Diterima

Archie benar-benar bersyukur karena interviewnya lancar. Awalnya ia sangat gugup, namun karena ia yakin jika dirinya akan berhasil, ia pun akhirnya berhasil.

Keputusan diterima atau tidak memang belum ada, tapi Archie diminta menunggu dan akan dipanggil kembali setelah jam makan siang.

Kenapa bisa lama sekali, karena peserta yang melamar pun sangat banyak. Ada rasa khawatir karena para pelamar lain yang mungkin saja memiliki kemampuan lebih darinya.

Jam menunjukkan pukul 12.30 siang, Archie memutuskan untuk makan siang bersama teman-teman pelamar lain.

Di antara puluhan pelamar yang tadi pagi Archie lihat, sekarang hanya tersisa 3 orang saja dan itu termasuk Archiena.

"Aku takut nggak diterima, dengar-dengar Presdir nya itu perfeksionis banget." Ucap seorang gadis berbaju putih itu.

"Benar, katanya Presdir nya nggak terima satu kesalahan pun makanya dia selektif pilih sekretaris." Yang satunya menyahut.

"Setiap perusahaan sudah pasti selektif dalam mencari karyawan, kita disini itu artinya adalah terbaik dari yang terbaik. Walaupun nanti cuma salah satu dari kita, tapi itu wajib disyukuri." Archie ikut menimpali dengan bijak.

Archie tidak tahu dirinya akan diterima atau tidak, namun ia sudah cukup bangga karena telah sampai pada titik ini.

"Kemungkinan besar setelah jam makan siang, yang interview kita lebih lanjut itu Presdir nya lho." Ucap si gadis berbaju putih tadi.

"Memang iya? Berarti bagus dong, karena disini kesempatan kita untuk tunjukkan kemampuan masing-masing." Sahut Archie tampak bersemangat.

Archie akan melakukannya dengan sungguh-sungguh, ia tak mau membuat kesalahan apalagi sampai tidak bisa menjawab pertanyaan dari interviewer nya.

"Yaudah ayo buruan bayar dan kita naik lagi." Ajak teman sesama pelamar.

Archie bersama dua orang gadis itu pun kembali memasuki gedung pencakar langit. Ketika sampai tadi, sejujurnya Archie bingung karena suaminya bilang perusahaan itu kecil.

Entah apanya yang kecil, gedung saja milik pribadi.

Archie sudah mencari tahu tentang perusahaan ini, tapi dia tidak menemukan struktur kepegawaiannya sehingga tidak tahu siapa Presdirnya.

Ketika ketiganya sampai di ruang interview tadi, benar saja satu persatu dari mereka langsung di panggil.

Namun dugaan teman pelamar Archie tadi salah, bukan Presdir yang mewawancarai mereka tetapi HR yang sama.

Archie mendapat giliran paling terakhir, dan ketika kedua temannya sama-sama selesai mereka tampak khawatir.

"Kenapa, kok sedih?" Tanya Archiena.

"Bukan sedih, tapi bingung." Jawab salah satu dari mereka.

Archie hendak menjawab, namun HR datang menghampiri Archie selaku peserta yang akan diwawancarai lebih lanjut.

"Anda akan diwawancarai langsung oleh Presdir kami, jadi mari ikut saja." Ajak wanita berbaju merah itu dengan sopan.

Archie menatap kedua teman pelamar lainnya yang juga menatapnya, ia bingung mengapa dia berbeda. Kedua gadis tadi di wawancarai oleh HR, sementara dirinya langsung oleh Presdir.

Archie mendadak gugup, ia memainkan jari-jarinya sambil terus melangkah mengikuti wanita yang menjabat sebagai HR perusahaan tersebut.

Ketika sampai di depan ruangan Presdir, Archie membaca papan nama yang tertempel di pintu ruangan tersebut.

"Presiden direktur, D'trax company. Kaivan Arsangga Diando." Batin Archiena.

Archie mengerutkan keningnya, ia mendadak lag dan tidak fokus usai membaca nama yang tertera di sana.

Kaivan Arsangga Diando, nama itu adalah nama yang sama dengan … suaminya.

"Silahkan langsung masuk, Mr Arsangga sudah menunggu." Tutur perempuan yang mengantar Archie.

Archie tersadar, ia mengangguk lalu menundukkan kepalanya dengan sopan.

"Baik, terima kasih Bu." Sahut Archie memberikan senyuman ramah.

Archiena mengetuk pintu ruangan tersebut, lalu membukanya perlahan. Gadis itu mulai melangkah masuk dan melihat seorang pria sedang bertelpon dengan posisi membelakangi.

Archie berusaha mengingat jas yang suaminya kenakan. Tidak, ia tidak bisa menebak karena pria dihadapannya hanya memakai kemeja saja.

"Saya telpon nanti." Ucap pria itu lalu menutup teleponnya.

Archie mendekati. "Selamat siang, Pak. Saya yang diminta datang untuk interview bersama anda." Ucap Archiena dengan sopan.

Pria itu tersenyum miring, ia lalu membalik badan sehingga bisa melihat calon sekretaris nya.

"Siang, silahkan duduk." Tutur pria itu yang tak lain adalah Kaivan.

Archie rasanya ingin menjerit saja, sejak semalam ia tidak menerka jika perusahaan tempatnya melamar adalah perusahaan yang sama dengan suaminya.

Dan yang membuat Archie kecewa pada dirinya sendiri adalah, ia tak tahu pekerjaan suaminya sendiri. Hari ini dia mengetahuinya namun bukan sebagai suami, tapi seorang Presdir.

Meski demikian, Archie tentu saja harus bersikap profesional. Terlebih lagi setelah dia mendengar jika Kaivan orang yang perfeksionis.

Archie tersenyum canggung. "Terima kasih, Pak." Ucap Archie lalu lekas duduk di kursi yang ada di hadapan Kaivan.

Kaivan mengambil map yang diyakini Archie sebagai dokumen data diri Archie ketika melamar, terlihat dari lembar CV yang dipegang Kaivan.

"Archiena Kinan Xeviola, apa kemampuan kamu sampai melamar menjadi sekretaris di perusahaan ini?" Tanya Kaivan dengan sorot mata yang tajam seperti biasanya.

Archiena menjawab dengan penuh percaya diri, menjelaskan dengan profesional dan pastinya lancar tanpa hambatan.

"Kamu sudah menikah?" Tanya Kaivan lagi setelah merasa puas dengan jawaban Archie.

Archie mendadak gugup, kenapa Kaivan harus bertanya hal ini padanya.

"Mohon maaf, Pak. Relevansi pertanyaan bapak dengan posisi yang saya kamar apa ya?" Tanya Archie balik.

"Sebagai seorang sekretaris, terlebih lagi sekretaris direktur kamu pasti akan sering bekerja keluar kota bahkan luar negeri. Posisi sekretaris ini menuntut seseorang untuk bisa bekerja dengan baik meski diluar jam kerja sekalipun." Jawab Kaivan menjelaskan.

"Terlebih lagi posisi ini akan membuat kamu dekat dengan saya, suami kamu tidak akan cemburu?" Tanya Kaivan lagi.

Archie menahan nafas sejenak, ia sempat terdiam dan tidak langsung menjawabnya.

"Suami saya orang yang profesional, Pak. Sebelumnya saya juga sudah mengatakan tentang pekerjaan yang saya lamar ini dan dia mengizinkan." Jawab Archiena. Entah mengapa Archie sedikit ragu dengan jawabannya.

Kaivan manggut-manggut. "Pertanyaan terakhir." Ucap Kaivan.

"Gaji yang kamu harapkan?" Tanya Kaivan seraya memasukkan CV Archie ke dalam map.

"Karena saya merupakan fresh graduate, mungkin saya akan meminta gaji di range 5-7 juta rupiah, Pak. Namun harapan saya ini saya kembali kepada perusahaan." Jawab Archiena.

Bukan tanpa alasan Archie menyebutkan nominal segitu, ia sudah melakukan riset dan mengukur UMR yang ada di daerahnya.

Kaivan bangkit dari duduknya, membuat Archie ikut bangkit. Pria itu mengulurkan tangannya, dan di balas oleh Archie.

"Selamat bergabung di perusahaan ini, kamu bisa bekerja mulai besok." Ucap Kaivan, wajahnya datar seperti biasa.

Archie tampak sangat bahagia, ia tidak lupa mengucapkan terima kasih karena diterima di perusahaan tersebut.

Tidak! Archie bangga atas pencapaiannya hari ini, ia mendapatkan pekerjaan ini pasti karena kerja kerasnya dan bukan karena Presdir nya adalah Kaivan.

Jika memang Kaivan ingin dia menjadi sekretaris, pasti sudah sejak awal Archie diterima, tanpa perlu melewati tahapan dan bersaing dengan puluhan orang.

"Saya permisi, Pak. Terima kasih banyak atas kesempatannya." Ucap Archie penuh senyuman.

Kaivan hanya mengangguk, ia membiarkan gadis itu keluar dari ruangannya.

WAHHH, SEKRETARISKU BINIKU😙🤣

Bersambung........................................

Terpopuler

Comments

Atoen Bumz Bums

Atoen Bumz Bums

pengen tak gaplok kaivan
ntar bucin baru tau😂😁

2025-02-26

0

Hajjah Bariah

Hajjah Bariah

mantap eeiii sudah q tebak dri awal 😂

2025-01-04

0

Sarah Yuniani

Sarah Yuniani

thor aku harus tertawa atau menangiss ???? 😭😭😭

2024-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!