"Ahh, aku Vivi Dolphin,"
"Kau punya 2 simbol hewani ya, hahahaa... "
Dolphin masih canggung bicara padaku. Sebaiknya aku stop bicara padanya.
[ Sistem ]
[ Kapan kau akan memulai progres? ]
"Nanti. Aku harus mencari informasi tentang orang-orang yang bekerja disana supaya bisa menulis fitnah yang bagus. Lagipula polisi Magnumlia tidak akan bisa memasuki wilayah Coral Amber, jadi kita bisa tenang."
[ Sistem ]
[ Tolong berhati-hati. Kau tidak punya nyawa tambahan kalau terbunuh. Ditambah lagi wanita itu memberikan nama yang salah padamu. ]
[ Nama aslinya adalah Vanessa Mockingbird. ]
"Terima kasih sudah memperingatkanku. Aku yang lemah ini bisa apa tanpamu Sistem, lain kali kalau ada bahaya beritahu aku lagi ya...!,"
[ Sistem ]
[ ...aku merasa diperdaya olehmu. Tapi baiklah, ]
Aku senang Sistem semakin sering membantuku.
Vivi membuat dua gelas kopi hitam. Tentu saja aku tidak langsung meminumnya. Entah apa tujuannya menyembunyikan nama aslinya.
Tidak mungkin alasannya sama sepertiku.
Aku memikirkan cara supaya tidak perlu meminum kopi itu. Akhirnya aku mengajaknya makan ayam kentucky dengan nasi dan kecap untuk mengalihkan perhatiannya.
Namun karena Vivi tidak memiliki nasi maupun kecap kami pun makan ayamnya saja. Nafsu makannya sangat besar, dia menghabiskan lebih dari setengah ember ayam sendirian.
Lalu aku beralasan kenyang sehingga tidak perlu minum kopi itu.
Kami berbincang santai soal pekerjaan Vivi di sirkus dan kehidupan nyataku sebelum dipenjara. Tak lama setelah itu Vivi tertidur di meja makan.
Sistem mengejek topik yang aku pilih terlalu membosankan sampai membuatnya tertidur.
Karena malam semakin larut aku pun memutuskan untuk tidur di dalam sebuah lemari kosong untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu di luar.
Lagi-lagi Sistem mengejekku mirip cicak terjepit.
Aku yang muak segera menyumbat telinga dengan earphone. Benda ini aku dapatkan saat Sistem memilah barang kamarku sebelum digadaikan.
Aku mencoba untuk tidur tapi sangat sulit melakukannya di dalam lemari. Aku terus berusaha sampai akhirnya tertidur.
...***...
Sementara Otto menghabiskan malam dengan keras, benih kekacauan yang dia tanamkan di penjara dan kota Magnumlia mulai ditanggapi dengan serius.
Seorang detektif, yang terkenal sebagai detektif nomor satu di kota Magnumlia bersama seorang ahli zoologi berusaha merangkai teka teki hubungan antara Otto Night dengan Godzilla yang muncul di kota dan di penjara.
Mereka berdua adalah garda terdepan dalam penyelesaian kasus ini. Di kala yang lain kesulitan mempercayai makhluk itu, kedua orang ini dengan senang hati menerima fakta bahwa godzilla benar-benar ada, dan menawarkan diri untuk melacak jejaknya.
Dari penyelidikan kedua orang ini ditemukan kesamaan antara godzilla Magnumlia dengan godzilla penjara.
Si detektif meyakini bahwa ada sekelompok orang yang bertanggung jawab membawa godzilla itu ke kota. Dan nama yang tergabung dalam daftar tersangka itu adalah Otto Night.
"Bocah berumur 18 tahun seharusnya tidak mampu melakukan hal seperti itu. Tapi sejauh karirku sebagai detektif, pelaku yang paling pintar bersembunyi selalu mereka yang diabaikan oleh tim kepolisian. Apalagi kita melihat dia menaiki godzilla itu dan naik ke atap gedung sebelum godzilla yang besar muncul di tengah kota."
"Aku setuju denganmu pak detektif. Anak buahku menemukan jejak terakhir dari si godzilla yang berada di pesisir pantai Coral Aimer." ucap ahli zoologi.
"Para anjingku juga menemukan jejak Otto Night di hamparan rumput perbatasan antara Magnumlia dengan Coral Aimer. Bahkan pelajar yang dia culik ditemukan dalam keadaan terluka parah di hutan gelap. Tidak salah lagi, dia pasti berada di kota Coral Aimer."
Temuan kedua orang ini segera dilaporkan kepada walikota dan perwira militer, yang membuat mereka langsung mengirimkan pasukan penyergap untuk menangkap Otto saat dia keluar dari Coral Aimer.
Ayah Otto yang mendengar anak menjadi biang kekacauan di kota pun merasa yakin kalau Greedy Heart yang ia tanamkan di tubuh anaknya berfungsi dengan baik.
...***...
Kembali kepada Otto. Vivi yang bangun lebih dulu bingung mencari Otto. Lalu saat dia berganti pakaian di depan cermin kamarnya Otto keluar dari tempat persembunyiannya.
"Selamat pagi,"
Otto tidak terkejut melihat pemandangan indah dari tubuh seorang gadis muda di depannya. Sebab kemarin dia sudah melihatnya. Pakaian kelinci itu sangat terbuka, saking terbuka beberapa penonton sampai dapat melihat bentuk bagian itunya dengan jelas, karena itulah Otto tidak terangsang lagi melihat Vivi yang telanjang.
Otto berjalan dengan santai melewati Vivi, meninggalkan Vivi dalam kebingunan dan keterkejutan. "Aku masuk ke lemari itu tanpa izin, maafkan aku. Aku punya kebiasaan aneh tidur di tempat yang sempit saat mengalami insomnia," tutur Otto sambil melakukan pemanasan pagi.
Dia mandi mendahului Vivi lalu menyantap pergi untuk memulai progres quest nya. Sementara Vivi masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Otto kembali mendatangi sirkus. Sirkus itu tutup setiap hari senin, karena sang pemilik sirkus harus melakukan sebuah ritual yang berjalan sepanjang hari. Dari jam 6 pagi sampai 12 malam.
"Vivi tidak tahu banyak soal ritual itu. Menurutmu itu ritual apa?"
[ Sistem ]
[ Entahlah. Kehidupan manusia lekat dengan yang namanya budaya. Tak jarang budaya budaya aneh seperti hubungan sedarah sampai kan*balisme masih dapat ditemukan di belahan dunia ini. ]
"Apapun yang dia lakukan tidak penting bagiku. Tujuanku adalah menanyai satu persatu pemain sirkus untuk mengetahui jumlah bayaran yang mereka terima."
"Dengan begitu aku bisa mengetahui siapa saja yang harus aku bawa ke hutan gelap."
di tengah jalan Otto sempat berpapasan dengan si wanita sniper, namun dia tidak mengenali Otto karena Otto menggunakan masker dan kacamata hitam.
Otto berjalan ke gang gelap tempat ia bertemu Vivi kemarin. Sambil mengatur nafas dia yakin kalau wanita yang tadi lewat di sampingnya adalah si sniper.
"Kau lihat wanita jumpsuit tadi? Dia mirip sekali dengan si sniper."
[ Sistem ]
[ Aku kagum kau bisa mengenalinya. Itu memang dia. Tapi tenang saja, kau bilang tentara Magnumlia tidak akan bisa masuk ke Coral Aimer kan? Aku percaya padamu walaupun informasi yang kumiliki sedikit berbeda. ]
"Apa yang kau tahu?,"
[ Sistem ]
[ Menurut informasi dari database negara Garuda Lesser. Tidak ada larangan bagi anggota militer untuk memasuki sebuah kota. Larangan hanya berlaku jika mereka masuk dengan pakaian tentara, selain itu tidak apa-apa. ]
Setelah mengetahui tentara bisa datang dalam pakaian casual, Otto pun menyiapkan hoax yang akan membuat pasukan Magnumlia dibenci oleh masyarakat Coral Aimer.
Hoax itu berhubungan dengan masa lalu kota Coral Aimer, yang sangat tabu untuk dibahas apalagi dibicarakan secara sembarangan.
"Karena targetnya adalah pasukan Magnumlia, berarti aku tidak bisa menembakkan sel kebodohan ke sembarang orang. Akan aku simpan berita ini sampai saat mereka menangkapku nanti." Ucap Otto dalam hati.
Melihat sirkus tutup Otto memutuskan untuk berkeliling kota Coral Aimer. Sebenarnya tujuannya adalah menghafal denah kota ini. Otto tidak bisa berhenti merasakan sesuatu yang tidak nyaman di hatinya, itu seperti firasat buruk.
Karena terus dirundung rasa tidak nyaman Otto pun masuk ke sebuah barmaid khusus kalangan bawah dan menengah. Bangunan itu berada di jalanan tengah. Otto diizinkan naik ke lantai 2 kota karena memiliki ktp dan terhitung sebagai individu kalangan atas meskipun sempat di penjara.
"Pelayan, bawakan aku yang manis manis dan dapat diajak bicara." pesanan tidak biasa itu membuat para maid di bar tersebut mengenali Otto sebagai masyarakat kalangan atas.
Seorang maid terbaik pun diterjunkan untuk memenuhi permintaan Otto.
"Saya Clara siap mendengarkan keluh kesah anda tuan." ucap maid yang memiliki rambut silver panjang dan mata biru itu.
Otto mencoba memanipulasi wanita ini untuk kepentingan quest nya.
...****...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments