Karina menghabiskan weekend nya untuk membersihkan rumah seperti biasa dia tidak ingin kena marah Sean hanya karena kurang sedikitpun
Sebulan serumah dengan pria itu, Karina harus benar-benar memainkan akting yang bagus dia harus tersenyum walau hatinya terasa sangat jengkel dengan ulah pria itu
Tidak lupa gadis itu juga sering bolak balik untuk memeriksa keadaan Clara agar wanita yang sedang di rawat out dapat pulih dengan cepat
"Heh Kau!". Sean yang baru saja turun dari lantai atas menatap istrinya tajam "Cepat bersiap kita akan pergi ke mansion!"
"Mansion?". Karina bertanya bingung "Apa itu tempat tinggal dulu"
"Cepatlah jangan banyak tanya mama dan papa sudah menunggu ku!".
"Baiklah tuan". Dasar pria sialan aku hanya bertanya saja!
Karina teringat sesuatu gadis itu berjalan menuju kamar Clara, gadis itu.mwmbawakan jus di tangan nya
"Ke mana kau!". Sean menatap heran gadis itu "Aku menyuruh mu untuk bersiap!"
"Tuan saya akan memastikan keadaan nona Clara sebentar sekaligus membawa jus pesanan Jared".
Kebetulan Jared berada di sana sedang memeriksa keadaan Clara
"Sudah ada perawat profesional di sana kau tidak usah ikut campur lagi, lagi pula tenaga mu tidak di butuhkan"
Karina hanya terdiam saja dengan rasa kesal di dalam hati nya padahal dia sendiri yang merawat Clara hingga wanita itu lumayan membaik sekarang ini
"Cepat bersiap dan jangan banyak tingkah!".
"Baik tuan!"
***
"Dengarkan aku, jika mama bertanya sesuatu hal pada mu ku harap kau bisa mengontrol mulut mu itu". Sean berbicara dengan nada tinggi seperti bisa "Dan jika mama tahu keadaan sebenarnya kau tidak akan tenang sampai akhir hidup mu!".
"Baik tuan!". Karina menjawab singkat
Akhirnya kedua insan itu berangkat hanya berdua, Sean memutuskan untuk membawa mobil sendiri tanpa membawa Lucas
Sean menatap fokus ke arah jalanan sekali-sekali dia menatap Karina yang menghela nafas berat di samping nya
"Jika kau menghela nafas lagi maka aku kan menendang mu ke luar dari mobil ini!". Sean memberi peringatan pada istri kecilnya
Aku hanya menghela nafas belum juga mengeluh bisa-bisa dia membunuh ku jika saja aku mengeluh, huh menyebalkan sekali!.
"Kau mengatai ku!". Sean meninggikan nada bicara nya
"Ti.. tidak tuan aku mana berani". Ya Tuhan bagaimana dia bisa tahu dia ini cenayang apa?
Karina mengedarkan pandangan nya yang melewati jalan sepi di sepanjang jalan dari pada harus berdebat dengan pria di samping nya
"Selamat datang sayang..". Hera menyambut kedua orang itu dengan ramah "Kalian duduklah dulu mama sudah memasak untuk kalian"
"Hmmh harum masakan mama sangat menggoda ". Sean memuji masakan Hera "Aku merindukan masakan mama"
"Oh jadi kau hanya rindu masakan ku!". Hera menatap putra nya tajam
"Aku rindu masakan mama, tapi aku paling rindu pada mama". Sean menghambur ke pelukan wanita itu, dan memberi kecupan di pipi Hera "I Miss so Much"
"Me too honey". Hera membalas pelukan Sean
"Hei lepaskan istri ku!". Rio menatap putra nya tajam begitu dia turun dari lantai atas "Kau terlalu serakah sudah punya istri tapi tetap saja merebut istri ku!"
"Apa sih, papa terlalu posesif". Sean tidak suka
"Tentu saja aku posesif aku sangat mencintai istri ku!".
Hera menatap kedua pria itu malas, karena mereka akan bertengkar setiap mereka bersama
"Sayang ayo duduk di samping mama". Hera mempersilahkan menantu nya untuk duduk "Kau cobalah masakan mama"
"Baik mama". Karina menanggapi senang dengan keberadaan wanita itu "Baunya enak ma"
"Benarkah?". Hera tersenyum manis
"Ya dan rasa nya juga sangat enak". Karina mencicipi makanan itu begitu Hera mempersilahkan nya
Sementara dua orang pria baru tersadar telah menghabiskan waktu untuk saling menatap kesal satu sama lain
Terutama Rio pria itu tidak terlalu suka melihat istrinya menjauh darinya "Sayang kenapa kau malah duduk di sana, duduklah di samping ku"
"Tidak mau, aku akan duduk di samping menantu ku sekarang". Hera bersikeras hingga Rio duduk di samping Hera d tempat dia tidak biasa duduk "Lihat aku malah duduk di sini itu semua karena mu"
Hera memutar bola matanya malas suaminya sering sekali bertingkah semakin tua semakin pria itu ingin dekat dengan nya
Cih kenapa mama sangat menyukai gadis itu, apa karena mama tidak tahu sikap busuknya, dan dia malah membenci Kendall yang bersikap lembut. Sean bingung . Sebenarnya apa sih yang menarik dari si sialan itu hingga mama berbicara dengan baik padanya apa mama akan sebaik itu jika berkenalan dengan Clara?
"Sayang kau tidak makan?". Hera menatap putranya yang masih mematung "Makanlah dulu nanti makanan nya dingin, dan duduk di depan kami"
"Baik ma". Sean langsung duduk di depan Karina menatap istrinya tidak suka karena begitu dekat dengan Ibunya
"Sayang kenapa? Apa ada hal yang membuat mu tidak suka?". Hera menatap bingung putranya
"Tidak ma".
Sean langsung memakan makanan yang di buat Hera di sana. Makanan mama sama enaknya dengan makanan gadis ini, huh dia juga menyediakan segalanya yang kuperlukan
Karina berdiri begitu semua orang sudah selesai makan gadis itu dengan baik mengumpulkan piring kotor di sana
"Sayang apa yang kau lakukan?". Hera menatap bingung menantu nya itu
"Tentu saja mau mencucinya ma". Karina berbicara dengan polosnya dia lupa jika dia di rumah seorang Rio dan Hera karena biasanya dia akan mencuci piring di rumah ayahnya dan Sean dulu
"Hah?". Hera bingung dia sja tidak pernah mencuci piring lagi karena ada banyak pelayan di sana "Sayang tidak perlu ada pelayan yang akan membereskan nya oke"
Gadis sialan apa yang kau lakukan, letakan benda itu sekarang juga!. Sean menatap tajam istri kecilnya itu
Karina langsung meletakan piring itu dan dengan sigapnpara pelayan langsung mengambilnya dari pinggir meja
Karina hanya bisa tersenyum kaku, suami dan mertuanya membuatnya jadi gugup dan merasa bersalah
"Kau duduk lah di sini lebih baik kita mengobrol bersama". Hera menarik lengan gadis itu untuk mendekat
"Baik ma". Karina menjawab dengan sopan dan menunduk hormat seperti biasa yang dia lakukan pada orang yang paling tua darinya
"Sayang kenapa kau semakin kurus saja, dari pertama kita bertemu". Hera memperhatikan menantunya lebih dekat dan memang benar gadis itu semakin kurus sja
Bagaimana tidak anak mama setiap hari memperlakukan ku seperti pembantu jadi wajar saja. Karina tersenyum pahit tapi tentu nya gadis itu tidak mengatakan itu "Aku hanya belum terbiasa berpisah dari keluarga ku ma "
"Tapi kan kau tinggal dengan Sean, harusnya kalian lebih bahagia bersama dan juga kau masih bisa bertemu dengan keluarga mu". Hera menanyakan pertanyaan yang semakin membuat Sean dan Karina tersenyum kaku
"Mama kenapa mama membuat Karina tertekan, kami baik-baik saja ma, iyakan sayang?". Sean menjawab pertanyaan ibunya itu
"Aku tidak bertanya pada mu Sean". Hera menatap putranya dengan tajam
"Sean benar ma, kamu baik-baik saja aku hanya tidak nafsu saja". Karina memberi alasan lain
"Apa kau sibuk dengan kuliah dan menghadapi Sean". Hera bertanya untuk kesekian kalinya sekaan rasa penasarannya tidak pernah habis
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments