BAB 9. JANGAN BENCI AYAH

Setelah satu harian beraktivitas, Kini Tamara menutup warung es Boba miliknya. Apalagi pelanggan sudah terlihat sepi dan dia juga ingin istirahat.

Selesai membersihkan diri, Tamara dan Cia mencicipi menu makan malam yang sudah disiapkan oleh Tamara sebelumnya. Tampak Cia makan dengan lahap, walaupun makanan itu hanya makanan sederhana.

Mereka menyantap menu makan malam, Cia memilih untuk bermain boneka-bonekanya miliknya di depan televisi yang ada di ruang tamu, Setelah Selesai Makan malam . Sementara Tamara kembali ke dalam kamarnya. Berniat untuk membenahi pakaian yang ia cuci pagi tadi.

Tamara berpikir dengan keras, masih terngiang kebersamaannya dengan mantan suaminya. Walaupun di hadapan orang lain Tamara terlihat tegar, tapi di balik semua itu siapa yang tahu.

Tapi semakin Tamara berpikir, kepalanya semakin terasa sakit. Saat ia memijit pelipisnya, pintu kamar terbuka. Cia datang dan menghampirinya. Cia sudah bisa mengerti apa yang ia lihat.

Tamara tersenyum menatap putrinya. Tamara mencium pipi tembem Cia. Bocah kecil penyemangat hatinya.

"Cia sayang, mama."ucap Cia Seraya memeluk Tamara.

"Mama juga sayang Cia, Cia segalanya bagi Mama, Apakah Cia ingin Ayah ada di antara kita?"tanya Tamara serius menatap Cia Sang Putri. Cia menggelengkan kepalanya.

"Ayah tidak sayang, Cia. Ayah jarang nemenin Cia. Bahkan tidak pernah lagi. Ayah juga nggak mau bermain dengan Cia. "ucap anak yang usianya hampir lima tahun itu.

Tamara menghela nafas panjang dan tersenyum menatap Cia.

"Kita akan hidup berdua, Tanpa Ayah tapi Cia berjanji Jangan benci ayah, biar bagaimanapun dia adalah Ayah Cia yang harus Cia hormati, Cia mengerti kan sayang,"ucap Tamara kepada putrinya.

"Cia mengerti Ma."sahut Cia.

Tamara tersenyum, berusaha menyembunyikan Hati Yang terluka. Berusaha tidak memberitahu kepada putrinya kalau saat ini Ayahnya benar-benar sudah menikah, Padahal Cia sudah mengetahuinya dari Mbak Rida.

"Kamu sudah minum susu sayang?"tanya Tamara karena sebelumnya Tamara sudah membuatkan susu untuk Cia dan ia letakkan di meja ruang tamu saat Cia bermain di sana.

"Iya Ma, baru saja Cia menghabiskan susu buatan Mama. Terima kasih ya, Ma. Mama memang mama yang paling the best untuk Cia."ucap Cia sambil memeluk Tamara.

*****

"Sayang, Kenapa jadi begini, Kenapa kau tidak punya hak sama sekali di rumah itu, seharusnya jika kamu bercerai dengan Tamara, kamu masih punya hak atas rumah itu yang bisa mencukupi kehidupan kita Mas, kalau sudah begini gimana coba?

Aku sekarang sedang hamil anakmu loh mas. Dia anak laki-laki yang selalu kau harapkan, masa iya kau akan memberikan kehidupan yang susah untuknya?" Lagian Jangan dong hanya mengharapkan penghasilanku saja,kamu tahu sendiri sekarang omset di butik milikku drastis menurun."gerutu Soraya Seraya bersedekap dada.

"Kamu Jangan cemas sayang, kita pelan-pelan akan merebut rumah itu, dia wanita bodoh. Kamu sabar saja dulu. Lagian gaji aku masih cukup untuk membiayai kehidupan kita. Kamu juga masih memiliki penghasilan untuk biaya pribadi kamu."ucap Alven kepada Soraya.

"Apa Mas?

"Jadi apa gunanya saya menikah dengan kamu, jika kebutuhan saya sendiri hanya mengharapkan hasil dari jerih payahku sendiri. Bagaimana kamu ini mas."ucap Soraya sambil mengerucutkan bibirnya.

"Kamu jangan seperti itu, Aku tidak akan membiarkanmu menderita sayang. Lihat saja nanti, Kamu tidak akan kekurangan apapun. percaya sama aku. Lagian jabatan aku masih tinggi di perusahaan ALC. Pasti Regen akan memenuhi permintaanku, secara dia teman SMA ku."ucap Alven membayangkan dirinya akan mendapatkan pinjaman uang dari Regen.

"Apa Mas yakin?"tanya Soraya.

"Yakin dong Sayang, jadi malam ini kau jangan merajuk ya, nanti hilang cantiknya."goda Alven Seraya mencubit dagu Soraya.

Setahun yang lalu,tepatnya saat Soraya bertemu kembali dengan Alven di salah satu restoran, Saat itu Alven sedang mengadakan meeting dengan kliennya. Pertemuan itu kembali membuat mereka saling menukar nomor ponsel, Dan mulai saat itulah Alven dan Soraya bermain api.

Alven yang terpesona akan kecantikan Soraya tak bisa lagi berpikir bahwa apa yang ia lakukan akan berakhir buruk untuk hidupnya.

Tamara yang sudah resign dari perusahaan ALC, dia hanya menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus suami, putri, dan rumah tangganya.

Tapi setelah Tamara resign, dan dia mengabdikan diri terhadap suami, malah suaminya menghianatinya dengan alasan penampilan Tamara lusuh dan dekil.

Dulunya Alven sudah memenuhi kriteria menjadi suami idaman dan ayah yang baik untuk Cia. Tapi setelah pertemuannya dengan teman masa lalunya yaitu Soraya, memicu keretakan hubungan suami istri dan anak itu.

Tamara dan Cia selalu menjadi prioritasnya, Tak ada hal yang mencurigakan, namun.... beberapa bulan terakhir ini, Alven sering tidak pulang ke rumah dengan alasan lembur.

Bahkan jika Alven pulang ke rumah, Alven sering tidur di kamar lain, saat Tamara Sudah terlelap. Ia juga sudah jarang meminta jatah pada Tamara, alasannya kasihan pada Tamara yang sudah lelah bekerja di rumah mengurus Cia dan rumah.

"Sayang Ini sudah malam, lebih baik kamu bobok gih. Kan Cia mau cepat sekolah dan besar. Bulan besok Cia sudah mulai sekolah taman kanak-kanak."ucap Tamara.

"Beneran Ma, Cia bulan depan akan sekolah? tanya Cia berbinar.

"Iya sayang, kamu akan sekolah bulan depan, tapi dengan syarat Cia harus tidur sekarang, ya."ucap Tamara yang dibalas anggukan dari Cia.

Kini Cia sudah berbaring di atas ranjang, Tamara membacakan dongeng untuk putrinya. Tak Berapa lama mata Cia terpejam dan saat ini sudah tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.

Tamara memberikan kecupan hangat di kening putrinya, lalu menyelimuti tubuh putrinya sampai bahunya.

Tamara keluar dari kamar meraih ponsel yang ada di atas meja. Ia ingin mendaftarkan warung es Boba miliknya, ke salah satu aplikasi penghantar makanan.

Siapa tahu dengan dirinya mendaftarkan warung es Boba miliknya ke salah satu aplikasi jasa penghantar makanan, usaha es Boba miliknya akan semakin lancar. Sesuai dengan arahan temannya Marisa, temannya Marissa yang memberikan ide itu.

Tamara pun mencoba ide dari sang sahabat, Siapa tahu ide itu membawa berkah. Itulah yang dilakukan Tamara saat ini.

Tamara pun melakukannya dan saat ini dia sudah berhasil mendaftarkan warung es Boba miliknya ke beberapa aplikasi jasa pengantar makanan.

"Mudah-mudahan dengan aku mendaftarkan warung es Boba milikku, beberapa aplikasi jasa pengantar makanan warung es Boba ku menjadi semakin lancar, agar aku dapat menafkahi putriku dan menyekolahkannya kelak. Apalagi Cia sebentar lagi akan masuk sekolah taman kanak-kanak.

Apalagi sudah beberapa bulan paska bercerai dengan Alven, Alven sama sekali tidak memberikan nafkah untuk putrinya.

Bahkan dia berniat untuk merebut rumah yang ditempati oleh Tamara, Dia seolah lupa kalau rumah yang ditempati Tamara adalah milik Tamara sebelum mereka menikah.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

Terpopuler

Comments

Mimi Sanah

Mimi Sanah

kadang ayah , kadang papa ,
kok manggil nya ganti² nggak angger sih Thor 🙏🏻🙂.

2025-02-12

0

guntur 1609

guntur 1609

jangan blng soraya mantanya si regen

2025-01-25

0

Ning Suswati

Ning Suswati

semoga saja tamara tdk sebodoh yg disangka mantan durjana, mau merebut juga rumah yg bukan haknya demi jalangnya,

2025-01-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2 BAB 2. MENCARI TAHU
3 BAB 3. TALAK
4 BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5 BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6 BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7 BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8 BAB 8. KEPO
9 BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10 BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11 BAB 11. DI RUANG OPERASI
12 BAB 12. KONDISI KRITIS
13 BAB 13. MULAI SADAR
14 BAB 14. PANGGILAN OPA
15 BAB 15. NGIDAM PIZZA
16 BAB 16. CANDA DAN TAWA
17 BAB 17. MERASA MUAK
18 BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19 BAB 19. RENCANA BERHASIL
20 BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21 BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22 BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23 BAB 23. DI USIR
24 BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25 BAB 25. MEETING BOHONGAN
26 BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27 BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28 BAB 28. CINTA TERPENDAM
29 BAB 29. REGEN KEMBALI
30 BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31 BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32 BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33 BAB 33. TELEPON DARI CIA
34 BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35 BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36 BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37 BAB 37. TEKAD REGEN
38 BAB 38. MISI KEDUA
39 BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40 BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41 BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42 BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43 BAB 43. RAHASIA SORAYA
44 BAB 44. KEBIASAAN
45 BAB 45. TELEPON PALSU
46 BAB 46. TALAK
47 BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48 BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49 BAB 49. CIA DIRAWAT
50 BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51 BAB 51. TERPESONA
52 BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53 BAB 53. MENCURI HATI CIA
54 BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55 BAB 55. MELAMAR
56 BAB 56. BUKAN MENOLAK
57 BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58 BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59 BAB 59. CIA DI CULIK
60 BAB 60. TANGIS CIA
61 BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62 BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63 BAB 63. TRAUMA
64 BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65 BAB 65. TERSANDUNG
66 BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67 BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68 BAB 68. AKAD NIKAH
69 BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70 BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71 BAB 71. MALAM PERTAMA
72 BAB 72. MERASA BAHAGIA
73 BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74 BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75 BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76 BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77 BAB 77. DI CALIFORNIA
78 BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79 BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80 BAB 80. TELEPON DARI CIA
81 BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82 BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83 BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84 BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85 BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86 BAB 86. SENYUMAN REGEN
87 BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88 BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89 BAB 89. INGIN MENIKAH
90 BAB 90. MERASA GUGUP
91 BAB 91. MEMINTA RESTU
92 BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93 BAB 93. KWATIR
94 BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95 BAB 95. ALVEN BEBAS
96 BAB 96. MEMOHON
97 BAB 97. KONDISI KRITIS
98 BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99 BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100 BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101 BAB 102. JANUAR KEMBALI
102 BAB 102. SAHABAT LAMA
103 BAB 103. PENGEN DI MANJA
104 BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105 BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106 BAB 106. MERASA TERGANGGU
107 BAB 107. KEPO
108 BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109 BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110 BAB 110. SEKRETARIS BARU
111 BAB 111. MISI MARISSA
112 BAB 112. RENCANA A GAGAL
113 BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114 BAB 114. PERMINTAAN EVI
115 BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116 BAB 116. TAMARA DI CULIK
117 BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118 BAB 118. OPERASI BERHASIL
119 BAB 119. TANGIS REGEN
120 BAB 120. PDKT
121 BAN 121. I LOVE YOU TOO
122 BAB 122. SYUKURAN
123 BAB 123. MELAMAR MARISSA
124 BAB 124. MELAMAR
125 BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126 BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127 BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128 BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129 BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130 BAB 130. KITA PUTUS
131 BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132 BAB 132. METODE SOLO KARIR
133 BAB 133. NGERUMPI
134 BAB 134. MERASA IRI
135 BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136 BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137 BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138 BAB 138. EVI HAMIL
139 BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140 BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141 BAB 141. MUSIBAH
142 BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143 BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144 BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145 BAB 145. TAMAT
Episodes

Updated 145 Episodes

1
BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2
BAB 2. MENCARI TAHU
3
BAB 3. TALAK
4
BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5
BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6
BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7
BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8
BAB 8. KEPO
9
BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10
BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11
BAB 11. DI RUANG OPERASI
12
BAB 12. KONDISI KRITIS
13
BAB 13. MULAI SADAR
14
BAB 14. PANGGILAN OPA
15
BAB 15. NGIDAM PIZZA
16
BAB 16. CANDA DAN TAWA
17
BAB 17. MERASA MUAK
18
BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19
BAB 19. RENCANA BERHASIL
20
BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21
BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23
BAB 23. DI USIR
24
BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25
BAB 25. MEETING BOHONGAN
26
BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27
BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28
BAB 28. CINTA TERPENDAM
29
BAB 29. REGEN KEMBALI
30
BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31
BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32
BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33
BAB 33. TELEPON DARI CIA
34
BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35
BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37
BAB 37. TEKAD REGEN
38
BAB 38. MISI KEDUA
39
BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41
BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42
BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43
BAB 43. RAHASIA SORAYA
44
BAB 44. KEBIASAAN
45
BAB 45. TELEPON PALSU
46
BAB 46. TALAK
47
BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48
BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49
BAB 49. CIA DIRAWAT
50
BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51
BAB 51. TERPESONA
52
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53
BAB 53. MENCURI HATI CIA
54
BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55
BAB 55. MELAMAR
56
BAB 56. BUKAN MENOLAK
57
BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59
BAB 59. CIA DI CULIK
60
BAB 60. TANGIS CIA
61
BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62
BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63
BAB 63. TRAUMA
64
BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65
BAB 65. TERSANDUNG
66
BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67
BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68
BAB 68. AKAD NIKAH
69
BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70
BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71
BAB 71. MALAM PERTAMA
72
BAB 72. MERASA BAHAGIA
73
BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74
BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75
BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77
BAB 77. DI CALIFORNIA
78
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79
BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80
BAB 80. TELEPON DARI CIA
81
BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82
BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83
BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85
BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86
BAB 86. SENYUMAN REGEN
87
BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88
BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89
BAB 89. INGIN MENIKAH
90
BAB 90. MERASA GUGUP
91
BAB 91. MEMINTA RESTU
92
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93
BAB 93. KWATIR
94
BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95
BAB 95. ALVEN BEBAS
96
BAB 96. MEMOHON
97
BAB 97. KONDISI KRITIS
98
BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99
BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100
BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101
BAB 102. JANUAR KEMBALI
102
BAB 102. SAHABAT LAMA
103
BAB 103. PENGEN DI MANJA
104
BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105
BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106
BAB 106. MERASA TERGANGGU
107
BAB 107. KEPO
108
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109
BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110
BAB 110. SEKRETARIS BARU
111
BAB 111. MISI MARISSA
112
BAB 112. RENCANA A GAGAL
113
BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114
BAB 114. PERMINTAAN EVI
115
BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116
BAB 116. TAMARA DI CULIK
117
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118
BAB 118. OPERASI BERHASIL
119
BAB 119. TANGIS REGEN
120
BAB 120. PDKT
121
BAN 121. I LOVE YOU TOO
122
BAB 122. SYUKURAN
123
BAB 123. MELAMAR MARISSA
124
BAB 124. MELAMAR
125
BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126
BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128
BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130
BAB 130. KITA PUTUS
131
BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132
BAB 132. METODE SOLO KARIR
133
BAB 133. NGERUMPI
134
BAB 134. MERASA IRI
135
BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136
BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137
BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138
BAB 138. EVI HAMIL
139
BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141
BAB 141. MUSIBAH
142
BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144
BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145
BAB 145. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!