Begitu kuat sekali Raiya sampai-sampai membuat Karui pingsan akibat pukulannya dan hanya Yakuza yang masih bertahan dalam pertarungan itu. Apakah Yakuza dapat mengalahkan Raiya sang elf yang kuat itu.
****************
Melihat seniornya berhasil dikalahkan oleh Raiya, Yakuza semakin marah dengan Raiya ia pun langsung menyerang Raiya dengan pedang iblis miliknya, Yakuza memberikan sebuah tebasan berupa sihir api yang keluar dari pedang iblisnya.
Namun, serangan itu lagi-lagi berhasil ditepis oleh Raiya dengan mudah, Raiya bertanya kepada Yakuza tentang pedang iblis itu, ia bertanya dari mana Yakuza mendapatkan pedang iblis itu, kenapa Yakuza bisa memiliki pedang iblis itu.
Yakuza pun memberitahu Raiya bahwa ia mendapat pedang itu dari dungeon di dekat desa Nekopa dan itu pun kejadian yang tidak sengaja, mendengar hal itu Raiya yakin bahwa Yakuza tidak bisa 100% mengendalikan pedang iblis itu.
Karena pada dasarnya pedang itu hanya bisa digunakan oleh orang yang kuat seperti kaisar sihir kedua dan kaisar sihir ketiga. Mendengar hal itu Yakuza sempat terkejut dan ia baru tahu bahwa kaisar sihir ketiga dapat menggunakan pedang ini dengan baik.
Kemudian Raiya memberitahu yang sebenarnya bahwa pedang iblis sebenarnya milik kaisar sihir ketiga, kaisar sihir ketiga lah yang menciptakan pedang iblis itu beserta batu kristal elementel yang tertempel di pedang itu.
Mengetahui hal itu Yakuza semakin bingung karena yang Yakuza tahu bahwa Kaisar sihir kedua lah yang menciptakan pedang itu dan ternyata pedang bukan ciptaan kaisar sihir kedua melainkan ciptaan kaisar sihir ketiga.
"Hmph...bocah sepertimu mana tahu sejarah yang sebenarnya tentang pedang itu!"
"Berisik...aku mana tahu tentang hal itu, yang aku tahu kaisar sihir kedua yang menciptakan pedang ini!"
Kemudian Yakuza pun bergerak kearah Raiya dan langsung memberikan serangan tebasan kearah Raiya, namun Raiya lagi-lagi dapat menghindari serangan itu dengan mudah.
Tetapi Yakuza terus menyerang Raiya tapi tetap saja, usahanya sia-sia Raiya dapat menghindari semua serangan Yakuza dengan mudah. Yakuza merasa bingung kenapa ia dengan mudahnya bisa membaca pergerakan Yakuza.
Yakuza merasa Raiya tetap tenang dalam menghadapi pertarungan dan Yakuza terus bertanya-tanya dibenak kepalanya tentang hal itu, naga yang berada dalam pedang itu merasa bosan dengan pertarungan Yakuza melawan Raiya.
Tanpa izin Yakuza naga itu lantas mengendalikan tubuh Yakuza, gerakan Yakuza semakin cepat sehingga membuat Raiya menjadi terkejut melihatnya. Bukan gerakannya saja Raiya juga merasa bahwa tiba-tiba Mana asing telah muncul dari tubuh Yakuza.
Karena kelengahan Raiya serangan Yakuza hampir mengenainya namun, untung saja Raiya menahan serangan itu dengan pedang cahaya sihir miliknya dan Raiya semakin yakin bahwa Yakuza sedikit demi sedikit kekuatannya telah meningkat.
Yakuza terus beradu pedang dengan Raiya sehingga membuat Raiya terpojok oleh Yakuza dan terpaksa Raiya pun menambahkan kecepatan cahaya miliknya dengan begitu gerakan Raiya sedikit lebih cepat dari Yakuza.
Pada saat Yakuza hendak menghantam Raiya, Raiya pun langsung menghindari serangan itu dengan cara berteleport menjauh dari Yakuza.
Kemudian Yakuza memberikan sebuah tebasan api dari jarak jauh kearah Raiya namun, Raiya berhasil menangkis serangan itu dengan mudah. Tetapi, Yakuza terus menyerang Raiya dengan tebasan itu dari jauh.
Dan gerakan Yakuza pun semakin cepat begitu juga dengan Raiya ia pun dengan cepat menangkis semua serangan Yakuza, Beberapa serangan telah dikerahkan Raiya merasa kelelahan akibat terlalu banyak menguras tenaganya.
Raiya pun semakin lemah, ia pun terkena goresan dibeberapa bagian tubuhnya, kemudian Yakuza memberikan tebasan terakhirnya kearah Raiya, Raiya pun menahan tebasan itu dengan seluruh kekuatannya.
Tebasan itu pun beraduan dengan pedang cahaya milik Raiya, pada saat itu Raiya pun berusaha membuat tebasan itu dengan pedang cahaya miliknya, dengan sekuat tenaga Raiya berhasil membuang tebasan itu keatas.
Nafas Raiya mulai terengah-engah, ia merasa kelelahan akibat serangan Yakuza yang terus menerus menyerang Raiya dengan sangat cepat, kemudian Raiya memuji Yakuza karena Yakuza berhasil membuat Raiya menjadi kelelahan.
"Kau...boleh juga ya...bocah!"
"Aku sekarang akan mengalahkanmu!"
"Hehehe...kau semakin percaya diri...setelah berhasil membuat aku kelelahan!"
"Apakah kau sudah menyerah?"
"Jangan meremehkan aku!"
Kemudian Raiya mengeluar sebuah tombak kecil disekelilingnya tombak itu berjumlah sangat banyak, kemudian Raiya pun melancarkan semua serangan itu kearah Yakuza.
Tombak kecil itu bergerak dengan sangat cepat mengarah kepada Yakuza, sontak Yakuza membuat langsung menangkis semua serangan itu dengan sangat cepat.
Raiya pun tertawa melihatnya dan sambil terus menyerang Yakuza dengan tombak kecil cahaya miliknya, Beberapa dari bagian tubuhnya Yakuza terkena goresan sampai membuat baju armor nya telah lecet akibat serangan itu.
"Hahaha...aku juga bisa sepertimu!"
Raiya terus menyerang Yakuza dengan sihirnya dan Yakuza pun mulai terasa kelelahan dibuat olehnya, Raiya terus tertawa dan memberikan semua serangannya itu kearah Yakuza.
Kemudian Raiya berniat mengakhiri Yakuza dengan serangan terakhir miliknya yang bernama "Final Light", Raiya pun mulai mengangkat tangannya keatas dan ia pun mulai mengumpulkan Mana yang cukup banyak.
"Hahaha...tamatlah riwayat mu, Light Magic:Final Light!"
Kemudian Raiya pun melancarkan serangannya kearah Yakuza yang sedang berdiri diam sambil melihat Raiya mengarahkan serangannya.
Ledakan besar pun terjadi di desa Tokya, sampai-sampai terdengar di desa lain, Naura, Yugio dan Gine yang sedang menjalankan sebuah misi di desa Yoro ia pun mendengar suara ledakan dari arah timur.
"Ledakan apa itu?" ucap Yugio
"Ledakan itu sepertinya berasal dari desa Tokya!" ucap Naura
"Cih...karena misi kita sudah selesai kita harus pergi ketempat itu!"
"BAIK!" ucap Naura dan Yugio
Kembali ke desa Tokya yang telah terjadi ledakan besar akibat serangan Raiya, Raiya merasa yakin bahwa Yakuza sudah mati dan tubuhnya sudah hancur akibat serangan itu.
Tetapi, ternyata Yakuza berhasil diselamatkan oleh Karui yang bergerak sangat cepat untuk menyelamatkan Yakuza, melihat itu Yakuza pun berterima kasih kepada Karui yang sudah menyelamatkannya dari kematian.
Karui pun tersenyum dan sambil meminta maaf karena ia sudah menjadi senior yang payah untuk Yakuza, menurut Karui ia harus bertarung lebih dari pada Yakuza agar Karui menjadi senior yang pantas bagi Yakuza.
Karui pun memutuskan untuk mengalahkan Raiya sendirian tanpa campur tangan Yakuza dan Karui pun menyuruh Yakuza untuk duduk dan lihat pertarungan mereka berdua.
Merasa dirinya diremehkan oleh Karui, Raiya pun marah dan mulai bertarung lebih serius lagi dari sebelumnya, ia pun menciptakan pedang cahaya lagi dan mereka berdua pun hendak saling menyerang.
Pada saat mereka saling menyerang, tiba-tiba saja seseorang muncul menahan serangan mereka, keduanya pun terkejut dan ternyata orang itu adalah rekan dari Raiya, orang itu bernama Aigo Kotharu.
"Aigo...!" ucap Raiya
"Raiya sudahi pertarungan mu!"
Melihat itu Karui pun mundur dengan gerakan kilatnya, Karui merasa bahwa temannya Raiya adalah orang yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari Raiya.
"Raiya kau lupa dengan tugasmu!"
"Tapi...orang itu ingin menghancurkan pohon yang kita tanam!"
"Biarkan saja mereka menghancurkan pohon itu, karena kita sudah mendapatkan buahnya!"
"Baiklah!, Oi kalian sampai disini dulu ya bertarungnya, lain kali kita akan bertemu lagi!"
Kemudian mereka berdua pun menghilang dari hadapan Yakuza dan Karui, mereka berdua merasa kebingungan sebenarnya apa dari tujuan mereka kenapa sekarang mereka meninggalkan pohon itu.
Pertarungan Raiya melawan Yakuza dan Karui pun telah selesai dan apa yang sebenarnya terjadi?, kenapa Aigo menyuruh Raiya untuk mundur?.
...Chapter 17 Selesai....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments