Sean berdiri menghadap cermin memandang dirinya yang akan segera menikah, pandangan nya begitu datar karena dia sendiri tidak menginginkan pernikahan nya , itu semua salah harus nya Clara lah yang ada di sisi nya saat ini dan bukan Karina
"Son, kenapa kau lama sekali!". Rio menatap putra nya yang nampak tidak bersemangat "Ayo cepat tamu kita sudah menunggu di luar, dan singkirkan wajah masam mu itu hari ini hari pernikahan mu kenapa kau tidak bersemangat huh"
"Tidak papa, aku hanya sedang memikirkan hari ke depan nya saja dengan orang baru dalam hidup ku". Sean berbicara tanpa menyadari perkataan nya sendiri
"Orang asing?". Rio menaikan satu alisnya menatap aneh putra semata wayang nya itu "Bukan kah kau sudah mengenal nya lama?"
Sean langsung gugup begitu saja dia baru saja menyadari arti dari perkataan nya sendiri. Sial apa yang harus ku katakan !!
"Son?!"
"Maksud ku, di luar dari keluarga kita aku tidak berencana untuk membawa Karina ke Mansion kamu akan tinggal di apartemen nanti"
"Memangnya kenapa, aku dan mama mu akan pergi ke luar negeri untuk menghabiskan waktu kami berdua"
"Tidak papa aku hanya ingin tinggal berdua bersama istri ku untuk saat ini". Bagaimana aku bisa menyiksa nya jika tinggal bersama kalian, semua nya akan semakin hancur!
"Baiklah papa tidak masalah jika itu kemauan mu, tapi kau bisa membeli mansion atau hunian yang lebih bagus lagi untuk kalian tinggali bukan kah apartemen itu terlalu kecil untuk mu"
Sean tersenyum sesaat hingga akal nya bekerja dengan baik "Tidak papa kami hanya akan tinggal setahun di sana bersama, hanya untuk menghabiskan waktu kamu untuk berdua saja". Sean mengedipkan matanya berharap pria tua itu mengerti
"Ah baiklah jika itu mau mu, sekarang ayo kita keluar ayah akan mengantar mu ke altar"
Sean dan Rio berjalan beriringan menuju altar , Hera menggandeng tangan kiri Sean begitu putra nya itu berjalan menuju altar itu
"Sayang kau terlihat sangat tampan". Hera berbisik di telinga putranya "Mama dan papa akan mengantar mu ke sana dan ini adalah terakhir status mu menjadi lanjang".
"Iya mama". Sean hanya tersenyum datar dia tidak merasakan apapun
Sean menunggu Karina di depan sana sambil bersedekah dia menatap ke depan membayangkan ada Clara di sana "Sayang... harus nya ini adalah hari bahagia kita maafkan aku, aku tidak bisa menjaga mu".
Pria itu masih saja terbengong sampai seorang gadis cantik berdiri di hadapan nya dengan gugup
"Cantik....". Sean tanpa sadar mengucap kan sepatah kata itu
"Tuan ..". Karina mencoba membangunkan pria yang berada di depan nya itu "Fokuslah"
Sial apa yang ku pikirkan, dasar penyihir kecil . Sean memberi sorotan mata yang seketika membuat Karina tertunduk takut
Apa salah ku kenapa dia menatap ku seperti ini, kenapa dia selalu berubah tidak tentu!. Karina mengeram kesal
Pendeta memulai pernikahan mereka hingga janji pernikahan keluar dari mulut dua insan itu
"Aku Sean Edward di hadapan Tuhan dan Jemaat nya berjanji akan menemani engkau Karina Swift dalam suka maupun duka, Sehat maupun sakit dan Miskin maupun Kaya hingga maut memisahkan kita". Sean mengungkap kan janji pernikahan itu dengan baik namun dengan tatapan tajam pada gadis di depan nya
Karina mengatakan hal sama seperti Sean walaupun jantung nya berdetak dengan cepat karena tangan kekar Sean mencengkram tangan mungil nya
Tuhan Apa yang di rencanakan pria ini aku sangat takut tolong aku.... Karina bergetar ketakutan namun dia berusaha untuk tetap tenang
Setelah pendeta memberi sah pada dua insan itu beberapa orang penting yang diundang Rio memberi tepuk tangan yang meriah untuk kedua orang itu
Banyak dari mereka yang memberikan pujian pada Sean karena mereka tahu, setelah pria itu menikah maka hak perusahaan akan segera menjadi hak penuh Sean
Karina apa yang kau pikirkan kenapa kau tidak mendengarkan ku dan menikah dengan bajingan itu. Joel mengeram kesal dan marah dia tidak merestui kedua insan itu. Bagaimana jika dia tidak memperlakukan mu dengan baik huh, bagaimana jika kau semakin terluka?
Joel menatap sayu Karina dari kejauhan dia tidak berniat sedikit pun untuk memberi selamat pada dua orang yang baru saja menikah itu
"Hei ada apa tatapan mu itu seperti seorang yang di tinggal saja!?.". Kendall menatap tajam adik nya dia sendiri sedang kesal tapi dia tidak ingin bertingkah sekarang "Hei kau tidak mendengar ku!!"
"Diam lah kenapa kau berisik sekali huh!".
"Cih kenapa kau selalu kasar dengan ku, aku ini kakak mu".
Joel menatap wanita di samping nya dengan malas . " Lalu? Karina juga kakak ku dan dia tidak pernah cerewet seperti mu!".
"Sialan kau, dia itu hanya..."
"Hanya gadis bodoh yang tidak memiliki ikatan darah dengan ku? aku sudah paham pikiran pendek mu itu!". Joel semakin malas saja "Sudahlah aku kepanasan di sini baik cuaca dan wajah jelek mu itu membuat aku gerah!". Joel langsung beranjak dari sana sebelum wanita itu murka
"Joel!!"
Lucas menatap dengan senang kedua insan yang sedang menyambut para tamu itu, tatapan nya tidak berpaling sedikit pun dari Karina
Kenapa nona Cantik sekali, kau begitu manis . Lucas memuji istri tuan nya tanpa sadar dia menyukai gadis yang terlihat positif itu
Pria itu memutuskan untuk mendekati kedua insan itu begitu melihat kerumunan yang mulai berkurang dari ke dua orang itu
"Nona dan Tuan selamat untuk kalian berdua."
Sean menatap pria itu tajam, jelas-jelas Lucas tahu jika pernikahan itu hanyalah sebagai topeng saja tapi pria itu malah dengan semangat memberi selamat
"Lucas apa kau tidak ada pekerjaan lain huh!". Sean menyadarkan asisten nya itu
"Ah maaf tuan aku hanya terbawa suasana saja maafkan aku". Lucas menggaruk leher belakang nya
Karina menatap kedua orang itu, lalu matanya tertuju pada, sejak pertama melihat orang itu ada hal yang mengganjal dalam hatinya tapi dia tidak tahu apa
"Oh kau sudah menyediakan apartemen yang ku bilang huh?". Sean memalingkan topik pembicaraan agar tidak ada yang curiga
"Maaf Tuan tapi Tuan Besar dan Nyonya tidak menyarankan kalian berdua untuk tinggal di apartemen, Jadi saya sudah menyediakan rumah yang sesuai dengan selera anda".
"Rumah...?". Sean tersenyum miring itu berarti dia akan lebih bebas lagi menghukum gadis sialan ini di sana. "Itu berarti aku juga bisa membawa Clara untuk di rawat di sana"
"Saya akan memesan beberapa pelayan untuk.."
"Tidak perlu, dia Kana mengerjakan ny sendiri!".
"Tapi tuan bukan kah itu terlalu berat rumah itu tidak lah kecil!'. Lucas mengkhawatir kan Karina
"Tidak dan ini perintah ku!!". Sean memberikan ultimatum yang tidak boleh di tolak oleh Lucas
Karina meneguk saliva nya dengan susah dari senyum Sean saja dia tahu hidup nya tidak akan muda
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments