BAB 12. KONDISI KRITIS

Beberapa jam di rumah sakit, tampak Deringan ponsel milik Tamara berdering. Ia melihat nomor ponsel Rida yang menghubungi dirinya. Karena Cia ia titipkan sebelumnya kepada Rida, saat dirinya berniat untuk belanja bahan-bahan untuk membuat es Boba dagangannya.

"Astaga, aku lupa mengabari Mbak Rida, pasti dia khawatir kepadaku. Karena aku tak kunjung pulang berbelanja."gumam Tamara dalam hati sembari langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya saat ponselnya berdering.

"Halo Assalamualaikum Mbak Rida."

"Waalaikumsalam Tamara, Kamu di mana? Kenapa kamu lama sekali? Cia mencarimu sedari tadi? Cia khawatir terjadi sesuatu kepada kamu."ucap Tamara di ujung telepon.

"Maafkan aku, Mbak. Tidak mengabari Mbak kalau saat ini Tamara sedang berada di rumah sakit. Soalnya tadi ada yang mengalami kecelakaan, yang ternyata yang kecelakaan itu merupakan putra dari mantan bosku dimana Aku dulu bekerja."

"Inilahiwainnailaihirojiun, jadi Bagaimana kondisinya Tamara?

"Kondisinya masih kritis, baru selesai dilakukan tindakan operasi. Sehingga aku sampai saat ini belum pulang. Maaf sudah merepotkan Mbak."

"Tidak apa-apa Tamara, hanya saja Cia mencarimu, Cia sedari tadi memintaku untuk segera menghubungimu.

"Iya, mungkin sebentar lagi aku akan pulang, kasihan Tuan Aditama sendiri di sini."sahut Tamara

"Ya sudah, tidak apa-apa nanti aku coba bicara kepada Cia mudah-mudahan dia memahaminya.

"Tante Rida, itu siapa teman Tante Rida bicara di telepon?" suara khas Putri kecilnya itu terdengar jelas di telinga Tamara, saat dia melakukan sambungan telepon seluler dengan Rida.

Tamara pun meminta kepada Rida untuk memberikan ponselnya kepada Cia agar dirinya dapat berbicara langsung dengan putrinya.

Rida memberikan ponsel itu kepada Cia.

"Halo Mom, Mama di mana aku mengkhawatirkanmu Ma." ucap Cia dengan nada Sendu.

"Maaf ya Sayang, Mama tidak mengabari kamu kalau saat ini Mama sedang berada di rumah sakit, karena ada Om yang mengalami kecelakaan. Jadi Mama menolongnya berharap omnya baik-baik saja.

"Astagfirullah!" bocah kecil itu mengucap ketika mendengar ibunya saat ini sedang berada di rumah sakit karena menolong orang lain yang sedang mengalami kecelakaan.

"Ya sudah, tidak apa-apa Mam, yang penting Mama baik-baik saja. Cia hanya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mama."ucap Cia kepada Tamara yang saat ini masih berada di rumah sakit.

Setelah selesai berbicara dengan Cia dan juga Rida, Tamara memutuskan sambungan telepon selulernya, kini tubuh Regen sudah dipindahkan ke ruang ICU setelah selesai menjalani operasi.

"Ya Allah selamatkan lah Tuan Regen Aditama, aku tahu betapa terpuruknya Tuan Aditama jika terjadi sesuatu kepada Putra."gumam Tamara dalam hati sembari memperhatikan raut wajah Tuan Aditama yang begitu kacau setelah mengetahui putranya saat ini mengalami kritis karena kecelakaan laka lantas yang dialami putranya.

****

"Tuan, Maaf. Saya tidak bisa lama-lama di sini. Putri saya kebetulan menunggu di rumah, kasihan dia tidak ada yang menemani

tadi sewaktu saya berbelanja ke pasar, saya menitipkan putri saya kepada tetangga, Saya khawatir kalau dia juga mengkhawatirkan saya.

"Saya mohon pamit ya, Tuan. Besok saya akan datang lagi. Tuan tidak perlu khawatir, Tuan Regen Aditama lelaki yang kuat. Dia akan baik-baik saja dan mampu melewati ini semua. Kita hanya dapat berdoa semoga Tuan memberikan kesembuhan kepada Tuhan Regen."ucap Tamara kepada Tuan Aditama yang saat ini duduk sambil menangis.

"Baiklah, kamu hati-hati di jalan ya, Saya berharap kamu bisa datang lagi ke sini besok." Mohon Tuan Aditama kepada Tamara berharap dengan adanya Tamara di sana menemani Tuan Aditama, agar Tuan Aditama tidak terlalu kesepian.

Tamara berlalu dari rumah sakit, dengan menggunakan ojek online yang ia pesan sebelumnya. Tamara meninggalkan rumah sakit menuju rumah yang menjadi tempat Tamara berteduh dengan Putri semata wayangnya.

Saat dirinya di dalam perjalanan, Tamara terus membayangkan betapa terpuruknya Tuan Aditama ketika mengetahui Putra tunggalnya saat ini mengalami kecelakaan.

Ada rasa trauma di hati Tuan Aditama. Karena sang istri juga berpulang, karena mengalami kecelakaan saat Tuan Aditama melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.

Nyonya Aditama berniat untuk menjemput kepulangan Tuan Aditama, di bandara. Saat itulah kecelakaan naas itu terjadi. Tuan Aditama selamat paska kecelakaan itu. Sementara Nyonya Aditama tidak dapat terselamatkan, walaupun Nyonya Aditama sempat dibawa ke rumah sakit.

Sebenarnya Tamara merasa tidak tega membiarkan Tuan Aditama dan sang sopir di sana menunggu Regen di rumah sakit.

"Mudah-mudahan kondisi Tuan Regen Aditama segera membaik." gumam Tamara dalam hati selama berada di dalam perjalanan. Tak henti-hentinya Tamara berdoa untuk kesembuhan Tuan Regen Aditama, dan kekuatan untuk Tuan Aditama.

Tamara mengetahui kalau Tuan Aditama adalah Bos yang begitu baik, dan juga perhatian kepada para karyawan karyawati nya. Tamara merasakan itu saat Tamara bekerja di perusahaan Tuan Aditama.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit akhirnya Tamara tiba di rumah. Tampak dia sudah terlihat rapi dan cantik mungkin Mbak Rida telah memandikannya.

"Assalamualaikum!" sapa Tamara ketika dirinya sudah tiba di pintu gerbang rumah,

"Waalaikumsalam," sahut Cia dan Rida bersamaan yang baru keluar dari rumah berniat untuk duduk santai di teras rumah.

"Mama......, teriak Cia sambil langsung berlari memeluk Tamara, seolah-olah Cia sudah sangat lama sekali tidak bertemu dengan Mamanya.

"Sebenarnya Bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi, Tam? tanya Rida saat Tamara sudah duduk bersama mereka di teras rumah.

Kecelakaan itu terjadi begitu cepat, mungkin Tuan Regen Aditama mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Entah mengapa biasanya Tuan Regen Aditama tidak nyetir sendiri biasanya sopir pribadinya yang menghantarkannya kemana saja.

Tapi entah mengapa kali ini Tuan Regen menyetir sendiri. Tuan Regen mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata, saat di persimpangan jalan ada satu unit mobil truk yang ingin melintas.

Tuan Regen yang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, akhirnya membanting setirnya ke arah kanan. Hingga dirinya menabrak sebuah pohon yang besar membuat mobil milik Tuan Regen Aditama Ringset dan tubuhnya terjepit di dalam mobil.

"Astagfirullah, Kenapa bisa sampai seperti itu. Itulah yang berkendaraan ini, seharusnya lebih berhati-hati dalam berkendara. Apalagi Jalanan bukan milik sendiri. Pasti banyak orang orang disana." ucap Rida kepada Tamara.

"Iya, mungkin Tuan Regen lagi ada masalah. Sehingga dia tidak dapat mengontrol emosi dan dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🥰😍

2023-08-15

1

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

next thor

2023-07-23

0

Zana aripin

Zana aripin

Innalillahi wainna'ilaihirojiun

2023-05-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2 BAB 2. MENCARI TAHU
3 BAB 3. TALAK
4 BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5 BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6 BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7 BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8 BAB 8. KEPO
9 BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10 BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11 BAB 11. DI RUANG OPERASI
12 BAB 12. KONDISI KRITIS
13 BAB 13. MULAI SADAR
14 BAB 14. PANGGILAN OPA
15 BAB 15. NGIDAM PIZZA
16 BAB 16. CANDA DAN TAWA
17 BAB 17. MERASA MUAK
18 BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19 BAB 19. RENCANA BERHASIL
20 BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21 BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22 BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23 BAB 23. DI USIR
24 BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25 BAB 25. MEETING BOHONGAN
26 BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27 BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28 BAB 28. CINTA TERPENDAM
29 BAB 29. REGEN KEMBALI
30 BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31 BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32 BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33 BAB 33. TELEPON DARI CIA
34 BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35 BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36 BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37 BAB 37. TEKAD REGEN
38 BAB 38. MISI KEDUA
39 BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40 BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41 BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42 BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43 BAB 43. RAHASIA SORAYA
44 BAB 44. KEBIASAAN
45 BAB 45. TELEPON PALSU
46 BAB 46. TALAK
47 BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48 BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49 BAB 49. CIA DIRAWAT
50 BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51 BAB 51. TERPESONA
52 BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53 BAB 53. MENCURI HATI CIA
54 BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55 BAB 55. MELAMAR
56 BAB 56. BUKAN MENOLAK
57 BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58 BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59 BAB 59. CIA DI CULIK
60 BAB 60. TANGIS CIA
61 BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62 BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63 BAB 63. TRAUMA
64 BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65 BAB 65. TERSANDUNG
66 BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67 BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68 BAB 68. AKAD NIKAH
69 BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70 BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71 BAB 71. MALAM PERTAMA
72 BAB 72. MERASA BAHAGIA
73 BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74 BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75 BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76 BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77 BAB 77. DI CALIFORNIA
78 BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79 BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80 BAB 80. TELEPON DARI CIA
81 BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82 BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83 BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84 BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85 BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86 BAB 86. SENYUMAN REGEN
87 BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88 BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89 BAB 89. INGIN MENIKAH
90 BAB 90. MERASA GUGUP
91 BAB 91. MEMINTA RESTU
92 BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93 BAB 93. KWATIR
94 BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95 BAB 95. ALVEN BEBAS
96 BAB 96. MEMOHON
97 BAB 97. KONDISI KRITIS
98 BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99 BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100 BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101 BAB 102. JANUAR KEMBALI
102 BAB 102. SAHABAT LAMA
103 BAB 103. PENGEN DI MANJA
104 BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105 BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106 BAB 106. MERASA TERGANGGU
107 BAB 107. KEPO
108 BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109 BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110 BAB 110. SEKRETARIS BARU
111 BAB 111. MISI MARISSA
112 BAB 112. RENCANA A GAGAL
113 BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114 BAB 114. PERMINTAAN EVI
115 BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116 BAB 116. TAMARA DI CULIK
117 BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118 BAB 118. OPERASI BERHASIL
119 BAB 119. TANGIS REGEN
120 BAB 120. PDKT
121 BAN 121. I LOVE YOU TOO
122 BAB 122. SYUKURAN
123 BAB 123. MELAMAR MARISSA
124 BAB 124. MELAMAR
125 BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126 BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127 BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128 BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129 BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130 BAB 130. KITA PUTUS
131 BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132 BAB 132. METODE SOLO KARIR
133 BAB 133. NGERUMPI
134 BAB 134. MERASA IRI
135 BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136 BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137 BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138 BAB 138. EVI HAMIL
139 BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140 BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141 BAB 141. MUSIBAH
142 BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143 BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144 BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145 BAB 145. TAMAT
Episodes

Updated 145 Episodes

1
BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2
BAB 2. MENCARI TAHU
3
BAB 3. TALAK
4
BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5
BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6
BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7
BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8
BAB 8. KEPO
9
BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10
BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11
BAB 11. DI RUANG OPERASI
12
BAB 12. KONDISI KRITIS
13
BAB 13. MULAI SADAR
14
BAB 14. PANGGILAN OPA
15
BAB 15. NGIDAM PIZZA
16
BAB 16. CANDA DAN TAWA
17
BAB 17. MERASA MUAK
18
BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19
BAB 19. RENCANA BERHASIL
20
BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21
BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23
BAB 23. DI USIR
24
BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25
BAB 25. MEETING BOHONGAN
26
BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27
BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28
BAB 28. CINTA TERPENDAM
29
BAB 29. REGEN KEMBALI
30
BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31
BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32
BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33
BAB 33. TELEPON DARI CIA
34
BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35
BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37
BAB 37. TEKAD REGEN
38
BAB 38. MISI KEDUA
39
BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41
BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42
BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43
BAB 43. RAHASIA SORAYA
44
BAB 44. KEBIASAAN
45
BAB 45. TELEPON PALSU
46
BAB 46. TALAK
47
BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48
BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49
BAB 49. CIA DIRAWAT
50
BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51
BAB 51. TERPESONA
52
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53
BAB 53. MENCURI HATI CIA
54
BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55
BAB 55. MELAMAR
56
BAB 56. BUKAN MENOLAK
57
BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59
BAB 59. CIA DI CULIK
60
BAB 60. TANGIS CIA
61
BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62
BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63
BAB 63. TRAUMA
64
BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65
BAB 65. TERSANDUNG
66
BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67
BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68
BAB 68. AKAD NIKAH
69
BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70
BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71
BAB 71. MALAM PERTAMA
72
BAB 72. MERASA BAHAGIA
73
BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74
BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75
BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77
BAB 77. DI CALIFORNIA
78
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79
BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80
BAB 80. TELEPON DARI CIA
81
BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82
BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83
BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85
BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86
BAB 86. SENYUMAN REGEN
87
BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88
BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89
BAB 89. INGIN MENIKAH
90
BAB 90. MERASA GUGUP
91
BAB 91. MEMINTA RESTU
92
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93
BAB 93. KWATIR
94
BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95
BAB 95. ALVEN BEBAS
96
BAB 96. MEMOHON
97
BAB 97. KONDISI KRITIS
98
BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99
BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100
BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101
BAB 102. JANUAR KEMBALI
102
BAB 102. SAHABAT LAMA
103
BAB 103. PENGEN DI MANJA
104
BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105
BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106
BAB 106. MERASA TERGANGGU
107
BAB 107. KEPO
108
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109
BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110
BAB 110. SEKRETARIS BARU
111
BAB 111. MISI MARISSA
112
BAB 112. RENCANA A GAGAL
113
BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114
BAB 114. PERMINTAAN EVI
115
BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116
BAB 116. TAMARA DI CULIK
117
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118
BAB 118. OPERASI BERHASIL
119
BAB 119. TANGIS REGEN
120
BAB 120. PDKT
121
BAN 121. I LOVE YOU TOO
122
BAB 122. SYUKURAN
123
BAB 123. MELAMAR MARISSA
124
BAB 124. MELAMAR
125
BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126
BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128
BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130
BAB 130. KITA PUTUS
131
BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132
BAB 132. METODE SOLO KARIR
133
BAB 133. NGERUMPI
134
BAB 134. MERASA IRI
135
BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136
BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137
BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138
BAB 138. EVI HAMIL
139
BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141
BAB 141. MUSIBAH
142
BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144
BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145
BAB 145. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!