatinya.

“Lo nggak di pecat, ‘kan?” terka Ivan penasaran. Ia memegang kedua bahu Bianca yang turun.

“Gue berharap dipecat dan dapat pesangon, Van.” Bianca mengangkat wajahnya yang muram dan sedih. “Kenapa sih, hidup gue nggak pernah benar? Padahal sejak dulu gue udah berusaha jadi orang baik.”

“Gue ‘kan nggak pernah jahat, Van. Lo tau sendiri ‘kan gue gimana selama ini?” keluh Bianca dengan mata yang berkaca-kaca.

“Lo tau nggak? Bule yang melewati malam panas dengan gue itu siapa?” terang Bianca dengan nada yang pelan.

Ivan bersemangat ketika Bianca ingin membeberkan siapa pasangan malam panasnya saat di Paris. Apakah seorang model? Aktor? Atau pria terkenal? Pasalnya Bianca mengatakan hal tersebut seperti tak ada seorang pun yang tak mengenal pria itu di dunia ini. “Siapa, Bi? Siapa? Gue kenal dia?”

“Ih … apa jangan-jangan dia—”

“Ya. Lo kenal sama dia. Bahkan tadi lo udah liat dia,” sela Bianca kesal.

“Serius? Demi apa?! Emang tadi ada aktor atau orang terkenal yang ke kantor?”

“Dia itu Pak Leon! CEO baru yang pagi-pagi udah bikin kita malu!” beber Bianca dengan suara yang berbisik namun penuh penekanan.

Mata Ivan membulat dengan sempurna. Kedua tangannya refleks menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.

"Are you serious?!” tanya Ivan sambil mengibas-ngibaskan kelopak matanya.

“Gimana? Dia buas nggak di ranjang? Itunya besar nggak? Biasanya 'kan anunya bule gede-gede? Pasti enak banget ya?"

“IVANNN!!!” geram Bianca kesal sembari merengek ke sahabatnya yang malah tertarik dengan keperkasaan Leon di ranjang. Bukannya berpihak atau mengkhawatirkan masa depan dirinya.

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

Terpopuler

Comments

lenong

lenong

baby sitter donk

2023-10-21

1

lenong

lenong

Alaskan nya, ya gak tahan lah pengen cipok🤭🤭

2023-10-21

1

Rita

Rita

😅😂😂😂😂😂

2023-10-11

1

lihat semua
Episodes
1 Only One Night
2 Forget That Guy
3 Bermainlah Dengan Benar
4 Bibir Merah Itu ...
5 Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6 Janji yang Tertinggal di Paris
7 You Broke Me First
8 Masa Lalu Itu Datang Lagi
9 Find Another Woman
10 Jangan Memancingku!
11 Only You
12 Jangan Bertemu Dengannya!
13 It's Not Your First!
14 Beside You, I'm Happy
15 Perempuan Itu Harus Agresif
16 Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17 Gadis Yang Ku Ajak Serius
18 Calon Mertua
19 Itu Privasiku
20 Kesalahpahaman Reinhard
21 Bermain Peran
22 My Aggressive Bos! - Part 1
23 My Aggressive Bos! - Part 2
24 My Aggressive Bos! - Part 3
25 Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26 Kekasih Leonidas Salvatore
27 Memperjelas Semuanya
28 Olahraga Pagi ...
29 Gadis Bermuka Dua
30 Mencintai Dalam Keheningan
31 Aku Tak Begitu
32 Aku Harus ke Amerika
33 Si Anak Magang
34 Reinhard Kembali
35 I Want You
36 Ingin Menguasai Salvatore
37 Aku Harus Segera Kembali
38 Tanpa Pamrih
39 Siapa Pria Beruntung Itu?
40 Maaf ... Aku Terlambat
41 Kau Akan Menjadi Milikku
42 I Like You and I Want You
43 Bertahanlah Sampai Aku Datang
44 Tunggu Aku Pulang
45 Hilangnya Kesabaran Reinhard
46 Bahasa Manusia
47 Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48 Berhentilah Bersandiwara
49 Gentleman
50 Terima Kasih Sudah Bertahan
51 Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52 Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53 Stay With Me, Hmm?
54 Sarapan Buatanmu
55 Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56 Amarah Bella Membabi Buta
57 Pelakor vs Istri Sah
58 Apa Aku Jahat?
59 Semua Sudah Terlambat
60 Ancaman Reinhard
61 Anya ... Berbahagialah
62 Nyonya Salvatore
63 Breaking News!
64 Cobalah Mengenal Cinta
65 Ayah Darurat Untuk Janinku
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Only One Night
2
Forget That Guy
3
Bermainlah Dengan Benar
4
Bibir Merah Itu ...
5
Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6
Janji yang Tertinggal di Paris
7
You Broke Me First
8
Masa Lalu Itu Datang Lagi
9
Find Another Woman
10
Jangan Memancingku!
11
Only You
12
Jangan Bertemu Dengannya!
13
It's Not Your First!
14
Beside You, I'm Happy
15
Perempuan Itu Harus Agresif
16
Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17
Gadis Yang Ku Ajak Serius
18
Calon Mertua
19
Itu Privasiku
20
Kesalahpahaman Reinhard
21
Bermain Peran
22
My Aggressive Bos! - Part 1
23
My Aggressive Bos! - Part 2
24
My Aggressive Bos! - Part 3
25
Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26
Kekasih Leonidas Salvatore
27
Memperjelas Semuanya
28
Olahraga Pagi ...
29
Gadis Bermuka Dua
30
Mencintai Dalam Keheningan
31
Aku Tak Begitu
32
Aku Harus ke Amerika
33
Si Anak Magang
34
Reinhard Kembali
35
I Want You
36
Ingin Menguasai Salvatore
37
Aku Harus Segera Kembali
38
Tanpa Pamrih
39
Siapa Pria Beruntung Itu?
40
Maaf ... Aku Terlambat
41
Kau Akan Menjadi Milikku
42
I Like You and I Want You
43
Bertahanlah Sampai Aku Datang
44
Tunggu Aku Pulang
45
Hilangnya Kesabaran Reinhard
46
Bahasa Manusia
47
Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48
Berhentilah Bersandiwara
49
Gentleman
50
Terima Kasih Sudah Bertahan
51
Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52
Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53
Stay With Me, Hmm?
54
Sarapan Buatanmu
55
Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56
Amarah Bella Membabi Buta
57
Pelakor vs Istri Sah
58
Apa Aku Jahat?
59
Semua Sudah Terlambat
60
Ancaman Reinhard
61
Anya ... Berbahagialah
62
Nyonya Salvatore
63
Breaking News!
64
Cobalah Mengenal Cinta
65
Ayah Darurat Untuk Janinku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!