Kami sampai di pelabuhan Sky Road. Karena janjiku aku harus membawakan barang barang Vanessa si nona dadakan ini. Lalu menyewa dua kamar di penginapan kelas bawah.
Level fasilitas disini berbeda dengan kota lain. Kelas bawah pun mendapat pelayanan setara kelas menengah Magnumlia begitu pun seterusnya.
"Akhirnya turun dari kapal. Aku tidak akan memanggilmu nona lagi."
"Kira-kira disini dapat makan tidak ya? Eh kau mau kemana?"
"Cari makan. Mau ikut?"
"Ikut! Jangan tinggalkan aku sendirian dong!"
Kami pergi ke lobi di lantai 3, makanan yang mereka sediakan sangat lezat dan bergizi. Mau tidak mau kami harus mengakui kehebatan kota ini.
Croissant ditambah susu dan daging iga. Hidangan seperti ini sarapan pagi kelas menengah Magnumlia.
"Kami menyediakan makanan saat pagi siang dan malam. Harap nikmati hidangan bintang 4 gratis ini. Harap berikan feedback bintang 4 dan share penginapan kami di grup keluarga anda."
Resepsionis mengajarkanku menggunakan telepon untuk memesan makanan. Aku kira telepon itu pajangan karena modelnya yang sangat lama.
"Bukankah hotel ini bagus? Sehari hanya 800 ribu. Rasanya aku ingin tinggal 10 tahun disini," ucap Vanessa dengan mulut penuh makanan.
"Jangan lebay, dan bersihkan remah roti di pipimu,"
Ku sapu pipinya dengan serbet, reaksinya tidak seperti yang aku bayangkan. Syukurlah, aku tidak berharap hal romantis akan terjadi.
Aku ingin beristirahat satu hari sedangkan Vanessa, dia harus mengumpulkan informasi sebanyak banyaknya dari masyarakat kalangan bawah.
Vanessa menolak, namun aku meyakinkannya untuk bekerja sama. Kalau Vanessa pergi seorang diri aku merasa tenang. Di tubuhnya masih ada boost super, dia pasti akan baik-baik saja.
"Emm baiklah. Apa informasi utama yang harus aku dapatkan?," tanya Vanessa.
"Aku hanya butuh informasi mengenai kepuasan rakyat kecil. Jika ada yang tidak puas maka kita bisa memecik api di tengah mereka untuk bangkit melawan pemerintah. Pokoknya laporkan jika ada kelompok kecil yang tidak puas dengan kebijakan pemerintah."
Vanessa mengangguk lalu pergi sambil makan roti Croissant.
Aku melihat persediaan koranku yang sisa 4. Disaat baru pertama kali menggunakan kekuatan hoax, aku tidak bisa memberikan buff kepada diriku sendiri. Tapi setelah apa yang terjadi di panggung drama kapal pesiar ternyata hoax itu bisa membuatku jago dansa.
"Jujurlah Sistem. Apa kekuatan koran hoax meningkat seiring berjalannya waktu, ataukah ada faktor lain?"
[ Sistem ]
[ ... ]
[ Ya. Sistem mengasihanimu karena itulah fitur itu ditambahkan. ]
"Terima kasih. Dan aku minta maaf untuk yang sebelumnya. Bukan kau yang aku benci tapi tujuanmu."
[ Sistem sedang tidak ingin bicara soal itu. Kau adalah user, itu berarti kau berhak menentukan pilihan dan jalanmu. ]
Sistem menghilang lagi.
...***...
Vanessa merasa tidak nyaman berjalan di jalanan kota. Sky Road menggunakan konsep yang mirip dengan Magnumlia, dimana kalangan bawah berada di tengah Furhouse, sedangkan kalangan atas dan menengah berada di atas dan bawahnya.
Kota ini tidak memiliki jalanan yang melayang seperti Coral Aimer. Tetapi mereka memiliki mesin transportasi yang bisa membawa 20 orang dalam sekali jalan. Mesin teleportasi ini ada di seluruh lantai Furhouse kecuali untuk masyarakat kalangan bawah di area tengah Furhouse.
Jadi dapat dipastikan orang-orang yang berada di jalanan adalah para fakir miskin atau mungkin milyader yang ingin menikmati angin perkotaan.
Vanessa menemukan sebuah bar kecil di samping Furhouse. Karena bar itu sepi Vanessa pun memutuskan mengunjungi. Dia duduk di depan bartender dan memesan minuman dengan tingkat alkohol paling sedikit.
Namun si bartender menjelaskan kalau mereka tidak menjual alkohol tapi minuman fermentasi gula sebagai gantinya. Si bartender menjelaskan kalau beberapa minggu yang lalu terjadi boikot besar besaran terhadap beberapa produk alkohol setelah ditemukan senyawa endapan berbahaya di dalam toping bawaan produk tersebut.
Produsen alkohol itu warga dari Coral Aimer.
Ini adalah informasi yang sangat bagus. Vanessa akan mengingatkannya, dia membeli beberapa minuman dan kue untuk dibawa pulang, tak disangka saat hendak pulang dia malah tidak ingat jalan.
Vanessa mengambil arah yang berlawanan dari penginapannya, sudah terlambat untuk kembali ke bar, dia sudah berjalan terlalu jauh dan tidak ingat jalan. Vanessa sangat kebingunan, orang-orang yang dia temui tidak menggunakan bahasa yang sama dengannya.
"Haduhh... harusnya aku belajar bahasa Perancis saat disuruh Hunger Bunny." batin Vanessa.
Dia tersesat sampai ke sebuah proyek konstruksi.
Saat merasakan getaran mesin bor yang teramat kuat Vanessa tidak sengaja menjatuhkan satu roti bundarnya.
"Ahh..!! Roti untuk bos!"
Roti itu menggelinding di semen yang miring. Dengan cepat Vanessa mengejarnya, dia sampai menggunakan boost kecepatan untuk menyelamatkan kuenya.
Aksinya dilihat oleh dua pemuda jalanan yang sedang nongkrong.
"Kakak kau sangat cepat. Apa kakak atlet maraton?"
"Ahh bukan, tapi kalian sedang apa di dekat tempat sampah itu?" tanya Vanessa.
"Kami sedang mencari makan dengan memulung. Sepertinya kakak tidak pernah melihat pengemis?"
"Aku pernah melihat pengemis, tapi pengemis di kotaku tidak se glamor ini." jawab Vanessa.
Kedua pemuda itu tertawa.
"Kalau begitu selamat datang di kota Sky Road. Di kota ini orang kalangan bawah sebagian besar bekerja sebagai tukang sampah alias pemulung. Pakaian bagus ini kami dapatkan dari tempat sampah kalangan menengah dan atas."
Pemuda itu mengajak Vanessa melihat sektor industri pemilahan sampah bagus dengan sampah yang sudah rusak. Di tempat itulah mereka mendapatkan barang yang masih layak pakai untuk dipakai atau dijual.
Vanessa mengikuti pemuda itu untuk mencari informasi yang lebih banyak. Sedangkan niat si pemuda mengajak Vanessa masih belum diketahui.
"Kenapa kau menunjukkan ini padaku?"
"Bukankah anda kesini untuk berwisata?"
"Sebenarnya kita bertemu karena ketidaksengajaan,"
Pemuda itu merasa malu, sedangkan kawannya hanya menertawakannya di pojok ruangan.
Seorang bos yang pemarah datang dari lantai 2. Dia berteriak kasar kepada para karyawannya membuat Vanessa enggan menggali informasi dari tempat itu.
***
Sekembalinya dari berjalan jalan Vanessa ingin menemui Otto.
"Ot-Ace, buka pintunya..! Aku bawa minuman, ayo kita minum bersama-sama."
"Tunggu sebentar..!! Jangan buka pintunya."
Vanessa menunggu selama 20 menit di depan pintu Otto. Samar samar dia mendengar suara api. Seperti suara api yang membakar sesuatu di kamar Otto.
Vanessa yang khawatir memanggil Otto lebih keras dari sebelumnya, tentunya dengan mengganti panggilan menjadi Ace.
Pintu tidak dibuka oleh tenaga manusia melainkan terbuka dengan sendirinya karena sensor di flapon mendeteksi kobaran api.
Vanessa mencari keberadaan Otto. "Otto!! Kau baik-baik saja?!"
Dengan bibir bergetar Otto menjawab. "Aku tidak baik-baik saja. Kau tidak perlu melakukan apapun untuk membantu, sebab masalahku berkaitan dengan Sistem."
Vanessa terdiam. Dia memutuskan pindah kamar, sekat 3 kamar dari Otto.
"Cobalah untuk berbaikan dengan Sistem. Selama ini dia selalu menemanimu kan?"
Otto menggeleng. "Tapi aku sudah terlanjur mengungkapkan kebencianku padanya. Asal kau tahu saja, setelah pertempuran itu aku jadi sangat takut pada Sistem. Dia menyeret kita ke situasi terburuk dengan persiapan yang tidak sepadan. Bayangkan saja, lengan kiriku sampai putus terkena tembakan musuh."
"Kau tidak tahu karena Sistem memperbaiki lenganmu sebelum kau datang."
Vanessa terkejut mendengar hal itu. Pada dasarnya Otto hanyalah pemuda berumur 17 tahun, seorang pelajar SMK yang dibebankan misi berbahaya di pundaknya.
Sedangkan Lim adalah wanita muda berusia 20 tahun yang sehari harinya menjadi Bunny di sirkus. Sulit untuk mereka berdua menerima takdir yang sangat ini, apalagi metode yang digunakan Sistem sangat tidak masuk akal.
Kalau terus seperti ini Otto khawatir dirinya akan berubah menjadi monster.
Sistem yang kesal dengan perlakuan Otto berkata dengan tegas.
[ Sistem ]
[ Katakan padaku Otto Night! ]
[ Karena kau selalu ragu dan takut Sistem akan memberimu pilihan ]
[ Apa kau tetap ingin jadi pengguna Sistem dan menerima misi menghancurkan Magnumlia. Ataukah ingin berhenti disini dan menyelesaikan semua yang sudah kau mulai? ]
Otto menatap Vanessa, tentu saja Vanessa tidak bisa melihat Sistem. Hanya kehendak Sistem yang bisa membuat Vanessa melihat eksistensi itu.
Otto berpikir keras, jawabannya akan menentukan masa depannya dan tindakan Sistem berikutnya.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments