Kebenaran yang terungkap

Archie tersenyum manis kepada mama dan calon mertuanya, kini gadis itu sudah bersiap untuk melangkah keluar kamar dan pergi menuju tempat akad akan dilangsungkan.

Archie benar-benar tidak menghilangkan senyumannya ketika lift semakin turun ke lantai tujuannya, yaitu lantai paling bawah dimana ballroom berada.

Sampai di lantai bawah, Archie hendak dibawa oleh kedua mamanya ke salah satu ruangan yang akan menjadi tempat Archie menunggu sampai akad selesai.

Sebelum sampai di ruangan tersebut, tiba-tiba Kaivan datang dan menghampiri mereka.

"Kak, bisa aku bicara dengan dia." Ucap Kaivan pada kakaknya.

"Archie?" Tanya Risa, pasalnya Kaivan tidak menyebutkan nama sama sekali.

"Kakak ipar pun memanggil, ada beberapa tamu yang menanyakan keberadaan kakak." Tambah Kaivan.

"Sudah, kamu pergi saja ke dalam. Aku akan temani Archie disini," tutur Gita pada besannya.

Risa pun menganggukkan kepalanya, ia pergi meninggalkan tempat itu untuk masuk ke tempat akad akan dilangsungkan.

"Apa yang ingin om bicarakan?" Tanya Archie pada Kaivan.

"Bisa kalian ikut dengan saya sebentar?" Ajak Kaivan pada Archie dan Gita.

Archie dan Gita saling pandang, mereka berdua pun menganggukkan kepalanya. Keduanya mengikuti langkah Kaivan yang masuk ke dalam ruangan disana.

Kaivan mengeluarkan ponselnya, ia lalu menunjukkan sebuah foto pada Archie dan Gita. Foto dimana ada Aditya dan Adinda yang sedang berciuman di sebuah basement.

"Maaf karena saya telat memberitahukan ini, tapi daripada tidak sama sekali." Ucap Kaivan.

"Saya memergoki Aditya bermain belakang dengan adik kamu sendiri, Archie. Ini bukan pertama kalinya, setelah foto ini saya ambil, saya sering mengikuti mereka." Tambah Kaivan menjelaskan.

Archie menatap foto itu dengan perasaan hancur, perlahan gadis itu mundur dan jatuh terduduk di kursi yang ada di sana.

Air matanya meluruh, membasahi wajahnya yang sudah terpoles make-up. Hatinya hancur, melihat foto-foto dimana kekasih yang sangat ia cintai tengah bermesraan dengan adiknya sendiri.

"Archie …" Gita mendekati putrinya, ia memeluk tubuh putrinya dan berusaha untuk menguatkan nya.

Gita menatap Kaivan. "Kenapa anda baru memberitahukannya sekarang? Disaat akad nikah akan dilangsungkan sebentar lagi." Ucap Gita dengan suara yang bergetar.

Hati ibu mana yang tidak akan hancur dan merasa sedih melihat putrinya dikhianati oleh putrinya yang lain. Gita tidak menyangka jika Adinda, putri keduanya akan tega melakukan ini.

"Karena saya tidak bisa asal menuduh, Bu. Saya mencari bukti dan kebenarannya, sampai hari ini saya tahu jika Aditya menginap di rumah kalian saat kalian semua tidak ada di rumah kecuali Adinda." Jelas Kaivan, wajahnya begitu serius dan tidak ada ekspresi sama sekali.

Mendengar itu, Archie langsung menatap Kaivan dengan mata yang membelalak. Gadis itu berusaha untuk bangun meski seluruh tubuhnya terasa tak memiliki tulang.

"Om bilang apa? Aditya menginap di rumah?" Tanya Archie dan Kaivan menjawabnya dengan anggukan kepala.

Kaivan mengalihkan pandangannya sambil mengantongi kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Saya tidak memiliki tujuan apapun dengan memberitahu hal ini, saya hanya tidak mau mendukung keponakan saya yang salah." Ucap Kaivan.

"Ini masih belum terlambat, Archie. Silahkan putuskan apa langkah kamu selanjutnya, yang jelas saya sudah memberitahu kebenarannya." Tambah Kaivan lalu pergi dari ruangan itu.

Sepeninggalan Kaivan, Archie kembali terduduk dengan tangisan yang semakin pecah. Gadis itu memegangi dadanya yang terasa sesak.

Hari ini, tepat dihari yang paling ia nantikan dalam hidupnya, sebuah kenyataan terbongkar. Archie merasa menjadi gadis paling bodoh karena telah dikhianati oleh dua orang yang paling ia percayai dalam hidupnya.

"Hiks … sakit, Ma. Kenapa mereka tega melakukan ini, Ma." Lirih Archie.

Gita mendekati, ia menyeka air mata putrinya lalu menangkup wajahnya yang cantik.

"Mama akan hentikan pernikahan ini, mama nggak mau kamu menikah dengan pria seperti Aditya." Tegas Gita lalu pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan Archie seorang diri.

Archie semakin menangis, ia turun dari kursi dan terduduk di lantai dengan tangisnya yang semakin tak terkendali.

Sementara itu Gita, ia mendekati suami dan calon besannya. Ada Kaivan dan Adinda juga, sementara Aditya sudah duduk di kursi pelaminan.

"Aku mau bicara pad kalian semua, termasuk Aditya." Ucap Gita tanpa membuang waktu.

"Ma, ada apa? Archie mana?" Tanya Dito pada istrinya.

"Pa, aku mau bicara pada kalian semua. Aku akan menjelaskan semuanya!" Jawab Gita dengan nafas yang tersengal-sengal.

Kaivan menghela nafas, ia bangkit dari duduknya diikuti oleh semua orang. Adinda pun tampak biasa saja, seperti tidak memiliki masalah dalam hidupnya.

Risa memanggil putranya dan membawanya pergi dari sana untuk mengikuti langkah Gita. Para tamu pun tampak bertanya-tanya melihat keluarga kedua mempelai pergi meninggalkan area pernikahan.

Sampai di ruangan dimana Archie berada, semua orang tampak terkejut melihat keadaan gadis itu yang benar-benar memprihatinkan. Wajahnya basah penuh air mata, dan terduduk di lantai.

"Archie!!" Dito langsung mendekati putrinya.

Tangisan Archie semakin pecah dalam pelukan sang papa, pria yang menjadi cinta pertama dalam hidupnya.

"Archie, ada apa sayang? Apa yang terjadi, Nak?" Tanya Dito lagi.

Archie tidak menjawab, hanya tangisan yang terdengar dari bibirnya.

"Ada apa dengan Archie? Bukankah tadi dia baik-baik saja?" Tanya Risa pada Gita.

Aditya mendekat. "Sayang, kamu kenapa?" Tanya Aditya.

Pria itu hendak menyentuh Archie, namun Gita buru-buru menepis tangan pria itu.

"Jangan sentuh anak saya, pria brengsekk!" Ucap Gita dengan umpatan.

"Tante …" Aditya terkejut mendapat perlakuan seperti itu dari calon ibu mertuanya.

"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Anto kebingungan.

Archie melepaskan pelukannya sang papa, lalu gadis itu bangkit dari duduknya. Ia menatap Aditya dan Adinda bergantian lalu fokus menatap adiknya.

"Kenapa, Dinda? Kenapa kamu tega sama Mbak?" Tanya Archie dengan lirih.

"Mbak ngomong apa sih, nggak jelas banget." Ketus Adinda, tangannya terlipat di dada.

Gita mendekat, ia langsung melayangkan tamparan di wajah putri keduanya itu sampai hampir tersungkur.

"Kamu masih bertanya, sedangkan kamu sudah berselingkuh dengan calon suami kakak kamu, Adinda!!" Teriak Gita, meluapkan rasa panas di dadanya.

Semua orang terkejut mendengar ucapan Gita, kecuali Kaivan dan juga Archie yang malah semakin mengeluarkan air mata kesedihannya.

Aditya terutama, ia benar-benar syok ketika mendengar bahwa perselingkuhannya diketahui oleh calon ibu mertuanya.

"T-tante bicara apa? Aku dan Adinda?" Tanya Aditya, tetap berusaha untuk menyangkal.

"Diam kamu!" Bentak Gita.

"Ma, ada apa ini? Jelaskan pada papa." Pinta Dito pada istrinya.

Gita pun menjelaskan semuanya, mulai dari Kaivan yang memberitahukan kebenaran ini, lengkap dengan bukti-buktinya.

Selesai Gita menjelaskan, Dito langsung melayangkan tinjunya ke wajah Aditya sampai pria itu tersungkur ke lantai.

"Dito, berani sekali kau memukul putraku!!" Anto tidak terima melihat putranya dipukul.

"Lalu aku harus apa ketika putriku disakiti hah! Putramu ini benar-benar menjijikan!" Sahut Dito dengan bentakan.

"Anda tidak bisa menyalahkan Aditya saja, pasti putri kalian yang menggoda Aditya." Risa menyahut dan menyalahkan Adinda.

Dito mengepalkan tangannya. "Terserah, tapi yang jelas pernikahan ini batal!" Putus Dito.

Ucapan itu membuat Archie langsung memeluk sang mama, kembali menangis keras dalam pelukan ibu kandungnya.

"Baik, kami pun tidak sudi menikahkan putra kami dengan keluarga seperti kalian." Balas Risa tegas.

"Kaivan, Aditya. Ayo kita pulang!" Ajak Risa pada adik dan juga putranya.

"Silahkan nikmati rasa malumu, Dito." Ucap Anto dengan kesal dan nada mengejek.

Dito mengepalkan tangannya, namun lebih baik ia menanggung malu daripada membiarkan putrinya menikah dengan pria seperti Aditya.

"Papa, maafin aku." Ucap Archie. Gadis itu tidak bersalah, namun tetap meminta maaf.

"Nggak, Sayang. Lebih baik papa malu, daripada kamu menikahi pria sepertinya. Lagipula papa sudah lama dibuat malu dengan tingkah Adinda." Sahut Dito lalu menatap Adinda dengan tajam.

Adinda berusaha menahan air matanya, ia benar-benar terpojokkan dan Aditya tidak membelanya sama sekali.

"Ayo kita pulang!" Ajak Risa.

"Tidak, Kak." Kaivan menolak, lengkap dengan gelengan kepala.

"Tidak apa maksud kamu, kita sudah tidak ada urusan dengan mereka." Ucap Anto pada adik iparnya.

Kaivan tidak mempedulikan ucapan kakak dan kakak iparnya, ia malah mendekati Archie yang masih menangis dalam pelukan papanya.

"Kamu jangan khawatir, Archiena. Saya yang akan menikahi kamu." Ucap Kaivan dengan tenang, namun terdengar lantang.

Semua orang menatap terkejut ke arah Kaivan, terutama keluarganya. Ucapan Kaivan barusan berhasil membuat mereka terdiam dengan mata yang membelalak.

"Kaivan, apa-apaan kamu." Tegur Risa.

"Aku akan menikahi Archiena, Kak. Keluarganya tidak pantas menanggung malu karena ulah Aditya." Sahut Kaivan tanpa menatap kakaknya.

Sementara Archie, gadis itu menatap Kaivan dengan mata yang masih setia meneteskan air mata. Ia tidak menyangka jika om dari kekasihnya akan mau mengucapkan kalimat seperti tadi.

"Om Kaivan??"

KOMEN, LIKE DAN RATE DI TUNGGU SAYANG-SAYANGKU 😚

Bersambung............................

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

aselole

2025-02-26

0

Royaci Uci

Royaci Uci

seru

2024-10-10

0

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

asyik,seru ne,,,,,jadi nikah😜

2024-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!