Sepuluh tetua keluarga Zhen telah kembali pada kediamannya
masing- masing yang terletak di sebuah kompleks perumahan sederhana namun cukup
luas dan memiliki sekitar 300 sampai dengan 500 rumah.
Di salah satu rumah besar disana, seorang tetua keluarga
Zhen dengan langkah cepat menghadap pada seorang tetua lainnya. Yang terakhir
merupakan seorang tetua yang memiliki kekuatan setidaknya sebanding dengan
patriak keluarga Zhen. Ia dikenal sebagai Grand Elder keluarga Zhen, Zhen Li.
Grand Elder sedikit memiliki hubungan yang cukup buruk
dengan sang patriak, sebab itu selama ia melindungi keluarga, ia memutuskan
untuk tidak terlibat apapun dengan masalah keluarga. Walau begitu, kedudukannya
memiliki kesetaraan dengan patriak keluarga Zhen, Zhen Shi.
Mungkin Grand Elder merupakan satu- satunya tetua penting
pada keluarga tidak diundang dalam acara penyambutan Zhen Yuan. Hal ini
disebabkan karena kesepuluh tetua yang di undang oleh Zhen Shi sebelumnya
adalah seluruh tetua kepercayaannya.
Banyak anggota keluarga akan menduga grand elder memarahi
dan kembali bertarung dengan patriak ketika merasa tersinggung dengan hal ini.
Namun tepat pada malam acara, ia bahkan terlihat acuh- tak acuh dengan itu
semua.
“Grand Elder!” tetua yang lebih muda dengan tubuh kurus
kering dan mata yang sedikit sipit berlutut dihadapan Zhen Li. Ia memiliki
penghormatan yang mendalam terhadap Zhen Li.
Grand Elder yang awalnya menutup mata segera membuka matanya
ketika melihat seorang tetua kurus berlutut dihadapannya.
“Bangun!” seketika setelah Zhen Li mengatakan ini, tetua
tersebut segera memberi hormatnya sekali lagi. Jika Zhen Yuan melihat tetua
kurus tersebut, ia akan dapat mengingatnya karena ia tepat hadir bersama dengan
kesembilan tetua lainnya. Tetua ini jugalah yang memberikan Zhen Yuan tatapan
dingin dan niat membunuh samar.
“Grand Elder, saya membawa berita terbaru mengenai patriak”
seolah ketika tetua yang lebih muda selesai mengatakan kalimat tersebut, sinar
mata Zhen Li lebih terang dari sebelumnya.
“Bicara” dingin, grand elder Zhen Li terasa sangat dingin
ketika mengeluarkan perintah. Namun tetua yang lebih muda tidak terlihat ingin
menolaknya, ia bahkan terlihat bersemangat dan tergesah- gesah menceritakan
semua yang terjadi pada acara Zhen Yuan.
Mulai dari Zhen Yuan yang kini melangkah pada ranah Qi
sejati tengah. Lalu hadirnya seorang tamu misterius yang menjadi kenalan Zhen
Yuan. Kedua hal ini segera memberikan beban berat kepada grand elder ketika
mendengarnya.
“Apa kau serius? bagaimana anak yang cacat itu bisa
melangkah pada ranah Qi sejati tengah. Tepat lima tahun yang lalu ketika ia
memulai berkultivasi, saya telah mencampurkan Offering Qi pada makanannya.
Membuat si cacat itu akan memiliki kemajuan kultivasi lebih rendah 10x lipat
dari orang normal pada umumnya.”
“Itu benar, Grand Elder. Ia berada pada ranah Qi sejati
tengah. Tidak ada keraguan tentang itu, bahkan anda dapat mempertanyakan pada
yang lainnya saat ini” tetua tersebut segera mengundurkan diri ketika selesai
menjelaskan hal tersebut pada grand Elder, Zhen Li.
Selepas tetua kurus itu meninggalkan Grand Elder yang
tenggelam dengan pikirannya. Sejujurnya Zhen Li tidak bisa untuk kaget besar.
Bahkan mungkin jika bisa, ia akan terbang akibat terkejut dengan berita ini.
Bagaimanapun juga rencananya yang telah ia susun selama 10
tahun yang lalu telah berjalan lancar sampai Zhen Yuan tiba muncul dengan
peningkatan kultivasi yang sangat mengkhawatirkan. jika hal ini dibiarkan
terjadi maka posisinya sebagai grand elder akan hilang.
Impiannya juga menjadi patriak keluarga Zhen akan direbut
oleh anak itu. Zhen Li tentu tidak akan melepaskannya begitu mudah, demi
impiannya ia dengan rela membuang martabatnya sebagai Grand Elder keluarga Zhen
bersekongkol dengan keluarga Yan menjatuhkan Yuan kecil pada persidangan masuk.
“Saya harus memberitahukan hal ini pada patriak Yan!” usai
berkata seperti ini, sosoknya dengan cepat meninggalkan kompleks perumahan
keluarga Zhen tanpa seorang pun yang mengetahui. Zhen Li tidak memiliki masalah
saat ini ketika secara mengendap- endap menuju kediaman besar keluarga Yan.
“Patriak Yan!” ucapnya ketika telah berhasil memasuki
kediaman keluarga Yan, ia kini telah berdiri tepat di depan pintu kamar kepala
keluarga Yan.
Tidak lama setelah itu, pintu segera terbuka lebar seakan
menyambutnya. Selintas suara pria tua segera menyuruhnya masuk, barulah ia
dengan langkah besar memasuki kediaman keluarga Yan.
“Hahaha, tidak saya sangka Grand Elder Zhen berkunjung pada
waktu begini” perkataan seperti itu seharusnya akan menjadi hukuman mati bagi
para anggota keluarga Zhen yang melakukannya, namun kali ini itu tidak berlaku
sebab dihadapan Grand Elder Zhen. Ia dikenal sebagai patriak keluarga Yan yang
mendominasi.
Ia merupakan tiran dari desa Cenglou yang sangat kejam dan
berbahaya. Dari sudut matanya saja seakan seorang pembunuh haus darah yang
dapat membunuh kapan saja ketika mendapatkan targetnya.
“Patriak Yan, Yan Gizau” Zhen Li mengangguk hormat padanya.
“Salam Grand Elder Zhen” Yan Gizau membalas hormat Grand
Elder dengan sedikit senyuman licik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 473 Episodes
Comments
Jhonny Afrizon
masalah mulai datang,akibat pamer kekuatan di depan orang banyak,padahal masih lemah,hah
2024-12-04
0
Entis Sutisna
Wow..demi kekuasaan dia berkolusi sama Patriak Yan...lanjuutkan Thor...💪💪
2024-05-15
0
Prefix13
ggwp
2023-02-22
0