Yakuza, Karui dan Bardt telah mendapatkan misi disuatu desa yang bernama Tokya, menurut kaisar sihir desa itu sedang mendapat bencana yakni, desa itu telah diserang oleh para bandit yang mengerikan.
Pada saat dalam perjalanan Yakuza sempat bertanya kepada Karui tentang jarak desa itu apakah jauh atau tidak, kemudian Karui menjawabnya bahwa desa itu dekat sekali dengan perbatasan negeri bintang, bisa dibilang jaraknya lumayan jauh diperkirakan sampai 1 hari.
Mendengar itu Yakuza pun terkejut dan ia berpikir jika jauh seperti itu maka desa itu akan hancur total pada saat tim Yakuza sampai sana, Lalu Bardt pun menyuruh timnya untuk lebih cepat lagi agar pada saat ia dan timnya sampai sana desa itu belum hancur total.
Kemudian mereka pun berlari lebih cepat lagi agar sampai tepat pada waktunya, disisi lain Naura yang baru saja mendapatkan misi bersama Gine dan Yugio, tiba-tiba Naura bertanya kepada Yugio tentang Yakuza.
"Hai...Yugio apakah kau sudah tahu, bahwa orang pernah kita temui di dungeon itu sekarang sudah resmi menjadi kesatria sihir!"
"Begitu ya?, jadi orang itu benar-benar sudah menjadi kesatria sihir ya, dia cukup kuat pantas saja tuan Junies tertarik dengannya!"
Mendengar itu Gine semakin kesal dengan Yakuza, karena menurut Gine orang yang bernama Yakuza itu perlahan-lahan akan menukar posisinya sebagai orang kepercayaan kaisar sihir.
Melihat Gine yang dengan ekspresi yang sedang kesal, Naura berpikir bahwa Gine membenci Yakuza tapi, ia tidak tahu apa penyebabnya Gine membenci Yakuza.
Dilain tempat disebuah rumah yang mewah yaitu rumah Hanami, pada saat itu Renji bertanya kepada Hanami tentang perginya Yakuza. Menurutnya, Yakuza tidak ada dirumah selama seharian.
Lalu Hanami menjawabnya dengan wajah polosnya, Bahwa Yakuza sekarang sudah tidak dirumah mereka, Yakuza sekarang telah bergabung bersama kesatria sihir dan tinggal dikerajaan. Mengetahui hal itu Renji cukup kaget mendengarnya ia tidak menyangka bahwa Yakuza sekarang sudah menjadi kesatria sihir.
...Malam pun telah tiba......
Yakuza, Karui dan Bardt mereka pun memutuskan istirahat disebuah hutan menurut Karui ia sekarang sudah ditengah perjalanan dan sedikit lagi ia akan sampai, tapi...agar energinya tidak mudah terkuras mereka harus istirahat sementara dan besok akan melanjutkan perjalanannya lagi.
Api unggun pun telah dinyalakan dan kini mereka pun duduk sambil menunggu ikan bakar hasil tangkapan Bardt, sambil menunggu Bardt bertanya kepada Yakuza tentang namanya karena dari awal bertemu Yakuza belum memperkenalkan dirinya kepada Bardt.
"Oi...kau belum memberitahu namamu, jadi sekarang siapa namamu dan berapa usia mu?"
"Eh...benar juga, namaku Ken Yakuza dan umurku masih 17 tahun, kenapa tiba-tiba Senior Bardt ingin tahu umurku?"
"Ya tidak apa-apa aku hanya ingin tahu saja agar aku lebih sopan memanggilmu!"
"Begitu ya?"
"17 Tahun ya, itu berarti kita beda satu tahun!"
"Eh...yang benar kita hampir saja seumuran!"
"Ya...karena kau beda satu tahun, kau boleh memanggilku Bardt atau Jiren, karena namaku Bardt Jiren!"
"Kalau gitu aku memanggil mu Bardt saja!"
"Itu terserah kau saja!"
Kemudian Yakuza melihat Karui yang sedang melamun memandangi api unggun, Yakuza bertanya-tanya dalam hatinya "kenapa dengan senior Karui?". Agar ia tidak terus melamun Yakuza pun mulai bertanya tentang Karui.
"Senior Karui kenapa kau melalum begitu?"
"Tidak apa-apa!"
"Kau sepertinya sedang bohong, aku bisa merasakan KI mu, jika ada masalah ceritakan saja kepada kami!"
"Itu benar, senior Karui tidak boleh memendam masalah sendirian!"
"Ya mau bagaimana lagi, sebenarnya aku hanya kepikiran keluargaku!"
"Jadi senior hanya rindu dengan keluarganya ya?"
"Ya...aku sudah 3 tahun tidak pernah mengunjungi mereka lagi, semenjak aku diangkat menjadi Grand Magic Knight!"
"Begitu ya?"
"Heee..."
"Sudah ini sudah larut malam, kita harus tidur disini untuk sementara, besok pagi kita harus cepat sampai disana!"
"BAIK!"
Mereka pun telah tidur dan akan melanjutkan perjalanan mereka besok, sebelum tidur Yakuza berharap ia bisa menangani misi pertamanya dan ia tidak ingin mengecewakan kaisar sihir dan juga timnya.
Pagi pun telah tiba, mereka pun sudah bersiap melanjutkan perjalanan mereka menuju desa Tokya, namun pada saat hendak bergegas tiba-tiba saja seseorang sengaja menyerah mereka bertiga.
Mengetahui hal itu Karui berpikir bahwa dirinya telah dihalangi oleh kelompok bandit yang menghancurkan desa Tokya, karena tidak punya banyak waktu Karui, Yakuza dan Bardt memutuskan untuk tidak melayani mereka karena akan memakan waktu.
Karui menyuruh timnya untuk cepat agar jejaknya tidak ikuti oleh para bandit itu. Namun...ternyata ada satu orang bandit yang sudah menunggu mereka dihadapan mereka.
"Mau kemana kalian hah...?"
"Bukan urusanmu!" ucap Karui
"Oh...kalau begitu... anak-anak habisi mereka!"
Tiba-tiba saja muncul bandit lain yang berjumlah 5 orang yang berusaha menghalangi mereka, karena kesal tiba-tiba saja, Yakuza maju langsung menyerang salah satu bandit itu dengan pedang iblis miliknya.
Melihat hal itu Karui melarang Yakuza untuk maju sembarangan, namun...Yakuza tetap menyerang satu orang bandit itu, pada saat Yakuza menghantamkan pedangnya kearah bandit itu.
Dengan mudah bandit itu menghindari serangan Yakuza dan hal itu menjadi kesempatan bagi para bandit itu untuk menyerang Yakuza, kelima bandit itu masing-masing memilik sihir elemen yang berbeda.
Dan serangan sihir itu berhasil mengenai Yakuza, mereka pun berpikir bahwa Yakuza telah tewas hanya dengan serangan itu, tapi...Nyatanya Yakuza berhasil diselamatkan oleh Bardt dengan sihir pelindung anginnya.
Sambil tersenyum, Bardt memberitahu kepada Yakuza bahwa jangan terlalu gegabah untuk menghadapi musuh-musuh seperti itu, Bardt kemudian mengingatkan Yakuza bahwa ia mempunyai tim dan Bardt siap membantunya.
Yakuza pun menjadi senang mendengar hal itu dan kini ia bertambah bersemangat untuk menghadapi musuh-musuhnya, lalu Karui memperingati mereka berdua bahwa jangan bertindak terlalu gegabah karena mereka berdua belum tahu sihir apa yang digunakan oleh ketua bandit itu.
Dengan santainya, Bardt menyuruh Karui untuk menghadapi ketuanya dan sisanya biar Bardt dan Yakuza menghadapinya, karena terpaksa harus cepat, Karui pun menyutujuinya dengan menghadapi ketua Bandit tersebut.
Ketua dari bandit itu pun merasa senang karena ia akan menghadapi orang yang lebih kuat dari kedua rekan timnya, terutama Yakuza yang tidak memiliki mana dan sihir ketua bandit itu berpikir bahwa Yakuza orang yang lemah.
Bagaimana dengan misi mereka kali ini, apakah mereka akan sampai kedesa Tokya dan apakah malah sebaliknya mereka tim Karui akan gagal di misi pertama Yakuza?
...Chapter 11 Selesai....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments