BAB 11. DI RUANG OPERASI

Tamara bingung harus melakukan apa saat ini. Setelah mengetahui pria yang ia tolong ternyata Putra tunggal dari Tuan Aditama.

Saat dokter memeriksa kondisi Regen saat ini, dokter memutuskan untuk segera melakukan tindakan operasi.

Karena di bagian kepala Regen terdapat benturan yang cukup keras, hingga perdarahan pun terjadi.

Dokter meminta persetujuan dari Tamara, Tamara bingung harus melakukan apa. Dia hanya menjawab kepada dokter untuk segera melakukan yang terbaik dan berusaha menyelamatkan pria yang ia tolong.

Mau tidak mau Tamara harus menghubungi Tuan Aditama. Ia meraih ponselnya, masih tersimpan di sana nomor ponsel mantan bosnya itu.

Saat nomor ponsel milik Tuan Aditama ia temukan di layar ponselnya, ia menekan tombol hijau agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Tuan Aditama.

Tamara sama sekali tidak mengetahui kalau kondisi kesehatan Tuan Aditama saat ini menurun.

Kring....

Kring ....

Kring....

Suara Deringan ponsel milik Tuan Aditama yang berada di atas nakas.

Tuan Aditama bersusah payah untuk bangkit berniat mengambil ponsel miliknya yang berada di samping tempat tidur.

Tuan Aditama mengerutkan keningnya, ketika melihat nomor ponsel Tamara yang menghubungi dirinya.

"Ada apa Tamara menghubungiku sore begini, apa ada sesuatu hal yang ingin Ia tanyakan kepadaku mengenai Alven? bukankah dia sudah bercerai dengan Alven? pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Tuan Aditama.

Daripada penasaran Tuan Aditama pun menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.

"Halo selamat sore Tamara, lama sudah kamu tidak pernah menghubungi saya."ucap Tuan Aditama dengan suara sedikit parau.

"Selamat sore Tuan, Bagaimana kabar Tuan hari ini apa baik-baik saja?"

"Iya beginilah Tamara, kalau usia tubuh sudah termakan usia, jadi kondisi kesehatan pun semakin menurun.

"Tuan, bolehkah anda datang ke rumah sakit?"tanya Tamara berhati-hati.

"Ada apa Tamara, Mengapa kamu memintaku datang ke rumah sakit sekarang?"tanya Tuan Aditama merasa heran.

"Tidak apa-apa Tuan, Saya hanya ingin bertemu dengan Tuan."ucap Tamara membuat Tuan Aditama semakin bingung.

"Ada apa sebenarnya Mengapa tiba-tiba kamu menghubungi saya lalu meminta saya untuk datang ke rumah sakit."

"Saya hanya ingin perlu bertemu dengan Tuan saja, ada sesuatu yang ingin Tamara bicarakan kepada Tuan. Apa tidak ada sopir pribadi yang bisa mengantar Tuan ke sini?

"Kamu tenang saja, aku akan datang kebetulan Aryo berada di sini." sahut Tuan Aditama sembari berusaha bangkit dari tempat tidurnya.

Tuan Aditama meminta kepada sang sopir untuk segera menyiapkan mobil, agar Aryo segera menghantarkannya ke rumah sakit di mana Tamara saat ini berada bersama Regen Aditama

Setelah Tuan Aditama duduk dengan nyaman di dalam mobil, Aryo menghidupkan mesin mobil lalu meninggalkan rumah utama keluarga Aditama, menuju rumah sakit di mana saat ini Tamara berada.

"Maaf Tuan memangnya siapa yang sakit Mengapa Nona Tamara meminta Tuan untuk menemuinya di rumah sakit?" tanya Aryo yang juga penasaran.

"Entah, Saya juga merasa heran Tamara tidak pernah seperti ini. Pasti ada sesuatu hal penting yang ingin Ia bicarakan kepadaku." ucap Tuan Aditama kepada Aryol yang saat ini fokus menyetir mobil yang ditumpangi oleh Tuan Aditama.

Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh menit membelah jalanan ibukota yang lumayan macet, akhirnya Tuan Aditama tiba di rumah sakit. Dimana Tamara meminta Tuan Aditama untuk datang menemuinya.

Tamara sengaja tidak memberitahu hal yang sebenarnya yang kepada Tuan Aditama, khawatir jika Tamara memberitahu di rumah bisa saja kondisi kesehatan Tuan Aditama semakin drastis menurun bahkan bisa saja shock, yang dapat berakibat fatal untuk kondisi kesehatan Tuan Aditama.

Tampak Tuan Aditama sedikit tertatih berjalan menghampiri Tamara yang dari tadi mondar-mandir di depan ruang operasi.

Tuan Aditama kembali menghubungi nomor ponsel Tamara, dan mengatakan kalau saat ini dirinya sudah berada di rumah sakit. Tamara pun meminta kepada Tuan Aditama untuk segera menemuinya tepat di dekat ruang operasi. Membuat Tuan Aditama semakin bingung apa yang sebenarnya yang ingin dibicarakan Tamara kepadanya, Sehingga Tamara meminta Tuan Aditama untuk menemuinya di dekat ruang operasi.

Tamara sudah melihat Tuan Aditama berjalan ke arah ruang operasi. Ia pun langsung melambaikan tangannya agar Tuan Aditama mengetahui keberadaannya di.

"Ada apa Tamara Mengapa memintaku datang ke sini? apa kamu tidak mengetahui kalau kondisi kesehatanku saat ini sudah semakin menurun, dan tidak seperti dulu lagi?" ucap Tuan Aditama kepada Tamara.

Belum sempat Tamara menjawab, tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang operasi.

"Bagaimana kondisi pasien dokter apa operasinya berjalan dengan lancar?"tanya Tamara yang tiba-tiba langsung meninggalkan Tuan Aditama saat berbicara dengannya, Ketika sang dokter keluar dari ruang operasi.

"Operasinya sudah berjalan dengan lancar, tapi pasien belum sadarkan diri. Kita lihat saja nanti perkembangannya, karena benturan di kepalanya cukup parah, membuat pasien sampai saat ini belum sadarkan diri.

Lebih baik Nona segera menghubungi keluarganya. Agar keluarganya mengetahui kondisinya yang sebenarnya.

" Yang sabar ya, Nona, Oh iya nona apa keluarga pasien sudah mengetahuinya tanya seorang suster yang baru keluar juga dari ru ruang operasi menyusul sang dokter. Membuat perasaan Tuan Aditama merasa tidak enak sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Tamara darinya.

"Pasien?

"Benturan kepala?

"Siapa yang ada di ruang operasi Tamara?"tanya Tuan Aditama penasaran.

"Yang sabar Tuan, Maaf kalau saya sebelumnya tidak memberitahu kepada Tuan, Kalau Tuan Muda Regen Aditama saat ini berada di ruang operasi Karena mengalami kecelakaan, tetapi Tuan tenang saja operasinya sudah berjalan dengan lancar. Tuan muda Regen Aditama mengalami kecelakaan laka lantas, Kebetulan saya pada saat itu berada di lokasi kejadian.

"Sepertinya Tuan Regen Aditama mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi, kebetulan sebuah mobil truk melintas dari persimpangan, dan Tuan Regen Aditama tidak sempat mengerem lag. Ia pun akhirnya membanting stir mobil miliknya ke arah kanan, sehingga Tuan Regen Aditama menabrak pohon yang cukup besar. Hingga membuat mobil Tuan Regen Aditama ringset dan hangus terbakar,"

"Jika saja saya terlambat datang menghampiri Tuan Regen Aditama, bisa saja Tuan Regen ikut terbakar, karena mobilnya juga sudah hangus terbakar,"

"Saya melihat ada asap mengepul di mobil Tuan Regen Aditama, sehingga saya langsung berlari mencoba melihat seseorang yang ada di dalam mobil. Yang ternyata Tuan muda Regen yang ada di dalam, sehingga saya berusaha untuk mengeluarkan tubuh Tuan Regen Aditama yang terjepit di dalam mobil,"

Dan akhirnya saya berhasil mengeluarkan tubuh Tuan Regen Aditama, Tapi sayangnya saya tidak bisa, menyelamatkan mobil itu dari kobaran api." ucap Tamara memberitahu yang sebenarnya kepada Tuan Aditama membuat Tuan Aditama benar-benar terkejut mendengar penuturan dari Tamara.

Tuan Aditama menangis histeris mendengarkan kabar putranya mengalami kecelakaan. Bahkan mengalami benturan yang cukup hebat, Ia khawatir terjadi sesuatu kepada putranya, karena harta yang paling berharga bagi Tuan Aditama itu hanyalah Regen Aditama.

"Terima kasih Nak Tamara kamu telah menyelamatkan Putra saya, Jika saja kamu tidak ada disana saat kejadian itu, entah apa yang terjadi kepada Putra Saya." ucap Tuan Aditama kepada Tamara yang sedari tadi juga menangis setelah mengetahui kondisi Regen saat ini, masih dalam keadaan kritis pasca operasi.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🥰🥰

2023-08-15

1

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

smg aja regen tdk kenapa habis operasi

2023-07-23

0

Dewi Andayani

Dewi Andayani

Makin seru😁😁😁....makin gregetan

2023-05-19

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2 BAB 2. MENCARI TAHU
3 BAB 3. TALAK
4 BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5 BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6 BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7 BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8 BAB 8. KEPO
9 BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10 BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11 BAB 11. DI RUANG OPERASI
12 BAB 12. KONDISI KRITIS
13 BAB 13. MULAI SADAR
14 BAB 14. PANGGILAN OPA
15 BAB 15. NGIDAM PIZZA
16 BAB 16. CANDA DAN TAWA
17 BAB 17. MERASA MUAK
18 BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19 BAB 19. RENCANA BERHASIL
20 BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21 BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22 BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23 BAB 23. DI USIR
24 BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25 BAB 25. MEETING BOHONGAN
26 BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27 BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28 BAB 28. CINTA TERPENDAM
29 BAB 29. REGEN KEMBALI
30 BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31 BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32 BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33 BAB 33. TELEPON DARI CIA
34 BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35 BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36 BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37 BAB 37. TEKAD REGEN
38 BAB 38. MISI KEDUA
39 BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40 BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41 BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42 BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43 BAB 43. RAHASIA SORAYA
44 BAB 44. KEBIASAAN
45 BAB 45. TELEPON PALSU
46 BAB 46. TALAK
47 BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48 BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49 BAB 49. CIA DIRAWAT
50 BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51 BAB 51. TERPESONA
52 BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53 BAB 53. MENCURI HATI CIA
54 BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55 BAB 55. MELAMAR
56 BAB 56. BUKAN MENOLAK
57 BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58 BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59 BAB 59. CIA DI CULIK
60 BAB 60. TANGIS CIA
61 BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62 BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63 BAB 63. TRAUMA
64 BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65 BAB 65. TERSANDUNG
66 BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67 BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68 BAB 68. AKAD NIKAH
69 BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70 BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71 BAB 71. MALAM PERTAMA
72 BAB 72. MERASA BAHAGIA
73 BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74 BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75 BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76 BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77 BAB 77. DI CALIFORNIA
78 BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79 BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80 BAB 80. TELEPON DARI CIA
81 BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82 BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83 BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84 BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85 BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86 BAB 86. SENYUMAN REGEN
87 BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88 BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89 BAB 89. INGIN MENIKAH
90 BAB 90. MERASA GUGUP
91 BAB 91. MEMINTA RESTU
92 BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93 BAB 93. KWATIR
94 BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95 BAB 95. ALVEN BEBAS
96 BAB 96. MEMOHON
97 BAB 97. KONDISI KRITIS
98 BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99 BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100 BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101 BAB 102. JANUAR KEMBALI
102 BAB 102. SAHABAT LAMA
103 BAB 103. PENGEN DI MANJA
104 BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105 BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106 BAB 106. MERASA TERGANGGU
107 BAB 107. KEPO
108 BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109 BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110 BAB 110. SEKRETARIS BARU
111 BAB 111. MISI MARISSA
112 BAB 112. RENCANA A GAGAL
113 BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114 BAB 114. PERMINTAAN EVI
115 BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116 BAB 116. TAMARA DI CULIK
117 BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118 BAB 118. OPERASI BERHASIL
119 BAB 119. TANGIS REGEN
120 BAB 120. PDKT
121 BAN 121. I LOVE YOU TOO
122 BAB 122. SYUKURAN
123 BAB 123. MELAMAR MARISSA
124 BAB 124. MELAMAR
125 BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126 BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127 BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128 BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129 BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130 BAB 130. KITA PUTUS
131 BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132 BAB 132. METODE SOLO KARIR
133 BAB 133. NGERUMPI
134 BAB 134. MERASA IRI
135 BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136 BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137 BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138 BAB 138. EVI HAMIL
139 BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140 BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141 BAB 141. MUSIBAH
142 BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143 BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144 BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145 BAB 145. TAMAT
Episodes

Updated 145 Episodes

1
BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2
BAB 2. MENCARI TAHU
3
BAB 3. TALAK
4
BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5
BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6
BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7
BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8
BAB 8. KEPO
9
BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10
BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11
BAB 11. DI RUANG OPERASI
12
BAB 12. KONDISI KRITIS
13
BAB 13. MULAI SADAR
14
BAB 14. PANGGILAN OPA
15
BAB 15. NGIDAM PIZZA
16
BAB 16. CANDA DAN TAWA
17
BAB 17. MERASA MUAK
18
BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19
BAB 19. RENCANA BERHASIL
20
BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21
BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23
BAB 23. DI USIR
24
BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25
BAB 25. MEETING BOHONGAN
26
BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27
BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28
BAB 28. CINTA TERPENDAM
29
BAB 29. REGEN KEMBALI
30
BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31
BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32
BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33
BAB 33. TELEPON DARI CIA
34
BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35
BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37
BAB 37. TEKAD REGEN
38
BAB 38. MISI KEDUA
39
BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41
BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42
BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43
BAB 43. RAHASIA SORAYA
44
BAB 44. KEBIASAAN
45
BAB 45. TELEPON PALSU
46
BAB 46. TALAK
47
BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48
BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49
BAB 49. CIA DIRAWAT
50
BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51
BAB 51. TERPESONA
52
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53
BAB 53. MENCURI HATI CIA
54
BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55
BAB 55. MELAMAR
56
BAB 56. BUKAN MENOLAK
57
BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59
BAB 59. CIA DI CULIK
60
BAB 60. TANGIS CIA
61
BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62
BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63
BAB 63. TRAUMA
64
BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65
BAB 65. TERSANDUNG
66
BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67
BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68
BAB 68. AKAD NIKAH
69
BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70
BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71
BAB 71. MALAM PERTAMA
72
BAB 72. MERASA BAHAGIA
73
BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74
BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75
BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77
BAB 77. DI CALIFORNIA
78
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79
BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80
BAB 80. TELEPON DARI CIA
81
BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82
BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83
BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85
BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86
BAB 86. SENYUMAN REGEN
87
BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88
BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89
BAB 89. INGIN MENIKAH
90
BAB 90. MERASA GUGUP
91
BAB 91. MEMINTA RESTU
92
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93
BAB 93. KWATIR
94
BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95
BAB 95. ALVEN BEBAS
96
BAB 96. MEMOHON
97
BAB 97. KONDISI KRITIS
98
BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99
BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100
BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101
BAB 102. JANUAR KEMBALI
102
BAB 102. SAHABAT LAMA
103
BAB 103. PENGEN DI MANJA
104
BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105
BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106
BAB 106. MERASA TERGANGGU
107
BAB 107. KEPO
108
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109
BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110
BAB 110. SEKRETARIS BARU
111
BAB 111. MISI MARISSA
112
BAB 112. RENCANA A GAGAL
113
BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114
BAB 114. PERMINTAAN EVI
115
BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116
BAB 116. TAMARA DI CULIK
117
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118
BAB 118. OPERASI BERHASIL
119
BAB 119. TANGIS REGEN
120
BAB 120. PDKT
121
BAN 121. I LOVE YOU TOO
122
BAB 122. SYUKURAN
123
BAB 123. MELAMAR MARISSA
124
BAB 124. MELAMAR
125
BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126
BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128
BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130
BAB 130. KITA PUTUS
131
BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132
BAB 132. METODE SOLO KARIR
133
BAB 133. NGERUMPI
134
BAB 134. MERASA IRI
135
BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136
BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137
BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138
BAB 138. EVI HAMIL
139
BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141
BAB 141. MUSIBAH
142
BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144
BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145
BAB 145. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!