Yakuza dan timnya diajak untuk menyaksikan interogasi Gringo, pada saat Victor melihat isi kepala dari Gringo. Victor melihat Gringo telah disuruh oleh orang yang bernama Azeir.
Ternyata Gringo telah dibayar oleh Azeir untuk menumbuhkan pohon Shinjakum di desa Tokya, tapi informasi itu belum cukup untuk mengetahui tujuan Azeir yang sebenarnya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan Junies?" ucap Azel
"Aku juga tidak tahu harus berbuat apa, karena informasi yang kita dapat masih terlalu sedikit!"
Karena Junies merasa bingung dengan hal itu, Junies pun memutuskan untuk mengakhiri interogasi kali ini, menurut Junies ia harus mendapatkan informasi lebih dari ini, bisa dibilang para kesatria sihir harus menangkap orang berhubungan dengan Gringo.
Tetapi menurut Azel hal itu tidaklah mudah, karena orang yang berhubungan dengan Gringo tidak dapat diketahui gerak gerik mereka, pada saat itu juga Yakuza memberitahu tentang perkataan Raiya waktu itu.
Yakuza memberitahu bahwa Raiya pernah bilang kalau kelompok mereka akan menanam pohon Shinjakum disebuah desa yang memiliki energi kehidupan atau Mana yang sangat besar, contohnya seperti desa Tokya.
Mendengar itu Junies memutuskan untuk membagi beberapa kelompok Kesatria sihir untuk pergi kesebuah desa yang memiliki Mana yang sangat besar, setelah keputusan itu diambil oleh Junies, Kaisar sihir Junies meminta Victor untuk memberitahu beberapa Kesatria sihir tingkat Grand Magic Knight dan Ryu Magic Knight untuk mengadakan sebuah rapat.
Victor pun bergegas pergi memberitahu para kesatria sihir Grand Magic Knight dan Ryu Magic Knight untuk rapat, setelah itu Junies memerintahkan Tim Karui untuk libur sementara untuk mempersiapkan misi berikutnya nanti.
Mereka bertiga menyetujui perintah Junies dan mereka bertiga pun pergi dari ruangan interogasi tersebut, setelah keluar dari ruangan interogasi Yakuza bertanya kepada Bardt tentang apa yang Bardt lakukan pada saat liburan.
"Hai Bardt...untuk liburan ini apa yang kau akan lakukan?"
"Tentu saja aku ingin mencari wanita cantik, aku ingin mengajak wanita cantik untuk berkencan denganku!"
"Eh...hanya itu saja kau menghabiskan liburanmu?"
"Tentu saja!, soalnya jarang sekali tuan Junies memberikan liburan benarkan Karui?"
"Ya itu benar!"
"Oh iya senior Karui ini adalah kesempatanmu untuk bertemu dengan keluargamu bukan?"
"Benar juga aku sudah lama tidak bertemu dengan mereka!"
"Kalau begitu aku ikut denganmu ya senior Karui!"
"Ya...mau bagaimana lagi!"
Mendengar itu Yakuza pun menjadi senang karena dia ingin sekali bertemu dengan keluarga Karui, tapi Karui merasa kalau Yakuza terlalu ingin tahu urusan orang lain dan Karui pun memberitahu bahwa hanya kali ini saja ia bisa ikut pulang bersama Karui.
...1 Hari kemudian......
Yakuza pun bersiap pergi bersama Karui untuk menemui keluarganya, Yakuza sedang menunggu Karui di depan pintu gerbang kerajaan. Beberapa saat kemudian Karui pun sampai di depan pintu gerbang kerajaan.
Karui meminta maaf karena ia terlambat, karena sebelum ia bertemu keluarganya Karui harus membeli oleh-oleh terlebih dahulu. Dengan senang hati Yakuza memahami hal itu, karena niat Karui itu sangat baik.
"Maaf aku terlambat!"
"Tidak apa-apa senior!"
"Aku baru saja membeli beberapa barang untuk oleh-oleh semoga saja mereka menyukainya!"
"Dibalik sifat mu yang dingin ternyata kau sangat baik kepada keluarga mu!"
"Sudahlah ayok kita berangkat!"
Mereka pun berangkat pergi menuju tempat tinggal Karui dengan menaiki sebuah kereta delman, karena menurut Karui tempat tinggalnya cukup jauh dari kerajaan, kira-kira 4 jam baru sampai.
Kemudian Yakuza bertanya desa yang ditinggali oleh Karui itu bernama desa apa, Karui memberitahu nama desa itu, desa itu bernama desa Gito. Desa itu terletak dibagian selatan negeri matahari tepatnya dekat dengan kerajaan langit.
4 Jam sudah berlalu akhirnya Yakuza dan Karui sampai di desa Gito dan Karui sudah berada di depan rumahnya, kemudian Karui mengetuk pintu rumahnya dengan pelan!"
Setelah mengetuk pintu rumahnya, seorang wanita berumur 7 tahun keluar dan ia pun terkejut melihat Karui yang sudah kembali pulang.
"Ka-kakak?"
"Apa kabar Yuli?"
"Kakak...apakah kamu benar kak Karui?"
"Tentu saja ini aku!"
Kemudian Yuli memeluk Karui sambil menangis, Yuli mengatakan ia sudah lama berdoa kepada Tuhan agar Karui kembali pulang dan berkumpul bersama.
Kemudian Yuli berteriak memanggil kakak-kakaknya yang lain untuk keluar melihat kedatangan Karui, lalu mereka keluar dan langsung memeluk Karui sambil tertawa bahagia.
Yakuza sempat terkejut ternyata Karui banyak memiliki adik, kemudian Yuli mengajak Karui dan Yakuza untuk masuk kerumahnya, setelah mereka masuk dan duduk disebuah sopa yang sederhana. Yuli bertanya kepada Karui tentang temannya yang bernama Yakuza.
"Kakak...apakah orang ini teman kakak?"
"Iya...dia teman kakak, nama dia Ken Yakuza!"
"Wahh...Yakuza namanya sangat keren, perkenalkan namaku Yuli dan ketiga orang itu adalah kakakku!"
Kemudian kakak Yuli atau adik Karui memperkenalkan mereka satu persatu, yang pertama Juli ia adalah adik kepertama dari Karui dan yang kedua adalah Hanji dia adalah adik kedua dari Karui, yang ketiga Hani dia adalah adik ketiga dari Karui.
Menurut Yakuza nama mereka hampir mirip dan wajah Karui juga sangat mirip dengan Hanji, Kemudian Yakuza melihat kearah Hani melihat wajah Hani ia menjadi ingat dengan Hanami yang wajahnya sangat polos.
"Karui...adikmu yang bernama Hani kenapa dia sangat mirip dengan Hanami!"
"Hanami?, siapa orang itu?"
"Hanami adalah temanku dia juga wanita yang cantik sama seperti adikmu!"
"Kau boleh memuji adikku tapi, kau tidak boleh berbuat macam-macam dengannya!"
"Mana mungkin aku berbuat macam-macam dengan adikmu, aku ini bukan pedofil!"
Kemudian Yakuza mengajak adik-adik Karui untuk bermain, setelah bermain adik-adik Karui ingin tahu tentang apa yang Karui lalu saat menjalankan misi bersama Yakuza.
Yakuza menceritakan bahwa ia banyak sekali bertemu orang-orang yang sangat kuat, setelah menceritakan semua hal tentang Karui saat menjalankan misi, mereka pun telah tertidur, melihat itu Karui pun tersenyum.
Karena ia sudah lama tidak melihat adiknya, tetapi Karui baru menyadari bahwa Yakuza tidak ada dirumahnya, ia pun segera mencari Yakuza keluar. Ternyata Yakuza sedang duduk diatas batu dekat sungai.
Yakuza duduk sambil memandang bulan, kemudian Karui datang dan bertanya kepadanya sebenarnya apa yang Yakuza pikirkan, Yakuza memberitahu bahwa ia sangat rindu dengan keluarganya.
Mendengar itu Karui ingin mengantar Yakuza pulang kerumahnya, namun Yakuza berkata bahwa itu percuma saja, karena keluarganya bukan berasalan dari dunia ini.
Karui merasa bingung dengan perkataan Yakuza, Yakuza memberitahu kepada Karui kalau sebenarnya Yakuza bukan berasal dari dunia penuh sihir ini, Yakuza hanya tidak sengaja ia terjebak di dunia ini.
Kemudian Karui berkata dalam hatinya bahwa ia tidak bisa membantu untuk sekarang ini, lalu Karui bertanya tentang siapa orang yang paling dengan Yakuza. Kemudian Yakuza menjawab bahwa Hanami dan Renji lah yang dekat dengannya.
"Memangnya siapa orang paling dekat denganmu?"
"Orang yang paling dekat denganku adalah Hanami dan ayahnya yaitu Renji, mereka yang telah menolong dan membantuku!"
"Kalau begitu, bagaimana besok kita pergi menemuinya?"
"Eh...serius?, tapi bagaimana dengan adik-adik senior?"
"Aku yakin mereka juga mengerti!"
"Baiklah kalau begitu, aku pergi tidur dulu ya!"
Kemudian Yakuza pergi masuk kerumah Karui dan tidur bersama adik-adiknya Karui, Malam pun telah berlalu dengan semangat Yakuza sudah bersiap untuk pergi ke desa Nekopa untuk bertemu dengan Hanami dan Renji.
Sungguh malangnya Yakuza, ia terpisah dengan keluarganya karena ia telah jatuh kesebuah sumur misterius yang membawanya kedunia penuh sihir, Akankah suatu hari nanti Yakuza dapat kembali kedunia aslinya?.
...Chapter 19 Selesai....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments