Zhen Yuan akhirnya tiba di depan sebuah rumah yang sedikit
besar untuk ukuran rumah orang kampung. Dipagari dengan bata yang mengelilingi
rumah tersebut serta sebuah pintu kayu berukuran cukup besar disana.
Bibi tua menarik Zhen ketika membuka pintu kayu. Sekilas
terdapat perbedaan antara di dalam maupun diluar. Udara di dalam sangatlah
sejuk karena di penuhi oleh berbagai tanaman bunga yang tumbuh teratur di
halaman. Berbagai macam warna serta bentuk menjadikan halaman rumah tersebut
sangatlah indah.
Zhen mengingat bahwa ibunya memiliki sifat penyayang dan
hobi merawat tanaman. Sebab itu tidak heran halaman rumahnya dipenuhi oleh
berbagai macam bunga. Selain itu dulu Yuan kecil sering membantu ibunya untuk
merawat seluruh bunga.
Namun diantara beberapa yang mekar dengan sempurna, pada
petak lain terdapat belasan bunga yang terlihat kering dan layu. Ia terlihat
tidak terawat dan tumbuh dengan liar sampai beberapa sulur mulai merambat pada
tembok rumah.
“Ibumu sekarang ini sudah sering sakit- sakitan hingga
beberapa bulan belakangan bunganya tidak sering ia rawat seperti dulu.”
Zhen Yuan segera menyadari beberapa diantara bunga yang
tumbuh liar dan layu tersebut merupakan jenis tanaman roh yang membantu
pertumbuhan para pembudidaya Qi sejati.
Sehari yang lalu Zhen Yuan masih khawatir perkembangannya
sebagai kultivator sedikit terhambat karena tipisnya roh dan Qi dalam udara.
Namun kini ia baru saja mengingat sebuah cara untuk mengembangkan dan
meningkatkan pembudidaya ranah Qi khususnya Qi Sejati.
“Bunga Dark Qi dan Serbuk dari Qi Grass dapat dibuat sebagai
sebuah obat untuk meningkatkan pembudidaya Qi Master sebanyak 30%, Qi Maju 50%
dan Qi Sejati 90%” Zhen segera mengambilkan seember air yang berada pada sebuah
sumur tua disana lalu mulai menyirami tanaman tersebut.
Ia berharap agar bunga Dark Qi dan Qi Grass dapat kembali
tumbuh dengan baik. Setelah itu ia akan meraciknya menjadi ratusan pil yang
cukup baginya untuk mencapai tingkat Qi Master dalam waktu 2 tahun. Sungguh
keberuntungan dari surga kepada Zhen Yuan.
“Hehehe, kau baru saja sampai tapi sudah mengkhawatirkan
bunga- bunga. Ayo kita lihat ibumu dulu didalam baru setelah itu kau dapat
dengan puas merawat tanaman itu semua.” Bibi tua terkekeh melihat tingkah Zhen
Yuan.
Bibi tua tentu tidak mengetahui maksud sebenarnya dari Zhen
Yuan, jika saja ia mengetahui yang sebenarnya maka mungkin ia akan jatuh
pingsan.
Menurut Zhen Yuan, hanya dirinya yang mengetahui nama maupun
kegunaan dari tanaman ini. para warga desa Cenglou tidak cukup beruntung
mengetahuinya sebab cara pengelolaan dan peracikannya hanya berada dalam buku
berkah pengetahuan surgawi yang diperoleh oleh Xiao Yuan seorang.
Dalam kehidupan masa lalunya, Xiao Yuan adalah seorang dewa
yang serba bisa. Ia merupakan dewa yang menguasai beladiri namun disisi lain ia
juga memahami pengobatan dan juga formasi. Selain itu ia juga menguasai jimat dan
penguasaan binatang. Ia juga merupakan tokoh penting yang mengerti tentang
politik dan pengetahuan umum.
Zhen Yuan terkesiap mendengar kekehan bibinya. Ia baru saja
kembali sehingga cukup aneh baginya untuk segera membahas hal- hal yang mereka
tidak ketahui. Ada baiknya Zhen Yuan menjelaskan kepada mereka secara perlahan
tentunya selain dengan kehidupan masa lalu dan roda kelahiran kembali.
Zhen Yuan merapikan pakaiannya yang berlumuran tanah lalu kembali
berjalan mendekati bibi tua. Ia memasang senyum lebar ketika melihat pintu
rumah terbuka menampilkan sesosok wanita putih dengan rambut hitam lebat
terurai panjang. Wanita itu terlihat sangat cantik jika saja tubuhnya cukup
berisi namun apalah daya wajah yang pucat serta wajahnya terlihat sedikit lebih
tua daripada umurnya. Hanya warna biru yang terdapat pada bola matanya yang
memancarkan energi positif.
“Kakak? Ada hal apa kau kemari?” wanita itu menyapa bibi tua
dengan nada yang seramah mungkin. Senyumnya sedikit terlihat pada wajahnya yang
pucat. Keberadaan Zhen Yuan sama sekali belum ia perhatikan.
Entah mengapa terdapat rasa hangat ketika melihat wanita tua
itu, hati Zhen Yuan seakan berbunga- bunga namun disisi lain terasa sangat
sedih ketika wanita itu tidak melihatnya sedikitpun. Dengan cepat ia dapat
mengingat bahwa wanita itu adalah ibunya.
“Adik Yuan, kau terlihat tidak baik. Kenapa? Apa penyakitmu
kembali?” bibi tua segera memegang kedua tangan wanita itu. Terlihat ia sangat
cemas pada wanita yang telah ia anggap sebagai adiknya sendiri.
Zhen Yuan melihat hal tersebut sangat tersentuh, ia tentu
sebagai seorang perwujudan dewa melihat dengan jelas hubungan yang erat namun
tak terlihat antara keduanya.
Yuan menggeleng pelan sambil mempertahankan senyumnya. Ia
melihat Bibi tua sekali lagi, saat itulah ia melihat seorang anak berumur 10
tahun di sebelahnya. Anak tersebut terasa sangat familiar baginya serta ia
merasa terdapat hubungan batin yang sangat mendalam antara keduanya.
Saling tatap, mereka berdua segera terdiam beberapa saat.
Yuan tertegun, wajah yang berada di dalam benaknya mulai terbayang kembali.
Wajah yang selama ini ia pendam selama 3 tahun dengan kesedihan yang tak
berujung kini dengan sebuah keajaiban seolah kembali terpampang di hadapannya.
Wajah tersebut tidak lain adalah Zhen Yuan. Tentunya ia
beberapa kali telah bermimpi bertemu dengan Zhen Yuan namun kali ini ia tidak
menyangka mimpinya akan menjadi kenyataan.
Yuan menepuk pipinya tiga kali berusaha menyadarkan dirinya
namun sosok dihadapannya tidak kunjung hilang seperti dalam mimpi. Dengan suara
yang gagap, Yuan menanyakan sosok tersebut pada Bibi tua.
“Benar itu adalah Yuan kecil. Ia rupanya selamat. Yuan kecil
kita dilindungi oleh sang dewa itu sendiri!” seru Bibi tua menyadarkan Yuan.
“A..apa kau Yuanku? Yuan kecilku...?” Zhen Yuan tidak
memiliki alasan untuk menolak. Ia mengangguk perlahan sambil mengumamkan sebuah
kata kecil. “Ibu..”
Yuan terisak, ia memeluk anaknya itu dengan penuh semangat
dan kasih sayang. Air matanya tumpah seketika pelukannya terbalaskan. Kasih
sayang yang besar, bibi tua sampai kembali meneteskan air matanya melihat
pertemuan ibu dan anak yang telah terpisahkan tiga tahun lamanya tanpa kabar
dan kondisi yang jelas.
“Yuan anakku... kau selamat nak! Kau selamat!”
“Dewa terimakasih, terimakasih dewa!”
Berbagai ucapan dan pujian mulai berhambur dari mulut Yuan.
Ia tentu sangat bersyukur telah dipertemukan dan disatukan kembali oleh anak
satu- satunya dan yang sangat ia sayangi.
Saking senangnya raut wajah yang semula pucat mulai kembali
berwarna. Yuan juga telah tersenyum seperti biasanya sehingga menambah
kecantikannya walau telah berumur lebih dari 35 tahun.
“ekhem.. apa kita akan terus berada diluar? Kakiku sedikit
sakit setelah sekian lama berdiri” sela bibi tua melemparkan sebuah lelucon
pada keduanya.
“Kakak! Kau selalu mengganggu setiap momen terbaikku” rajuk
Yuan setelah melepaskan pelukannya.
“Itu salahmu sendiri! Kau sungguh tidak menghormati tamumu”
Bibi tua kembali bercanda.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 473 Episodes
Comments
Entis Sutisna
Wow...terharu sekali pertemuan anak dan ibu setelah 3 tahun dinyatakan mati....😭😭
Lanjuuuut....💪💪
2024-05-15
0
Abbie Jard
🤣🤣🤣
2tahun cm naik 1 tingkat kalau iya berkultivasi koplak mu ndi thoooorrrr🤣🤣
2024-03-24
0
Nogo Boy
gak nengok ibunya yg sedang sakit dulu malah siram2 tanaman,gimana sih ni anak?/Shy/
2024-01-11
0