Setelah berhasil mengalahkan naga bayang milik Gringo kini Yakuza, Bardt dan Karui sedang berhadapan dengan musuh barunya yang terlihat lebih kuat dari sebelumnya dia bernama Raiya sang elf.
Sungguh sangat hebat Raiya berhasil menghindari dan menahan serangan dari Bardt dan juga Karui dan apakah Karui dapat mengalahkan Raiya?, lalu apakah Yakuza akan membantu Karui untuk menghadapinya?.
...****************...
Yakuza yang sedang berlari mengendong Bardt ditangan kanannya dan Gringo ditangan kirinya, pada saat ia berlari membawa keduanya Gringo lantas memberitahu kepada Yakuza bahwa temannya yang bernama Karui dia tidak akan menang melawan Raiya.
Yakuza pun berhenti sejenak dan merasa bingung, ia ingin melawan Raiya dan membantu seniornya Karui. Kemudian Bardt pun sadar dari pingsannya dan menyuruh Yakuza untuk pergi membantu Karui.
"Yakuza...bantulah Karui...urusan Gringo biar aku yang jaga!"
"Heh...kau berniat menjaga aku?, jangan bercanda!, apakah kau tidak menyadari kondisimu sendiri?"
"Berisik!, Yakuza cepatlah bantu Karui!"
"Baiklah aku mengerti!"
Kemudian Yakuza pun pergi meninggalkan mereka berdua diperbatasan desa Tokya, Yakuza berkata dalam hatinya "berharap aku bisa sampai tempat waktu!". Yakuza pun mempercepat larinya menuju medan pertempuran.
Disisi lain Karui yang sedang berhadapan langsung dengan Raiya, Karui pun langsung memberikan serangan bola petir kearah Raiya. Namun, Raiya berhasil menghindari dengan gerakan yang sangat cepat seperti berteleport.
Melihat itu Karui merasa dia akan mati di desa ini dan berharap bantu akan segera datang, namun ternyata yang datang hanyalah Yakuza yang sedang berlari kearah Karui.
Melihat Yakuza kembali lagi ke pertempuran, Karui pun memarahi Yakuza namun, Yakuza tetap bersikeras berniat membantunya. Karui bertanya kenapa Yakuza meninggalkan Bardt dan Gringo yang akan bisa menjadi bukti.
Yakuza memberitahu Karui bahwa Bardt menyuruhnya untuk membantu Karui, mengetahui perintah dari Bardt ia pun menyutujuinya. Tapi Karui tidak akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Yakuza.
Yakuza pun bersiap dengan hal itu, ia rela mati demi melindungi temannya yaitu Karui. meskipun hubungan pertemanan mereka belum jauh tapi Yakuza merasa Karui adalah orang yang bisa diandalkan dalam misi.
Tanpa dirinya mungkin Yakuza tidak tahu apa-apa tentang menjadi seorang kesatria sihir, mendengar ocehan mereka berdua Raiya pun semakin kesal ia pun langsung memberikan serangan yang bernama "Light laser beam". Untungnya serangan itu tidak mengenai mereka berdua karena Raiya sengaja menyerangnya ketanah.
"Apakah kalian sudah selesai?"
"Dasar monyet...kami sedang berbicara kau seenaknya menyerang kami!" ucap Yakuza
"Ternyata manusia itu memang sangat kotor mulutnya!"
"Bersiaplah Yakuza!"
"Baiklah!"
"Sepertinya kalian sudah mulai serius ya?"
Kemudian Yakuza berlari kearahnya untuk berniat menjadi umpan, sedangkan Karui bergerak dengan cepat untuk bisa menyerang Raiya saat dia lemah, pada saat Yakuza memberikan serangan kepada Raiya.
Raiya berhasil menahan serangan Yakuza hanya dengan satu tangan, kemudian kesempatan Karui pun datang, Karui pun langsung menyerang Raiya dengan sihir elemen petirnya.
Karui melemparkan bola-bola petir kearah Raiya namun, dengan cepatnya Raiya menghilang dari hadapan mereka berdua, mereka berdua pun tidak dapat merasakan keberadaan Raiya.
Lalu tiba-tiba saja, Raiya muncul dibelakang Yakuza dan langsung memukul Yakuza dengan sangat kuat, melihat itu Karui hanya berteriak "Dibelakang mu!" kepada Yakuza. Namun, Yakuza tidak sempat menghindar dan langsung terkena pukulan Raiya.
