" selamat siang pak dira " sapa lelaki bermata coklat
jantung dira tiba² berdebar dia seperti merasakan perasaan aneh, seperti rasa rindu dan marah
" pak dira " panggil lelaki tersebut
" ah iyah silahkan duduk " jawab dira yg baru saja tersadar dengan perasaan anehnya
mereka pun mengobrol banyak dan memutuskan kerja sama, dira merasa lega karena perusahaannya kini baik² saja.
Sudah ada bbrpa perusahaan yg ingin bekerja sama dengan nya, ia ingin cepat² bertemu dengan putri nya, dan membereskan semuanya
" apa kau sudah menemukan mereka frengky?" tanya seseorng yg memakai jubah
" belum tuan, saya sudah mengikuti jejaknya namun slalu menghilang di tengah² saat saya mencarinya " ucap frengky
" sialan apa yg kau kerjakan selama ini hah? " teriak lelaki berjubah
Bruk frengky terlempar dan membentur tembok, kepala belakang nya mengeluarkan darah segar, lemparan yg sangat keras membuat dinding pun hancur
" kau harus cepat mencari nya sebelum dia memiliki tubuh baru " ucap pria berjubah itu dan pergi
Frengky mengangguk " baik tuan saya akan berusaha untuk mencari nya " dan membungkukan tubuhnya memberi salam
" bagaimana lexi apa kau sudah bertemu ayah?" tanya rena
" sudah nona beliau menerima kerjasama perusahaan kita " ucap lexi menyerahkan dokumen pada reina
" baguslah kalau begitu aku ingin sekali secepatnya membawa ayah pergi dari sini, entah kenapa aku merasa aura kota ini sangat mencekam" ucap rena
" apa yg anda rasakan nona ?" tanya lexi yg penasaran
Pasalnya lexi yg seorang dewa di langit ke 7 melihat reina dengan wujud manusia, tidak ada energi apapun sekali, karena aura manusia nya.
" lupakan saja mungkin aku hanya parno mengingat kalau dulu aku pernah menghindaru seseorang dari sini haha " ucap rena yg tiba² tertawa membuat lexi mengerutka keningnya
" ternyata dia bisa tertawa juga, padahal sikapnya slalu terlihat dingin " batin lexi
Lexi dan reina kembali ke kamar hotelnya masing masing,
rena yg lelah langsung mengganti pakaiannya tanpa mandi terlebih dahulu karena kelelahan
" aku benar² lelah setelah melakukan kerjasama dengan banyak perusahan, besok adalah hari terakhir, aku harus memenangkan tander di perusahaan XX" lirih reina yg berbaring sambil.menatap langit langit kamar hotel seketika dia terkekeh mengingat kejadian bberapa hari yg lalu
" hahah aku sudah gila gara gara kau rena " ucap nya lagi
Ia mengingat saat dirinya merasakan gelenyar aneh saat pria itu membantunya, hingga ia terlelap.
" hah dimana ini indah sekali ada pelangi, dan air terjun, wah ini surga? Atau apah kenapa indah sekali " ucap wanita itu kegirangan
" reina... "
reina berbalik melihat seseorang yg memanggilanya, reina melihat dan kaget saat melihat rena yg sedang menggunakan baju lusuh
" rena kau kenapa? Kenapa kau jadi seperti ini hah?" tanya reina
Rena tersenyum dan membelai wajah lembut reina
" reina energiku telah hangus aku harap kau dengarkan ini baik² karena aku tidak yakin kedepannya aku bisa bertemu denganmu kembali " ucap rena
" aku di bunuh oleh ibu tiriku, ah dia bukan ibu tiriku yg sebenarnya, dia mahluk lain yg menginginkan ayahku, reina waktu ku tidak banyak, aku tidak akan memintamu lagi untuk membalas dendam kematianku, tapi tolong selamatkan ayahku dira dan kamu akan kembali " ucap rena
Cetas tubuh rena berubah hancur dan berubah menjadi sekelompok kunang²
Reina terbangun dengan keadaan pakaian yg basah dan berkeringat nafasnya terlihat lebih cepat dari biasanya
" hah apa itu, rena dia bilang aku akan kembali, kembali kemana maksdnya " lirih reina bangun dr tidurnya dan saat ia akan turun dari kasur
reina melihat seseorang berdiri di belakang tirai
" ish apa itu " batin reina
terlihat bayangan yg memiliki kepala seperti rusa , membuat reina merindung dengan aura yg tidak enak
" ya tuhan apa lagi itu aku takut " batin reina, yg masih duduk d tempat tidur
Reina pun memberanikan diri untuk mebalikan tubuhnya " siapa kau? " teriak reina
Namun tidak ada jawaban, angin berhembus kencang, seketika pandangannya kabur dan reina pun pingsan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments