Rena berfikir sejenak "apa ini memang cara satu² nya?" batin reina
Rena pun mengangguk memperbolehkannya, robby melepas kuncian tangannya dan menarik rena k arah samping tempat tidur.
Tapi sebelum reina duduk
argh !!! teriak robbi
melihat tangannya yg d pelintir oleh reina, robbi menyeringai melihat rena yg malah memelintir tangannya k belakang dengan kuat
" siapa kau " tanya reina
" ck apa maksudmu? Aku ini robby " ucap robby santay dengan tangan yg masih d kunci
" tidak kau bukan dia" teriak reina
Ah apa aku ketahuan tapi mana mungkin batin robby
Melihat reina yg menunggu jawaban sembari merasa kesakitan, robby tidak tinggal diam, ia memutar tangannya menjatuhkan reina k tempat tidur dan menekan punggung wanita itu
" argghh sakit sialan " teriak reina memberontak karna punggung yg d tekan membuat dada nya tertekan dan sakit
" jangan macam² apa kau tidak melihat dada mu hampir meletus " ucap robby melepaskan reina
Reina meringis memegang dadanya yg sakit, dan terduduk dengan wajah yg kesal,
Robby berdiri di hadapan reina dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya, menarik tangan reina agar bergantian ia yg memegangnya. Lalu robby membuka kancing baju tidur dan membantu memgeluarkan asi yg mengganjal,
Reina hanya meringis dan membiarkan robby melakukannya.
" sudahlah aku sudah tidak peduli lagi dari pada harus merasakan sakit yg mengganjal ini " batin reina
" ahh " robby melihat k arah reina yg terduduk dengan k 2 tangan k belakang untuk menahan tubuhnya tersenyum menyeringai
rena menutup mulutnya " astaga naga ya amoun reina aku ingin memasukan kepalaku dalam karung, tapi ini benar² membuatku merinding " batin reina
" aku sudah selesai rasanya ini lebih banyak dr pertama kali aku membantu mu " ucap robby berdiri dan menutupi rena dengan selimut
" trimakasih " ucap rena pelan
robby hanya mengangguk dan berbalik akan pergi
" kemana pak robby yg asli ?" tanya reina membuat langkah kaki robby terhenti, dan berbalik melihat k arah reina
" apa kau pikir aku hantu? jangan berfikir terlalu banyak " jawab robby keluar lewat pintu
Rena mengerenyit, mengingat bahwa dia sudah mengunci pintu kamar hotelnya, kenapa org yg barusan dia lihat bisa lewat pintu
" aneh entah kenapa aku merasa dia berbeda dengan pak robby aku ingat kalau pak robby sangat kekanak kanakan" ucap reina
kembali menjatuhkan badannya k tempat tidur dengan selimut yg menutupi tubuhnya, ia kembali tidur dan memutuskan untuk tidak memikirkannya
pagi pun tiba
Ken berjalan di belakang robby melihat gelagat aneh dari bos nya itu
" ada apa? " tanya ken penasaran
" ken hahah aku senang sekali " jawab robby yg masih terlihat senyum² sndiri
" beritahu aku almond, apa kau bertukar jadwal dengan, akhir² ini kau sering muncul d pagi hari" tanya ken sebal
" apa kau tidak suka melihatku ken? Aku ini sama sahabatmu, lagi pula robby sudah mengijinkannya, apa kau tahu? Dia sangat menikmati nya " ucap robby dengan penuh semangat
" ah syukurlah jika benar " jawab ken dengan cuek
robby hanya melihat ken dengan malas, melihat sahabatnya/sekertarisnya sama dengan kembarannya sama² dingin.
terlihat wanita cantik dengan mata yg mematikan selesai merapikan rambutnya, ia berjalan membawa tas dan pergi bersama dengan seorang pria yg ada di belakang mengikuti nya
" lexi bagaimana kabar ayah ku? Apa kau sudah mendapatkan informasi?" tanya reina yg berjalan keluar dari hotel
" sudah nona ayah anda ternyata menjalankan perusahan milik keluarga ayu, karena hutangnya di masa lalu " ucap lexi sembari membuka pintu mobil yg sudah terparkir d depan hotel
" baiklah ayah tunggu aku menyelamatkanmu " lirih reina menatap ke arah luar
rumah dira
" ayah kenapa kau memblokir kartu kreditku " teriak marsha
" tenanglah marsha kau tidak perlu berteriak " ucap ayu ibunya
" tapi bu-" ucap marsha yg terpotong
" kau sudah mengeluarkan banyak uang untuk hal yg tidak berguna marsha, kau harus bisa mengatur pengeluaranmu " jawab dira
marsha terlihat merengut kesal dan pergi ke kamarnya.
Ayu melihat suaminya dengan tatapan yg tak biasa
" kenapa kau memblokir kartu kreditnya suamiku" tanya ayu dengan mesra
" perusahan sedang tidak stabil, meneger yg kau pilih melakukan kecurangan sehingga membuat perusahan rugi besar " ucap dira
Jelas rugi besar ayu memang sengaja membuat dira semakin berhutang banyak pada perusahaannya agar dira, tetap bersamanya selamanya, dan membuat dira merasa bersalah karena telah gagal menjadi pemimpin di perusahaan keluarga ayu.
" saya ingin bertemu pak dira " ucap lelaki bermata coklat
" sudah membuat janji sebelumnya?" tanya resepsionis
pria itu menggangguk dan memberikan kartu nama nya.
" baik pak silahkan akan d antar oleh rekan saya menuju ruangan pak dira" ucap resepsionis kembali
Pintu ruangan di buka dira melihat ke arah pintu
DEG !!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments