Chapter 17 [ Konsumsi publik ]

"Sebelumnya aku hanya seorang kelinci yang sehari hari menjadi konsumsi publik. Tapi sejak bertemu denganmu, rasanya aku mendapatkan tujuan hidup baru."

"Aku ikut senang. Tapi kenapa kau tidak suka jadi konsumsi publik? Bukankah perempuan senang di perhatikan oleh banyak orang."

"Apa?"

"Bukankah kau mendapat perhatian khusus dibandingkan yang lain. Seorang kelinci penghibur mata pengunjung. Aku tidak mengejekmu. Hanya saja. Mengapa sekarang kau seolah mengolok olok pekerjaanmu?,"

"Aku... aku hanya ingin membandingkan kehidupanku yang dulu dengan sekarang."

Vanessa menarik tanganku dengan kuat, dia membawaku menjauhi sinar matahari, sekarang kami hanya berdua di tempat yang teduh.

Vanessa nampaknya ingin mengatakan sesuatu yang serius kepadaku, sampai mengaktifkan boost untuk mencegahku pergi.

Dia perlahan menaikkan pandangannya lalu menatapku dengan sedikit amarah.

"Aku memang konsumsi publik, tapi aku tidak pernah di sentuh orang. Itu artinya segelku masih rapat, tidak seperti mantan pacarmu yang jahat itu."

Sulit untuk mempercayai ucapannya, kalau yang kelihatan polos dan rajin saja ternyata pemain bagaimana mungkin dia yang sehari-hari berpakaian mengundang syahwat tidak pernah melakukan itu.

[ Sistem ]

[ Kalian semakin akrab ya? Tuan Night mulai menyinggung soal kesucianmu. ]

Kemunculan Sistem ini memang memecah konflik batin di antara kami. Akhirnya aku memutuskan untuk minta maaf kepada Vanessa.

Vanessa memaafkanku dengan syarat aku harus memanggilnya nona dan tidak boleh menolak semua ajakannya selama di kapal pesiar.

Sungguh tidak adil, sepertinya aku akan menjitaknya nanti.

Kesalahan kecilku membawaku pada petualangan yang melelahkan selama satu hari penuh bersama gadis kelinci ini. Menaiki perosotan, kolam renang, pemandian air panas, biliar, dan puncaknya berdansa bebas dengannya.

Gadis ini mengajakku minum sampanye tapi aku yang tidak suka alkohol menolak. Alhasil aku harus menjaga gadis ini di bar sampai tengah malam, kemudian menggotongnya ke kamar.

Kamar yang disediakan disini pun cukup mewah. Kami bebas memesan kamar karena itulah sekarang kamarku bersebelahan dengannya. Seharusnya kesalahanku sudah impas dengan ini.

[ Sistem ]

[ Rupanya kau itu dingin di luar hangat di dalam. Seperti sebuah dispenser. ]

Seolah tidak mendengarkan ucapan Sistem Otto bertanya bagaimana cara Sistem memperbaiki tubuhnya. Saat itu dia di terkena tembakan di lengan sebelah kirinya namun anehnya setelah bangun 2 hari kemudian lengannya yang putus itu tersambung kembali. Vanessa pun tampaknya tidak tahu apa-apa.

[ Ohh waktu itu... ]

[ Alasan Sistem membantumu sangat sederhana. Selama kau masih belum menyerah dan dapat menyelesaikan misi Sistem akan mengobati 90 persen lukamu. Anggap saja seperti recovery karakter game setiap habis menyelesaikan satu stage. ]

[ Tapi ingatlah, itu hanya akan terjadi jika berhasil menyelesaikan misi. Jika tidak kau harus terus bangkit meskipun kepalamu sudah tidak ada. ]

"Itu mengerikan, lebih baik tidur daripada bicara denganmu."

***

Perjalanan kami ke Sky Road penuh akan godaan. Bukan aku yang tergoda tapi Vanessa. Dia mengikutsertakan kami dalam kompetisi drama.

Saat kembali ke kamar aku hendak membuang tiket itu, tapi karena Vanessa terus memohon akhirnya ku batalkan niatku.

"Katakan alasan mengapa aku harus mengikuti kompetisi ini?" (Otto)

"Hadiah uang tunai 10 - 50 juta. Yang menggelar pesta ini adalah orang kaya, kalau kita menggunakan kekuatanmu kita pasti bisa menang dengan mudah."

Ucapan Vanessa ada benarnya. Kalau aku membuat berita tentang kecurangan yang lain maka kami akan menang dengan mudah.

"Baiklah, nona Vanessa. Sekarang ikut aku ke butik, kita akan membeli pakaian yang cocok untuk drama besok."

"Ehh? Kau sudah menentukan tema dan ceritanya? Kasih tahu dong!!"

"Berhenti merengek. Akan ku beritahu nanti setelah kita membeli baju."

Sekembalinya dari butik di lantai bawah kapal Vanessa mulai bisa menebak drama apa yang akan mereka mainkan di hari terakhir pelayaran. Dia kecewa karena Otto tidak meminta pendapatnya.

Lomba drama yang diikuti Otto dan Vanessa memiliki kualifikasi sebagai berikut:

Pemain minimal dua orang.

Kisah yang dibawakan tidak boleh yang merujuk pada sejarah seperti Openheimer.

Waktu durasi minimal 10 menit - 20 menit.

Dilarang berpakaian terbuka karena ini adalah lomba yang dibuat kaum beragama.

Masih ada waktu 4 setengah hari untuk membuat naskah dan menghafal dialog. Sejujurnya ini tidak mungkin Otto lakukan, tapi kepercayaan dirinya masih ada selama ada Sistem bersamanya.

Vanessa yang paling banyak berbicara merasa tidak mendapat keadilan saat Otto menulis bagi hasilnya.

"Mana boleh aku 30, kau 70! Minimal 50 : 50 supaya adil."

"Tugasmu hanya berbicara di depan khalayak ramai. Kau sudah sering melakukannya, sedangkan aku memiliki demam panggung, dan aku lah yang berperan penting untuk kemenangan kita."

"Jangan egois! Apa kau lupa janjimu selain memanggilku nona?!"

"Nona Vanessa... lalu kau maunya berapa?"

"50 : 50."

"Oke deh... "

Setelah pertengkaran singkat itu berakhir Otto kembali menulis kelanjutan naskah yang tadi di baca Vanessa.

Otto membanting pulpen lalu berteriak dengan girang. "Drama ini akan mengguncang panggung itu nanti!!! Hahahahahahahahaaa...!!!!"

Vanessa sedikit menjauh dari tingkah absurd Otto. Mereka pun berlatih selama berhari-hari bahkan sampai mengulangi jam tidur. Yang mereka latih antara lain adegan menari bersama.

Selama latihan yang melelahkan ini Otto menunjukkan sikap dan ekspresi yang belum pernah Vanessa lihat sebelumnya. Membuat hubungan mereka semakin dekat, meskipun begitu Otto belum memiliki perasaan ke Vanessa.

Akhirnya kompetisi drama dimulai. Otto melupakan sejenak berita hoax yang dia buat, dirinya bersemangat memerankan tokoh raja malam Yoru.

Otto tidak membuat naskah apapun, dia hanya menyalin cerita dari sebuah buku berjudul Yoru and Victoria in Shining Arknight.

...*** Yoru and Victoria in Light Arknight ***...

Mengisahkan tentang Yoru dan Victoria, dua orang prajurit yang memiliki kekuatan luar biasa namun tidak pernah akur sehingga mereka pergi ke dua sisi dunia dan memisahkan malam dan siang.

Sisi Victoria selalu siang, sedangkan sisi Yoru selalu malam.

Suatu ketika ratu Victoria penasaran dengan dunia malam yang dibuat Yoru. Dia menyamar sebagai musafir lalu menyusup ke kerajaan Yoru. Namun karena pakaian serba putih yang dikenakannya membuat dirinya dapat dikenali oleh raja Yoru.

Dalam sebuah pesta Yoru mendatangi Victoria dalam balutan kain putihnya lalu mengajaknya berdansa di atas panggung segitiga di hadapan semua pengikut raja Yoru.

Victoria menundukkan wajahnya berharap Yoru tidak melihatnya.

Panggung segitiga itu setiap sudutnya melambangkan Yoru, Victoria, dan kekuatan besar yang menghubungkan mereka. Di bait terakhir dansa Yoru memegang tangan Victoria lalu membuka tudung kepalanya.

Cahaya dari rambut ratu Victoria membuat para pengikut Yoru diam tak bergerak seolah dibekukan oleh waktu yang terhentikan. Sejak awal Yoru tahu itu adalah Victoria. Tidak ada pria maupun wanita yang mengenakan pakaian putih di kerajaan.

Bukan karena raja Yoru membenci warna terang yang menjadi simbol dari sang ratu, melainkan tidak boleh ada orang lain yang mengenakan pakaian sang ratu.

Di dunia malam ini Yoru mengabulkan keinginan Victoria untuk melihat dunia malam yang ia ciptakan. Di bawah kegelapan malam dan sinar rembulan Yoru meletakkan kunang-kunang dan benda bercahaya lainnya yang dia buat sendiri dari kekuatan Victoria yang tertinggal di medan perang penuh darah.

Kisah ini merupakan karangan dari seorang seniman bernama Hecateno Kiritramus.

...***...

Otto menyukai kisah ini, entah bagaimana buku itu berhasil menyentuh hatinya saat berumur 14 tahun. Padahal Otto sendiri tidak terlalu menyukai drama percintaan.

"Kamu yakin kita bisa menjadi Raja Yoru dan Ratu Victoria dengan baik?," tanya Vanessa khawatir karena adegan pesta dansa yang akan mereka lakukan merupakan salah satu adegan paling ikonik dan paling sulit untuk diadaptasikan ke dalam live action.

"Kalau gagal, tinggal pakai hoax." ucap Otto dengan santai.

"Ngomong-ngomong kau sangat henat dalam dansa. Dimana kau belajar sebelumnya?,"

Vanessa malu malu kucing menceritakannya, Otto tidak ambil pusing. Dia terus memuji Vanessa agar temannya itu lebih percaya diri lagi.

Kalau Vanessa berbakat dalam tari, Otto justru kebalikannya. Demi mendapatkan uang 50 juta ini dia sampai rela mengorbankan satu korannya untuk membuatnya jago dansa.

[ Hoax \= Ketika Otto sedang berdansa dengan indah, sebuah ledakan terjadi di belakang juri. Para pemabuk merusak pesta itu dengan ledakan. ]

[ Ingatlah, koranmu sisa 4 jika menggunakan hoax itu. ]

"Tenang, aku ingin membuat kenangan tak terlupakan di atas kapal pesiar ini. Kau akan lihat sekeren apa nanti."

"Selain itu, aku sudah memasukkan poin kebohongan yang sangat bagus di fitnah itu. Dengan begini aku akan sangat mahir berdansa." jawabku.

...****...

Episodes
1 Chapter 1 [ Pengkhianatan yang menyakitkan ]
2 Chapter 2 [ Sistem Yang Jahat ]
3 Chapter 3 [ Menanam benih kekacauan ]
4 Chapter 4 [ Menyembunyikan diri ]
5 Chapter 5 [ Buruan yang memburu pemburu ]
6 Chapter 6 [ Tujuan Sistem memilihku ]
7 Chapter 7 [ Quest pertama ]
8 Chapter 8 [ Balas dendam pertama sukses ]
9 Chapter 9 [ Karnaval Coral Aimer ]
10 Chapter 10 [ Berkeliaran di kota musuh ]
11 Chapter 11 [ Konflik Internal ]
12 Chapter 12 [ Minta Harem ]
13 Chapter 13 [ Bibit perang saudara ]
14 Chapter 14 [ Pengejaran ke hutan gelap kelam ]
15 Chapter 15 [ Akhir pengejaran ] < Saga Kegilaan End >
16 Chapter 16 [ Perjalanan ke kota Sky Road ]
17 Chapter 17 [ Konsumsi publik ]
18 Chapter 18 [ Keretakan hubungan ]
19 Chapter 19 [ Sky Road ]
20 Chapter 20 [ Akhir Konflik Internal Dalam Diri Otto ]
21 Chapter 21 [ Strategi Ultimate ]
22 Chapter 22 [ 'Fana' ]
23 Chapter 23 [ Tertangkap ]
24 Chapter 24 [ Melangkah maju ]
25 Chapter 25 [ Desa di bawah bendungan ]
26 Chapter 26 [ Penelusuran di terowongan ]
27 Chapter 27 [ Monster di terowongan ]
28 Chapter 28 [ Khasiat harta karun dunia ]
29 Chapter 29 [ Peperangan melawan pasukan WOOJIN ]
30 Chapter 30 [Peperangan melawan pasukan WOOJIN]
31 Chapter 31 [Pertemuan terakhir]
32 Chapter 32 [Kembali ke Magnumlia]
33 Chapter 33 [Pencurian hewan ternak]
34 Chapter 34 [Iblis Magnumlia]
35 Chapter 35 [Hukuman CEO]
36 Chapter 36 [Hari kematian Hakim Agung]
37 Chapter 37 [Istirahat sejenak]
38 Chapter 38 [Kebangkitan 4 Horsemen]
39 Chapter 39 [Kekuatan konspirasi terhebat]
40 Chapter 40 [Kemenangan telak]
41 Chapter 41 [Nocturna si Penguasa Malam]
42 Chapter 42 [Penguasa tertinggi ada di tangannya]
43 Chapter 43 [Dua target terakhir]
44 Chapter 44 < [Final] End of Story? >
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Chapter 1 [ Pengkhianatan yang menyakitkan ]
2
Chapter 2 [ Sistem Yang Jahat ]
3
Chapter 3 [ Menanam benih kekacauan ]
4
Chapter 4 [ Menyembunyikan diri ]
5
Chapter 5 [ Buruan yang memburu pemburu ]
6
Chapter 6 [ Tujuan Sistem memilihku ]
7
Chapter 7 [ Quest pertama ]
8
Chapter 8 [ Balas dendam pertama sukses ]
9
Chapter 9 [ Karnaval Coral Aimer ]
10
Chapter 10 [ Berkeliaran di kota musuh ]
11
Chapter 11 [ Konflik Internal ]
12
Chapter 12 [ Minta Harem ]
13
Chapter 13 [ Bibit perang saudara ]
14
Chapter 14 [ Pengejaran ke hutan gelap kelam ]
15
Chapter 15 [ Akhir pengejaran ] < Saga Kegilaan End >
16
Chapter 16 [ Perjalanan ke kota Sky Road ]
17
Chapter 17 [ Konsumsi publik ]
18
Chapter 18 [ Keretakan hubungan ]
19
Chapter 19 [ Sky Road ]
20
Chapter 20 [ Akhir Konflik Internal Dalam Diri Otto ]
21
Chapter 21 [ Strategi Ultimate ]
22
Chapter 22 [ 'Fana' ]
23
Chapter 23 [ Tertangkap ]
24
Chapter 24 [ Melangkah maju ]
25
Chapter 25 [ Desa di bawah bendungan ]
26
Chapter 26 [ Penelusuran di terowongan ]
27
Chapter 27 [ Monster di terowongan ]
28
Chapter 28 [ Khasiat harta karun dunia ]
29
Chapter 29 [ Peperangan melawan pasukan WOOJIN ]
30
Chapter 30 [Peperangan melawan pasukan WOOJIN]
31
Chapter 31 [Pertemuan terakhir]
32
Chapter 32 [Kembali ke Magnumlia]
33
Chapter 33 [Pencurian hewan ternak]
34
Chapter 34 [Iblis Magnumlia]
35
Chapter 35 [Hukuman CEO]
36
Chapter 36 [Hari kematian Hakim Agung]
37
Chapter 37 [Istirahat sejenak]
38
Chapter 38 [Kebangkitan 4 Horsemen]
39
Chapter 39 [Kekuatan konspirasi terhebat]
40
Chapter 40 [Kemenangan telak]
41
Chapter 41 [Nocturna si Penguasa Malam]
42
Chapter 42 [Penguasa tertinggi ada di tangannya]
43
Chapter 43 [Dua target terakhir]
44
Chapter 44 < [Final] End of Story? >

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!