Zhen Yuan bersama dengan ibunya melepas rindu mereka yang
telah lama terbendung. Zhen Yuan walau baru saja ia bertemu dengan Yuan namun
seolah terdapat sebuah rasa yang sangat menyesakkan ketika bertemu dengan
ibunya yang sekarang.
Sebab itu Zhen Yuan juga ikut terheran- heran dengan
perasaan yang dimilikinya itu. ia telah menjadi dewa terkuat di kehidupan
sebelumnya namun tidak pernah ia merasakan ataupun mengetahui hal ini.
ingatannya mengeani buku berkah pengetahuan surga juga tidak memiliki informasi
yang cukup.
“Nampaknya surga menyembunyikan lebih banyak hal
dibandingkan yang ia berikan padaku” gumamnya. Pernyataan itu sebenarnya sangat
cocok dengan kondisinya kini. Hanya surga yang mampu menjelaskan tentang
bagaimana ia dapat berhasil melakukan roda kelahiran kembali.
Namun sekarang ini menurutnya sangat sia- sia untuk
memikirkannya, jelas dengan kekuatannya saat ini ia tidak dapat melakukan
apapun untuk kehidupan masa lalunya dan juga bahkan untuk kehidupannya kedepan.
Bibi tua tidak lagi menemani mereka berdua, setelah beberapa
kata ia akhirnya pamit untuk pulang. Ibu Zhen, Yuan tidak lupa mengucapkan
terimakasih atas jasa bibi tua dan berjanji akan mengunjunginya tidak lama
setelah ini.
Zhen Yuan juga mengucapkan terimakasih pada bibi tua, dengan
usahanya mungkin ia lebih sulit untuk menjelaskan semuanya pada ibunya.
“Yuan kecil, kau jaga diri baik- baik yah. Ingat dewa
menolongmu tiga tahun yang lalu namun belum tentu ia akan menolongmu lain
kali.” Ucap bibi tua sambil mencubit pipi tembem Yuan dengan sedikit keras hingga
membuat Zhen Yuan meringis kesakitan.
“Bibi, sakit!” Zhen Yuan mengusap pipinya yang telah
memerah.
Ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, sedikit
terhibur dengan kelakukan Yuan. Kesedihannya kini sudah tercabut bagaikan
mencabut sebuah duri yang telah tertanam dalam sebuah daging bertahun- tahun. Ia
merasa sangat legah dan bahagia.
Namun sang dewa sepertinya tidak mengizinkan mereka
berbahagia cukup lama, suara langkah kaki terdengar bersahut- sahutan diluar
dengan menerobos masuk. Dari pintu depan lima orang dewasa berdiri dengan
waspada, dari sanalah sumber langkah kaki tersebut.
Zhen Yuan tentunya mengenali mereka berlima begitupula
dengan ibunya. Mereka berlima memasang ekspresi serius. Empat diantara mereka
merupakan tetua terhormat dari desa Cenglou dan seorang yang lebih tua
merupakan sang kepala desa, Cenglou Ye.
Diantara tetua terhormat, ayah Yuan, Zhen Shi juga disana. ia
memiliki ekspresi serius namun dengan wajah yang berbinar- binar. Ia juga
merupakan orang yang pertama maju dan berbicara kepada mereka berdua.
“Istriku... apakah berita itu benar?” pandangan Zhen Shi
kemudian jatuh pada seorang bocah yang berada di dalam pelukan istrinya. Bocah
itu terasa sangat familiar baginya dan terdapat rasa kehangatan yang tiada tara
serta kelegaan yang besar ketika memandangnya.
“Apakah putra kita, Zhen Yuan kembali?” Zhen Shi kembali
bertanya namun pandangannya masih menatap lekat pada Zhen Yuan.
Keempat orang yang berada di belakangnya juga ikut maju
memastikan. Mereka sejujurnya sangat terkejut mendengar berita tersebut. Mereka
sebelumnya tengah berdebat sengit mengenai peraturan dan tata cara kontes bakat
yang akan diadakan 3 tahun kedepan.
Lalu seorang pria paruh baya terburu- buru masuk dan menyela
mereka. Pria itu mengakui identitasnya sebagai salah seorang budak dari bibi
tua, kerabat dari Zhen Shi. Yang lebih parah dari pria itu adalah informasi
yang ia bawa kepada mereka.
Pria itu memberitahukan kepada mereka terkhususnya Zhen Shi
bahwa putranya, Zhen Yuan telah kembali dengan selamat setelah 3 tahun hilang
tanpa status yang pasti. Inilah yang membuat seakan kilat menyambar dilangit
yang kosong.
Mereka semua mengetahui bahwa Zhen Yuan adalah satu- satunya
korban dari pemilihan kandidat pengurus desa tinggi 3 tahun yang lalu. Mayatnya
hilang ditelan jurang yang tidak terbendung dalamnya.
Bahkan sang kepala desa sangat pesimis jika ia berada di
posisi Zhen Yuan ketika jatuh. Apalagi Zhen Yuan barulah bocah 7 tahun dengan
kultivasi terendah.
Mereka berlima buru- buru mendatangi rumah Zhen Shi dan
menyaksikan sendiri kebenaran informasi tersebut. Dan memanglah disepanjang
jalan telah tersiar kabar yang mengagumkan seperti itu membuat mereka semakin
tidak percaya.
Barulah ketika mereka melihat dengan mata kepala mereka
sendiri, seorang bocah yang sangat mirip dengan keperawakan Zhen Yuan berdiri
dalam rangkulan hangat ibundanya. Diantara keempatnya, kepala Desa memancarkan
rasa kekaguman yang sangat begitupula dengan sosok pria muda yang bernama Hu
Ming yang juga merupakan tetua terhormat.
Walau begitu, kedua tetua lainnya merasa sangat kecewa dan
juga terlihat gelisah. Seakan tidak menerima berita ini dan menentangnya. Mereka
berdua dikenal sebagai tetua terhormat yang juga tidak kalah dengan eksistensi
sang kepala Desa dan Zhen Shi. Tetua Yan men dan tetua Yan yu. Keduanya
bersaudara dan juga memiliki sifat dan ambisi yang sama.
“Istriku, apakah benar dia adalah Zhen Yuan kita?” kini Zhen
Shi tidak lagi berkata pelan, nadanya terlihat sangat bahagia dan menunjuk
kearah Zhen Yuan.
Yuan mengangguk pelan. “Sayang, Yuan kecil kita kembali!”
ucapnya sambil meneteskan air matanya. Zhen Yuan disisi lain beralih ke ayahnya
lalu mereka berdua berpelukan. Zhen Shi sangat bahagia hingga bergumam tidak
jelas.
“Ayah minta maaf karena tidak dapat melindungi Yuan saat
itu, maafkan ayah” Zhen Shi juga ikut terisak bersama istrinya. Mereka
bertigapun kembali berpelukan bagaikan keluarga yang sangat bahagia.
Sang kepala desa berubah menjadi terharu, disisi lain Tetua
Yan Men merasa mereka bertiga terlalu dramatis dan melebih- lebihkan.
“Kepala desa, tetua Zhen, kita tidak boleh terlalu seperti
ini dulu. kebenaran belum sepenuhnya terbukti” Yan men memulai.
“Apa maksudmu tetua Yan pertama?” tetua Hu Ming datang
menyela, ia memiliki hubungan yang dekat dengan tetua Zhen dan telah menjadi
sahabat karib. Tentulah ia tidak ingin kebahagian temannya terganggu oleh
sebuah parasit.
Hu Ming adalah seorang sarjana terpelajar, ia tentu sangat
menyadari mengenai konflik antara Zhen Shi dan kedua tetua Yan. Serta beberapa
masalah dengan kepala desa Cenglou Ye. Zhen Shi terutama sangat loyal pada
kepala desa sehingga kepala desa sangat memperdulikannya.
Tetua Yan terlihat sangat cemburu dengan itu sehingga
beberapa kali konflik dan masalah menimpa Zhen Shi maupun kepala desa karena
dalang kedua tetua Yan. Namun ia belum dapat ikut campur karena kekuatannya
merupakan yang terlemah diantara mereka berlima dan juga prestisenya yang
terlalu minim.
Ia hanya sesekali mengganggu rencana tetua Yan ketika
melibatkan banyak orang dan kerugian yang besar. Sampai puncaknya pada putaran
final pemilihan tetua baru di desa 3 tahun yang lalu. Satu- satunya kesalahan
yang luput dari perhatian Hu Ming adalah hal tersebut yang menyebabkan
kehilangan penerus utama dari teman dekatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 473 Episodes
Comments
Entis Sutisna
Wow ternyata ada komplik juga didesa Chenglao yah...lanjuuut..💪💪
2024-05-15
0
shadow life
top
2023-11-25
0
"@Lv
#mantulauthor
2023-07-14
1