BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA

Alven terdiam, saat Tamara mengingatkan dirinya kala Tamara masih bekerja di satu kantor yang sama dengannya. Ia ingat betul jabatan Tamara jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya kala itu.

Bahkan pendapatan Tamara juga jauh lebih besar darinya. Tapi karena Tamara ingin menjadi istri yang menurut akan perintah suaminya, di samping itu ia juga sayang dan cinta terhadap suaminya, sehingga ia akhirnya mengundurkan diri atas permintaan sang suami.

"Ya aku, tahu itu. Tapi itu dulu. Sekarang kau tidak ada apa-apanya dibandingkan aku. Aku yang menafkahi mu selama ini."ucap Alven dengan lantang tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.

Tubuh Tamara masih terasa membeku, Seraya menatap nanar sepasang mata yang ada di hadapannya. Tak menyangka suaminya akan tega menghianati cintanya.

Tamara tidak menjawab lagi. Malas berdebat dengan lelaki yang sedang dilanda asmara bersama wanita lain.

Sedangkan Alven langsung meraih koper miliknya lalu memasukkan baju-bajunya ke dalam koper.

Sebelumnya ia sudah membawa bajunya satu coper saat dirinya membohongi Tamara pergi tugas keluar kota. Yang ternyata selama ini Alven menginap di apartemen milik Soraya.

Fitricia yang baru terbangun menatap ayahnya memasukkan baju-bajunya ke dalam coper.

"Ayah...., Ayah mau kemana? tanya Cia kepada Alven sambil memperhatikan Papanya memasukkan baju bajunya kedalam koper.

Alven seolah tak mendengar suara bocah kecil itu. Ia tak menghiraukannya sama sekali. Ia memilih langsung pergi begitu saja meninggalkan putrinya dan Tamara di sana.

Tamara menatap punggung sang suami pergi meninggalkan mereka begitu saja setelah mengucapkan kata talak.

Lelah sudah, Tamara menangis. Air matanya seolah kering sudah. Ia tidak menangisi kepergian suaminya lagi, setelah mendengar kata talak yang keluar dari mulutnya.

Cia memanggil memanggil ayahnya. "Papa.... papa mau kemana? papa jangan tinggalkan Cia dan mama."teriak bocah kecil itu. Tapi Alven sama sekali tidak peduli.

Ia memilih memasukkan koper miliknya ke dalam mobil lalu masuk ke dalam mobil melajukannya ke arah jalan raya, yang entah kemana dia akan pergi. Yang pasti Tamara dan Cia sama sekali tidak mengetahuinya.

"Ma...., Papa mau pergi kemana? tanya Cia sambil menangis karena tidak dihiraukan sang ayah.

"Sudah sayang, kamu tidak perlu menangis, lebih baik kamu istirahat saja."ujar Tamara kepada sang putri.

"Tapi Ma, apa Papa tidak akan balik lagi ke rumah ini? tanya Cia lagi-lagi membuat hati Tamara tercabik-cabik.

Sementara di tempat lain, terlihat Alven mengendarai mobil miliknya dengan kecepatan tinggi. Ia pun akhirnya tiba di sebuah apartemen mewah yang ada di ibukota.

Alven sebelumnya sudah menghubungi Soraya, kalau dirinya saat ini sudah bercerai dengan sang istri. Tinggal menunggu keputusan pengadilan saja.

Ada kebahagiaan tersendiri di hati Soraya, saat mengetahui Alven akhirnya menceraikan istrinya demi dirinya.

"Lihat saja Tamara, kamu pasti kalah dariku. saat ini aku sudah berhasil merebut suami kamu. Bagaimana tidak, penampilanmu dekil seperti itu. Entah apa yang membuat memilihmu menjadi istrinya."gumam Soraya menyeringai tipis.

Tiba-tiba suara ketukan pintu berbunyi, Soraya sudah mengetahui siapa yang akan datang ke apartemen miliknya. Soraya bangkit dari tempat duduknya berjalan untuk membuka pintu.

"Sayang kamu sudah datang?"sambutnya sambil langsung memeluk dan memberikan kecupan hangat di wajah tampan Alven.

Alven tersenyum."Apa kamu sudah puas aku sudah menceraikan istriku? aku sudah tidak sabar lagi ingin langsung menikahi mu."ucap Alven tersenyum sambil langsung meraup bibir manis Soraya hu

"Iya dong Sayang, dengan begini kita akan bebas melakukan apa saja. Tanpa harus bersembunyi-sembunyi dari orang-orang. segeralah nikah ya aku. Aku sudah tidak sabar ingin menjadi pendamping hidupmu."ucap Soraya sambil bergelut manja di lengan Alven.

"Kamu tenang saja, Aku akan segera menikahimu setelah sidang perceraian ku dengan Tamara selesai. "sahutnya Sambil tertawa.

Pria itu benar-benar tidak punya akhlak sama sekali. Dia tertawa dan bahagia di atas penderitaan Tamara dan juga Fitricia putrinya.

****

Beberapa hari kemudian, Alven tak kunjung kembali ke rumah yang selama ini ditempati oleh Alven dan Tamara selama membina biduk rumah tangga.

Tak ada pertanyaan dari Fitricia lagi, seolah-olah Fitricia sudah memahami apa yang terjadi padahal dirinya masih sangat kecil.

Kini Tamara harus menelan pil pahit berjuang untuk menafkahi Putri semata wayangnya.

"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sama sekali tidak ada penghasilan. Sisa uang pemberian Mas Alven saja tinggal segini."gumamnya dalam hati sembari melihat uang tunai beberapa lembar uang pecahan seratus ribu

Sisa uang belanja yang diberikan oleh Alven sebelum dirinya dikatakan pergi tugas keluar kota. Tamara sudah membayar tagihan air dan listrik, jadi sisa uang tak seberapa.

Tamara memutar otak, Bagaimana dirinya bisa bertahan hidup bersama dengan putrinya tanpa uluran tangan sang suami.

Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Tamara berdering. Ia melihat di layar ponselnya nama Marissa yang menghubunginya. Marissa merupakan teman lama Tamara, yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan ternama di kota ini.

Tamara menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Maris.

"Halo assalamualaikum Marissa." sapa Tamara di dalam sambungan telepon selulernya.

"Waalaikumsalam, Apa kabar Tamara?

"Alhamdulillah aku baik. Bagaimana dengan kamu disana? ucap Tamara

"Alhamdulillah aku juga baik di sini, Maaf aku ingin bertanya sesuatu kepada kamu. tapi ini sedikit sensitif, jika aku tanya mungkin kamu merasa aku terlalu ikut campur dengan urusan kamu. Tapi jika tidak aku tanya mengganjal di hati.

"Ada apa Marissa? tanya aja Tidak apa-apa kok."sahut Tamara.

"Maaf nih sebelumnya, sebenarnya menanyakan hal ini Aku merasa tidak enak. Aku hanya ingin bertanya, Apa hubungan kamu baik-baik saja dengan suami kamu?

"Kok kamu tiba-tiba bertanya seperti itu?"tanya Tamara

"Beberapa kali aku melihat suami kamu berjalan mesra dengan wanita lain, aku kwatir suami kamu bermain di belakangmu."ucap Marissa yang mampu membuat Tamara terhenyak.

Ternyata sang sahabat sudah mengetahui perselingkuhan suaminya.

"Apa?

"Kamu serius melihat suamiku jalan dengan wanita lain?

"Iya aku serius, Bahkan aku sempat merekam video pembicaraan mereka dan juga mengambil potret mereka saat berada di salah satu restoran. Terus suami kamu juga, saya melihatnya, masuk ke sebuah apartemen yang kebetulan apartemen itu berdampingan dengan apartemen kekasihku."ucap Marissa memberitahu.

"Bolehkah kamu kirimkan kepadaku rekaman video dan juga foto yang kamu ambil itu?"

"Boleh saja tapi aku tidak ingin ini memicu keretakan rumah tangga kalian. Aku ingin kamu bertanya baik-baik kepada suami kamu Alven."ucap Marissa.

"Kami tidak akan baik-baik lagi Marissa,Karena Mas Alven sudah menalak aku dan dia sudah tidak tinggal di rumah ini lagi. Dia memilih pergi bersama wanitanya."ucap Tamara yang mampu membuat Marissa benar-benar terkejut.

Bersambung.....

hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

😍😍

2023-08-15

1

Pia Palinrungi

Pia Palinrungi

sdhlah tamara lupakan lelaki bejat begitu, skrng mintalah pekerjaan sm temen2 u bertahan bersama anakmu

2023-07-23

2

Thirta Nata

Thirta Nata

bagus ada bukti unk perceraian nya nanti

2023-05-21

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2 BAB 2. MENCARI TAHU
3 BAB 3. TALAK
4 BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5 BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6 BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7 BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8 BAB 8. KEPO
9 BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10 BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11 BAB 11. DI RUANG OPERASI
12 BAB 12. KONDISI KRITIS
13 BAB 13. MULAI SADAR
14 BAB 14. PANGGILAN OPA
15 BAB 15. NGIDAM PIZZA
16 BAB 16. CANDA DAN TAWA
17 BAB 17. MERASA MUAK
18 BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19 BAB 19. RENCANA BERHASIL
20 BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21 BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22 BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23 BAB 23. DI USIR
24 BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25 BAB 25. MEETING BOHONGAN
26 BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27 BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28 BAB 28. CINTA TERPENDAM
29 BAB 29. REGEN KEMBALI
30 BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31 BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32 BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33 BAB 33. TELEPON DARI CIA
34 BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35 BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36 BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37 BAB 37. TEKAD REGEN
38 BAB 38. MISI KEDUA
39 BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40 BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41 BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42 BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43 BAB 43. RAHASIA SORAYA
44 BAB 44. KEBIASAAN
45 BAB 45. TELEPON PALSU
46 BAB 46. TALAK
47 BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48 BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49 BAB 49. CIA DIRAWAT
50 BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51 BAB 51. TERPESONA
52 BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53 BAB 53. MENCURI HATI CIA
54 BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55 BAB 55. MELAMAR
56 BAB 56. BUKAN MENOLAK
57 BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58 BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59 BAB 59. CIA DI CULIK
60 BAB 60. TANGIS CIA
61 BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62 BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63 BAB 63. TRAUMA
64 BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65 BAB 65. TERSANDUNG
66 BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67 BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68 BAB 68. AKAD NIKAH
69 BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70 BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71 BAB 71. MALAM PERTAMA
72 BAB 72. MERASA BAHAGIA
73 BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74 BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75 BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76 BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77 BAB 77. DI CALIFORNIA
78 BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79 BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80 BAB 80. TELEPON DARI CIA
81 BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82 BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83 BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84 BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85 BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86 BAB 86. SENYUMAN REGEN
87 BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88 BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89 BAB 89. INGIN MENIKAH
90 BAB 90. MERASA GUGUP
91 BAB 91. MEMINTA RESTU
92 BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93 BAB 93. KWATIR
94 BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95 BAB 95. ALVEN BEBAS
96 BAB 96. MEMOHON
97 BAB 97. KONDISI KRITIS
98 BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99 BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100 BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101 BAB 102. JANUAR KEMBALI
102 BAB 102. SAHABAT LAMA
103 BAB 103. PENGEN DI MANJA
104 BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105 BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106 BAB 106. MERASA TERGANGGU
107 BAB 107. KEPO
108 BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109 BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110 BAB 110. SEKRETARIS BARU
111 BAB 111. MISI MARISSA
112 BAB 112. RENCANA A GAGAL
113 BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114 BAB 114. PERMINTAAN EVI
115 BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116 BAB 116. TAMARA DI CULIK
117 BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118 BAB 118. OPERASI BERHASIL
119 BAB 119. TANGIS REGEN
120 BAB 120. PDKT
121 BAN 121. I LOVE YOU TOO
122 BAB 122. SYUKURAN
123 BAB 123. MELAMAR MARISSA
124 BAB 124. MELAMAR
125 BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126 BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127 BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128 BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129 BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130 BAB 130. KITA PUTUS
131 BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132 BAB 132. METODE SOLO KARIR
133 BAB 133. NGERUMPI
134 BAB 134. MERASA IRI
135 BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136 BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137 BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138 BAB 138. EVI HAMIL
139 BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140 BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141 BAB 141. MUSIBAH
142 BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143 BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144 BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145 BAB 145. TAMAT
Episodes

