BERBEDA

" apa yg anda lakukan ?" ucap ken dingin

" ah maaf aku pikir anda orang jahat maafkan saya tuan " ucap reina

" ikuti aku" acuh ken

Mereka berjalan memasuki ke ruangan yg benar benar di manjakan dengan pemandangan jalan dan gedung gedung yg tinggi, reina bisa melihat orang orang di bawah sana seperti miniatur.

" apa yang kau lakukan ?" tanya ken tajam

" ah maaf saya, tidak sengaja di sini sangat indah hehe " jawab reina memasang wajah tanpa dosa

" tuan saya membawa nya silahkan " ucap ken menunduk izin untuk pergi meninggalkan mereka ber dua

" bagaimana apa di sini indah?" tanya pria tampan itu

" biasa saja bos " ucap reina

robby memutar kursi kebesarannya dan melihat kehadapan reina yg sedang asik melirik kesana kesini.

" kenapa anda seperti baru pertama kali masuk ke kantor ini ?" tanya robby

" ah itu tidak bos saya hanya suka dengan ruangan ini " bohong reina

Robby mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti, lalu ia melihat rena kembali, dengan tatapan yang tajam.

" emm bos ada apa bos memanggil saya? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya reina

" bagaimana kondisimu ?" tanya robby

" ah saya baik bos " ucap reina tersenyum kikuk

" apa kau melupakan peristiwa kemarin?" tanya robby lagi

Raina berfikir jelas kalau kemarin itu dia mati, dan hidup lagi pada jam 2 dini hari di tubuh ini.

Robby melihat reina yg sedang berfikir, robby pun menghela nafas kasar, gemas rasanya ingin rena mengingatnya.

" apa kau sudah punya anak? Saya melihat di cv anda belum menikah lalu kenapa anda ?" ucap robby terputus

" ah itu bos jangan salah paham saya, saya.. belum punya anak " jawab rena dengan cepat

" suami?" tanya robby menyelidik

reina hanya menggelengkan kepalanya, wajahnya merah mengingat hal yg dia baca hari ini di buku catatan reina pemilik tubuh asli ini.

" reina maafkan aku, aku bingung harus apa, lebih baik aku mengajukan risign hari ini, aku benar benar malu mengingat kepingan ingatan darimu itu " batin raina seraya meremas baju nya

Pasalnya raina tidak pernah pacaran, apa lagi ini sampai ... Aah sepertinya tidak usah di ingat raina benar² geli memikir kannya.

" mmm bos bolehkah saya ijin sebentar? Saya ingin pergi ke toilet " ucap reina

Robby hanya mengangguk, reina berjalan cepat keluar ruangan robby dan berjalan masuk ke dalam toilet

" reina apa yang kau pikirkan, walaupun ini tubuhmu tapi aku yang malu reina " ucap raina yg merengek menutup wajahnya yg memerah karena tak kuasa menahan malu

" aku harus membuat surat risaign, aku tak bisa bekerja lagi disini ini terlalu menakutkan untuk di ingat rena " gumam raina yg prustasi

Ia berjalan ke tempat duduknya, menyalakan komputer, dan membuat surat risaign

Nira berjalan ke arah reina, dan bertanya

" rena apa yg kau lakukan? Apa kau ingin mengundurkan diri? Tapi kau membutuhkan pekerjaan ini rena, pikirkan hidupmu, atau kau di pecat oleh bos?" tanya nira khawatir, dengan rentetan pertanyaan nya

" tidak apa apa aku hanya ingin keluar, aku sudah menemukan perusahaan yg baru nir " bohong reina

" tapi reina kau dulu sangat menginginkan pekerjaan mu disini, selain gajihnya besar, kau tidak akan terkena amarah ibu tiri mu itu juga " ucap nira

Memang benar rena sangat ingin bekerja di perusahaan besar ini, ini adalah mimpinya dahulu, sudah 3 kali ia melamar dan baru lamaran ke 3 ia lolos

Reina juga pendiam, selalu saja di tindas oleh senior nya di kantor ini, wajahnya selalu terlihat murung, jarang sekali tersenyum, padahal wajahnya sangat cantik, sayang senyuman itu hilang setelah ayahnya menikahi ayu.

" lah siapa dia harus memarahiku dasar nenek lampir " batin reina

" nira aku sudah mengambil keputusan, biar aku mengurus urusanku sendiri, kau tidak perlu khawatir yah " ucap reina tersenyum pada naira

naira melotot melihat senyum reina, ini pertama kalinya lagi, melihat sahabat SMA nya ternsenyum, naira langsung memeluk reina, ia kaget di peluk nira. Reina hanya menepuk nepuk punggung nira ragu.

" baiklah jika itu keputusanmu reina aku mendukungmu, katakan jika terjadi sesuatu di rumahmu, kau datanglah ke rumahku " ucap nira berkaca kaca

Reina hanya mengangguk mengerti, dan pergi meninggalkan nira, ia mengetuk pintu ruangan robby

Tok tok tok

Reina masuk dan berjalan ke arah robby yg sedang berbicara dengan ken

" bos saya akan mengundurkan diri " ucap reina

Ken dan robby saling memandang tidak mengerti kenapa harus tiba tiba dia keluar.

" ada apa? Apa karena kau sudah ketahuan memalsukan cv?" tanya ken

Reina melotot ke arah ken, kenapa pria di depannya ini berbicara seenaknya saja.

" tidak saya tidak berbohong, untuk apa? Saya harus melakukan pasal 94 " ucap reina sebal

ken menatap robby yg melihat keberanian rena mengucapkan pasal 94

" apa anda mengetahui pasal 94 ?" tanya robby tersenyum tipis, robby tau kalau reina ini lulusan managemen

Rena memutar matanya malas, rasanya ia sedang di remehkan, karena terdengan suara robby seperti menganggapnya bodoh.

" intinya saya akan mengundurkan diri dari sini, terimakasih sudah menerima saya, saya permisi" ucap reina

Baru beberapa langkah berjalan rena menoleh ke arah robby dan ken

" Setiap orang yang memerintahkan dan memfasilitasi atau melakukan manipulasi Data Kependudukan dan/atau elemen data Penduduk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah)" ucap reina kembali berjalan

Lagi lagi dia berhenti saat tangannya memegang handle pintu, karena mendengar suara robby

" apa kau yakin akan keluar? Kau harus membayar denda sebanyak 2M apa kau melupakan surat kontrak nya? Nona reina " ucap robby lantang dan tersenyum sinis

Reina berbalik dan berjalan mendongkak melihat robby yg sudah berdiri

" dia tinggi sekali seperti jelangkung" batin reina

" aku akan menggantinya anda tunggu saja " ucap reina kesal

Dan berjalan keluar kantor robby, dengan wajah yg kesal

" pria itu dasar mesum brengsek lagi aaarghhh" rena berteriak di luar perusahaan milim robby

Teringat lagi catatan reina

Isi catatan Reina

*Hari ini aku harus menggantikan senior ku yg harus persentasi di depan bos besar, tadinya aku tidak ingin melakukannya karena aku takut, tapi seniorku mekasa ku, aku curiga dengannya karena saat aku baca persentasi nya ada yang salah,

Akhirnya aku di depan, untuk melakukan persentasi, namun saat pertengahan aku sedang menjelaskan, dada ku terasa basah

Tidak jangan sekarang, aku mohon, namun rasanya sakit, dadaku mengeras.

orang orang menatapku heran, aku sudah berkeringat dingin, aku meminta ijin pada sekertaris ken,

Tentu sekertaris ken mengijinkannya, karena melihat wajahku yg pucat,

Aku berjalan sempoyongan, hampir terjatuh, namun tangan kekar itu langsung menangkapku

Ya dia bos robby, dia membawaku ke ruangannya karena melihat bajuku yg basah, dia bertanya padaku, aku sakit apa, aku malu dan hanya diam saja

Asi ku semakin merembes aku tak tahan ini harus cepat di keluarkan, aku tidak membawa alat pompa, aku lupa karena nadia menyembunyikannya dia slalu menyiksa ku sebelum pergi kerja,

Dengan tidak tahu malu nya aku meminta bos robby membantuku, aku benar benar malu, tapi aku sudah tidak tahan

Awalnya aku sangat takut, namun saat aku menangis bos robby menanyakan, apa yg harus aku bantu.

Aku menelan ludah kasar, tidak aku tidak sanggup, akhirnya aku meminta bos robby untuk pergi dari ruangannya

Aku mencari gelas atau wadah, namun tidak ketemu aku, mengambil tempat penyimpanan arsip, dan mengeluarkan semua arsip dengan tenaga yg tersisa,

bos robby sudah keluar, aku buru buru menggeleng perlahan dadaku, nafasku sudah memburu asi nya hanya keluar menetes,

Aku sudah lemah, tapi aku meluhat boss robby berjalan cepat dan melihat dada ku,

di berkata akan membantuku, dengan ragu ragu ia mendekatkan kepalanya, bibirnya yg dingin menyentuh dadaku, aku sudah tak sanggup aku pingsan saat itu juga.

Saat aku terbangun, aku sudah ada di rumahku, memakai kameja besar, sepertinya milik bos robby*

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!