BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA

Saat berada di cafe, terlihat Alven begitu bahagia. Makan bersama dengan wanita cantik. Bahkan jauh lebih muda darinya. Ya, usia Evi saat ini masih sekitar 23 tahun, daun muda menurut Alven.

Sementara netra Evi menelisik seisi kafe, Ia tak kunjung melihat sosok Soraya datang ke sana. Sudah tidak sabar Evi menyaksikan pertengkaran keduanya.

Walaupun terkesan jahat, tapi Evi ingin memberikan pelajaran kepada lelaki durjana seperti Alven yang tega menghianati istrinya yang begitu baik dan setia kepadanya. Bahkan wanita seperti Tamara, yang begitu menurut akan apa yang dikatakan oleh suaminya.

Saat Evi melihat kehadiran Soraya di cafe itu, terlihat Evi langsung mengecup wajah tampan Alven. Membuat Alven merona dan bahagia

cup!

"Maaf Pak Alven, saya tidak bisa memendam rasa lagi. Entah mengapa wajah Pak Alven selalu menari-nari di pikiran saya. Jujur aku memang sudah mengetahui Pak Alven sudah menikah, tapi apakah saya salah mencintai Pak?" tanya Evi kepada Alven.

Alven mengembangkan senyumnya. "Tentu tidak kamu tidak salah mencintai saya. Saya justru bangga dan bahagia dicintai wanita cantik seperti kamu." ucap Alven sambil menggenggam tangan Evi. lagi lagi umpan Evi termakan oleh lelaki durjana yang ada di hadapannya.

"Apakah Mas serius, aku berhak mencintai Mas?"

"Iya, aku serius, justru Entah mengapa semenjak melihat kamu hatiku juga begitu bergetar. Aku juga memiliki rasa terhadap" "ucap pria itu sambil memberikan kecupan hangat di punggung tangan Evi.

Saat pria itu memberikan kecupan hangat di punggung tangan Evi, sosok Soraya muncul dan melihat itu semuanya.

Soraya langsung menghampiri keduanya.

"Apa-apaan ini?"tanya Soraya dengan nada yang tinggi. Dia sudah terbakar emosi, melihat sang suami sedang makan bersama. Bahkan suaminya memberikan kecupan di punggung tangan wanita cantik yang ada di hadapannya.

"Jadi ini yang kamu lakukan di belakangku Mas?"teriak Soraya yang mampu mengalihkan semua atensi para pengunjung di cafe itu.

"Nga....Ngapain kamu ke sini Soraya?

"Tidak perlu mengalihkan pertanyaan Mas!" jadi ini yang Mas lakukan selama ini di belakangku? lagi-lagi Soraya berteriak.

Kini Soraya menatap tajam karena Evi, wanita muda berparas cantik itu hanya menatap Soraya dengan Tatapan yang sulit diartikan.

"Kamu juga! dasar pelakor! Apa kamu tidak laku sehingga kamu menggoda suami saya?" ucap Soraya sambil melayangkan tamparan kepada Evi.

"Soraya hentikan! teriak Alven meminta kepada Soraya agar berhenti berteriak-teriak di cafe itu, karena Alven sudah merasa malu menjadi pusat perhatian di kafe itu.

"Apa Mas?

"Hentikan kamu bilang?

"Kamu bermain gila dengan wanita ini, di belakangku kamu meminta aku berhenti?"ucap Soraya dengan nada yang semakin meninggi.

"Sudahlah mas, mending Mas pulang saja dengan istri tuamu ini. Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian di cafe ini, karena suara teriakan-teriakan wanita ini."ucap Evi dengan nada sinis.

"Apa kamu bilang?

"Istri tua?

"Apa kamu tidak melihat Kalau saya masih berpenampilan cantik seperti ini?

"Mas, bawa aja istrimu ini dari sini. Aku tidak ingin ribut dengan wanita seperti dia. Dia mengatai ku pelakor, Apakah salah aku mencintaimu selaku suami orang lain? tentu tidak bukan?"

"Sama halnya seperti yang dilakukannya terhadap mantan istrimu dulu, dia juga mencintai Mas. Padahal dia mengetahui kalau dulu Mas sudah memiliki istri dan anak. Tapi sekarang mengapa dia menyalahkan aku, jangan salahkan aku dong, aku juga mencintai suami kamu,"

"Kamu tahu bukan, bagaimana rasanya mencintai suami orang lain. Sama halnya dengan aku, Aku mencintai suamimu Apa aku salah? tanyakan kepada suamimu, Apakah dia juga mencintai aku? Apakah dia hanya mencintai kamu. Tolong, Jangan menyalahkan aku dengan sepihak. Kami sama-sama saling mencintai. Tidak apa-apa bagiku jika aku dijadikan istri kedua."ucap Evi.

"Kamu serius sayang?"tanya Alven sambil langsung mendekap tubuh Evi , kepelukannya walaupun sebenarnya Evi merasa jijik dipeluk oleh lelaki durjana seperti Alven.

Hal itu membuat emosi Soraya semakin membabi buta. Ia pun langsung melayangkan tamparan ke wajah Alven.

"Keterlaluan kamu Mas, kamu melakukan ini kepadaku, saat aku sedang mengandung anak kamu!"

"Apa kamu tidak memikirkan Bagaimana anak kita yang ada di rahimku ini nanti, jika mengetahui ayahnya bermain gila dengan wanita lain ? ucap Soraya sambil menangis sesungguhkan

"Halo mbak, dulu juga apa Mbak memikirkan sesuatu terhadap mantan istri Mas Alven yang saat itu memiliki seorang anak? Mbak mengatakan sangat mencintai Mas Alven, sehingga Mbak memaksakan Mas Alven untuk bercerai dengan istri pertamanya. Tapi apa Mbak berfikir Bagaimana perasaan mantan istri Mas ALven? tidak bukan. Jadi untuk apa saya memikirkan perasaan Mbak? tapi saya tidak masalah, jika Mas ALven benar-benar sangat mencintaimu, tidak apa-apa Mas Alven aku lepas,"

"Biarlah cintaku terhadap Mas Alven aku pendam sendiri. Mbak tidak perlu khawatir." ucap Evi tersenyum getir.

"Jangan dong Sayang, Aku sangat mencintaimu. Aku tidak ingin kamu meninggalkanku. bersabarlah kita akan segera menikah, dia pasti setuju kamu menjadi madunya."ucap Alven berusaha meyakinkan Evi agar Evi tidak meninggalkan dirinya.

Evi menyeringai tipis, kehancuran rumah tangga antara Soraya dengan Alven di ambang pintu.

"Aku sudah tidak sabar menyaksikan kehancuran rumah tangga manusia durjana ini."gumam Evi dalam hati menyeringai tipis.

"Sudahlah Mas, lebih baik Mas ajak Mbak Soraya pulang ke rumah. Biarkan saya pulang ke kantor sendiri menggunakan taksi atau ojek online. Mungkin Mbak Soraya lebih membutuhkan Mas saat ini, tidak perlu memperdulikan saya. Saya baik-baik saja. Mas tenang saja."ujar Evi sambil berlalu meninggalkan Alven dan Soraya di sana.

Alven berusaha mengejar Evi, yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu. Soraya berlari mengejar Alven.

"Alven....! saya ini istri kamu, mengapa kamu tega melakukan itu kepada saya? meninggalkan saya demi mengejar wanita itu."teriak Soraya sambil menangis sesungguhkan.

Tampak para pengunjung yang mencicipi menu makanan di cafe itu, menyaksikan pertengkaran ketiganya. Evi sudah menaiki taksi yang kebetulan melintas di depan Cafe. sementara Alven mengeram kesal menatap tajam ke arah Soraya sang istri.

"Kenapa sih kamu mengganggu hidup saya? Kenapa sih kamu tiba-tiba ada di sini?" teriak Alven tidak terima kalau istrinya datang menghampiri dirinya saat dia makan siang bersama dengan wanita yang saat ini menjadi incarannya.

"Mas! aku ini istri kamu, Mengapa kamu tega mengatakan itu kepada Aku. Apakah kamu lupa janjimu kepadaku. Ingat, anak yang ada di dalam kandunganku ini adalah putra kamu. anak laki-laki yang selama ini kamu nanti-nantikan."ucap Soraya senjatanya agar Alven tidak meninggalkan dirinya dan memilih wanita lain.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

Terpopuler

Comments

Juliana Pieter

Juliana Pieter

huuh rasain betapa sakitnya diselingkuhin suami nakal.

2025-01-25

0

guntur 1609

guntur 1609

rasain kau siraya

2025-01-25

0

Ning Suswati

Ning Suswati

jangan2 cuma akal2an soraya cabaynya laki2,masa baru beberapa bln sdh tau kalau cabaynya laki2, rasakantu seharusnya intro diri soraya apa yg sdh kamu lakukan, sekarang apa yg dilakukan oleh evi belum seberapa cuma ingin membalaskan tamara

2025-01-23

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2 BAB 2. MENCARI TAHU
3 BAB 3. TALAK
4 BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5 BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6 BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7 BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8 BAB 8. KEPO
9 BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10 BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11 BAB 11. DI RUANG OPERASI
12 BAB 12. KONDISI KRITIS
13 BAB 13. MULAI SADAR
14 BAB 14. PANGGILAN OPA
15 BAB 15. NGIDAM PIZZA
16 BAB 16. CANDA DAN TAWA
17 BAB 17. MERASA MUAK
18 BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19 BAB 19. RENCANA BERHASIL
20 BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21 BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22 BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23 BAB 23. DI USIR
24 BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25 BAB 25. MEETING BOHONGAN
26 BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27 BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28 BAB 28. CINTA TERPENDAM
29 BAB 29. REGEN KEMBALI
30 BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31 BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32 BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33 BAB 33. TELEPON DARI CIA
34 BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35 BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36 BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37 BAB 37. TEKAD REGEN
38 BAB 38. MISI KEDUA
39 BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40 BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41 BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42 BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43 BAB 43. RAHASIA SORAYA
44 BAB 44. KEBIASAAN
45 BAB 45. TELEPON PALSU
46 BAB 46. TALAK
47 BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48 BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49 BAB 49. CIA DIRAWAT
50 BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51 BAB 51. TERPESONA
52 BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53 BAB 53. MENCURI HATI CIA
54 BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55 BAB 55. MELAMAR
56 BAB 56. BUKAN MENOLAK
57 BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58 BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59 BAB 59. CIA DI CULIK
60 BAB 60. TANGIS CIA
61 BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62 BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63 BAB 63. TRAUMA
64 BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65 BAB 65. TERSANDUNG
66 BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67 BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68 BAB 68. AKAD NIKAH
69 BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70 BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71 BAB 71. MALAM PERTAMA
72 BAB 72. MERASA BAHAGIA
73 BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74 BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75 BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76 BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77 BAB 77. DI CALIFORNIA
78 BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79 BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80 BAB 80. TELEPON DARI CIA
81 BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82 BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83 BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84 BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85 BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86 BAB 86. SENYUMAN REGEN
87 BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88 BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89 BAB 89. INGIN MENIKAH
90 BAB 90. MERASA GUGUP
91 BAB 91. MEMINTA RESTU
92 BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93 BAB 93. KWATIR
94 BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95 BAB 95. ALVEN BEBAS
96 BAB 96. MEMOHON
97 BAB 97. KONDISI KRITIS
98 BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99 BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100 BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101 BAB 102. JANUAR KEMBALI
102 BAB 102. SAHABAT LAMA
103 BAB 103. PENGEN DI MANJA
104 BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105 BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106 BAB 106. MERASA TERGANGGU
107 BAB 107. KEPO
108 BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109 BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110 BAB 110. SEKRETARIS BARU
111 BAB 111. MISI MARISSA
112 BAB 112. RENCANA A GAGAL
113 BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114 BAB 114. PERMINTAAN EVI
115 BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116 BAB 116. TAMARA DI CULIK
117 BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118 BAB 118. OPERASI BERHASIL
119 BAB 119. TANGIS REGEN
120 BAB 120. PDKT
121 BAN 121. I LOVE YOU TOO
122 BAB 122. SYUKURAN
123 BAB 123. MELAMAR MARISSA
124 BAB 124. MELAMAR
125 BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126 BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127 BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128 BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129 BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130 BAB 130. KITA PUTUS
131 BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132 BAB 132. METODE SOLO KARIR
133 BAB 133. NGERUMPI
134 BAB 134. MERASA IRI
135 BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136 BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137 BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138 BAB 138. EVI HAMIL
139 BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140 BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141 BAB 141. MUSIBAH
142 BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143 BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144 BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145 BAB 145. TAMAT
Episodes

Updated 145 Episodes

1
BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2
BAB 2. MENCARI TAHU
3
BAB 3. TALAK
4
BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5
BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6
BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7
BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8
BAB 8. KEPO
9
BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10
BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11
BAB 11. DI RUANG OPERASI
12
BAB 12. KONDISI KRITIS
13
BAB 13. MULAI SADAR
14
BAB 14. PANGGILAN OPA
15
BAB 15. NGIDAM PIZZA
16
BAB 16. CANDA DAN TAWA
17
BAB 17. MERASA MUAK
18
BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19
BAB 19. RENCANA BERHASIL
20
BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21
BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23
BAB 23. DI USIR
24
BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25
BAB 25. MEETING BOHONGAN
26
BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27
BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28
BAB 28. CINTA TERPENDAM
29
BAB 29. REGEN KEMBALI
30
BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31
BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32
BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33
BAB 33. TELEPON DARI CIA
34
BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35
BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37
BAB 37. TEKAD REGEN
38
BAB 38. MISI KEDUA
39
BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41
BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42
BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43
BAB 43. RAHASIA SORAYA
44
BAB 44. KEBIASAAN
45
BAB 45. TELEPON PALSU
46
BAB 46. TALAK
47
BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48
BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49
BAB 49. CIA DIRAWAT
50
BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51
BAB 51. TERPESONA
52
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53
BAB 53. MENCURI HATI CIA
54
BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55
BAB 55. MELAMAR
56
BAB 56. BUKAN MENOLAK
57
BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59
BAB 59. CIA DI CULIK
60
BAB 60. TANGIS CIA
61
BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62
BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63
BAB 63. TRAUMA
64
BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65
BAB 65. TERSANDUNG
66
BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67
BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68
BAB 68. AKAD NIKAH
69
BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70
BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71
BAB 71. MALAM PERTAMA
72
BAB 72. MERASA BAHAGIA
73
BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74
BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75
BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77
BAB 77. DI CALIFORNIA
78
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79
BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80
BAB 80. TELEPON DARI CIA
81
BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82
BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83
BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85
BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86
BAB 86. SENYUMAN REGEN
87
BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88
BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89
BAB 89. INGIN MENIKAH
90
BAB 90. MERASA GUGUP
91
BAB 91. MEMINTA RESTU
92
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93
BAB 93. KWATIR
94
BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95
BAB 95. ALVEN BEBAS
96
BAB 96. MEMOHON
97
BAB 97. KONDISI KRITIS
98
BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99
BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100
BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101
BAB 102. JANUAR KEMBALI
102
BAB 102. SAHABAT LAMA
103
BAB 103. PENGEN DI MANJA
104
BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105
BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106
BAB 106. MERASA TERGANGGU
107
BAB 107. KEPO
108
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109
BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110
BAB 110. SEKRETARIS BARU
111
BAB 111. MISI MARISSA
112
BAB 112. RENCANA A GAGAL
113
BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114
BAB 114. PERMINTAAN EVI
115
BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116
BAB 116. TAMARA DI CULIK
117
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118
BAB 118. OPERASI BERHASIL
119
BAB 119. TANGIS REGEN
120
BAB 120. PDKT
121
BAN 121. I LOVE YOU TOO
122
BAB 122. SYUKURAN
123
BAB 123. MELAMAR MARISSA
124
BAB 124. MELAMAR
125
BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126
BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128
BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130
BAB 130. KITA PUTUS
131
BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132
BAB 132. METODE SOLO KARIR
133
BAB 133. NGERUMPI
134
BAB 134. MERASA IRI
135
BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136
BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137
BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138
BAB 138. EVI HAMIL
139
BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141
BAB 141. MUSIBAH
142
BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144
BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145
BAB 145. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!