Updated 145 Episodes

1
BAB 1. DI TINGGAL LAGI
2
BAB 2. MENCARI TAHU
3
BAB 3. TALAK
4
BAB 4. TERTAWA DIBAWAH PENDERITAAN TAMARA
5
BAB 5. SIDANG PERCERAIAN
6
BAB 6. KEMBALI KE TANAH AIR
7
BAB 7. KEMBALI MENJADI PEMIMPIN
8
BAB 8. KEPO
9
BAB 9. JANGAN BENCI AYAH
10
BAB 10. REGEN KECELAKAAN
11
BAB 11. DI RUANG OPERASI
12
BAB 12. KONDISI KRITIS
13
BAB 13. MULAI SADAR
14
BAB 14. PANGGILAN OPA
15
BAB 15. NGIDAM PIZZA
16
BAB 16. CANDA DAN TAWA
17
BAB 17. MERASA MUAK
18
BAB 18. PERTENGKARAN ALVEN DAN SORAYA
19
BAB 19. RENCANA BERHASIL
20
BAB 20. MENGATUR STRATEGI
21
BAB 21. SAMA SAMA JOMBLO
22
BAB 22. MULAI MENJALANKAN RENCANA
23
BAB 23. DI USIR
24
BAB 24. SYARAT DARI ALVEN
25
BAB 25. MEETING BOHONGAN
26
BAB 26. MAKAN SIANG BARENG
27
BAB 27. PESAN WHATSAPP TAK DI BALAS
28
BAB 28. CINTA TERPENDAM
29
BAB 29. REGEN KEMBALI
30
BAB 30. KEDATANGAN ORANG TUA TAMARA
31
BAB 31. KEBOHONGAN ALVEN
32
BAB 32. PERTEMUAN REGEN DAN TAMARA
33
BAB 33. TELEPON DARI CIA
34
BAB 34. TERTAWA BAHAGIA
35
BAB 35. NGAK LAKU LAKU
36
BAB 36. SOSOK ISTRI IDAMAN
37
BAB 37. TEKAD REGEN
38
BAB 38. MISI KEDUA
39
BAB 39. RAJA DAN RATU KEPO
40
BAB 40. DI RUMAH KELUARGA ADITAMA
41
BAB 41. SEMAKIN AGRESIF
42
BAB 42. PERNIKAHAN TIDAK CANDAAN
43
BAB 43. RAHASIA SORAYA
44
BAB 44. KEBIASAAN
45
BAB 45. TELEPON PALSU
46
BAB 46. TALAK
47
BAB 47. DI TINGGAL DI CAFE
48
BAB 48. PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT
49
BAB 49. CIA DIRAWAT
50
BAB 50. PERMINTAAN FITRICIA
51
BAB 51. TERPESONA
52
BAB 52. NIAT JAHAT ALVEN
53
BAB 53. MENCURI HATI CIA
54
BAB 54. RENCANA PERNIKAHAN
55
BAB 55. MELAMAR
56
BAB 56. BUKAN MENOLAK
57
BAB 57. TAMARA TERUS TERANG
58
BAB 58. PERSIAPAN PERNIKAHAN
59
BAB 59. CIA DI CULIK
60
BAB 60. TANGIS CIA
61
BAB 61. CIA TIDAK SADAR
62
BAB 62. PERTEMPURAN SENGIT
63
BAB 63. TRAUMA
64
BAB 64. DI APARTEMEN EVI
65
BAB 65. TERSANDUNG
66
BAB 66. CIUMAN PERTAMA
67
BAB 67." KITA NIKAH YUK."
68
BAB 68. AKAD NIKAH
69
BAB 69. PERNIKAHAN MEWAH
70
BAB 70. WAWANCARA AWAK MEDIA
71
BAB 71. MALAM PERTAMA
72
BAB 72. MERASA BAHAGIA
73
BAB 73. AKU MENCINTAIMU
74
BAB 74. MEMOHON DI BEBASKAN
75
BAB 75. BUKAN CARI PACAR, TAPI SUAMI
