" aaaaarrhhhh rena rena rena aku merinding memikirkannya terserahlah, sekarang aku harus pulang dan memikirkan cara, bagaimana aku kedepannya " ucap raina
di rumah itu terlihat ayu ibu tiri raina sedang bersantai menonton tv.
" bu hari ini guru bilang kita akan mengadakan pariwisata perpisahan sekolah " ucap c kembar nesa dan nadia
" kau minta saja pada anak sialan itu " ucap ayu
" yeey baiklah bu " ucap nadia girang
" bu kenapa kita slalu meminta uang pada ka rena terus, bukan kah ayah selalu memberi kita uang jatah " tanya nesa
" nesa kau sangat bodoh, anak sialan itu memiliki gajih yg tinggi, jangan sampai kau di perbudak karena dia banyak uang, kita harus menghabiskannya agar dia tidak punya uang, dan tidak berani kepada kita, benar kan bu?" jawab marsha yg berjalan menuju ruang tv.
Marsha ini seorang model, ia juga jarang di rumah entah apa saja yg ia kerjakan selain menjadi model, barang branded dan mobil mewah yg slalu ia pakai, terlihat jelas seperti dia anak orang kaya.
" benar nesa kau tidak perlu ikut jika kau tidak mau" ketus nadia mendelik pada nesa
rena yg baru saja sampai di depan rumah, mendengar percakapan mereka, awalnya ia berfikir kalo ayu dan anak anaknya benar benar geng iblis,
Tapi mendengar nesa sepertinya gadis itu masih punya sedikit perasan, dan nero jelas raina menyukai nero ia sangat baik di usia mudanya.
" hah apa yg harus aku lakukan, sekarang aku pengangguran " gumam rena
" kak, kaka sedang apa di sini ayo masuk" tanya nero yg baru pulang sekolah
" anak ini tinggi sekali padahal masih sekolah SMA " batin raina
Raina pun tersenyum membuat nero mengerjapkan matanya, ini ke 2 kalinya nero melihat kakanya tersenyum,
Sat pertama sarapan pagi, dan sekarang, nero senang kaka nya rena sudah tidak berwajah murung lagi
" baiklah terimakasih " ucap rena
" ka rena, aku minta uang, aku dan nesa akan pergi pariwisata jadi kau harus memberi uang padaku, kau dengar?" bentak nadia
tangannya menjambak rambut rena, rena hanya terdiam dengan wajah malas, masalahnya jambakannya itu pelan sekali
Entah rena mungkin sudah kebal dengan perlakuan manusia² ini
rena menepis tangan nadia, di rambutnya dan mendorong nadia
" berlutut lah jika kau mau uang " ucap rena dengan wajah datar
semua orang membelalakan matanya, ayu, nadia, nesa, marsha, bahkan nero tak menyangka, rena akan seberani itu
Nadia yg marah langsung bangkit dan mencoba untuk menampar rena, namun tangan rena cepat dan memegang tangan nadia.
" berhentilah kurang ajar padaku, bukan kah aku ini kakak mu? Tadi kau memanggilku kaka kan?" tanya rena yg acuh, ia melihat orang orang di dalam rumahnya dengan tatapan malas
Sudah tidak lagi, raina bukanlah rena, rain tidak bisa menggunakan sifat rena lagi, ini menyebalkan. Bahkan dulu tidak ada yg bisa menyentuhnya sama sekali
" kau, lepaskan adikku rena sialan " teriak marsha yg akan menjambak rambut rena,
Rena mendorong nesa, dan menarik tangan marsha yg akan menjambaknya, lalu rena berbisik
" berhentilah bertindak sebagai seorang kaka, kalau tidak akan aku patahkan kaki, dan tanganmu, seperti suster ngesot haha" bisik rena dan di akhiri dengan tawa yg menggema.
Semua orang bergidik ngeri, bahkan ayu terlihat marah, dan melempar pas bunga.
Brak crassk
Rena menghindar dan memberikan senyuman ejekan, lalu berjalan ke atas ke kamar kecilnya
" hah lelah sekali hari ini, ini hari pertama aku hidup ke dunia, dan harus bertemu para manusia tidak tahu diri, sekarang aku harus menyusun rencana kedepannya akan melakukan apa " gumam raina
" ah aku akan membuat perusahan baru, ah tapi aku gk punya modal, bagaimana ini, lagi pula aku hidup dimana kota atau negara mana, aku sendiri masih belum tahu" gumam raina kembali
Raina melihat atap atap langit, ia rindu daddy dan momy nya, bertanya tanya mereka sedang apa, apa mereka merindukannya.
" aku harus periksa apa gadis ini punya tabungan " ucap raina membuka laci laci yg belum sempat ia buka
Namun nihil tidak menemukan apa pun, raina pun kesal dan menginjak injak tembok kamar nya,
" eh apa ini, sepertinya keramik ini longgar " ucap raina pelan
Raina menginjak keramik itu, di bawah tempat tidur terbuka pintu, raina berjongkok dan turun ke bawah
" tempat apa ini, wah banyak sekali komputernya apa dia seorang hacker " tanya raina pada diirinya sendiri
raina yg bisa menggunakan keahliannya dalam bidang IT pun memeriksa isi dari semua data yg ada di dalam komputer rena.
Kaget bukan main, " wah rena benar benar kau ya, kau bisa memeras orang kaya, dan uangnya di sumbangkan pada orang orang miskin padahal hidup mu saja susah kau lindungi, bisa bisanya kau membantu mereka rena " ucap raina yg sedikit bangga pada rena
Rena pintar dalam urusan IT namun dia tidak pernah berani, untuk melawan ibu tirinya ia takut terjadi sesuatu pada ayah nya.
" wow aku benar benar terkejut bahkan aku tidak berpikir sampai kesana, dia memilih orang orang yg berkorupsi maka jika orang itu melaporkan ini kepada pihak berwajib, maka harta mereka bisa di tarik " ucap raina, ia bertepuk tangan dan tertawa
Slek ada yg jatuh, raina melihat buku kecil itu, tertulis di depan buku itu dengan judul
" untuk ayah tersayang "
Raina membuka buku kecil itu, dan melihat nominal uang yg ada di buku itu.
" gilak dia punya uang sebanyak ini, untuk ayah nya dira, tapi untuk apa bukan kah dia sedang bekerja " ucap raina bingung
Namun raina tidak ingin ambil pusing, ia menyimpan kembali buku tabungan itu, dan segera keluar dari ruangan rahasia rena
sementara di kamar minimalis terlihat pria yg sedang duduk dengan santay memegang roko di tangannya.
Lelaki itu Robby, c bos mafia tak terkalahkan, kemampuan yg mampu mematahkan tulang lawan dengan sekali pukulan
" kenapa dia malah ingin mengundurkan diri, apa dia benar benar memiliki suami?" batin robby
Ken masuk ke dalam kamar robby, ken adalah sahabat sekaligus asisten robby, manusia es yg kejam dan tak punya perasaan
" apa kau sedang memikirkan wanita itu?" tanya ken
" ken apa kira kira yg membuatnya ingin keluar?" tanya robby
" kenapa kau peduli, bukannya kau slalu tidak pernah peduli dengan hal sepele, apa lagi dia kariyawan biasa " tanya ken balik yg menghisap roko perlahan
" aku ingin dia ken, bawa dia kepada ku, jadikan ia miliku ken " ucap robby tersenyum menyeringai
Ken hanya diam dengan wajah datar, dan mengangguk anggukan kepala nya seraya mengerti apa yg di inginkan sahabatnya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments