“sayang kenapa kau tampak lebih sedikit berbicara belakangan ini”. Imelda menatap aneh suaminya nya sudah sebulan dari kepergian Karina pria paruh baya itu bukannya senang melainkan menjadi pendiam belakangan ini
“Aku hanya memikirkan perusahaan”. Jhon menjawab secukupnya saja lalu dia melanjutkan sarapannya tanpa melirik istrinya itu
“Papa, Mama”.Kendall baru saja keluar dari kamarnya “Hari yang menyenangkan tanpa berjumpa dengan orang yang tidak waras”
“Kendall jaga bicara mu!”. Jhon menatap tajam putrinya itu, ada hal yang mengganjal di hati pria itu ketika mendengarnya padahal hal yang lebih kejam sering dia dengar dulu dan dia biasa saja
“Ada apa sayang, apa kau ada masalah kenapa kau sampai memarahi Kendall, dia tidak salah”. Imelda tidak suka jika putri kesayangannya di bentak oleh orang lain
“Mama benar, papa pasti ada masalah”. Kendall tidak terima di marahi oleh Jhon
“Sudahlah aku malas berdebat”. Jhon dengan cepat meminum minuman nya sampai tandas “Aku berangkat”. Pria paruh baya itu langsung menuju keluar di sana sudah ada supir pribadi yang menunggunya
“Ada apa tuan, belakangan ini anda tampak kurang bersemangat”. Andy supir pribadi yang sudah bekerja lama pada Jhon memberanikan diri bertanya, tapi pria itu sudah sadar dengan sikap sang tuan yang berubah sejak kepergian Karina dari rumah itu
“Entah lah, aku merasa ada yang kurang belakangan ini hanya itu saja”. Jhon menjawab sekadarnya
‘Tuan apa kau merindukan seseorang”
Seketika pikiran Jhon teringat pada Karina dan Istrinya, dan Karina dia heran sendiri kenapa putri yang tidak dia anggap itu berada di pikirnnya
“Ya ku pikir aku merindukan Joel”. Jhon membohongi dirinya sendiri
“Oh Iya kah tuan, sabar saja sebentar lagi bukankah tuan muda akan menyelesaikan study nya waktu akan cepat berlalu tuan”. tuan Jhon anda pasti berbohong, tuan muda sudah berkuliah hampir empat tahun di sana kau tidak pernah merindukan nya sekali pun aku yakin rindu mu itu untuk nona muda
Andy memfokuskan pandangan nya ke depan untuk melintasi jalan raya menuju perusahaan Jhon, belakangan ini dia sangat sibuk
Sebagian perusahaan melirik kepada perusahaan nya karena beberapa dari mereka tahu jika Jhon sudah resmi menjadi mertua dari seorang Sean Edward mereka langsung membuka kerja sama dengan pria itu
Karina.. apa yang kau lakukan sekarang nak?. Jhon berguman dalam hati nya, harina terasa begitu kosong, Karina tidak lagi menyapa dirinya setiap pagi di dapur
Biasanya gadis itu sudah bergabung dengan para pelayan untuk memasak Jhon bahkan sudah tahu rasa masaka putrinya dan rasanya sangat enak, dia merindukan masakan itu
Hingga tanpa sadar tubuh Jhon kehilangan berat badannya sendiri karena dia sendiri tidak nafsu makan, dia sangat ingin mendengar sedikit saja suara putrinya itu tapi ego-nya bahkan lebih besar dari pada keinginanya
“Tuan sudah sampai”. Andy membukakan puntu untuk pria paruh baya itu “Tuan jangan terlalu membesarkan ego anda yang akan membuat anda sendiri sakit hati, turunkan saja ego anda jika anda merasa nyaman”.
“Apa maksud mu?”
“Saya harap anda mengerti sendiri, karena saya tidak berhak mengurusi anda”. Andy menunduk hormat “Saya permisi dulu tuan, nanti sore saya akan menjemput anda seperti biasa”
Andy berlalu dari sana meninggalkan Jhon yang termenung dengan pikirannya sendiri “Cih dasar sok tahu!”. Jhon bergegas masuk ke dalam perusahaan miliknya, di sana sudah ada sekertaris yang menunggunya
“Tuan ada banyak pekerjaan yang akan kita lakukan sekarang, masuklah klien kita sudah menunggu di sana”
Hari itu Jhon bekerja penuh dengan pikiran dan hati yang tidak sigkron membuat pria itu beberapa kali mengelus dadanya sambil menangkan pikirannya
“Tuan Jhon istrahatlah dulu”. Sekertaris Jhon mengambil map dan komputer dari depan pria itu “Apa anda memikirkan seseorang”
“Tidak!”. Jhon menjawab degan nada kesal
“Baiklah kalau begitu, tapi anda istrahatlah dulu dan saya sarankan bicara lah dengan orang itu tuan saya tidak asal mengatakannya tapi wajah anda mengatakan semuanya”. Sekertaris Jhon berlalu dari sana
Sudah dua orang yang megatakannya membuat Jhon melemah dengan ego yang dia punya “Aku harus menghubungi nya, aku tidak bisa menunggu lagi”. Jhon mengambil smartphone milikya dan mencari nama Karina di sana
“Tidak ada! Perasaan aku sudah simpan”. Jhon menyusuri satu persatu nama kontak di sana sampai maanya tertuju pada kont tanpa nama ada foto Karina di sana. “Nah ketemu”
Jhon baru saja akan menekan nomor itu tapi dia teringat sesuatu “Aish apa yang harus ku katakan saat bicara dengan nya tidak mungkin jika aku bilang rindu itu pasti sangat memalukan!”
Pria itu berdiri karena dia begitu gugup, Jhon bolak balik sambil sesekali menggosok dagunya sendiri. Sean, dia pasti tidak memberikan Karina uang, gadis itu pasti sedang tifak punya uangkan
Jhon langsung bersemangat dia langsung menekan nomor tujuannya
Tut…tut…tut..
Panggilan tersambung, Karina langsung menjawab panggilaan itu
“Ada apa papa?” Karina heran dengan panggilan dari Khon itu pertama kalinya pria itu menghubunginya
“Umh itu”. Kenapa suaranya lemah, apa dia tidak makan dia sudah minum obat? . berbagai pertanyaan muncul di benak pria itu
“Bagaimana kabar papa? Papa sehat”. saru kalimat yang membuat Jhon terdiam seketika dengan pikirannya tanpa sadar air mata pria paruh baya itu turun juga “Papa!”. Karina mengeraskan nada suaranya
“Hmhhh”. Jhon menetralkan suaranya “Ah itu, apa uang bulanan mu sudah masuk?”
Karina membelalak matanya, uang yang dia punya sudah sangat kritis “Belum pa”
“Ya sudah aku akan kirim nanti”
“Terimakasih papa, aku sedang membutuhkan nya”. Karina mengucapkan terima kasih yang sangat tulus di telinga Jhon
“Hmmm”.
Jhon menghapus air matanya yang sudah mengalir sejak Karina menanyakan kabar nya, Karina selalu saja perhatian walaupun Jhon tidak akan membalasnya dengan perhatian yang sama bahkan Jhon tidak mempedulikannya dan itu yang Jhon rindukan dari gadis itu
"Papa sudah selesai?". Karina bertanya karena pria itu hanya diam
"umh itu aku ingin tanya sesuatu". Jhon menambah perkataannya pria itu belum ingin mengakhiri panggilan
"Tanya apa papa?".
"Apa Sean memperlakukan mu dengan baik". Ah apa-apaan ini pasti dia langsung berpikir aku peduli dengannya, menyebalkan juga . "Aku hanya ingin memastikan saja, karena aku tidak ingin dikenal sebagai orang tua yang tidak peduli"
Kau memang tidak pernah peduli pada ku, ya mungkin kau menghubungi ku karena aku menikah dengan Sean, aku sudah berharap sial. "Tidak apa papa aku bisa menjaga diri ku sendiri". Karina terdiam sesaat "Jika itu yang hanya ingin papa tanya kan, aku bahkan jauh lebih menyedihkan sebelum nya"
Tu..Tut..tuh..
Panggilan berakhir, Jhon jadi kelabakan memegang smartphone nya
"Ahk!!". Pria itu langsung kesal tanpa sadar membanting smartphone nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments