Skakmat Kaivan

Archie benar-benar diperlakukan baik oleh kedua mertuanya, hal itu benar-benar tidak disangka oleh Archiena sendiri.

Berkali-kali Archiena berusaha untuk bicara dengan suaminya, namun tak diberikan kesempatan, sampai akhirnya ia memilih untuk bicara nanti saja setelah mereka sampai di rumah.

"Setelah menikah jadi kamu mau bekerja?" Tanya mama Fia dengan lembut.

Archiena menganggukkan kepalanya. "Iya, Ma. Om Kaivan juga kasih aku izin." Jawab Archie.

"Kok gitu, dimana-mana wanita yang sudah menikah itu harus fokus mengurus rumah tangga." Risa tiba-tiba bicara, nada bicaranya terdengar tidak bersahabat.

"Dengan kamu bekerja, itu sama saja kamu menghina Kaivan, adikku seakan tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu sampai-sampai istrinya harus bekerja." Tambah Risa dengan sedikit sewot.

"Benar itu, Archie. Seharusnya kamu diam saja di rumah, seperti Adinda." Anto ikut menimpali dan setuju dengan ucapan istrinya.

Archie hendak menyahut, namun Risa dan keluarganya tak memberinya kesempatan.

"Benar kata papa dan mama, kamu seharusnya bisa tahu jika wanita yang sudah menikah itu wajib diam di rumah dan bukan bekerja." Aditya bicara dengan suara yang lebih lembut.

"Iya, Mbak. Kita harus tahu jika suami kita mampu memenuhi kebutuhan rumah dan kebutuhan kita, ada baiknya kita di rumah saja." Adinda bicara dengan sok bijak.

Archie menatap Adinda dengan sorot mata yang malas, demi Tuhan ia malas menimpali ucapan Aditya dan Adinda. Pasangan suami istri yang menikah setelah mengkhianatinya bertahun-tahun.

"Aku bekerja bukan karena om Kaivan nggak bisa penuhi kebutuhan aku, Tante. Aku bekerja agar ilmu yang selama ini aku dapatkan bisa bermanfaat untuk banyak orang." Ucap Archiena dengan lembut dan sopan.

"Lagipula suami aku setuju aku bekerja, dia tidak masalah aku bekerja asal tidak lupa pada tugasku sebagai istri. Aku yakin jika diri aku bisa melakukan kedua-duanya." Tambah Archie dengan yakin.

Mama Fia tersenyum mendengar ucapan menantunya, ia mengusap kepala Archiena lalu manggut-manggut.

"Mama setuju dengan ucapan Adinda, dan Aditya, tapi mama lebih setuju sama ucapan Archie dan keputusan Kaivan." Kata mama Fia.

"Archie sekolah tinggi bukan untuk duduk diam di rumah saja, tapi dia juga harus bisa memanfaatkan ilmu nya untuk orang lain." Tambah mama Fia.

"Papa juga setuju dengan ucapan Archie, jadi tidak masalah karena Archie sendiri pun mengaku sanggup untuk bekerja dan melaksanakan tugasnya sebagai istri." Papa Jefry ikut membela menantu termudanya.

Archie tersenyum senang mendapat pembelaan dari mertuanya, ia lalu menatap Kaivan yang hanya memasang wajah datarnya. Tidak ada ekspresi yang tercipta di sana.

Senyuman Archie perlahan memudar, entah mengapa ia berharap Kaivan juga bisa tersenyum seperti mertuanya.

Risa mengepalkan tangannya mendengar jika kedua orang tuanya membela Archie. Ia sudah cukup marah karena sang mama yang ia harapkan tak menerima Archie, justru malah sebaliknya.

Risa tidak terima, ia tidak suka jika Archie mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

"Umur Archie itu masih muda, Ma. Jika dia bekerja, pasti pikirannya akan labil sekali. Jarak usianya dengan Kaivan cukup jauh." Risa kembali menyalakan api.

"Sudahlah, Risa. Papa yakin jika Archie akan membuktikan ucapannya." Papa Jefry menimpali dengan kata-kata yang lembut.

"Sudah-sudah, ayo kita makan malam." Ajak Anto pada semuanya, ia sudah tidak mau bicara lagi karena mertuanya terus membela menantu baru.

Semua orang pun beranjak menuju meja makan. Kaivan melangkah di samping sang papa yang mengajaknya bicara, sehingga ia tak memperhatikan istrinya.

Ketika Archie ingin menyusul mertuanya, tiba-tiba saja tangannya di pegang oleh seseorang. Archie menoleh dan langsung menepis tangan Adinda.

"Mbak pasti senang kan melihat semua orang membela mbak?" Tanya Adinda dengan kesal.

"Tidak semua orang, hanya mertua dan suami mbak." Jawab Archiena. "Walaupun begitu, tapi mbak bersyukur." Tambah Archiena lagi.

Adinda melipat tangannya di dada, ia memperhatikan penampilan kakaknya itu yang tidak berubah sama sekali.

"Aku tahu, Mbak. Mbak pasti menderita kan menikah dengan om Kaivan, pria yang nggak mbak cintai?" Tebak Adinda dengan senyuman jahat.

"Mbak masih mencintai kak Adit kan? Suami aku?" Tambah Adinda.

"Berhenti bicara omong kosong, Dinda. Walaupun mbak dan om Kaivan menikah tanpa cinta, tapi bukan berarti mbak masih menyimpan perasaan untuk suami kamu itu!" Sahut Archiena dengan lantang.

Archie menepuk bahu adiknya. "Mbak nggak mau berurusan sama kamu lagi, jadi jangan pernah ikut campur atau mengganggu mbak lagi." Kata Archie lalu pergi meninggalkan adiknya begitu saja.

Adinda mendengus, ia menghentakkan kakinya dengan kesal. Dengan makan malam ini, Adinda berharap jika kakaknya itu akan di marahi dan dibenci kakek dan neneknya Aditya, namun ternyata ia salah.

Kakaknya itu malah terlihat sangat disayangi oleh mertuanya.

Adinda pun menyusul kakaknya ke meja makan, sampai disana ia yang hendak duduk langsung dicegah oleh Risa.

"Layani mama Fia dan Aditya, buat diri kamu terlihat baik." Bisik Risa pada menantunya itu.

Adinda mengangguk, ia pun menatap mama Fia.

"Oma, biar aku yang ambilkan makanan nya ya." Ucap Adinda dengan wajah dibuat semanis mungkin.

"Tidak usah, saya bisa ambil sendiri. Kamu duduk saja dan makan." Tolak mama Fia.

"Kalau begitu kamu aja ya yang aku ambilkan, aku mau jadi istri yang berbakti sama suami." Ucap Adinda pada suaminya.

"Iya, Sayang." Balas Aditya mengangguk, mengizinkan istrinya.

Archie yang melihat itu lantas menoleh ke arah Kaivan, ia tidak melayani suaminya dan justru malah langsung duduk.

Archie hendak bangkit, namun Kaivan memegang tangannya dan mencegahnya untuk bangun.

"Biarkan aku juga melayani om." Bisik Archiena.

Kaivan menatap Archie, tatapan yang begitu dingin bahkan terasa bisa membuat gadis itu beku.

"Kai, ada apa?" Papa Jefry tiba-tiba menegur.

"Tidak apa-apa, Pa. Archie mau melayaniku, tapi aku katakan padanya tidak perlu. Aku masih bisa mengambil makananku sendiri." Jawab Kaivan dengan jujur.

"Kai, istri mengambilkan suami makan itu adalah kewajiban." Risa bicara, sembari melirik Archie tajam.

"Lalu apa istri mas Anto itu bibi?" Tanya Kaivan.

"Kenapa kamu bicara begitu?" Tanya Risa kaget.

"Sejak tadi bi Nina yang melayani mas Anto, dan bukan mbak. Jadi aku berpikir jika istri mas Anto itu bibi." Jawab Kaivan dengan enteng.

Mama Fia dan papa Jefry sama-sama tertawa, sementara wajah Risa langsung merah mendengar ucapan adiknya.

"Lanjutkan makan malam kamu, Archie." Tutur Kaivan tanpa menatap gadis itu.

Archie menganggukkan kepalanya, ia nurut saja dan langsung menyantap makan malam nya. Kaivan itu benar-benar tidak bisa di tebak, kata-katanya pun seakan tak memikirkan perasaan orang.

RASAKAN KAU RISA, HAHAHA 🤣

Bersambung...........................

Terpopuler

Comments

istripak@min

istripak@min

wkwkwkkw

2024-08-30

0

Moerd Maksum

Moerd Maksum

keivan jangan terlalu dibuat kaku kaya kanebo kering thor kl dg istri, JD aneh dia yg mau nikahin dia yg berulah

2024-08-11

0

Radhia Carla

Radhia Carla

Kayanya papanya adit udah jadian sama bibi nih

2024-06-03

0

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!