Beside You, I'm Happy

...“Beside you, I’m happy? Nyatanya … dia lebih penting dariku.” – Bianca Francesca...

Drrttt… Drrttt…

Dering ponsel mengganggu suasana romantis antara Leon dan Bianca. Hal tersebut membuat mata kedua orang itu menoleh secara bersamaan ke arah layar ponsel yang ada di atas meja kecil samping ranjang.

“Bella?” batin Bianca saat menatap layar ponsel. Ia mendadak menerka-nerka siapa wanita yang saat itu menelefon Leon. “Yah … kalau dia nggak penting, pasti Leon nggak bakalan—”

Bianca mendadak tersentak dengan mata yang membulat. Sekujur tubuhnya mendadak kaku begitu Leon melepaskan rangkulan tangan dari pinggulnya. Bahkan dengan sigap pria itu menyambar ponsel dan menatap ke arahnnya sebelum mengangkat panggilan tersebut.

“Tunggu sebentar,” kata Leon santai tanpa sedikitpun rasa bersalah.

Usai mengatakan sepatah kata tersebut, Leon langsung mengangkat panggilan dan keluar dari kamar. Hal itu membuat Bianca yang semula terkejut dibuat semakin tak bisa berfikir dengan logis. Bahkan ia menerka-nerka bahwa nama ‘Bella’ yang tertera di layar ponsel tadi adalah seseorang yang penting. Sepenting apa wanita itu sampai-sampai ia diacuhkan dan ditinggalkan sendirian di kamar?

Bianca yang semula terbang melayang karena ucapan Leon bahwa ia wanita pertama dalam hidup pria itu, mendadak kecewa bahkan seketika perasaannya dihempaskan jatuh hingga ke jurang. Meskipun ia sama sekali tak memiliki hubungan apa-apa dengan Leon karena terus menolak kehadiran pria itu, jauh di lubuk hatinya, ada sedikit rasa cemburu yang perlahan membakar hatinya.

Apa karena Bianca pernah dikecewakan oleh mantan tunangannya? Sampai-sampai ia berprasangka bahwa ia akan mengalami hal yang sama. Bedanya adalah, Rey berselingkuh dengan baik di belakangnya. Sedangkan Leon? Pria itu bahkan menampakkan secara terang-terangan bahwa ada sesuatu antara dia dan wanita itu.

“Ck! Pria selalu sama, Bianca. Udah jatuh sekali ke lubang itu, kenapa mau jatuh untuk kedua kali ke lubang yang sama?” keluh Bianca sembari menertawakan dirinya.

Bianca bergegas menuju ke kamar mandi untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah. Sembari ia mengeringkan rambutnya, Leon menerima panggilan di balkon ruang tamu.

“Ada perkembangan?”

^^^“Kak Rein belum sadar, tapi ….”^^^

Karena suara Bella terdengar berat dan sulit mengatakan hal aneh yang terjadi, Leon langsung berinisiatif. “I’ll be there in 30 minutes.”

^^^“Hmm.”^^^

Setelah mendapat respon bahwa ia akan menghampiri wanita itu, Leon bergegas mematikan ponsel dan menuju ke ruang ganti. Di sana ada begitu banyak koleksi pakaian Leon yang tertata dengan rapi. Ia mengambil celana jeans yang terlipat, lalu memakainya. Kemudian ia mengambil kaos putih polos yang tergantung dan langsung berjalan menuju ke kamar sambil memakai kaos putih tadi.

Di saat yang sama, ia melihat Bianca yang baru selesai mengeringkan rambutnya di kamar mandi.

“Bi,” panggil Leon sambil mendekat ke arah Bianca. “Kamu tunggu di apart bentar, ya?”

“Ada hal penting yang harus ku urus.”

Bianca terdiam. Tadi ia ditinggalkan saat pria itu menerima panggilan. Lalu, sekarang ia juga akan ditinggalkan lagi karena pria itu akan pergi menemui wanita yang dipanggil ‘Bella’. Yah … apa sih yang ia harapkan dari pria itu? Berharap yang diucapkan Leon tadi benar bahwa ia adalah ciuman pertama bahkan gadis pertama yang ditiduri oleh pria itu? Ck! Mimpi! Sudah jelas pria itu tampan dan mapan. Mana ada wanita yang menolak pria itu seperti dirinya? Bahkan, tanpa pria itu memohon kepadanya agar mereka menjadi sepasang kekasih, ada banyak wanita selain dirinya yang mengantri untuk berada di sisi pria itu.

“Bi?” panggil Leon membuyarkan lamunan Bianca. Ia memegang tangan Bianca dan mengecup lembut punggung tangan gadis itu.

“Sure, you can go,” tutur Bianca sambil menampakkan senyum di balik rasa sakit yang ia rasa. Cemburu yang semula sedikit, entah kenapa sekarang mendadak membludak bahkan rasanya begitu kesal karena ia begitu gampang dipermainkan.

“Aku akan—”

“Aku pulang,” potong Bianca, “ada banyak pakaian kotor yang menumpuk dan aku juga harus membersihkan rumahku.”

“Bohong. Kamu pasti mau ketemu sampah itu, ‘kan?”

“Aku nggak akan bertemu dengannya,” jelas Bianca, “lagian kamu mau pergi, ‘kan? Ngapain aku di sini sendirian?”

“Nggak lama. Ini sangat mendesak.” Leon meyakinkan Bianca sambil memegang kedua tangan gadis itu. Ia menatap mata gadis itu dengan sangat dalam. Kemudian ia menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya dan membelai lembut punggung gadis itu.

“Bi, I trust you,” lirih Leon sunggu-sungguh, “aku tau kamu nggak mungkin bisa percaya sepenuhnya pada apa yang aku katakan tadi tentang perasaan ini. Apalagi pertemuan kita nggak di sengaja bahkan belum lama. Tapi … yang namanya perasaan, who knows, right?”

“Beside you, I’m happy,” imbuhnya.

Leon merasa bersalah karena terpaksa meninggalkan gadis itu dan membiarkannya pulang sendiri. Bukan karena ia tak bertanggung jawab, namun ada nyawa yang harus dipertaruhkan di sini. Jika bukan karena nyawa kakak kandungnya sedang terancam, mungkin ia bisa saja menunda untuk pergi ke rumah sakit.

“Bianca ….” Leon memegang kedua bahu gadis itu dan mendorongnya sedikit menjauh.

“Hmm?”

“Lihat aku.” Leon menatap wajah Bianca yang kecut. Ia mengerti bahwa gadis itu kesal karena ditinggal sarapan usai ia mengungkapkan perasaannya. Namun entah kenapa wajah itu terlihat semakin menggemaskan.

Cup!

Leon mendaratkan sebuah kecupan hangat dan cukup lama bahkan sampai membuat bibir Bianca basah. Tangan yang semula berada di bahu gadis itu, mendadak memegang punggung kepala dan tengkuk Bianca. Pria itu mendalami ciumannya dengan penuh penghayatan. Seolah-olah itu adalah ciuman perpisahan yang cukup lama. Padahal mereka masih berada di kota yang sama.

Ciuman panas tersebut berlangsung cukup lama sampai-sampai Bianca kehabisan nafas. Ia sadar bahwa saat ini ia telah masuk ke dalam jebakan Leon meski hatinya menolak. Ia yang berspekulasi sendiri bahwa dirinya dipermainkan, hanya bisa tersenyum getir tanpa perlawanan dan tanpa pertanyaan yang sedang memenuhi pikirannya.

“Take care, hmm? Jangan lupa kabari aku,” tutur Leon usai menyudahi gerayangannya di bibir sensual Bianca. Bahkan, ia sempat mengusap pelan pipi Bianca dan mengecup dahi gadis itu sebelum pergi.

“Jangan lupa sarapan, aku sudah meletakkannya di atas meja makan,” imbuh Leon sembari berjalan mundur ke arah pintu. Perlahan senyumannya yang manis dan tubuhnya yang atletis menghilang dan tak terlihat lagi dari sudut pandang Bianca.

Bianca mendadak tertawa tanpa suara. Tawa yang begitu sakit dan jauh dari kata bahagia. Tawa yang membuat hatinya tercabik-cabik dan sakit melebihi rasa sakit saat Rey mengkhianatinya. Sekujur tubuh Bianca mendadak lemas. Pijakannya mendadak oleng. Ia memegang sisi washtafel untuk menopang tubuh.

“Beside you, I’m happy?” gumam Bianca mengulang kembali ucapan Leon, “nyatanya … dia lebih penting dariku.”

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

Terpopuler

Comments

Elminar Varida

Elminar Varida

hi thor, aku suka karyamu. saya menilai karyamu bagus banget. ada unsur dewasanya tp nggak murahan ada yg bisa kita petik dari ceritamu. aku sudah baca semua karyamu yg sdh tamat jd saya bisa menilai karyamu. tetap semangat ya...
saran saya selesaikan satu persatu novelnya dan jgn terlalu lama upnya krn itu membuat orang lupa dan malas untuk membaca lg. ok thor!! Sukses terus thor.

2024-04-15

2

asmara wati

asmara wati

aduh,okeh emen bahasa Inggris,ra mudeng aku artie opo

2023-10-17

1

Rita

Rita

mulai ada rasa dan mulai salah paham

2023-10-17

1

lihat semua
Episodes
1 Only One Night
2 Forget That Guy
3 Bermainlah Dengan Benar
4 Bibir Merah Itu ...
5 Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6 Janji yang Tertinggal di Paris
7 You Broke Me First
8 Masa Lalu Itu Datang Lagi
9 Find Another Woman
10 Jangan Memancingku!
11 Only You
12 Jangan Bertemu Dengannya!
13 It's Not Your First!
14 Beside You, I'm Happy
15 Perempuan Itu Harus Agresif
16 Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17 Gadis Yang Ku Ajak Serius
18 Calon Mertua
19 Itu Privasiku
20 Kesalahpahaman Reinhard
21 Bermain Peran
22 My Aggressive Bos! - Part 1
23 My Aggressive Bos! - Part 2
24 My Aggressive Bos! - Part 3
25 Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26 Kekasih Leonidas Salvatore
27 Memperjelas Semuanya
28 Olahraga Pagi ...
29 Gadis Bermuka Dua
30 Mencintai Dalam Keheningan
31 Aku Tak Begitu
32 Aku Harus ke Amerika
33 Si Anak Magang
34 Reinhard Kembali
35 I Want You
36 Ingin Menguasai Salvatore
37 Aku Harus Segera Kembali
38 Tanpa Pamrih
39 Siapa Pria Beruntung Itu?
40 Maaf ... Aku Terlambat
41 Kau Akan Menjadi Milikku
42 I Like You and I Want You
43 Bertahanlah Sampai Aku Datang
44 Tunggu Aku Pulang
45 Hilangnya Kesabaran Reinhard
46 Bahasa Manusia
47 Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48 Berhentilah Bersandiwara
49 Gentleman
50 Terima Kasih Sudah Bertahan
51 Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52 Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53 Stay With Me, Hmm?
54 Sarapan Buatanmu
55 Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56 Amarah Bella Membabi Buta
57 Pelakor vs Istri Sah
58 Apa Aku Jahat?
59 Semua Sudah Terlambat
60 Ancaman Reinhard
61 Anya ... Berbahagialah
62 Nyonya Salvatore
63 Breaking News!
64 Cobalah Mengenal Cinta
65 Ayah Darurat Untuk Janinku
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Only One Night
2
Forget That Guy
3
Bermainlah Dengan Benar
4
Bibir Merah Itu ...
5
Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6
Janji yang Tertinggal di Paris
7
You Broke Me First
8
Masa Lalu Itu Datang Lagi
9
Find Another Woman
10
Jangan Memancingku!
11
Only You
12
Jangan Bertemu Dengannya!
13
It's Not Your First!
14
Beside You, I'm Happy
15
Perempuan Itu Harus Agresif
16
Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17
Gadis Yang Ku Ajak Serius
18
Calon Mertua
19
Itu Privasiku
20
Kesalahpahaman Reinhard
21
Bermain Peran
22
My Aggressive Bos! - Part 1
23
My Aggressive Bos! - Part 2
24
My Aggressive Bos! - Part 3
25
Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26
Kekasih Leonidas Salvatore
27
Memperjelas Semuanya
28
Olahraga Pagi ...
29
Gadis Bermuka Dua
30
Mencintai Dalam Keheningan
31
Aku Tak Begitu
32
Aku Harus ke Amerika
33
Si Anak Magang
34
Reinhard Kembali
35
I Want You
36
Ingin Menguasai Salvatore
37
Aku Harus Segera Kembali
38
Tanpa Pamrih
39
Siapa Pria Beruntung Itu?
40
Maaf ... Aku Terlambat
41
Kau Akan Menjadi Milikku
42
I Like You and I Want You
43
Bertahanlah Sampai Aku Datang
44
Tunggu Aku Pulang
45
Hilangnya Kesabaran Reinhard
46
Bahasa Manusia
47
Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48
Berhentilah Bersandiwara
49
Gentleman
50
Terima Kasih Sudah Bertahan
51
Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52
Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53
Stay With Me, Hmm?
54
Sarapan Buatanmu
55
Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56
Amarah Bella Membabi Buta
57
Pelakor vs Istri Sah
58
Apa Aku Jahat?
59
Semua Sudah Terlambat
60
Ancaman Reinhard
61
Anya ... Berbahagialah
62
Nyonya Salvatore
63
Breaking News!
64
Cobalah Mengenal Cinta
65
Ayah Darurat Untuk Janinku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!