Rena berlari menghampiri nesa " kenapa kau menarik kaki mu menaiki tangga " kesal rena
" ka sudah jangan di pikirkan cepat kaa, bantu nero" ucap nesa histeris
Rena dengan kesal meninggalkan nesa.
" heh kau brengsek, kau apakan adik ku hah " kesal rena menghampiri lelaki itu
Rena terus menyerang lelaki itu tanpa henti, namun lelaki itu bisa menangkis semua serangan rena.
Lelaki itu tersenyum melihat ke arah rena, rena melihat baju lelaki itu basah, dan melihat nero yg sedang duduk pingsan di lantai.
" dewi.. " terdengar suara lirih dari mulut pria itu, namun masih terdengar oleh rena. Rena menoleh ke arah lelaki asing itu.
" maaf ini tidak seperti yg anda pikir kan " ucap pria asing tersebut
rena terus melirik lelaki itu agar menjelaskan, pria itu paham dan menjelaskan bahwa nero terbawa ombak,
Flashback off
saat itu rena kembali ke kamar, nero pergi ke pantai kembali, lelaki itu mendengar suara teriakan wanita yaitu nesa yg menemani nero bermain di pantai sore hari, saat pria itu terbangun nesa memintanya untuk menolong nero.
Setelah mendengar penjelasan itu, rena langsung berlari kecil ke arah nero,
Flashback on
" bantu aku bawa ke kamar" ucap rena yg lebih dulu berjalan ke dalam kamar nero
nero yg sudah di bantu mengganti pakaian nya, di periksa oleh rena, rena memegang bagian dada nero, merasakan jantung nero yg lemah.
" ka nero tidak apa apa kan ka?" tangis nesa.
nesa menarik kaki nya sehingga seperti suster ngesot
lelaki itu mengangkat nesa ala bridal style
" diamlah nesa nero tidak apa apa" ucap rena dengan wajah yg dingin
6 bulan sudah raina tinggal di negara A
memulai bisnisnya yg sudah ia pelajari selama masa hidupnya dulu,
" kau kenapa kau masih di sini?" tanya rena kepada lelaki itu
" aku sudah memilih untuk tinggal di sini " ucap pria itu enteng
" pergi kau dari villa ku " ucap rena berjalan melewati pria yg ada di hadapannya
" lexi maafkan ka rena dia memang terilhat kejam dan dingin namun hati nya baik " ucap nero
rena berhenti berjalan, dan melirik ke arah nero yg mengobrol dengan pria asing itu.
" siapa lexi?" tanya rena
" dia nama nya lexi ka, nero memberi nama itu untuknya " ucap nesa tersenyum manis
Rena memutar bola mata nya malas, dan melanjutkan untuk pergi ke kamar nya
" rena sebenarnya apa yg mau kau katakan, siapa yg membunuhmu, aku harus memulai nya dari mana " gumam rena
Rena tertidur menutup matanya menggunakan lengan,
malam hari terlihat robby kembali membunuh orang orang yg mengganggu bisnis nya.
ken hanya melihatnya. robby semakin menggila
" ken sudah 6 bulan kau mencari wanitaku tapi tidak pernah terlihat jejaknya " ucap robby duduk menghisap roko nya
" aku sudah menemukannya, dia pergi ke negara A aku sudah meminta anak buah kita mencari tempat tinggal nya " ucap ken
" ck sudah aku bilang pakai.." ucap robby terpotong
" apa kau ingin frans menemukan kita? Jangan bodoh robby" ucap ken kesal
" aku ingin tanya satu hal, sebenarnya apa yg dia berikan kepadamu, sampai kau harus terus mencari nya seperti ini " tanya ken dengan wajah serius
" aku hanya menginginkan dia dan hanya dia ken " ucap robby memelas
" kenapa kau yg keluar " tanya ken
" ini giliranku jd lebih baik kau segera temukan wanita itu " ucap robby
Ken memutar bola matanya jengah, dia sudah malas mencari rena, ingin rasanya ia menenggelamkan wanita yg membuatnya susah.
rena terbangun, akan pergi ke kantor, dia bersumpah dalam satu tahun, harus menjadi perusahaan raksasa terbesar di dunia,
Raina mengganti warna rambut dan style nya, dendam yg menumpuk, masih mengikutinya, mimpi rena asli yg tidak terselesaikan ucapannya.
