Jangan Bertemu Dengannya!

...“Jangan bertemu dengannya! Aku yang akan membereskan hubunganmu dengan sampah itu.” – Leonidas Salvatore...

Guyuran hujan masih membasahi bumi meski waktu telah menunjukkan pukul 7 pagi. Padahal, saat itu sudah saatnya mentari memberikan kehangatan. Tapi ia terpaksa mengalah karena hujan yang masih setia menitikkan buliran airnya.

Suhu ruangan yang dingin karena AC, semakin dibuat dingin karena di luar sana masih hujan. Terlebih lagi Leon dan Bianca saat itu berada di dalam selimut tanpa mengenakan sehelai pakaianpun yang membaluti tubuh mereka.

Leon membuka matanya untuk memastikan yang ada di pelukannya saat ini adalah Bianca, bukan bantal. Dan kekhawatirannya pun sirna saat melihat tubuh mulus gadis itu tertutup separas dada. Ia bergegas mendekatkan tubuhnya ke tubuh Bianca yang saat itu sedang terbaring membelakanginya. Kemudian tangannya yang semula berada di atas selimut, kini ia masukkan ke dalam selimut untuk memeluk tubuh gadis itu dari belakang. Ia memejamkan matanya dan membiarkan kulit mereka bersentuhan.

“I love this moment,” lirih Leon dalam hati sembari tersenyum dengan sangat bahagia.

Namun, baru saja ia ingin memejamkan matanya, ia tersadar dan kembali membuka matanya secara paksa.

“Sial! Dia pasti lapar karena melewatkan makan malam!” umpat Leon dalam hati sembari menepuk jidatnya. Ia sampai melupakan makan malam karena menikmati pergumulan mereka.

Tanpa berlama-lama, Leon pun bergegas bangun dan menyambar ponselnya yang ada di meja kecil sisi ranjang. Kemudian ia memesan sarapan di aplikasi online. Sembari menunggu pesanan onlinenya datang, ia kembali berbaring menyamping menghadap ke arah Bianca, namun dengan satu tangan yang menopang kepala.

Pria bermata biru itu menatap rambut coklat Bianca yang tergerai. Ia menyentuh rambut tersebut dan berniat ingin menciumnya. Namun gadis itu langsung mengubah posisi tidurnya dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Leon.

“My Angel,” gumam Leon lirih sembari tersenyum.

Bulu mata yang lentik, hidung yang tak terlalu mancung tapi juga tak pesek, serta bibir yang mungil membuat wajah yang sedang terlelap itu terlihat menggemaskan. Ingin rasanya ia mencubit hidung yang mungil itu bahkan menggigitnya, tapi ia tak ingin gadis itu terjaga.

Meskipun Leon menahan diri untuk tak mengganggu gadis itu tidur, tapi entah kenapa jarinya tak bisa untuk tak menyentuh hidung itu. Sentuhan yang lembut tersebut memberikan sensasi geli pada Bianca yang sedang terlelap.

“Mhhh ….” Bianca menggaruk-garuk hidungnya karena merasa geli bercampur gatal.

Leon terkekeh pelan melihat tingkah menggemaskan tersebut. Kekehan kecil Leon membuat Bianca tersadar dan membuka matanya secara perlahan.

“Morning, Angel,” lirih Leon lembut sembari mengecup bibir Bianca.

Mata yang semula mengantuk mendadak segar. Bianca terbelalak kaget saat mengingat lagi kebodohannya malam tadi. Kebodohannya adalah mengikuti nafsunya dan menikmati pergumulan panas dengan atasannya untuk yang kedua kalinya.

Bianca refleks menarik selimut untuk menutupi wajahnya karena malu. Ia bersembunyi di dalam selimut. Namun itu adalah kesalahan yang fatal karena Leon juga berada di selimut yang sama dengannya.

“Kalau aku masuk ke dalam selimut … aku nggak yakin kita bisa sarapan pagi ini,” goda Leon sambil terkekeh penuh kepuasan.

“Atau … kamu belum puas dengan usahaku malam tadi? Hmm?”

“Leon!” rengek Bianca sambil membuka selimut dan mengeluarkan kepalanya saja. Tubuhnya masih terbungkus selimut.

“Malam tadi—”

“Apa? Hmm?” sela Leon sembari menaikkan kedua alisnya secara bersamaan, “malam tadi adalah kesalahan? Terus kamu mau melupakan semua itu?”

Bianca terdiam. Bibirnya benar-benar bungkam dengan ucapan Leon. Pasalnya, ia belum bisa menerima situasi saat ini. Jika ia menerima Leon padahal ia sendiri tak yakin sudah sepenuhnya melupakan masa lalu atau belum, yang ada hubungan itu akan kandas di tengah jalan. Bahkan … bisa saja ia menyakiti Leon karena keegoisannya.

“Leon ….”

“Mulai detik ini, kamu adalah wanitaku,” ucap Leon tanpa bertanya pendapat Bianca apakah gadis itu setuju atau tidak.

“Aku belum membereskan hubunganku dengan—”

“Aku yang akan membereskan hubunganmu dengan sampah itu.” Lagi-lagi Leon memotong pembicaraan Bianca. Ia ingin memiliki gadis itu seutuhnya. Bahkan jika bisa, ia ingin mengurung gadis itu di dalam sangkar dan membawanya ke manapun ia pergi.

Bianca terdiam. Hatinya dipenuhi kebimbangan. Ia menatap wajah Leon dengan seksama sambil berfikir, apa kekurangan pria itu? Sepertinya tak ada. Hal itu memang mengagumkan dan membuat siapapun ingin memilikinya. Tapi ia takut. Sesuatu yang berharga itu, biasanya membutuhkan pengorbanan ekstra untuk memilikinya. Lantas, bagaimana bisa ia merasa tenang memiliki pria itu tanpa hambatan apa-apa? Apa … rintangan itu akan ada di akhir kisah mereka?

“Haaa … membayangkan akhir kisah yang tak berakhir bahagia saja sudah membuatku ketakutan. Apalagi merasakannya langsung,” batin Bianca pilu.

“Bianca?” Leon membuyarkan lamunan Bianca sembari menyentuh lembut dan memegang pipi gadis itu. Meski mata gadis itu tertuju pada wajahnya, ia melihat mata itu menatap kosong ke arahnya. “Apa yang sedang kamu pikirkan?”

Bianca tersenyum getir. Ia begitu takut meraih pria di hadapannya saat ini. “Hubungan kita nggak akan berhasil.”

“Sebaiknya, kita lupakan saja. Ada banyak wanita yang lebih dariku di luar sana. Bahkan serasi denganmu daripada aku.”

“But I want you. Berapa kali harus ku katakan?” terang Leon bersungguh-sungguh sembari jempolnya bergerak mengusap lembut pipi Bianca.

Bianca menggigit bibirnya tanpa sadar.

Cup!

“Leon!” rengek Bianca sembari wajahnya mengkerut dengan bibir yang mencebik usai pria itu mencium bibirnya dengan gemas.

“Sudahku bilang jangan gigit bibir, hmm?”

Bianca hanya menghela nafas mendengar ucapan Leon. “Hari ini, biarkan aku menemui Rey.”

Mendengar permintaan Bianca, wajah yang semula berseri-seri mendadak suram. Seperti pagi yang cerah mendadak digantikan dengan cuaca pagi yang mendung.

“Ngapain?” tanya Leon tak senang, “dengerin penjelasan dia, terus kamu kasih kesempatan buat dia dan kalian balikan? Melanjutkan pernikahan? Terus aku disingkarkan?”

Belum sempat Leon mendengarkan jawaban Bianca, ponselnya mendadak berbunyi. Pesanan onlinenya tadi sudah tiba dan ia harus menjemputnya ke lobby.

Cup!

Leon mendaratkan kecupan hangat ke dahi Bianca meskipun ia masih kesal. “Pokoknya jangan bertemu dengan sampah itu!”

“Aku ke bawah sebentar untuk mengambil sarapan kita.” Leon duduk dari tidurnya. Kemudian ia menuju sisi ranjang untuk menuju kamar mandi dengan tubuh yang tak berbusana itu.

Bianca tak sempat merespon ucapan Leon karena matanya mendadak terbelalak melihat tubuh Leon yang tak tertutup apa-apa itu. Bahkan, benda yang memberikannya kenikmatan malam tadi masih terlihat kokoh menggantung di bawah sana. Apa karena cuaca dingin? Atau … karena ada dia di samping pria itu dengan tubuh yang juga tak berbusana?

“Ugh! Dasar nggak tau malu!” gerutu Bianca pelan sambil menyembunyikan tubuhnya ke dalam selimut karena tak ingin terlalu lama menatap benda milik pria itu.

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

Terpopuler

Comments

M falah Khairun hafizan

M falah Khairun hafizan

heleh gak tau mau tapi seneng kan liat nya 🤭🤭🤭

2023-10-14

1

Rita

Rita

takut khilaf lg ya Bi

2023-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Only One Night
2 Forget That Guy
3 Bermainlah Dengan Benar
4 Bibir Merah Itu ...
5 Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6 Janji yang Tertinggal di Paris
7 You Broke Me First
8 Masa Lalu Itu Datang Lagi
9 Find Another Woman
10 Jangan Memancingku!
11 Only You
12 Jangan Bertemu Dengannya!
13 It's Not Your First!
14 Beside You, I'm Happy
15 Perempuan Itu Harus Agresif
16 Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17 Gadis Yang Ku Ajak Serius
18 Calon Mertua
19 Itu Privasiku
20 Kesalahpahaman Reinhard
21 Bermain Peran
22 My Aggressive Bos! - Part 1
23 My Aggressive Bos! - Part 2
24 My Aggressive Bos! - Part 3
25 Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26 Kekasih Leonidas Salvatore
27 Memperjelas Semuanya
28 Olahraga Pagi ...
29 Gadis Bermuka Dua
30 Mencintai Dalam Keheningan
31 Aku Tak Begitu
32 Aku Harus ke Amerika
33 Si Anak Magang
34 Reinhard Kembali
35 I Want You
36 Ingin Menguasai Salvatore
37 Aku Harus Segera Kembali
38 Tanpa Pamrih
39 Siapa Pria Beruntung Itu?
40 Maaf ... Aku Terlambat
41 Kau Akan Menjadi Milikku
42 I Like You and I Want You
43 Bertahanlah Sampai Aku Datang
44 Tunggu Aku Pulang
45 Hilangnya Kesabaran Reinhard
46 Bahasa Manusia
47 Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48 Berhentilah Bersandiwara
49 Gentleman
50 Terima Kasih Sudah Bertahan
51 Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52 Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53 Stay With Me, Hmm?
54 Sarapan Buatanmu
55 Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56 Amarah Bella Membabi Buta
57 Pelakor vs Istri Sah
58 Apa Aku Jahat?
59 Semua Sudah Terlambat
60 Ancaman Reinhard
61 Anya ... Berbahagialah
62 Nyonya Salvatore
63 Breaking News!
64 Cobalah Mengenal Cinta
65 Ayah Darurat Untuk Janinku
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Only One Night
2
Forget That Guy
3
Bermainlah Dengan Benar
4
Bibir Merah Itu ...
5
Sekretaris Pribadi adalah Istri Atasan
6
Janji yang Tertinggal di Paris
7
You Broke Me First
8
Masa Lalu Itu Datang Lagi
9
Find Another Woman
10
Jangan Memancingku!
11
Only You
12
Jangan Bertemu Dengannya!
13
It's Not Your First!
14
Beside You, I'm Happy
15
Perempuan Itu Harus Agresif
16
Apa Aku Melakukan Kesalahan?
17
Gadis Yang Ku Ajak Serius
18
Calon Mertua
19
Itu Privasiku
20
Kesalahpahaman Reinhard
21
Bermain Peran
22
My Aggressive Bos! - Part 1
23
My Aggressive Bos! - Part 2
24
My Aggressive Bos! - Part 3
25
Aku Tak Ingin Kecewa ... Lagi
26
Kekasih Leonidas Salvatore
27
Memperjelas Semuanya
28
Olahraga Pagi ...
29
Gadis Bermuka Dua
30
Mencintai Dalam Keheningan
31
Aku Tak Begitu
32
Aku Harus ke Amerika
33
Si Anak Magang
34
Reinhard Kembali
35
I Want You
36
Ingin Menguasai Salvatore
37
Aku Harus Segera Kembali
38
Tanpa Pamrih
39
Siapa Pria Beruntung Itu?
40
Maaf ... Aku Terlambat
41
Kau Akan Menjadi Milikku
42
I Like You and I Want You
43
Bertahanlah Sampai Aku Datang
44
Tunggu Aku Pulang
45
Hilangnya Kesabaran Reinhard
46
Bahasa Manusia
47
Rasa Itu Ada Sejak Dulu
48
Berhentilah Bersandiwara
49
Gentleman
50
Terima Kasih Sudah Bertahan
51
Aku Ini Kaya dan Berkuasa
52
Mengkhawatirkan Hal Yang Tak Perlu
53
Stay With Me, Hmm?
54
Sarapan Buatanmu
55
Kau Telah Mengkhianati Anakku!
56
Amarah Bella Membabi Buta
57
Pelakor vs Istri Sah
58
Apa Aku Jahat?
59
Semua Sudah Terlambat
60
Ancaman Reinhard
61
Anya ... Berbahagialah
62
Nyonya Salvatore
63
Breaking News!
64
Cobalah Mengenal Cinta
65
Ayah Darurat Untuk Janinku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!