Karina terbangun dengan rasa remuk di seluruh tubuh nya pasal nya selain mengurus rumah, gadis itu juga harus merawat Clara
Sean hanya menyediakan dokter, yaitu Jared di sana untuk memastikan kekasihnya akan pulih dalam waktu dekat ini selebihnya Karina akan mengurusi wanita yang sedang tertidur itu
"Haduh bisa remuk badan ku seperti ini, padahal baru saja dua hari di sini". Karina mengeluh pada dirinya sendiri "Ah kak Clara, aku harus memeriksa keadaannya".
Gadis itu bergegas pergi ke sana dan memeriksa Clara dari atas sampai bawah "Sepertinya kakak sudah lebih baik, cepat lah sadar pria brengsek itu selalu saja mengerjai ku!".
"Karina....". Jared memandang gadis itu dari pintu masuk, Jared sengaja menginap di sana untuk memastikan keadaan Clara lebih detail pemuda itu juga diam-diam memeriksa dan memberi obat pada Karina "Ini masih sangat pagi kau sudah di sini hanya untuk memeriksa dia?"
"Tentu saja, jika kak Clara lebih cepat sembuh maka itu akan semakin baik". Karina tersenyum senang
Ya Tuhan dia manis sekali, apa boleh aku menginginkannya. Jared bergumam gemas dalam hatinya
"Untuk apa kau di sini?". Sean tiba-tiba muncul di sana dan menatap tajam pada Karina
"Tentu saja untuk melihat nona Clara, kan tuan yang bilang untuk saya merawat nona Clara?". Karina membela diri
Benar juga sialan. "Kau semakin berani juga apa karena aku kurang tegas pada mu huh!". Sean memberi tatapan tajam
Salah lagi!. Karina mengeluh dalam hatinya . Pria ini benar-benar tidak tertebak seperti penyakit jiwa saja
"Kenapa kau malah diam, cepat buatkan sarapan". Sean memerintah seakan dia sangat lapar
"Apa anda memang akan sarapan". Uang tabungan ku sudah hampir habis hanya untuk belanja makanan mu, kau bahkan tidak menafkahi ku
Sean mengeram kesal karena gadis itu selalu saja membuatnya kesal "Kau!".
Pria itu mendekat pada Karina dan langsung menarik gadis itu keluar dari sana "Ternyata kau harus di beri pelajaran lebih!"
"Tuan lepaskan itu sakit!". Karina menahan tangannya yang di tarik paksa oleh Sean Tangannya masih belum sembuh total karena membersihkan beling dua hari yang lalu "Sakit sekali!"
Sean melepaskan cengkraman nya saat mereka sudah sampai di kamar mandi lantai bawah rumah itu
Brussshh
"Huh, dingin!"
Byurrrr...Byurrrr .
Sean menyiram gadis itu dengan air dingin hingga Karina merasa sesak
"Tuan hentikan aku tidak bisa bernafas!". Karina terjatuh saat dia sudah kehilangan keseimbangan nya "Hentikan!"
"aku bahkan bisa membuat lebih dari pada ini jika kau berani melawan ku sekali lagi!". Sean menggulung lengan bajunya yang sudah basah "Buatkan sarapan sebelum aku melakukan nya lagi!".
Sean keluar dari sana setelah selalu menghukum gadis itu. "celana ku jadi basah"
Dasar pria sialan! padahal aku hanya bertanya saja!. Karina memeluk diri nya sendiri merasakan dinginnya pagi itu
Karina mengganti baju nya sebelum dia pergi ke dapur untuk memasak, dia harus melakukannya dengan cepat karena harus.berangkat kuliah
"Karina, apa kau perlu bantuan?". Jared berdiri di depannya "Aku sudah selesai memeriksa nona Clara"
"Tidak perlu Jared, tuan Sean mungkin tidak akan suka kau duduk saja di sana sebentar lagi ini selesai kok".
"Sudah selesai?". Sean mengetuk-ngetuk jama tangan nya "Aku akan berangkat ke kantor jadi cepatlah, kau lama sekali!".
"Sudah selesai tuan". Karina dengan rapi menyediakan beberapa sarapan di sana "Silahkan"
Sean menatap lapar makanan itu, terlihat begitu menggoda dia belum pernah mencicipi makanan buatan istrinya itu
Aku sangat lapar, tapi aku tidak ingin memakan ini pesanan ku juga kenapa sangat lama!. Sean melirik smartphone nya dan belum ada tanda-tanda pesanan sudah di buat padahal dia sudah memesan beberapa saat yang lalu
Kruk...Krukk...
Perut Sean bahkan sudah berbunyi karena sangat lapar . Sial ini memalukan sekali!
Rasakan sendiri! kau pasti sudah memesan makanan kan makanya kau tidak ingin sarapan dasar pria licik. Karina mengedarkan pandangannya tidak ingin Sean melihat wajahnya yang membangkang itu
"Untuk apa kau di sana!". Sean beralih pada Karina yang sejak tadi membolak-balik kain lap di tangan nya
"Tentu saja menunggu tuan selesai sarapan agar saya bisa membereskannya"
"Memangnya kau pembantu?!". Sean menatap istrinya itu dengan tajam
Gadis itu hanya terdiam, dia bahkan selalu berpikir jika dirinya pembantu di sana dan dia tidak ada hak
"Duduk di sini!". Sean menunjuk kursi di sampingnya, Karina hanya mengangguk dan menuruti permintaan pria itu
Karina mengerti jika Sean sedang dalam egonya jadi dia mengambil tidakaknlebih dulu, gadisnitu menyediakan susu dan roti yang tadi dia panggang di depan suaminya itu
Karina juga membuat salad karena Hera kemarin memberitahu dirinya jika Sean sangat menyukai sayuran di pagi hari
Cih bagaimana dia bisa tahu selera ku, apa mama memberi tahu nya . Sean melirik smartphone nya dan notifikasi mengatakan jika pesanannya tidak bisa di kirim . Ah sial kenapa bermasalah biasanya juga tidak seperti itu
Pria itu melirik makanan yang di buat Karina lagi, bentuknya hampir sama seperti sarapan yang di buatkan Hera untuk dan Rio dulu
Makan saja, dari pada aku terlambat ke kantor nanti papa bisa marah nanti. Sean dengan cepat memakan makanan itu, bahkan Karina sampai heran dia pikir Sean akan menunggu pesanannya lagi seperti kemarin-kemarin. Rasanya sangat enak, bagaimana bisa dia membuat ini
Karina benar-benar bertindak layaknya istri dari menyiapkan kebutuhan Sean pakaian dan makanan dan Sean merasa nyaman dengan itu
Jared yang sejak tadi sudah menguyah makanannya merasa heran dengan pria di sampingnya itu. Tuan Sean seperti tidak pernah makan enak saja
"Umh tuan Sean". Karina memanggil pria itu
"Hmmm"
"Aku akan berangkat kuliah hari ini". Karina meminta izin tidak ingin jika pria itu berpikir jika dia sedang kabur
"Terserah, tapi aku ingin jika keadaan Clara dan rumah ini beres begitu aku sampai". Aku hampir lupa jika dia seorang mahasiswa repot juga
"baik tuan". Karina langsung berdiri membereskan barang-barang di sana
"Karina, biar aku saja mencucinya kau bersiap lah kau mau berangkat kan". Jared menghampiri gadis itu
Karina melirik Sean di belakang pria itu menatapnya datar . Ah aku ambil aman saja, siapa tahu nanti pria itu mengamuk lagi
"Tidak perlu Jared biar aku saja, tolong awasi Nona Clara". Karina menolak dengan halus "Oh ya tolong katakan pada ku jika nona Clara butuh sesuatu sebelum aku pergi"
"Baiklah". Jared mengerti dia langsung menuju ruangan Clara
Sean menatap Karina dari belakang, gadis itu membangkang dirinya tapi selalu menuruti apa yang dia perintahkan walaupun itu tidak wajar
Pria yang dulu ingin menyiksa gadis itu setiap saat kini berbalik, di tidak bisa marah setiap hari karena Karina menjalani hukumannya dengan tabah setiap hari
Kenapa jadi begini, aku malah menikmati semua pelayanan nya kenapa juga dia tidak tersiksa dengan tugas berat yang ku berikan setiap hari! perkataan Kendall bahkan tidak sesuai dengan gadis tengil ini!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments
$uRa
rasakan jika kamu jatuh cinta sama karina
2024-10-08
0