Sehingga membuat Yakuza terpental kearah bebatuan, melihat itu Karui merasa kesal dan langsung menyerang Raiya dengan pedang petir yang terbuat dari sihirnya.
beberapa tebasan atau serangan yang diberikan kepada Raiya, semuanya berhasil dihindari dengan mudah. Kemudian Raiya memberikan serangan lagi dengan pedang cahaya yang dibuat dari sihirnya.
Mereka pun saling beraduan pedang dan saling memberikan serangan balas. Namun, tetap saja Karui berhasil dikalahkan dibagian pipi Karui tergores dari serangan milik Raiya, kemudian Karui pun terpaksa mundur.
"Sial dia sangat kuat!"
"Ada apa?, apakah kau tidak memiliki gairah bertarung lagi?"
"Dasar berengsek!"
Kemudian Karui pun kembali menyerang dengan pedang petir miliknya, namun lagi-lagi berhasil ditanah oleh Raiya dengan mudah. Pada saat itu Yakuza muncul dari atas dan langsung menghantam Raiya.
Namun, tetap saja Raiya dengan mudahnya menghindari serangan itu dengan mudah, sehingga serangan Yakuza pun hanya mengenai tanah. Kemudian Raiya pun muncul dibelakang Yakuza.
"Itu hampir saja, jika saja aku terkena serangan itu mungkin kau bisa menang!"
"Cih...dia memang sangat cepat!"
"Dia cepat karena sihir cahaya miliknya, sama sepertiku aku bisa cepat karena sihir petir yang aku miliki, tapi kecepatan ku tetap saja kalah dengannya!"
"Percuma saja kalian melawanku, lebih baik kalian pergi dari desa ini dan biarkan kami menanam pohon ini dengan tenang!"
"Sebenarnya apa tujuanmu?"
"Tujuanku adalah menunggu pohon ini berbuah, dengan energi kehidupan di desa ini mungkin akan lebih cepat berbuah!"
"Begitu ya!?, jadi kalian memanfaatkan energi kehidupan dari penduduk desa ini?"
"Itu benar!, dengan buah Shinjakum kami akan memperoleh kekuatan besar setelah memakannya!"
"Apa dia bilang?, buah Shinjakum?"
Kemudian Raiya menjelaskan tentang buah itu, buah itu memiliki kekuatan yang sangat besar bagi siapa yang memakannya maka orang itu akan mendapatkan kekuatan yang telah melampaui batas yang memakannya.
Lalu Raiya memberitahu tujuannya yang ingin menguasai keempat kerajaan di dunia ini,yaitu kerajaan matahari, kerajaan bulan, kerajaan bintang dan kerajaan langit, dengan memakan buah Shinjakum mereka yakin akan menguasai empat kerajaan tersebut.
Kemudian Raiya memberitahu bahwa bukan hanya di desa Tokya saja yang ada pohon Shinjakum, melainkan diberbagai desa yang memiliki energi sihir yang sangat besar dan ia juga memberitahu bahwa beberapa rekan Raiya mungkin sudah menanamkan pohon itu di desa yang lain.
"Apa katamu?, jadi kau bukan ketua yang sebenarnya?"
"Benar ketua kami sangatlah kuat dari pada aku dan juga kalian, ketua kami kemungkinan memiliki kekuatan setara dengan kaisar sihir!"
"Tidak mungkin!" ucap Yakuza
"Benar memang sulit dipercaya bukan?"
"Aku kira kau adalah pemimpin dari mereka, tapi ternyata ada yang lebih kuat lagi darimu!"
"Aku memang hidup lama bisa dibilang umurku sekarang 150 tahun, aku bukan hidup di zaman Kaisar sihir kedua melainkan di zaman Kaisar sihir pertama!"
Kemudian Karui tiba-tiba menyerang Raiya dengan gerakan yang sangat cepat ia tiba-tiba saja berada didepan Raiya dan langsung memberikan serangan kepada Raiya.
Karena lengah Raiya pun mendapatkan luka dari Karui dibagian dagunya, mengetahui dirinya terluka akibat serangan Karui, Raiya pun marah dan langsung memukul Karui dengan pukulan cahaya miliknya.
Seketika Karui pun terpental jauh sampai menabrak sebuah rumah warga terdekat, kemudian Karui pun tidak sadarkan diri akibat pukulan Raiya yang sangat kuat.
"Beraninya kau melukai wajahku!"
"Dasar kurang ajar...beraninya kau membuat seniorku pingsan!"
"Itulah akibat mencari masalah padaku!, selanjutnya kau!"
Pertarungan mereka pun semakin memanas akankah Yakuza dapat mengalahkan Raiya dan apakah pohon yang bernama Shinjakum akan menghasilkan buah dengan cepat atau usaha Raiya akan digagalkan oleh Yakuza?.
...Chapter 16 Selesai....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments