Yakuza telah berhasil membuat Raiya terpojok, tapi tiba-tiba saja seseorang muncul ia bernama Aigo Kotharu, Aigo menyuruh Raiya untuk mundur. Karena Aigo sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Kemungkinan yang mereka inginkan yaitu buah Shinjakum itu sebabnya mereka telah mundur karena tujuan mereka telah berhasil yaitu mendapatkan buah yang bernama Shinjakum.
Setelah bertarung melawan Raiya Yakuza pun merasa kelelahan ia pun terbaring lemah dan hanya bisa tersenyum menatap langit, Yakuza berkata dalam hatinya bahwa ia telah berhasil. Kemudian Karui datang sambil memanggil namanya dan bertanya kepada Yakuza tentang kondisinya.
"Yakuza...apakah kau baik-baik saja?"
"Yaa...aku tidak apa-apa!"
Kemudian mereka berdua pun istirahat didekat pohon Shinjakum, Karui berniat untuk beristirahat di desa Tokya bersama Yakuza. Kemudian Yakuza baru ingat bahwa ia meninggalkan Bardt disuatu tempat.
Mendengar itu Karui menjadi merasa khawatir dengan Bardt dan terpaksa ia harus mencari Bardt, tetapi pada saat hendak Karui pergi, tiba saja tim Gine datang dan memanggil nama Karui. Mendengar dan melihat Bardt yang dibawa bersamanya Karui pun merasa tenang.
Kemudian mereka pun telah berkumpul dibawah naungan pohon Shinjakum, Karui menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya, Karui memberitahu bahwa ada seseorang yang dari bangsa elf menaman pohon Shinjakum dan pohon ini telah menyerap energi kehidupan atau Mana.
Maka dari itu desa Tokya keadaannya semakin kacau dan penduduk dari desa Tokya lama-lama telah menurun, karena pohon itu telah banyak menyerap energi kehidupan mereka. Kemudian Karui memutuskan untuk menghancurkan pohon tersebut bersama-sama.
Mendengar keputusan dari Karui, Yugio, Naura dan Gine setuju menghancurkan bersama-sama, disamping itu Yakuza ingin membantu mereka tetapi, Gine malah memarahi Yakuza dengan bersikeras ia melarang Yakuza untuk membantunya. Karena, Yakuza tidak memiliki Mana dan percuma saja ia membantunya.
Kemudian mereka pun mulai menggabungkan sihir mereka hingga menjadi suatu bola energi yang sangat besar, Setelah berhasil membuat bola energi yang sangat besar, mereka pun melancarkan bola energi itu kearah pohon Shinjakum.
Namun, semua itu percuma saja, bola energi itu hanya bisa melubangi pohon itu saja namun, tidak membuat pohon itu roboh atau hancur. Gine merasa bingung kenapa pohon bisa begitu sangat kuat sampai-sampai bola energi sihir tidak dapat menghancurkan pohon tersebut.
Lalu Gringo memberitahu mereka bahwa pohon itu tidak akan bisa dihancurkan, pohon itu hanya bisa dihancurkan oleh pedang legendaris dari zaman Kaisar sihir kedua, mendengar itu Yakuza pun langsung berdiri dan berniat memotong pohon itu dengan pedangnya.
Kemudian Yakuza mulai mengangkat pedangnya kesamping dan mulai mengayunkan pedang itu kearah pohon Shinjakum, pada saat pedang itu menghunus pohon Shinjakum seketika pohon Shinjakum pun mulai mengeluarkan sebuah cahaya biru kecil, ternyata cahaya itu adalah energi dari semua warga yang telah diserap oleh pohon Shinjakum.
Warga yang tadinya merasa kelelahan atau sudah terbaring lemah, kini mereka kembali bangkit seperti sejak kala dan tanaman sayuran mereka yang tadinya kering menjadi subur kembali dan para warga pun menjadi senang dan gembira, mereka semua tertawa penuh kebahagiaan.
Kemudian pohon itu pun mulai lenyap seketika, melihat itu teman-teman Yakuza merasa senang dan kagum dengan Yakuza kecuali Gine, ia merasa iri hati dengan Yakuza dan Gine pun merasa dirinya lah yang pantas menolong warga desa Tokya.
Kemudian Gine langsung menarik kera baju Yakuza dan langsung menjantur Yakuza, dengan tatapannya yang penuh rasa iri Gine pun berniat mengajak Yakuza untuk berduel ditempat itu juga. Kemudian Yugio berusaha menenangkan Gine dan melarang Gine untuk bertarung antar sesama.
"Gine...kau tidak boleh menantang antar sesama kerajaan!"
"Diam kau...aku sudah muak dengan orang ini!, sejak awal dia yang sudah menggagalkan misi kita di dungeon kau ingat itu?"
"Aku mengerti perasaanmu tapi...apakah kau bersiap dianggap pengkhianat oleh kerajaan matahari!"
Mendengar itu Gine pun menahan emosinya dan melepaskan tangannya dari baju Yakuza yang ia tarik, lalu Naura pun berusaha menenangkan Yakuza yang sama juga sudah kesal dengan Gine, Naura menyuruh Yakuza untuk tetap tenang dengan sikap Gine.
Melihat kejadian itu, Gringo pun tertawa dan ia tidak menyangka bahwa sesama rekan mereka masih saja iri hati, mendengar hal itu Gine pun mencekiknya leher Gringo dengan tatapan yang sangat penuh kemarahan.
Yugio pun berusaha menghentikan tindakan Gine yang kesal dengan Gringo, Yugio memberitahu kepada Gine bahwa Gringo adalah salah satu informasi yang penting, dari Gringo kerajaan matahari menjadi tahu tentang tujuan Raiya dan Aigo yang sebenarnya.
Gine pun melepaskan cekikkan nya dari leher Gringo, lalu Gine mengajak semuanya untuk pergi melapor kepada Kaisar sihir, Kemudian mereka pun bergegas untuk kembali kekerajaan matahari bersama sanderanya yaitu Gringo.
Dilain tempat disebuah yang mewah, Hanami yang sedang melamun melihat kearah luar jendela, ia bertanya-tanya dalam hatinya apakah Yakuza baik-baik saja dikerajaan matahari. Renji sebagai ayahnya menyuruh Hanami untuk tidak terlalu banyak memikirkan Yakuza, karena Renji yakin bahwa Yakuza baik-baik saja disana.
...1 Hari kemudian......
Yakuza dan rekan timnya telah kembali kekerajaan matahari dan melaporkan semua kejadian di desa Tokya, mendengar semua penjelasan dan laporan dari Karui, Junies sebagai Kaisar sihir merasa semakin khawatir terhadap negeri matahari dan penduduk sekitarnya.
Junies merasa bahwa bahaya semakin dekat dan akan menghancurkan kerajaan matahari, setelah berbincang-bincang tentang desa Tokya. Junies menyuruh tim Karui untuk menyaksikan interogasi terhadap Gringo yang katanya ia memiliki informasi yang penting.
Setelah berhasil mengumpulkan timnya, Yakuza bertanya kepada Karui kenapa ia mengajak Yakuza untuk keruang bawah tanah dan Karui pun menyuruh untuk diam dan mengikuti Karui.
Beberapa saat mereka telah sampai menemui Kaisar sihir Junies diruang bawah tanah dan bukan hanya Kaisar sihir saja, melainkan beberapa dari anggota Kesatria sihir Ryu Magic Knight pun telah hadir untuk menyaksikan interogasi Gringo.
"Maaf kami terlambat tuan Junies!"
"Ya...sebenarnya kau tepat waktu, terima kasih telah mengumpulkan rekan timmu ya Karui!"
"Sama-sama tuan Junies!"
Kemudian interogasi pun telah dimulai, Junies menyuruh salah seorang dari Ryu Magic Knight untuk membuat ia terdiri orang itu bernama Azel Shouke, Junies memberitahu kepada Yakuza dan Bardt bahwa Azel adalah seorang ilmuan dari negeri matahari.
Pada saat itu juga Azel menyuntikan obat tidur kepada Gringo, Gringo hanya terlihat pasrah dan merasa tidak bisa berbuat apa-apa, Ia sambil berkata dalam hatinya untuk meminta maaf kepada rekannya yaitu Raiya.
Setelah obat itu berhasil disuntikan ketubuh Gringo, seketika Gringo pun telah tertidur, setelah itu Junies menyuruh satu orang lagi dari Ryu Magic Knight untuk melihat isi pikiran Gringo, dia bernama Victor Valdes.
Junies memberitahu bahwa Victor memiliki sihir yang cukup unik, sihirnya itu bisa menghilangkan ingatan seseorang dan juga bisa membaca ingatan seseorang ketika menyentuh kepala orang yang ingin dilihatnya.
Kemudian Victor pun mulai menyentuh kepala Gringo dan mulai berkonsentrasi, seketika sebuah ingatan muncul didalam kepala Victor ingatan itu, berupa awal ia direkrut oleh seseorang yang bernama Raiya.
Raiya mengajak Gringo untuk merencanakan sesuatu dari perintah ketua mereka yang bernama Azeir, Victor melihat Gringo yang diberikan uang sangat banyak untuk menanam pohon di desa Tokya dan jika ia berhasil sampai pohon itu berbuah maka Azeir akan memberikan sebuah imbalan yang lebih dari yang sekarang Gringo pegang.
Kemudian Victor juga melihat pertarungan Gringo melawan tim Karui, Victor cukup terkejut melihat kegigihan Yakuza yang berhasil mengalahkan naga milik Gringo, Setelah melihat isi pikiran atau ingatan Gringo, Victor memberitahu tentang nama dari ketua mereka.
"Tuan Junies...aku melihat orang ini hanyalah orang bayaran dari organisasi mereka, orang ini telah dibayar oleh ketua mereka yang bernama Azeir!"
Mendengar semua itu seketika Yakuza dan yang lainnya terkejut, ternyata ketua mereka bernama Azeir namun, motif tujuan mereka belum diketahui dengan pasti.
Sekarang apa yang harus para kesatria sihir lakukan, apakah Yakuza dan para kesatria sihir yang lain akan mencari orang yang bernama Azeir dan bagaimana nasib negeri matahari untuk kedepannya?.
...Chapter 18 Selesai....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments