#13. Hari Pertama Rumah Neraka
“Nona ikutlah dengan ku, aku akan mengantar mu ke rumah yang sudah di sediakan tuan Rio dan nyonya Hera untuk kalian”.
“Lucas, kita akan tingga di kota ini?”. Karina bertanya dengan takut karena ada Sean di sana “Aku takut jika akan terlalu jauh dari tempat kuliah ku”
“Tentu saja tidak nona, Tuan Besar sudah memperhitungkan itu semua jadi anda tenang saja anda masih bisa berkuliah walaupun sudah menikah”. Lucas menatap gadis itu dengan sorot mata tajam “Nona apa masih ada yang anda butuhkan?”
Karina menggelengkan kepala nya dia sudah menyediakan semua nya di rumah dan sudah menyusun barang nya dengan rapi “Aku hanya akan menjemput barang-barang ku dari rumah”
“Pengawal yang akan menjemput barang-barang anda sekarang ikutlah dengan saya”.
Lucas mengiring Karina masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan gadis itu tampak sangat lelah karena pesta pernikahan nya dan Sean masih tidak akan tinggal diam setelah itu
Pria itu membawa Karina ke sebuah jalan yang cukup sepi dengan rumah-rumah besar yang berjarak sangat jauh dengan yang lain persis seperti rumah nya dulu
“Lucas”
“Iya Nona?”
“aku tidak terlalu nyaman memanggil mu dengan nama, ku dengar umur mu sama dengan tuan Sean”. Karina bertanya dengan ragu, padahal pria di samping nya itu sangat ramah pada nya tapi di balik itu wajah Lucas yang tampan terkesan seperti impostor di benak gadis itu
“Kau bisa memanggil ku kakak nona, umur ku baru menginjak 30 tahun dan umur kita berbeda cukup jauh bukan”
“Iya kau benar”
“Jangan takut dengan ku, kenapa kau selalu menunduk kan kepala mu”. Sejak perjanjian di buat Karina memang lebih sering menunduk ketika berbicara dengan kedua orang itu Sean dan Lucas
“Kau tahu penyakit yang ku ceritakan, aku bisa mengimajinasikan hal yang tidak pernah ku inginkan dan itu membuat kepercayaan diri ku hilang walaupun aku tidak bersalah”. Karina seakan menagatakan kecelakaan Clara tidak ada hubungan nya dengan diri
“Aku mengerti dan nona harus melakukan pengobatan rutin, saya akan menanggung biaya nya nona anda bisa melakukan pengobatan di rumah sakit terbaik yang di miliki oleh Tuan Sean di sana ada dokter terbaik yang akan menangani anda nanti nya”. Hanya ini yang bisa ku lakukan nona, maaf aku sudah membuat mu menjadi orang yang paling tersakiti di sini, tapi aku tidak bisa melakukan pilihan lain. Lucas berguman dengan penyesalan nya
“Tidak apa kau mengerti”
Dua orang itu samai pada sebuah rumah dengan taman yang luas di sekitar nya, di sana juga sudah tersedia peralatan dan segala nya yang mereka butuhkan bersama Sean nanti nya
Lucas memutuskan untuk membuka pintu itu setelah satpam mengatakan bahwa rumah itu tidak di kunci sama sekali, dan ternyata benar pintu besar itu sama sekali tidak di kunci Lucas hanya mendorong nya lalu membuka pintu itu dengan pelan
“Kak apa yang terjadi?”. Karina menatap takut keadaan di rumah itu “Kenapa semua nya berantakan, apa ada perampok yang masuk?”.
“Tentu saja tidak, nona tenang lah tidak mungkin ada pencuri, kau lihat sendiri tadi ada satpa yang menjaga kan”. Lucas menenangkan gadis itu walau di sendiri sudah merasa cemas
Ah sialan ini pasti ulah Sean, kenapa firasat ku tidak tenang pasti akan terjadi sesuatu yang buruk nanti ku harap nona Karina akan baik- baik saja. Lucas berguman cemas
‘Kalian baru datang, kenapa lama sekali?”. Seorang pria turun dari tangga dengan wajah angkuh nya dan dengan tatapan tajam mengarah pada Karina yang sudah panik “Girl kau sengaja datang lama huh, kau ingin menghindari Hukuman mu begitu?”
“Ti.. tidak tuan”. Karina berbicara dengan gugup karena tatapan Sean yang begitu menakutkan “Kak Lucas baru mengantar ku ke sini”. Cih kau pikir aku ini cenayang huh, aku mana tahu jika rumah hantu mu ini ada di sini
“Oh”. Sean berbicara malas “Aku punya tugas pada mu”
“Ah iya tuan”. Karina menundukan kepalanya dengan perasaan cemas nya
“kau tidak lihat sekitar ini?”. Sean menunjuk rumah nya yang berantakan “Aku ingin semua ini beres ketika aku datang, dan jika kau belum membereskan nya maka aku akan memberikan hukuman tambahan pada mu!”
“Baik tuan’. Karina tidak mengeluh karena dia tahu dia tidak akan bisa melawan pria di hadapan nya itu
Sean malah bereaksi tidak suka dengan jawaban gadis itu, karena Karina tidak menunjukan wajah tertekan . cih apa dia serius, bukan kah di adik Kendall pasti segalanya di lakukan pelayan di rumah nya dia pasti tidak terbiasa dengan semua ini.Sean heran dia tahu jika keluarga Swift adalah orang yang cukup kaya hingga berpikir Karina adalah gadis manja sama seperti Kendall dia tidak tahu posisi gadis itu di rumah nya
“Bagus, sekarang bereskan pecahan kaca itu”. Sean menunjuk ke arah pecahan pot bunga dan beberapa benda yang terbuat dari kaca
“Tuan itu terlalu..”. Lucas baru akan menyela tapi Sean sudah menatap tajam kepada nya
Karina mulai membersihkan benda yang sudah hancur itu dengan menggunakan scop dan sapu di sana
“Heh apa yang kau lakukan?”.
Karina heran “Tuan menyuruhku untuk membereskan ini kan”
“Ya tapi bukan dengan scop tapi dengan tangan mu sendiri”. Sean serius dia tidak bergeming sedikit pun, di kepalanya hanya ada Clara yang terbaring lemah
Sialan, pecahan kaca ini mungkin akan melukai ku tapi tatapan bajinagn ini jauh lebih menyeramkan Sialan. Karina dengan terpaksa memunguti pecahan kaca itu dengan tangan kosong . “Hssshhh” masih sebentar memunguti pecahan itu tangan mungil Karina sudah teriris oleh beling yang sangat tajam
Nona Karina… cih kenapa dia menahan rasa sakit nya sudah jelas-jelas tangan nya berdarah seperti itu. Lucas tidak tega tapi Sean bahkan lebih berbahaya jika dia melawan pria itu, Karina akan lebih kena imbas nya
“Bagus bereskan itu semua termaksud di lantai atas, aku sudah menaruh cctv jadi jika kau melakukan nya dengan tidak sesuai perintah ku maka…”. Sean terdiam tapi tatapan tajam itu sudah menunjukan ha kejam yang akan dia lakukan jika saja Karina melanggar perintah nya
Sean berjalan menuju pintu luar, hari ini dia akan kembali mengunjungi kekasih nya yang sedang tertidur tak berdaya dengan alat bantu untuk mempertahankan nya untuk tetap hidup
Lucas otomatis mengikuti pria itu, Lucas paham betul bagaimana sikap seorang Sean dan itu lah yang membuat Lucas menjadi seorang yang paling di percayai oleh Sean dan Rio
Maaf Nona Karina, saya undur diri. Lucas pamit dengan hormat dia tetap memberi hormat karena Karina adalah istri Sean. Aku harus memberi obat nanti, tuan Sean pasti belum menyediakan nya
“Hiks… “. Karina akhirnya menangis begitu dua pria itu keluar dari sana, sayatan pedih dan darah yang bercucuran dari tangan nya terasa begitu menyakitkan “Sakit sekali…. ibu.. hiks “
Karina menatap semua setiap ruangan di sana sangat berantakan “Cih pria sialan itu pasti menyuruh orang lain juga untuk menghancurkan rumah ini, sialan ku harap kau sariawan satu bulan!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 88 Episodes
Comments