Selesai makan malam bersama Rio menarik tangan istrinya lagi untuk tetap bersamanya , dia tidak ingin jika Karina menantu nya akan mengambil istrinya lagi
"Sayang lepaskan dulu". Hera menatap jengah suaminya "Aku ingin memastikan, Sean dan Karina".
"Apa yang ingin kau pastikan dari mereka, mereka juga akan tidur". Rio tidak suka.
"Ayolah sayang sebentar saja, hanya melihat keadaan mereka saja". Hera berbicara begitu lembut hingga akhirnya suaminya setuju dan ikut dengan nya
Tok... Tok.... Tok
Hera membentuk pintu kamar Sean karena berpikir jika kedua insan itu berada di sana
"Ada apa mama?". Sean bingung begitu melihat kedua orang tuanya ada di depan sana "Apa mama dan papa butuh sesuatu"
"Ah tidak mama hanya ingin melihat mu dan Karina saja, di mana dia".
"Mampus Lah aku, gadis itu sedang berada di lantai bawah". Sean terpaku tanpa menjawab pertanyaan sang mama
"Sean, di mana istri mu." Hera kembali bertanya dan membuat pria itu semakin gagap
"Ah itu.. dia ". Sean menggaruk kepalanya yang tidak gatal membuat dia lebih terlihat seperti orang bingung lagi "Dia .."
"Son bicara yang jelas jangan buat waktu istriku terbuang". Kini Rio menatap putranya tajam
"Mama, papa". Karina tiba-tiba saja muncul dari arah tangga menatap kedua orang tua itu "Apa yang mama dan papa lakukan di sini?".
"Sayang kau dari mana saja, kau tidak tidur di sini?". Hera bertanya heran pada menantu nya itu
"Aku baru saja ke bawah untuk minum ma, tadi tenggorakan hu sangat kering"
"Benarkah, kenap kau tidak suruh pelayan saja sayang". Hera menatap aneh menantu nya "Atau kau bisa saja suruh Sean, kenapa harus sendiri"
"Aku lebih suka sendiri ma". Karina tersenyum manis agar kedua orang itu semakin mempercayainya
"Cih kau itu tidak gentleman sekali!". Rio menatap putranya sinis
"Tidak apa papa, aku lebih suka mengambilnya sendiri".
"Ah baiklah menantu ku memang baik". Hera memberi pujian pada gadis itu
"Baiklah ma, kami akan tidur sekarang kalian tidak tidur?". Sean langsung menarik istrinya mendekat padanya "Sayang kau sudah lelah kan?"
"Iya". Karina mengatur wajah secerah mungkin
"Ya ya selamat malam untuk kalian berdua, ayo sayang kita kemar kita". Rio juga langsung menarik istrinya ke kamar mereka
"ck.... ck ..ck bagaimana kau bisa datang ke sini huh?". Sean bertanya heran di juga sedikit kagum karena gadis itu datang tepat waktu
"Aku hanya melihat tuan dan nyonya berjalan ke atas lalu aku mengikuti mereka untuk antisipasi tuan". Karina menjelaskan dengan datar
"Owh begitu"
"Ya sudah saya akan kembali ke bawah". Baru saja gadis itu akan berpaling tadi Sean sudah menarik tangan gadis itu ke dalam dan mengunci pintu
"Tuan apa yang kau lakukan biarkan aku keluar, aku ingin beristirahat". Karina begitu gugup karena pria itu
"Dan kau ingin orang tua ku bertanya kenapa kau tidur di bawah huh, kau ingin memperburuk suasana?". Sean kesal
"Aku akan bangun lebih awal sebelum anda dan juga orang tua anda, dan biasanya juga begitu.
"Tidak boleh, kau harus tetap di sini".
"Tapi aku kau tidur di mana tuan, hanya ada satu kasur di sini". Karina melirik tempat tidur king size Sean
"Apa kau buta ada sofa di sana, tidur di sana!". Sean menarik lengan gadis itu hingga terduduk di sofa Sean yang empuk
Tidak gentleman sekali papa mu benar ternyata. Karina menunduk tanpa memang pria di depannya itu
"Kenapa? kau tidak suka?"
"Ah tentu saja suka tuan, sofa ini tidak kalah empuknya dari tempat tidur kan baiklah aku akan tidur selamat malam tuan". Karina langsung berbaring menutup matanya. Dasar pria sialan aku mau tidur saja dari pada harus berdebat dengan mu
Sean menatap gadis itu sesaat. Apa dia benar-benar tidur, ah sudah aku juga mengantuk . Pria itu berjalan berpaling dari sana menyalakan AC
"Ck.. aku tidak ngantuk". Sean memutar-mutar badan nya karena tidak merasa ngantuk sama sekali padahal pria itu sudah berbaring cukup lama
Hingga mata Sean bertemu pada gadis yang sedang berbaring juga memeluk tubuhnya
Dia tidak pakai selimut, apa dia benar-benar tertidur padahal suhunya AC sangat dingin. Sean merasa kasihan dengan gadis itu
Biarkan saja dia sendiri yang memilih tidur di sana.
Sean memalingkan pandangan nya agar tidak menatap gadis itu lagi, tapi sekali lagi hati nurani pria itu bekerja
Pria itu tidak bisa tertidur walau rasanya mengantuk pikirannya terus saja kepada Karina yang berbaring tanpa selimut tadi
Ah sialan bisa-bisa aku tidak tertidur karena gadis ini, menyebalkan sekali!. Sean langsung berdiri dan menuju Karina, di tatapnya gadis itu sejenak
"Jadi kau benar-benar tertidur ya".
Tanpa aba-aba Sean menggendong pelan Karina menuju tempat tidurnya, di sana pria itu menyelimuti Karina dengan baik
Kerutan kening yang tadi terukir di wajah gadis itu kini sudah menghilang karena hangat nya selimut yang di berikan Sean
"Dia tidak terbangun padahal aku sudah mengangkat tubuh nya, cih jika saja aku penculik kau sudah pasti akan beres". Sean tersenyum Karena menatap wajah cantik istrinya "Kalau di lihat-lihat kau cantik juga"
Sean memutar tempat tidur itu lalu berbaring di samping Karina, dia memutuskan untuk menghadap kepada gadis itu
Posisi yang sangat nyaman "ck ini pertama kali aku tidur dengan seorang gadis, harusnya kau beruntung Clara tidak pernah membiarkan aku tidur dengannya".
Sean tersenyum manis sebelum dia masuk dalam ke dunia mimpi tanpa ada hal yang lain mengganggu pikirannya
****
Tring...Tring... Tring
Suara alarm Karina yang berada di sofa membangunkan orang yang sedang tertidur nyaman di ranjang Sean
"Cih suara apa itu pagi-pagi begini". Sean dengan suara seraknya mengomel di bawah selimut itu
Sementara gadis kecil yang di peluknya belum terbangun, gadis itu masih tampak terlelap di pelukan Sean
Sean berjalan menuju suara alarm itu lalu dengan cepat mematikannya
"Apa dia bangun sepagi ini setiap hari". Sean menatap kagum jam yang masih menunjukan pukul lima pagi itu "Pantas saja di selalu terlihat lelah"
Sean berjalan kembali ke tempat tidur ada hal yang mengganjal dalam hati pria itu "apa aku memeluk-nya sepanjang malam ya?". Sean bertanya pada dirinya sendiri dia sadar memeluk gadi itu semalaman
"Cih tapi Nayaman juga". Sean kembali membaringkan tubuhnya di samping Karina yang masih terlelap gadis itu bajakan tidak menyadari alarm handphone nya sejak tadi "
Pria itu kembali tertidur dia masih mengantuk karena semalam dia tidur terlambat dari biasanya, tubuhnya terus saj mencari kenyamanan hingga dia bisa terlelap seperti saat kemarin malam
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments