Sarapan bersama

Archiena bangun pagi-pagi sekali untuk mandi dan menyiapkan pakaiannya. Gadis itu benar-benar excited untuk interview dengan harapan jika semuanya lancar hari ini.

Archie memakai kemeja putih dan rok span selutut berwarna hitam. Dengan rambut yang masih basah, Archie keluar dari walk in closet.

Archie memberanikan diri untuk mencari baju tadi, ia takut kejadian semalam dimana ada kecoa terulang kembali.

Gadis itu menoleh, menatap suaminya yang masih tertidur. Karena kejadian semalam, Archie langsung tidur dan tidak membuatkan kopi untuk Kaivan seperti sebelumnya.

"Astaga, aku masih malu sampai sekarang." Gumam Archie buru-buru keluar dari kamar.

Archiena pergi ke dapur, ia akan membuat sarapan sebelum dirinya pergi. Walaupun kemarin Kaivan tak memakan sarapan buatan nya, namun ia yakin hari ini suaminya itu akan mau.

Archie mengambil bahan-bahan masakan di kulkas, ia akan membuat fuyunghai. Telur yang dicampur dengan sayuran serta sosis, lalu di siram dengan saus pedas asam manis.

Selain fuyunghai, Archie juga membuat sayur bayam. Mungkin kurang nyambung dengan fuyunghai, tapi Archie sedang menginginkannya.

"Bersyukur dulu mama selalu ajarkan aku masak, walaupun nggak hebat-hebat banget." Gumam Archie sambil mengaduk sayurnya.

Archie mencicipi masakannya, lalu setelah dirasa pas, ia pun menatanya di meja makan. Tidak lupa Archie membuatkan suaminya kopi.

"Selesai, waktunya bangunin om Kaivan." Ucap Archie.

Archie membuka apron yang ia kenakan lalu melangkah menuju kamar, namun suara bel rumah berhasil menghentikan langkahnya.

"Siapa yang datang ya?" Gumam Archie lalu melangkah ke arah pintu depan.

Archie membuka pintu, dan ternyata yang datang adalah asisten rumah tangga, dan juga satpam yang akan bekerja mulai hari ini.

"Selamat pagi, Nyonya." Sapa art yang usianya mungkin sama dengan mama nya.

Archie tersenyum. "Pagi, kalian yang mulai bekerja hari ini ya?" Tanya Archie dan kedua mengangguk dengan sopan.

"Silahkan masuk dulu." Tutur Archie mempersilahkan.

Sepasang suami istri itu pun masuk ke rumah tempat mereka akan bekerja. Mereka mendapat pekerjaan ini dari mama Fia dan papa Jefry.

Keduanya dulu bekerja untuk mereka, dan sekarang bekerja untuk anak dan menantu Diando.

"Duduk dulu ya, Bi, Pak. Saya bangunin suami saya dulu." Tutur Archie.

Keduanya duduk di bawah, namun buru-buru Archie cegah.

"Kenapa duduk di lantai, duduk saja di sofa." Tutur Archie dengan senyuman yang ramah.

Setelah mempersilahkan keduanya duduk, Archie pun naik ke lantai atas dan langsung masuk ke kamar.

Dipikir Kaivan belum bangun, tapi ternyata pria itu sudah rapi dan sedang memakai jam tangannya.

Archie menundukkan kepalanya, ia tidak berani menatap wajah Kaivan.

"Om, di bawah ada orang yang akan bekerja di rumah ini." Ucap Archie.

Kaivan yang sedang memakai jam tangan lantas menoleh.

"Yaudah, kamu kasih tahu saja apa pekerjaannya. Saya tidak akan ikut campur selain urusan gaji." Sahut Kaivan.

"Ha? Aku?" Tanya Archie menunjuk dirinya.

"Tentu saja, kamu nyonya di rumah ini." Jawab Kaivan lalu mengambil dompet dan kunci mobilnya.

"Kamu interview kan? Kenapa masih belum siap-siap?" Tanya Kaivan.

Archie tersadar. "Oh iya, ya ampun." Archie buru-buru mendekati meja rias dan duduk di sana untuk memakai make up dan mengeringkan rambutnya.

Kaivan menghela nafas. Ini memang masih pagi, tapi tak ada salahnya Archie segera bersiap agar tidak terlambat datang.

"Om." Panggil Archie ketika Kaivan ingin keluar.

"Ada apa?" Sahut Kaivan cuek.

"Aku sudah membuat sarapan, jika om sempat mungkin bersedia memakan masakanku." Jawab Archie dengan senyuman manisnya.

Kaivan mengangguk singkat, ia pun langsung keluar dan meninggalkan istrinya yang masih siap-siap.

***

Hampir 30 menit Archie habiskan untuk bersiap, setelah selesai ia lekas keluar dari kamar dan tidak lupa membawa segala berkas yang mungkin dibutuhkan saat interview nanti.

Archie mengambil tas, dan ponselnya. Ia lalu turun dan tidak menemukan art sekaligus satpam yang tadi ia persilahkan duduk di ruang tamu.

Archie lalu melangkahkan kakinya menuju ruang makan, dan ternyata Kaivan sudah di sana sambil bermain ponsel.

"Om belum sarapan?" Tanya Archie seraya mendekat.

"Saya menunggu kamu." Jawab Kaivan singkat.

"Ya ampun, om bisa makan duluan saja. Tapi baiklah, biar aku ambilkan ya." Ucap Archie seraya meletakkan tas dan segala bawaanya di sisi meja.

Tidak seperti di rumah Risa, kali ini Kaivan tidak mencegah Archie yang ingin mengambilkan nya makan.

"Semoga om suka." Kata Archie seraya memberikan sepiring nasi dan lauk, serta semangkuk sayuran.

Kaivan berdehem, lalu mulai menyantap makanan nya. Archie pun sama, ia sangat menikmati masakannya.

"Oh iya, Om. Orang yang akan bekerja tadi kemana?" Tanya Archiena.

"Kamar belakang, mereka akan bekerja setelah kita pergi." Jawab Kaivan di tengah kunyahan nya.

"Mereka pasangan suami istri yang, Om?" Tanya Archie.

"Iya, dulu mereka bekerja di rumah papa dan mama." Jawab Kaivan masih tidak menatap istrinya.

Archie manggut-manggut, ia tidak bertanya lagi dan melanjutkan sarapannya sampai habis.

Interview akan dimulai jam 9, dan sekarang jam 7. Masih ada 2 jam memang, tapi Archie takut terkena macet.

"Om, aku berangkat ya." Ucap Archie setelah selesai sarapan.

"Maaf aku buru-buru, takut macet. Nanti biarkan saja piringnya, aku akan cuci setelah pulang." Tambah Archie seraya bangkit dari duduknya.

"Archie, duduk." Kaivan bersuara, bahkan menatap istrinya.

Archie membalas tatapan suaminya. Sesaat mereka tenggelam dari pandangan masing-masing.

"Ada yang om butuhkan lagi? Mau aku buatkan jus?" Tanya Archiena.

"Kenapa buru-buru sekali, interview kamu jam sembilan kan." Kata Kaivan dengan mata yang masih menyorot ke istrinya.

"Bagaimana om tahu?" Tanya Archie pelan.

Kaivan mengalihkan pandangannya, ia berdehem sebentar lalu menenggak air putih yang Archie siapkan.

"Semalam kamu kasih tahu saya email undangan interview nya, dan saya lihat jam nya." Jawab Kaivan.

Archie manggut-manggut, ia lalu membuka notifikasi ponselnya dari aplikasi taksi online yang sudah ia pesan.

"Om, taksi online-nya sudah datang. Aku berangkat sekarang ya." Pamit Archiena.

Archie mendekati Kaivan, lalu meraih tangan pria itu. Archie mencium punggung tangan suaminya dengan lembut.

"Assalamualaikum, Om." Pamit Archie dengan senyuman manisnya.

Kaivan tidak langsung menjawab, pria itu cukup terkejut dengan gerakan Archie barusan.

"Waalaikumsalam." Balas Kaivan.

Archie pun keluar dari rumah, ia terpaksa pergi duluan karena dirinya takut terlambat. Ketika melewati pagar, ternyata satpam di rumahnya sudah standby di pos.

"Pak, saya pergi dulu ya." Pamit Archie pada satpam.

"Hati-hati, Nyonya." Sahut pria yang sudah berusia itu.

Archie menaiki taksi online pesanan nya, lalu pergi meninggalkan rumah. Ia pergi dengan harapan yang sangat besar, tentu harapan bisa diterima bekerja.

JANGAN LUPA KOMEN DAN LIKE NYA YA😙😉

Bersambung..............................................

Terpopuler

Comments

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

❤️⃟Wᵃf🤎⃟ꪶꫝ🍾⃝ͩDᷞᴇͧᴡᷡɪͣ𝐀⃝🥀ᴳ᯳

Bismillah... semoga interviewnya lolos ya Chie.. dan semoga diterima bekerja diperusahaan baru itu. aamiin

2024-04-12

0

Asia Afrika

Asia Afrika

Archie sangat sopan

2024-03-22

0

Lubis Tamba

Lubis Tamba

semangat archie

2024-02-24

0

lihat semua
Episodes
1 Hari kelulusan
2 Bantahan Adinda
3 Dosa paling besar
4 Hari pernikahan
5 Kebenaran yang terungkap
6 Sah!!
7 Perdebatan
8 Ucapan terima kasih
9 Tidak berharap
10 Kamu istri saya
11 Pindah ke rumah baru
12 Rencana Risa
13 Act of service
14 Mantan kekasih
15 Bertemu mertua
16 Skakmat Kaivan
17 Tidak sadar
18 Sarapan bersama
19 Diterima
20 Notifikasi pesan
21 Aku hamil
22 Amarah
23 Ke rumah mama Fia
24 Cerita ibu mertua
25 Sikap yang berbeda
26 Pesan terabaikan
27 Setitik Fakta
28 Saya beruntung
29 Mini deeptalk
30 Harus mengatakannya!
31 Ditinggal Kaivan?
32 Pertemuan dengan seseorang
33 Ungkapan seorang Kaivan
34 Cerita Kaivan
35 Pagi cerah atau pagi kacau?
36 Hadiah dari Archie
37 Siap memberikan hak
38 Terima kasih, Sayang
39 Kelelahan
40 Kita bersaing
41 Panggilan nomor asing
42 Keraguan Archie
43 Bercerita dengan Kaivan
44 Ke rumah mertua
45 Aku takut
46 Gosip yang tersebar
47 Karyawan kepo
48 First date?
49 Pertengkaran
50 Lingerie
51 Saya bucin sekali
52 Aku menyesal!
53 Peraturan untuk dilanggar
54 Aku mencintaimu
55 I'm here, Honey
56 Ada apa dengan Archie?
57 Kabar kehamilan
58 Diusir?
59 Pulang duluan
60 Hasil tes
61 Mandul?
62 Suami pengertian
63 Anak magang
64 Amarah Kaivan
65 Kondisi Archie
66 Membenci Archie
67 Pelaku penyebar gosip
68 Archie mengetahui
69 Nyaris membunuh
70 Ke hotel
71 Menghabiskan malam
72 Permintaan maaf
73 Kaivan cemburu
74 Adinda membuat masalah
75 Permintaan papa Jefry
76 Pertengkaran
77 Kaivan tidak peduli?
78 Keputusan
79 Pingsan
80 Marah dan cemburu
81 Demi Archie dan Kaivan
82 Bahagia diatas penderitaan orang
83 Tidak masuk kantor
84 Perkara tuli
85 Tamparan mama Fia
86 Pesan mama Fia
87 Kembali ke kantor
88 Kehidupan seperti drakor
89 Kedatangan papa Dito
90 Murkanya Archie
91 Marahnya orang sabar
92 Keterlaluan!!
93 Jatuh
94 Keguguran
95 Berkhianat
96 Nyaris bangkrut
97 Bertemu Archie
98 Bertemu sahabat lama
99 Akan jatuh miskin
100 Mama Fia menolak?
101 Cerita Adinda
102 Kecelakaan
103 Anto tiada
104 Kebaikan keluarga mama Fia
105 Sujud penyesalan
106 Kondisi Risa dan permintaan maaf
107 Bertemu = Ribut
108 Tidak gagal lagi
109 Keponakan Aldavi
110 Ingkar janji
111 Baby melon
112 Curhat sama Kaivan
113 Karin bertemu mama Dewiya
114 Kenapa saya harus menikahi kamu?
115 Curhat lagi
116 Karin gusar
117 Kaivan gila perempuan
118 Penyesalan tiada guna
119 Bertemu di rumah Archie
120 Salah paham lagi
121 Bertemu mantan suami
122 Penyelamatan Karin
123 Keyakinan mama Dewiya
124 Sepakat
125 Di gendong lagi
126 Memikirkannya
127 Ujan-ujanan demi siapa?
128 Lamban, tapi cantik
129 Kembali terpesona?
130 Sengaja di buat cemburu
131 Dijodohkan
132 Menolak dijodohkan
133 Pengakuan yang salah
134 Hanya bayangan
135 Kangen baby melon
136 Kembali ke Jakarta
137 Trauma?
138 Dia sudah tunangan
139 Memperhatikan dari jauh
140 Berbahagialah
141 Terpesona??
142 Se-hot sambal asli
143 Nggak mungkin!!
144 Apa kamu mau?
145 Menerima
146 Arkan Yazid A. Diando
147 Penantian yang usai
148 Jalanin dulu
149 Memperhatikannya
150 Mengubur perasaan
151 Kecupan di kening
152 Menyesakkan
153 Bertemu mantan suami
154 Mertua sebaik mama Dewiya
155 Aku cinta sama kamu
156 Pembunuh!
157 Surat kecil Yogi
158 Kondisi Karin
159 Pria pilihan Yogi
160 Penentuan pernikahan
161 Perhatian istri
162 Terikat selamanya
163 Saya akan berusaha
164 Papinya Arkan
165 Istri
166 Pikiran Karin
167 Hanya kagum?
168 Serba pujian
169 Tipis-tipis
170 Tarian pertama
171 Mesra dikantor
172 Judulnya unboxing
173 Buat aku aja
174 Takut
175 Keresahan Dinda
176 Ditinggal suami
177 Cinta seorang suami
178 Kamu mau punya anak?
179 Ogah apa ahh?
180 Pembohong dan pembunuh
181 Aku nggak akan kemana-mana
182 Pengusiran Karin?
183 Kasih sayang Ibu
184 Davi kesepian, Karin
185 Sahabat baik
186 Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187 Rasa rindu yang berakhir
188 Aku mau pertahanin dia
189 Curhatan Dinda
190 Enam deh minimal!
191 Cinta dan rasa syukur
192 Menunggangi Aldavi
193 Pergi untuk selamanya
194 Terpukul
195 Pamit
196 Hamil
197 Dokter Belgi
Episodes

Updated 197 Episodes

1
Hari kelulusan
2
Bantahan Adinda
3
Dosa paling besar
4
Hari pernikahan
5
Kebenaran yang terungkap
6
Sah!!
7
Perdebatan
8
Ucapan terima kasih
9
Tidak berharap
10
Kamu istri saya
11
Pindah ke rumah baru
12
Rencana Risa
13
Act of service
14
Mantan kekasih
15
Bertemu mertua
16
Skakmat Kaivan
17
Tidak sadar
18
Sarapan bersama
19
Diterima
20
Notifikasi pesan
21
Aku hamil
22
Amarah
23
Ke rumah mama Fia
24
Cerita ibu mertua
25
Sikap yang berbeda
26
Pesan terabaikan
27
Setitik Fakta
28
Saya beruntung
29
Mini deeptalk
30
Harus mengatakannya!
31
Ditinggal Kaivan?
32
Pertemuan dengan seseorang
33
Ungkapan seorang Kaivan
34
Cerita Kaivan
35
Pagi cerah atau pagi kacau?
36
Hadiah dari Archie
37
Siap memberikan hak
38
Terima kasih, Sayang
39
Kelelahan
40
Kita bersaing
41
Panggilan nomor asing
42
Keraguan Archie
43
Bercerita dengan Kaivan
44
Ke rumah mertua
45
Aku takut
46
Gosip yang tersebar
47
Karyawan kepo
48
First date?
49
Pertengkaran
50
Lingerie
51
Saya bucin sekali
52
Aku menyesal!
53
Peraturan untuk dilanggar
54
Aku mencintaimu
55
I'm here, Honey
56
Ada apa dengan Archie?
57
Kabar kehamilan
58
Diusir?
59
Pulang duluan
60
Hasil tes
61
Mandul?
62
Suami pengertian
63
Anak magang
64
Amarah Kaivan
65
Kondisi Archie
66
Membenci Archie
67
Pelaku penyebar gosip
68
Archie mengetahui
69
Nyaris membunuh
70
Ke hotel
71
Menghabiskan malam
72
Permintaan maaf
73
Kaivan cemburu
74
Adinda membuat masalah
75
Permintaan papa Jefry
76
Pertengkaran
77
Kaivan tidak peduli?
78
Keputusan
79
Pingsan
80
Marah dan cemburu
81
Demi Archie dan Kaivan
82
Bahagia diatas penderitaan orang
83
Tidak masuk kantor
84
Perkara tuli
85
Tamparan mama Fia
86
Pesan mama Fia
87
Kembali ke kantor
88
Kehidupan seperti drakor
89
Kedatangan papa Dito
90
Murkanya Archie
91
Marahnya orang sabar
92
Keterlaluan!!
93
Jatuh
94
Keguguran
95
Berkhianat
96
Nyaris bangkrut
97
Bertemu Archie
98
Bertemu sahabat lama
99
Akan jatuh miskin
100
Mama Fia menolak?
101
Cerita Adinda
102
Kecelakaan
103
Anto tiada
104
Kebaikan keluarga mama Fia
105
Sujud penyesalan
106
Kondisi Risa dan permintaan maaf
107
Bertemu = Ribut
108
Tidak gagal lagi
109
Keponakan Aldavi
110
Ingkar janji
111
Baby melon
112
Curhat sama Kaivan
113
Karin bertemu mama Dewiya
114
Kenapa saya harus menikahi kamu?
115
Curhat lagi
116
Karin gusar
117
Kaivan gila perempuan
118
Penyesalan tiada guna
119
Bertemu di rumah Archie
120
Salah paham lagi
121
Bertemu mantan suami
122
Penyelamatan Karin
123
Keyakinan mama Dewiya
124
Sepakat
125
Di gendong lagi
126
Memikirkannya
127
Ujan-ujanan demi siapa?
128
Lamban, tapi cantik
129
Kembali terpesona?
130
Sengaja di buat cemburu
131
Dijodohkan
132
Menolak dijodohkan
133
Pengakuan yang salah
134
Hanya bayangan
135
Kangen baby melon
136
Kembali ke Jakarta
137
Trauma?
138
Dia sudah tunangan
139
Memperhatikan dari jauh
140
Berbahagialah
141
Terpesona??
142
Se-hot sambal asli
143
Nggak mungkin!!
144
Apa kamu mau?
145
Menerima
146
Arkan Yazid A. Diando
147
Penantian yang usai
148
Jalanin dulu
149
Memperhatikannya
150
Mengubur perasaan
151
Kecupan di kening
152
Menyesakkan
153
Bertemu mantan suami
154
Mertua sebaik mama Dewiya
155
Aku cinta sama kamu
156
Pembunuh!
157
Surat kecil Yogi
158
Kondisi Karin
159
Pria pilihan Yogi
160
Penentuan pernikahan
161
Perhatian istri
162
Terikat selamanya
163
Saya akan berusaha
164
Papinya Arkan
165
Istri
166
Pikiran Karin
167
Hanya kagum?
168
Serba pujian
169
Tipis-tipis
170
Tarian pertama
171
Mesra dikantor
172
Judulnya unboxing
173
Buat aku aja
174
Takut
175
Keresahan Dinda
176
Ditinggal suami
177
Cinta seorang suami
178
Kamu mau punya anak?
179
Ogah apa ahh?
180
Pembohong dan pembunuh
181
Aku nggak akan kemana-mana
182
Pengusiran Karin?
183
Kasih sayang Ibu
184
Davi kesepian, Karin
185
Sahabat baik
186
Kamu hamil, tapi bisa kita lupakan?
187
Rasa rindu yang berakhir
188
Aku mau pertahanin dia
189
Curhatan Dinda
190
Enam deh minimal!
191
Cinta dan rasa syukur
192
Menunggangi Aldavi
193
Pergi untuk selamanya
194
Terpukul
195
Pamit
196
Hamil
197
Dokter Belgi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!