Perdebatan

Archiena menatap dengan nanar pemandangan di depannya. Saat ini Aditya dan Adinda sedang melangsungkan ijab qobul. Air mata gadis itu tak dapat dibendung saat terdengar kata sah dari para tamu undangan.

Archie bangkit dari duduknya, ia hendak pergi namun tangannya dicegah oleh Kaivan, suaminya.

"Om …" ucap Archiena pelan lalu menyeka air matanya.

Kaivan menarik Archie untuk duduk kembali. "Duduk disini, Archie. Jangan kemana-mana." Tutur Kaivan pelan.

Archie menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan, ia pun kembali duduk di sebelah Kaivan yang memasang wajah datar seperti biasanya.

"Aku dengar mempelai wanitanya ketahuan selingkuh dengan om kekasihnya, makanya pengantin nya ditukar." Bisik tamu undangan di belakang Archie dan Kaivan.

Entah sadar atau tidak para ibu-ibu itu jika Archiena dan Kaivan, orang yang sedang mereka bicarakan itu ada di depan mereka.

Archie hanya diam, ia malas untuk mencari pembelaan saat ini. Sekarang Archiena bisa pasrah dituduh oleh adiknya, tapi tidak lain kali.

Archie memilih untuk diam, tapi tidak dengan Kaivan. Pria itu bangkit dari duduknya lalu membalik badan.

Melihat Kaivan, sontak tamu yang bergosip tadi seketika terkejut. Mereka menatap Kaivan dan Archiena bergantian.

"Kalian seenaknya bergosip tanpa tahu kebenarannya, siapa yang selingkuh disini bukan urusan kalian." Ucap Kaivan tanpa ekspresi.

"Kalian diundang kesini, maka silahkan nikmati hidangannya, cukup sampai disitu dan tidak perlu mengurusi masalah si pengantin." Tambah Kaivan dengan sorot mata semakin tajam.

Para ibu-ibu itu tampak ketakutan, mereka lekas pergi dari hadapan Kaivan maupun Archiena yang menatapnya dengan pasrah. Pasangan suami istri dengan perbedaan kepribadian dan juga sikapnya.

"Jangan terus pasrah, Archiena. Ketika kita tidak bersalah, makan kamu wajib untuk menunjukan ketidakbersalahan bukan ketidakberdayaan." Ucap Kaivan dengan mata yang menatap Archie dalam.

Archiena hanya diam, ia tidak menyahut sama sekali ucapan suaminya.

"Ayo kita berdiri diatas pelaminan kita sendiri." Ajak Kaivan menggenggam tangan istrinya.

Archiena melangkah, mengikuti suaminya. Ada dua pelaminan di depan sana, namun yang satunya sedikit lebih sederhana karena didekorasi secara tiba-tiba.

"Mbak dekorasi yang itu, ini kan pernikahan aku dan kak Aditya." Ucap Adinda dengan ketus.

"Mbak lebih tua dari kamu, Dinda. Lagipula ini hari pernikahan mbak, bukan kamu." Balas Archiena tak mau kalah.

Dinda menatap sebal ke arah kakaknya, ia muak mendengar ucapan Archiena dan memilih untuk menggandeng tangan suaminya.

"Kak, aku mau pelaminannya yang ini, yang jauh lebih bagus." Pinta Adinda dengan manja.

Aditya tersenyum, lalu menatap Archiena dan om nya dengan tatapan sombong dan angkuh.

"Kamu jangan lupa, Archie. Hari ini bukan hanya kamu yang seharusnya menikah, tapi aku juga." Ucap Aditya hendak melangkah sebelum Kaivan membuka suara.

"Tapi orang tua Archiena yang membiayai acara resepsi mewah ini, kamu tidak mengeluarkan uang sepeserpun." Kata Kaivan dengan nada datar.

Aditya terdiam, ia tersinggung mendengar ucapan om nya yang seakan memberitahunya bahwa dirinya tidak punya uang.

"Mahar–" ucapan Aditya kembali terpotong.

"Mahar apa? Bahkan cincin pun dikembalikan, disini Archiena yang berhak menentukan dimana dia akan duduk." Potong Kaivan dengan cepat.

Aditya bungkam, ia tidak bisa bicara apapun dan diam. Apa yang om nya ucapkan benar-benar tepat sasaran.

"Kakak harusnya mengalah pada adiknya!!" Ucap Adinda sedikit kencang.

Mendengar suara Adinda, para tamu pun mulai menatap ke arah dua pasangan yang baru menikah itu.

"Mbak kurang mengalah apalagi, Dinda. Kamu merebut Aditya, merebut kebahagiaan dan harapan mban. Apa itu masih kurang?" Tanya Archie pelan.

"Aku benci mbak!!" Ucap Adinda lalu pergi meninggalkan area pernikahan.

Aditya lekas menyusul selingkuhan yang sekarang sudah berubah status menjadi istrinya.

Sementara Archie dan Kaivan, mereka pun melangkah menuju pelaminan. Kaivan cukup senang mendengar perlawanan Archie, ia tidak akan membiarkan gadis itu mengalah.

"Bagus, Archie. Kamu tidak boleh mengalah." Ucap Kaivan tanpa ekspresi seperti biasanya.

Archiena menoleh. "Om mengajarkanku untuk menjadi orang pendendam?" Tanya Archie.

"Bukan pendendam, Archie. Tapi orang yang tahu cara menyikapi orang seperti Aditya dan Adinda." Jawab Kaivan menoleh dan menatap istrinya.

Archiena hanya diam, ia tidak membalas apapun dan bungkam. Gadis itu memilih untuk menatap lurus ke depan.

Pandangan Archie bertabrakan dengan mata sang mama. Archie bisa melihat tatapan mama Gita yang sedih dan berkaca-kaca.

Archie tahu, ibunya pasti sangat terpukul dan syok dengan ini semua. Kedua putrinya menikah secara bersamaan dengan suasana yang salah.

Kedua orang tuanya harus menanggung malu, tapi ini jauh lebih baik daripada Adinda dan Aditya tidak dinikahkan setelah apa yang sering mereka lakukan.

Archiena dan Kaivan mendapatkan banyak doa dan ucapan dari para tamu dapat undangan. Mereka tentu saja menerima dengan penuh senyuman.

Sampai tak terasa jika acara telah selesai. Archiena dan Kaivan pergi ke kamar hotel yang sudah disiapkan oleh orang tuanya.

Perdebatan kembali terjadi, Adinda menginginkan kamar itu untuk menjadi kamar malam pertamanya.

"Mbak sudah dapat pelaminan, sekarang giliranku." Ucap Adinda yang sudah berdiri di depan pintu kamar.

"Dinda, mbak capek berdebat sama kamu." Sahut Archiena.

"Kita ke kamar lain, saya sudah memesan kamar untuk kita." Ajak Kaivan tanpa menatap siapapun disana.

"Bagus, Om. Jadi pergilah ke kamar kalian." Usir Aditya mengibaskan tangannya.

Kaivan menatap tajam keponakannya itu. Sejak dulu Aditya memang memiliki perangai yang buruk seperti ibunya. Kaivan tidak menyukai itu.

Tanpa berkata-kata, Kaivan dan Archiena pun pergi dari kamar yang sudah disiapkan oleh kedua orang tua Archiena.

Kaivan pun mengajak Archiena ke kamar yang sudah ia pesan. Presidential suite. Itulah yang tertulis di pintu.

"Saya cari yang honeymoon suite tidak ada, tidak apa-apa kan?" Tanya Kaivan sembari melangkah masuk ke dalam kamar.

Archiena tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. "Nggak apa-apa, Om." Jawab Archie.

"Kamu mandi duluan saja, saya masih ada urusan sebentar soal kantor." Tutur Kaivan menunjuk ke arah walk in closet yang ada di sana.

Archiena mengangguk, ia pun masuk dan tak lupa membawa paper bag berisi pakaian ganti. Archie akan memakai itu untuk makan malam bersama keluarga.

Sementara Archie mandi, Kaivan pun menghubungi seseorang di balkon kamar.

"Aku sudah menikahinya, sekarang apa lagi?" Tanya Kaivan di telepon.

KIRA-KIRA KAIVAN NGOMONG SAMA SIAPA, GAISS??

Bersambung..........................

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

apa ada yang salah dengan Kaivan

2024-12-17

0

Royaci Uci

Royaci Uci

seru

2024-10-10

0

martina melati

martina melati

ada udang dibalik apa y???

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!