" lexi kau boleh tinggal di sini tapi kau harus membayarnya " ucap rena
" baiklah aku akan mencari pekerjaan " ucap lexi tersenyum
Nero dan nesa senang karena rena sudah menerima lexi dengan baik, jika biasanya tiada hari tanpa mengusir lexi.
" jadilah pengawalku, dan temani aku pergi ke negara J " ucap rena tanpa melihat lexi,
Pandangannya masih memotong sarapan, yg nero buatkan.
" baiklah jika itu mau mu dew" ucap lexi terpotong dan melihat semua orang sudah melirik ke arah lexi
" maksudnya nona rena " ucap lexi gugup
NEGARA J
rena kembali ke negara asal rena asli, ia akan mencari tahu kematian rena lebih dulu, sambil bertemu klien nya yg akan berkerja sama di perusahaannya
Lexi mengikuti rena dari belakang, dia melihat sekitar, seperti sedang ada yg mengikuti nya.
Rena menoleh ke belakang, dan menaikan alisnya, seperti menanyakan ada apa? Lexi hanya menggeleng
mereka duduk di dalam restoran vvip, rena menjelaskan bisnis yg akan menguntungkan untuk kedepannya, diantara klien nya rena lah wanita seorang diri.
Prok prok prok
" nona rena kau sangat hebat, aku tidak akan segan untuk menginvestasikan ke perusahaan mu" ucap pria botak yg terlihat genit di angguki oleh klien yg lain
Lexi memandang pria itu dengan tajam, suasana menjadi dingin, pria tua botak itu gelagapan, saat matanya bertemu dengan lexi, rena yg menyadari hal itu pun tersenyum.
" terimakasih untuk kalian semua, sudah mepercayakan semuanya kepada saya " ucap rena
rena menjentrikan tangannya, lalu pelayan pun masuk, lexi duduk di samping rena. Rena melihat lexi yg menatap ke arah pintu luar.
" kau makan saja, tidak perlu se kaku itu " ucap rena, lexi hanya mengangguk
Setelah semua selesai, rena berencana untuk tinggal 1 minggu di negara c ini,
Rena menunggu lexi di ruang vvip, lexi bilang ingin keluar sebentar, dan meminta rena tinggal di dalam lebi dulu.
1 jam rena menunggu, sudah habis rasanya kesabarannya yg setipis tisyu
" kemana manusia itu " ucap rena kesal
rena melotot ke arah lelaki yg memukul membabi buta " sekertaris ken hentikaaaan kau hentikan ku bilang " teriak rena berlari mendekati lexi yg sudah terbaring
melihat lexi yg terluka parah, rena memejamkan matanya, panas rasanya, marah sangat marah, apa lagi melihat orang yg ia bawa terluka parah
Ken melihat rena dengan mata yg tajam, dan wajah yg dingin
Rena membuka matanya, ken kaget, terlihat seperti kilauan api biru, rena mengangkat lexi, tertatih, dan mencari taxi untuk membawa nya ke rumah sakit, lexi menoleh ke arah ken seraya menyeringai menyeramkan, ken mengepalkan tangannya. Dan pergi menuju kantor
robby berjalan ke ruangan ken, dia mencari ken untuk urusan dokumen, robby melihat ken terluka dan tersenyum sinis
" kau kenapa ken " tanya robby terkekeuh
Ken tersenyum manis dan kembali memasang wajah tajamnya itu
" kau tau tuan robby, pujaanmu bersama lelaki tampan " ucap ken dengan suara mengejek dan tersenyum
Robby mengepalkan tangannya, menarik kerah ken, dengan mata puppy eyes
" benarkah ken? " tanya robby
Robby mendekat dan berbisik ke arah ken " aku akan membunuhnya ken " ucap robby tak kalah tajam, suasanya ruangan ken manjadi dingin
Ken tersenyum puas melihat robby marah dan keluar dari ruangannya
Ken menyandarkan tubunya di kursi dan menatap langit langit ruangannya
" kau ternyata masih hidup " ucap ken dengan senyum sinis nya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 75 Episodes
Comments
Ibuk'e Denia
Ken kelihatannya sangat dendam dgn Rena
2023-09-10
1