Sean dan Karina berjalan di daam sebuah restoran mewah yang sudah di pesan oleh Sean untuk pertemuan keluarga, restoran yang merupakan restoran yang menerima sebagian besar investasi dari perusahaan milik Keluarga Edward
Itu Ibu Sean, aku sudah sering melihat nya di berbagai majalah tapi dia terlihat sangat muda apa kah selama ini mata ku salah di sangat cantik padahal dia sudah berumur. Karina tidak dapat menyembunyikan kekaguman nya pada Ibu Sean. Dan apa itu Ayah Sean huh mereka benar-benar sangat mirip ku dengar mereka juga memiliki sifat yang sama ku harap tua Rio masih lebih baik dari pada putra nya yang menyebalkan ini
“Sayang Kalian…”. Hera menatap lembut ke dua orang berdiri di hadapan nya “Jadi dia yang dari dulu ingin kau perkenalkan sejak dulu?”
“Iya ma”. Sean berbicara datar. Bagus Aku ingin Mama tidak menyukai nya lalu pernikahan ini batal tanpa melibatkan Clara yang saat ini sedang koma
Karina tersenyum kaku karena Hera menatap nya dengan tajam. Sial ini pasti karena pakaian dan make up ku sebenarnya apa yang di rencanakan orang ini sih?
“Kalian akan berdiri terus di sana?” Rio menatap ke tiga orang itu “Sayang duduk lah di sini kenapa kau malah meninggalkan aku sendirian ?”. Rio menepuk kursi di sebelah ny yang tadi di duduki oleh Hera
Dasar tua bangka menyebalkan sudah tua masih saja posesif. Sean menatap tajam pada Rio mereka saling menatap satu sama lain seakan tahu apa mereka pikirkan bersama
Anak yang tidak tahu mau, berani nya merebut istri ku padahal dia sendiri akan menikah.
“Kalian berdua hentikan!”. Hera memperingati kedua pria posesif itu “Sayang ikut lah bersama kami, jangan gugup begitu”. Wanita paruh baya itu akhirnya tidak duduk di samping suaminya dan malah mengajak Karina untuk duduk bersama
“Son ajari dia tata kerama,Lihat kekasih mu itu, berani sekali dia merebut istri ku!”. Rio berbisik ada putra nya yang baru saja duduk di samping nya
“Berapa usia mu kau apa jauh lebih muda dari Sean”. walaupun make up yang di berikan Hiruzen sudah membuat Karina nampak lebih tua namun wajah mulus dan sorot mata Karina massih menunjukkan umur nya yang sebenarnya
“Umh”. Karina menata Sean di depan dengan ragu tapi pria itu tampak tidak menanggapi nya “Usia ku beru menginjak 21 tahun tante”
Hera dan Rio terbelalak saat itu juga Sean mengambil kekasih yang jauh dari umur nya?
“Kau suka loli?”. Rio berbicara tanpa memikirkan perasaan Karina
“Sayang!”. Hera memberi tatapan ultimatum pada suami nya sendiri
Loli, aku sudah bisa di biang dewasa anak mu itu yang terlalu tua. Karina langsung kesal. Pertemuan keluarga macam apa ini, aku sangat tertekan
“Maafkan calon papa mertua mu sayang dan jangan panggil kami om atau tante panggil kami papa dan mama karena kau akan segera masuk dalam keluarga kami”. Hera begitu tulus hingga tanpa sadar Karina terhanyut dalam pandangan hangat itu. Kenapa dia begitu lembut sih, dia pasti ibu yang baik. Karina seakan teringat pada mendiang ibu nya
Karina mengalihkan pandangan nya pada Sean dia seperti melakukan kesalahan fatal karena pria itu memandang dengan tatapan membunuh seakan menyeret nya ke neraka saja
“Sayang kau tidak bertanya pada Karina?”. Hera menatap suaminya sekaligus memberi perintah agar pria ruh baya itu tidak bertingkah
“Kau masih kuliah ?”. Rio bertanya asal karena bingung ingin bertanya apa
“I…iya o… maksud ku papa”.
“Lihat dia masih sangat mudah Son”. Rio menatap Sean dan Karina bergantian “Umur ku dan Mom mu hanya berbeda setahun saja”
“Sayang jangan menghadap kan mereka pada hal sulit okey, Karina bisa tetap kuliah dan Sean juga sudah cukup tua untuk menikah kalian bisa mengatur untu mempunyai anak atau tidak nanti nya”. Hera menghela nafas
Pernikahan Sean harus tetap di laksanakan baginya yang seorang psikolog Karina adalah gadis yang baik jadi apa pun alasan nya pernikahan itu tidak bisa di tunda karena itu akan mempermalukan nama baik keluarga Edward
Sean menatap ke arah lain ada luka yang di sembunyikan oleh pria itu seperti sedang merinduka seseorang dia tidak ingin mengecewakan orang tua nya
Karena Rio dan Hera menanti sejak lama untuk ini, dia baru berhasil mendapat kan hati wanita pujaan nya setelah sekian lama dan masalah besar menimpa hubungan mereka
Hera tersenyum menatap dua orang muda itu bergantian dia yakin hubungan mereka akan baik-baik saja nanti nya
“Bagaimana dengan keluarga mu sayang mereka sudah setuju?”. Hera kembali memberi pertanyaan yang membuat gadis muda itu kaku
Karina melirik Sean di sana meminta penjelasan, dan tatapan tajam pria itu mengatakan untuk tidak mengecewakan sang mama
“Su.. sudah mereka sudah setuju”.
“Hmm aku tidak menyangka jika putra ku akan membuat kejutan sebesar ini, dia menikah dan melakukan pertunangan diam-diam kau tahu itu membuat kami terkejut luar biasa”. Hera menceritakan seakan beban nya hilang karena anak tunggal nya akan segera menikah di usia yang matang “Kau tahu Karina, aku hampir saja berpikir putra ku tidak normal”
“Mama!”. Sean menatap sang mama dengan wajah manja dan cemberut dia paling tidak bisa melihat candaan yang menurutnya kejam itu “Mama tahu betapa sulit nya mencari perempuan seperti mama!”
“Apa Karina mirip dengan mama?”. Hera bertanya polos
Clara sangat mirip dengan mama, dia pejuang dan anggun dia juga sangat cantik dengan polesan polos di wajah nya sama seperti mama bukan gadis di samping mu, Cih bagaimana aku bisa bilang ke mama jika aku tidak bisa membawa Clara ke sini. Sean berguman sedih dalam hati nya
Hera menatap gadis cantik di samping nya, dia ingat jika Karina sedang kuliah “Sayang jurusan apa yang kau ambil hmm?”
“Hukum dan Psikolog”. Karina menjawab seadanya, Hera senang dengan jawaban itu
“Sean benar-benar pintar mencari pasangan, Mama juga mengambil jurusan itu semasa kuliah dan langsung mengambil dua jurusan sekaligus”.Hera tersenyum senang
Karina memberi senyum manis ada wanita paruh baya itu, wanita itu membuat Karina merasa nyaman di samping nya . Dia sangat mirip dengan Ibu, hangat dan baik hati
Sementara Sean semakin menata tidak suka pada Karina. Apa yang kau lakukan bedebah jangan mencari perhatian dari Mama dan Papa ku. begitu yang dia tangkap dari tatapan tajam Sean
Tatapan Sean begitu tajam dan angkuh, Karina langsung menyadari sorot mata itu
Cih memang apa yang ku lakukan kenapa sorot mata mu tidak bisa biasa saja, kau seperti akan membunuh ku!. Karina memilih diam karena tatapan Sean yang begitu menyeramkan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
$uRa
Sampai tamat ya
2024-10-08
0