76
BAB 76.NASEHAT IBU SUMIATI
77
BAB 77. DI CALIFORNIA
78
BAB 78. SEPERTI RAJA DAN RATU
79
BAB 79.SAYA BUKAN SOPIR
80
BAB 80. TELEPON DARI CIA
81
BAB 81. WARUNG PINGGIR JALAN
82
BAB 82. TIDAK CARI KEKASIH
83
BAB 83. PANGGILAN SAYANG
84
BAB 84. CIA MENAGIH JANJI REGEN
85
BAB 84. SHOLAT BERJAMAAH
86
BAB 86. SENYUMAN REGEN
87
BAB 87. KEDATANGAN MAMANYA ALVEN
88
BAB 88. KEDATANGAN TAMARA
89
BAB 89. INGIN MENIKAH
90
BAB 90. MERASA GUGUP
91
BAB 91. MEMINTA RESTU
92
BAB 92. TAK AKAN DI RESTUI
93
BAB 93. KWATIR
94
BAB 94. PERTEMUAN TAK TERDUGA
95
BAB 95. ALVEN BEBAS
96
BAB 96. MEMOHON
97
BAB 97. KONDISI KRITIS
98
BAB 98. TIGA PEMUDA PEMUDI PENYELAMAT
99
BAB 99. PERMOHONAN TUAN BASKORO
100
BAB 100. JANUAR SUDAH TIADA
101
BAB 102. JANUAR KEMBALI
102
BAB 102. SAHABAT LAMA
103
BAB 103. PENGEN DI MANJA
104
BAB 104. JANUAR SUDAH MULAI PULIH
105
BAB 105. AKAD NIKAH JANUAR DAN EVITA
106
BAB 106. MERASA TERGANGGU
107
BAB 107. KEPO
108
BAB 108. REGEN MASUK RUMAH SAKIT
109
BAB 109. AKU YANG HAMIL KOK MAS YANG NGIDAM
110
BAB 110. SEKRETARIS BARU
111
BAB 111. MISI MARISSA
112
BAB 112. RENCANA A GAGAL
113
BAB 113. TELEPON DARI NYONYA RAINA
114
BAB 114. PERMINTAAN EVI
115
BAB.115 BERSORAK KEGIRANGAN
116
BAB 116. TAMARA DI CULIK
117
BAB 117. PILIHAN YANG SULIT
118
BAB 118. OPERASI BERHASIL
119
BAB 119. TANGIS REGEN
120
BAB 120. PDKT
121
BAN 121. I LOVE YOU TOO
122
BAB 122. SYUKURAN
123
BAB 123. MELAMAR MARISSA
124
BAB 124. MELAMAR
125
BAB 125. MAKAN SIANG DI KANTOR
126
BAB 126. EJEKAN DARI REGEN
127
BAB 127. KEAHLIAN SANG ISTRI
128
BAB 128. PEKERJAAN MENGEMPUR
129
BAB 129. PENDERITAAN CLARISSA
130
BAB 130. KITA PUTUS
131
BAB 131. DI PUNCAK BOGOR
132
BAB 132. METODE SOLO KARIR
133
BAB 133. NGERUMPI
134
BAB 134. MERASA IRI
135
BAB 135. PERNIKAHAN RONALD DAN MARISSA
136
BAB 136.MP RONALD & MARISSA
137
BAB 137. MP 2. MARISSA DAN RONALD
138
BAB 138. EVI HAMIL
139
BAB 139. DRAMA MANGGA MUDA
140
BAB 140. INGIN PULANG KAMPUNG
141
BAB 141. MUSIBAH
142
BAB 142. TANGIS TAMARA PECAH
143
BAB 143. DUKA YANG MENDALAM
144
BAB 144. TANGISAN SEORANG IBU
145
BAB 145. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!