Rindu dan Benci

ken yang mengejar robby menemukan si kepala rusa, ken melirik ke arah robby, dan robby mengangguk seakan mengizinkan ken untuk mengurus si kepala rusa.

terlihat wanita cantik tertidur sedang di selimuti oleh wanita berambut pink, lalu pergi meninggalkan kamar reina

Robby yg saat ini sudah berganti menjadi Almond berjalan mendekati temoat tidur reina, dan memegang tangan lembut wanita yang sedang terlelap.

" apa kau tidak merindukan aku sama sekali? Aku sangat membenci mu tapi aku pun merindukan mu " lirih almond pergi dengan kilat amarah di wajahnya

pagi pun tiba

seorang pria berjalan mengarah ke kamar reina..

Tok tok tok..

" kaa... Kaka.. Bangun ayo kita sarapan"

" emmmhhh ya " lirih reina dengan suara paru bangun tidur

Reina bersiap siap mandi dan turun ke bawah untuk sarapan bersama terlihat semua orang memandanginya dengan serius

Reina yang di lihat serius seperti itu pun menaikan satu alisnya heran tidak biasa nya

" ada apa kalian melihatku seperti itu? " tanya reina yg lanjut berjalan menuruni anak tangga

" selamat pagi reina ah rain" panggil robby yg di tatap horor oleh reina

" maaf kenapa anda di sini pak robby yang terhormat?" tanya reina yg seketika menghilangkan rasa gugup nya sekaligus penasaran,

" kenapa dia tahu nama asliku aku harus menanyakan nya dari pada aku mati penasaran" batun reina

robby tiba tiba duduk di samoing reina di temani ken yang berdiri di samoing belakang robby

" aku ingin menumpang di kediaman mu apa boleh?" tanya robby yg tersenyum manis

Reina hanya menatap robby dengan datar, dan menuangkan nasi goreng ke dalam piring miliknya,

Reina melihat adik dan asistennya hanya diam, tapi setelah reina melotot menandakan segeralah makan, mereka langsung menyendok nasi goreng itu satu persatu.

Berbeda denga luxifer yang menatap mereka berdua dengan mata yang tajam, dan mengepalkan tangannya kuat.

Anggel yg menyadari tunangannya terlihat emosi pun menggenggam tangan luxcifer untuk tetap tenang, dan membantu menyiapkan nasi untuk luxcifer

Ken yg melihat luxcifer hanya tersenyum sinis, dan kembali fokus melihat robby

" tidak " singkat reina

" ayolah... Aku hanya sementara menumpang di sini, setelah kediaman ku sudah beres di renovasi aku akan segera pergi, bagaimana?" tanya robby sambil menggerak gerakan alis nya

Reina yg merasa geli pun hanya memutarkan bola mata nya, tanpa ingin menjawab.

" maaf tuan sepertianya nona saya tidak ingin ada orang asing di rumah ini, lagi pula sudah tidak ada kamar lagi di sini " ucap luxcifer tegas dan sinis

Reina tersenyum mengangkat jempol pada luxcifer

Robby yang mendengar ocehan luxcifer pun menoleh dengan tubuh yang masih menghadap raina.

" ken.. " ucap robby

Ken yang mengerti maksud robby adalah meminta membereskan luxcifer

Bukhss prang prang

Luxcifer yang belum siap terlempar membentur kaca hingga keluar villa.

semua orang melotot termasuk reina, yg menutup mulutnya dengan tangan, robby hanya memandang reina dengan senyum senyum seolah itu bukan apa apa

Ken dan luxcifer bertarung di luar.. Niko dan nesa terlihat ketakutan, reina yang melihat adiknya pun langsung berlari ke arah adik adiknya.

Dan melirik ke arah robby yg sudah bersandar di daun pintu melihat pertarungan.

Reina berjalan cepat lalu menjambak robby, robby kaget pasalnya langkah kaki reina tidak terdengar.

" kau cepat hentikan anak buahmu..... " triak reina yang masih memegang kepala robby

" aaarrrhhh baiklah baiklah ... Ken hentikan .." triak robby

Reina tak hanya menjambak rambut robby, reina memukul perut robby dengan tinju nya

Setelah semua berkumpul di ruang tv, reina yang tidak jadi berangkat kerja mengumpulkan semua orang, dengan melipat tangan di depan dada dan mata tajam melihat ke arah 3 orang yg sudah menghancurkan pagi nya yang cerah.

" gila rena siapa sebenarnya mereka ini, aku bahkan kaget melihat asisten si cabul mengeluarkan laser merah " batin reina melihat ke arah ken lalu melihat ke arah luxcifer

" dari awal aku sama sekali tidak menanyakan sebenarnya si lexi ah bukan si luxcifer ini siapa dan dari mana " batinnya lagi bertanya tanya

" ka.. Ayo bicara.. " ucap nesa yang terlihat takut, dan niko yg menutupi ketakutannya dengan bersikap santay

" eheum.. Aku ingin kalian menjawab jujur, angel, luxcifer, dan kalian berdua siapa kalian, kenapa kalian tiba tiba bermunculan di dekat vila ku ?" tanya reina tenang, padahal hati nya samgat amat penasaran

Semua orang terdiam, dan hanya robby yang santay memakan cemilan di meja.

" maaf nona sudah membuat keributan di kediaman anda ini sudah tidak bisa saya sembunyikan mengingat nona sudah melihat sendiri," ucap luxcifer

Reina hanya mengangguk anggukan kepala mendengarkan dengan bertumpang kaki dan tangan yg masih terlipat di depan dada

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!