Karina mengikuti beberaa orang itu ke kamar yang berada di samping kamar nya sendiri, Karina daat melihat wajah sendu pria itu menatap wanita yang terbaring lemah itu
Beberapa orang terlihat memasang alat infus dan penyokong kehidupan lainnya, gadis itu melihat semua detail yang terjadi di sana
“Apa anda beristrihat dengan cukup?. Lucas bertanya pada Karina yang sedang berada di sampingnya “Ada pekerjaan yang akan kau lakukan setelah ini”
“Pekerjaan?”. Karina bertanya dengan bingung “Pekerjaan apa aku sudah membereskan semua ruangan di sini, apa aku juga harus memasak?”. Gadis itu ingat kalau dia belum memasak sama sekali
“Tidak nona”. Lucas melirik Clara yang berbaring. “Saya dan Sean akan menitipkan Clara di sini jadi saya harap anda bisa menjaganya sampai dia pulih nanti”
Karina tersenyum miring “Apa tuan Sean sudah gila, dia percaya jika aku adalah orang yang membuat wanita itu kecelakaan apa dia yakin menitipkan wanita nya untuk ku”
“Akan ada dokter yang mengawasi mu nanti dan dia orang kepercayaan Sean juga, tugas mu hanya membersihkan tubuh nya dan merawat nya sesuai intruksi dokter”
“Yang benar saja aku sekolah psikologi dan Hukum, bukan perawat”. Karina berbisik pean dia sedang kesal “Dasar orang aneh!”
Justru itu adalah yang bagus nona, dia mempercayakan Clara untuk kau rawat itu berarti tuan Sean tidak yakin kau 100 persen penyebab Clara kecelakaaan Sean tidak sebodoh itu dia hanya seorang pria egois yang sedang sedang bersedih. Lucas tersenyum miring
“Kenapa kau hanya diam di situ, Cepat ke sini!!”. Sean menatap tajam pada Lucas dan Karina
“Ya Tuan”. Karina mengubah tatapan nya pada pria itu sesekali dia melirik Clara karena wajah wanita itu benar-benar sangat cantik menurutnya
“Apa yang kau lihat huh, apa kau ingin aku mencongkel mata mata mu itu”. Sean marah
Apa sih tiba- tiba dia itu sakit perut atau apa temperamen nya setinggi itu setiap bicara dengan ku dia pasti marah dan berbicara dengan nada tinggi. Karina berguman kesal
“Ada apa tuan, apa ada pekerjaan yang saya lakukan?”. Karina melembutkan suara nya agar Sean tidak murka, dia sudah mulai paham watak pria itu
“Kau cukup sadar diri ternyata”. Sean datar “Kau harus membersihkan tubuhnya sekarang, dia harus di bersihkan”
“Baik”
Karina mengambil kain basah yang sudah tersedia di sana lalu muai membersihkan tangan hingga kaki wanita itu,pengalaman sejak kecil saat dia merawat ibu yang sakit membuatnya bisa membuat dia langsung paham bagaimana merawat seseorang
Sean dan Lucas hanya mengawasi gadis itu, tapi Karina menatap mereka berdua dengan bingung “Kalian tidak keluar, kalian ingin melihat tubuh nona ini?”
Damhh
Lucas dengan cepat melangkah keluar sebelum Sean memarahi nya, sementara pria itu masih di sana untuk mengawasi Karina sampai selesai
Cih seperti nya bajingan ini sudah biasa melihat nya, apa boleh buat aku hanya akan membuka sebatas pakaian dalam nya saja, ini terlalu vulgar untuk di lihat
Karina membersihkan tubuh wanita itu sampai selesai dan juga menggantikan pakaian nya dengan yang bersih
“Selesai”
Karina masih berdiri di samping Clara, Sean datang menghampiri mereka pria itu masih dengan wajah datar nya dan dia tetap diam sambil menatap Clara yang belum sadar di sana
“Kau pergilah”
“Baik tuan”. Karina berjalan keluar dari ruangan itu
“Buatkan makanan untuk ku”
“Ya Tuan”. Karina berjalan keluar dari ruangan itu
“Bagamana dengan tuan Sean” Lucas langsung menyampari Karina begitu melihat gadis itu keluar dari sana, dia takut jika Sean akan marah lagi jika Karina melakukan kesalahan
“Tuan Sean menyuruh ku untuk membuat makanan”
“Makanan”. Lucas mengingat sesuatu, Sean memang belum makan sama sekali “Baguslah kaau begitu, belakangan ini dia memang belum makan dengan baik, apa kau perlu bantuan”
“Kak Lucas ke dalam saja, seperti nya tuan Sean sedang tidak baik-baik saja”. Karina dapat membaca guratan kesedihan yang berada di wajah pria itu
“Baiklah kalau begitu, Terimakasih Karina”
Gadis itu mengangguk sebelum dia pergi ke dapur untuk memasak, gadis itu melihat isi kulkas yang masih kosong di sana
“wajar saja masih kosong rumah ini baru di tempati”. Karina berguman dia sedikit bingung ke mana dia akan mencari bahan-bahan itu dia masih baru di sana “Lagi pula apa uang ku maish cukup, tahu ah seperti nya kau harus meminta bantuan Kak Lucas”
Belum beranjak jauh, orang yang ingin di temui oleh Karina sudah menyusul ke sana
“Karina, apa kau ingin membeli bahan-bahan makanan? Kau pasti tidak sempat membelinya kan”
“Benar, aku bisa minta bantuan kakak?”
“Tentu….”
“Siapa yang kau minta bantuan?”. sean seketika sudah berada di sana “Kau pikir dia ini asisten mu! Beli sendiri ke sana”. Pria itu kembali pada setelan lama nya yang terlihat sangat cuek
“Tapi tuan, saya masih baru di sini”. Karina takut menata mata elang pria itu “Saya…”
“Jangan norak, sekarang sudah tersedia google map dan kau bisa pergi ke supermarket dengan ojek on line jangan menyusahkan orang lain!”. Sean memberi ultimatum pada gadis itu
“ba..baik tuan”. Karina yang malas berdebat langsung beranjak pergi dari sana gadis itu tidak lupa membawa dompetnya karena Sean maupun Lucas tidak memberinya uang sepeser-pun
Sialan menyebalkan saja, kenapa dia begitu kejam huh baru saja aku selesai membersihkan kekasih nya sekarang sudah harus keluar.Karina menatap sendu area luar dengan panas matahari yang menyengat kulit putihnya itu
Gadis itu benar-benar pergi untuk berbelanja “Ck terpaksa aku harus kepasar dari pada ke supermarket takutnya uang ku tidak cukup papa mungkin tidak akan mengirimnya bulan depan, cih dianggap saja aku tidak”
Karina kembali lagi ke rumah itu dia menghabiskan selama setengah jam untuk berbelanja dan dia kembali ke rumah nya dan langsung memasak dia tidak berhenti sedikit pun untuk beristrahat
Lucas tadinya ingin membantu gadis itu tapi lagi-lagi Sean memperingati dirinya untu tidak ikut campur . “Maaf Nona”.begitu arti tatapan pria itu pada nya
Dan setelah sekian lama sampai peluh keringat keluar dari pelipis gadis itu, dia akhirnya selelsai memasak makanan yang menurutnya cukup untuk seorang Sean sebuah ayam bakar dan juga sambal serta sayur tumis
Gadis itu dengan telaten menyediakan semua nya di atas meja dengan rapi di sana Sean dan Lucas sudah menunggu gadis iitu juga sudah memasak porsi untuk lebih dari tiga orang
“Tuan makanan semua nya sudah selesai”
“Terimakasih Nona Karina”. Lucas dengan sopan seperti biasa
Sementara Sean hanya mentap sekilah llau kembali fokus pada handphone nya
Ting!
Suara bel rumah berbunyi tanda seseorang sedang berada di sana “Bukakan pintu itu”. Perintah Sean
“Baik tuan”. Karina yang tadi hanya berdiri berjalan menuju pintu, mendapati seorng pria membawa sebuah paper bag
“Tuan Sean?, ini pesanan nya”
“Pesanan?”. Karina melirik pada Sean
“Bawakan makanan itu untuk ku!”
Makanan sialan, untuk apa aku capek-capek berbelanja dan memasak hanya untuk mu dasar bajingan mati saja sana!’. Karina berguman kesal tapi dia tetap menerima paperbag berisi makanan itu
“Ini tuan”
“keluarkan isinya dan sediakan di depan ku”
Ah aku ingin membunuhnya, harusnya aku beli racun tadi untuk berjaga-jaga. Karina begitu kesal tapi dia tidak berani berkomentar sedikit pun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
$uRa
sangat menjengkelkan/Skull/
2024-10-08
0