Tidak berharap

Setelah menginap di hotel Kaivan dan Archiena pun bersiap-siap untuk pulang. Sebelum ikut suaminya, Archie akan pulang ke rumahnya dulu untuk mengambil barang-barang miliknya.

Tidak ada yang terjadi semalam, mereka benar-benar tidur dan bangun di pagi hari. Sejujurnya Archie cukup senang karena Kaivan tidak memaksanya untuk melakukan malam pertama.

Keduanya pun sarapan di kamar karena Kaivan ada sedikit pekerjaan yang membuatnya tidak bisa makan di restoran bawah.

Kaivan sudah menyelesaikan sarapannya, sementara Archiena masih belum. Gadis itu masih makan sambil sesekali melirik suaminya.

"Om Kaivan pria yang sibuk, dia pasti juga banyak disukai wanita karena parasnya. Kekasihnya juga pasti cantik." Batin Archiena sambil menatap Kaivan.

Tiba-tiba Kaivan mengalihkan pandangannya, membuat mata mereka bertabrakan. Archie buru-buru mengalihkan pandangannya.

"Kamu sudah selesai?" Tanya Kaivan.

"Belum, Om. Sebentar lagi." Jawab Archiena.

"Baiklah, saya keluar sebentar untuk mengangkat telepon." Kaivan bangkit dari duduknya lalu pergi keluar dari kamar.

Archie menatap kepergian suaminya dengan tatapan bingung dan penasaran, namun ia memilih untuk tidak terlalu ikut campur.

Kaivan sudah menolongnya di hari pernikahan, itu sudah lebih dari cukup. Archie tidak akan berharap apapun dengan pernikahan ini.

Gadis itu pun sudah menyelesaikan sarapannya, ia bangkit dari duduknya lalu merapikan kembali penampilannya sebelum pulang.

Tidak lama kemudian Kaivan kembali. Melihat Archie yang sudah selesai membuatnya mendekati gadis itu.

"Kita pulang sekarang ya? Saya akan antar kamu pulang ke rumah orang tua kamu untuk ambil barang-barang, akan saya jemput di sore harinya." Ucap Kaivan.

"Maksudnya aku menunggu di rumah mama, Om?" Tanya Archie.

"Iya, saya ada urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggal." Jawab Kaivan manggut-manggut.

Archie tersenyum, ia hanya menurut saja dan mengekor di belakang suaminya. Mereka pun pergi meninggalkan kamar hotel untuk pulang ke rumah.

Sampai di ground floor, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Aditya dan Adinda. Pasangan itu sepertinya baru selesai sarapan.

"Kalian sudah mau pulang?" Tanya Adinda menatap Archie dan Kaivan bergantian.

"Iya, mbak pulang sekarang." Jawab Archie.

"Membosankan sekali, pasti tidak enak kan menikah dengan orang yang tidak kita cintai?" Tanya Aditya tersenyum meremehkan.

Ucapan Aditya seakan ingin membuat Archie menyesali keputusannya yang membatalkan pernikahan mereka. Kini gadis itu malah menikahi om nya yang jauh lebih tua darinya.

"Terserah kamu mau bilang apa, Dit. Walaupun aku menikah dengan orang yang nggak aku cinta, tapi setidaknya om Kaivan menyelamatkan aku, bukan seperti kamu yang mempermalukanku." Sahut Archie dengan nada malas.

Adinda menatap Kaivan lalu melemparkan senyuman.

"Aku kan istrinya kak Adit, artinya om juga adalah om ku. Sebagai keponakan yang baik, aku ingin mengatakan bahwa mbakku adalah orang yang membosankan." Ucap Adinda sembari menatap sinis kakaknya.

"Pernikahan om dan mbakku pasti tidak akan lama, kenapa? Karena om tidak akan tahan dengan sikapnya yang membosankan itu." Tambah Adinda sambil terkekeh.

"Dinda, jaga ucapan kamu!" Tegur Archiena tidak suka.

"Kenapa? Mbak mau mengharapkan apa dari pernikahan tanpa cinta ini? Asal mbak tahu ya, sikap mbak itulah yang membuat kak Adit berpaling." Sahut Adinda dengan berani.

"Dan aku yakin, nantinya om Kaivan pun akan–" ucapan Adinda terhenti.

"Cukup!" Potong Kaivan yang sejak tadi hanya diam.

"Kita lihat saja pernikahan siapa yang akan bertahan, dan siapa yang hancur." Ucap Kaivan lagi sembari menatap Aditya dan Adinda bergantian.

"Lalu siapa yang akan berkhianat." Tambah Archie melirik Aditya.

Tidak mau membuat keributan, Archie dan Kaivan pun pergi dari sana. Keduanya melangkah ke arah lobby dimana mobil Kaivan sudah menunggu di sana.

Pasangan suami istri itu pun pergi meninggalkan area hotel menuju rumah orang tua Archiena.

"Rumah kamu dimana? Saya baru sekali datang ke rumahmu, dan saya lupa jalannya." Ucap Kaivan tanpa menatap Archie.

Archie menoleh dan menatap suaminya sebentar.

"Lurus saja, Om. Nanti ada pertigaan ke kanan." Kata Archiena memberikan arahan pada suaminya.

Kaivan mengikuti apa yang Archiena katakan, sampai tak terasa hampir satu jam mereka berada di perjalanan yang cukup macet itu.

Keduanya sampai di rumah orang tua Archie. Kaivan ikut masuk sebelum pergi, setidaknya ia harus pamit dengan kedua mertuanya.

"Assalamualaikum, Ma." Ucap Archie seraya melangkah masuk.

Tidak lama kemudian Gita dan Dito datang. Mereka tersenyum senang melihat kedatangan putri dan menantu mereka.

Archie dan Kaivan mencium punggung tangan Gita dan Dito bergantian.

"Ayo silahkan duduk." Tutur Gita mempersilahkan.

"Tidak, Ma. Saya buru-buru karena ada pekerjaan, saya akan jemput Archie sore." Sahut Kaivan menolak sopan.

Gita dan Dito saling pandang, mereka hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Baiklah, saya langsung pergi saja ya. Assalamualaikum, Ma, Pa." Pamit Kaivan kembali mencium punggung tangan kedua mertuanya, lalu keluar dari rumah mewah itu.

Archie mengejar suaminya. "Om." Panggil Archiena.

Kaivan menoleh. "Ada apa?" Tanya Kaivan bingung.

Archie memegang tangan Kaivan lalu mencium punggung tangannya.

"Hati-hati ya, Om." Ucap Archiena lembut.

Kaivan mematung sesaat, ia terkejut mendapat perlakuan seperti ini dari Archie. Terlihat sederhana, namun sangat bermakna.

Kaivan sampai tidak bisa berkata-kata dan langsung pergi meninggalkan rumah Archie dengan mengendarai mobilnya.

Archie menghela nafas, ia pun kembali masuk ke dalam rumah. Archie duduk di depan kedua orang tuanya.

"Kaivan bekerja di hari setelah pernikahannya?" Tanya Gita.

"Ma, pernikahan ini kan dadakan. Om Kaivan pasti nggak ada rencana liburan, karena yang dia tahu awalnya kemarin bukanlah hari penting." Jawab Archiena menjelaskan.

"Apa yang Archie katakan benar, Ma. Pernikahan dadakan, dan pekerjaan Kaivan tidak bisa asal mengambil libur. Mungkin saja pekerjaan hari ini sudah dijadwalkan sejak lama." Sahut Dito ikut menjelaskan pada sang istri.

Gita tersenyum sambil manggut-manggut, ia baru paham setelah mendengar penjelasan dari putri dan suaminya. Sebelumnya Gita cukup sedih karena mengira Kaivan enggan menghabiskan waktu bersama Archiena.

"Aku ke kamar ya, mau beresin barang supaya om Kaivan datang nanti, aku sudah selesai." Pamit Archie seraya bangkit dari duduknya.

Archie pun pergi ke kamarnya setelah mendapat anggukkan kepala dari kedua orang tuanya. Sebelum beres-beres, Archie mungkin akan tidur lagi karena tiba-tiba saja ia mengantuk kembali.

Archie tidak bertanya-tanya seperti sang mama tentang kepergian Kaivan, ia sudah mengatakan bahwa ia tidak akan terlalu ikut campur dalam urusan suaminya.

KAIVAN ITU GIMANA YA SIFATNYA???

Bersambung.........................

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

semoga Kaivan gak punya niat buruk sama Archie

2024-12-17

0

Royaci Uci

Royaci Uci

saya tidak sabar untuk tau bagaimana ahir ceritanya

2024-10-10

0

nene Situmorang

nene Situmorang

wahhh
mbak othor nya malah bertanya sama readers

2024-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!