pria asing

Pagi hari

Tok tok tok

" kaa kaka bangun, ayo kita sarapan " panggil nero

Raina membuka matanya perlahan, dan bedjalan membuka pintu kamarnya.

" nero wajahmu silau sekali" ucap raina lirih

terlihat bahwa villa itu memantulkan banyak sinar cahaya di luar kamarnya

" hehe ayo ka kita sarapan, tadi aku pergi ke supermarket untuk membeli roti dengan ka nesa" ucap nero

kita panggil raina ini rena ajah yaa gais yaa

Rena sudah mandi dan bersiap untuk turun ke meja makan, villa yg indah dengan aksen yg di kelilingi oleh kaca

" pagi kaa " ucap nero dan nesa bebarengan

Rena hanya mengangguk dan tersenyum.

" hari ini aku harus membeli beberapa saham yg akan naik satu tahun ke depan, aku juga harus menyekolahkan nero dan nesa, terus ..." batin rena, rena melihat ke dua adik tirinya dan menaikan sebelah alisnya

Nero dan nesa tersenyum " ada apa ner nes?" tanya rena

Nero dan nesa saling melirik " ka nero akan mencari pekerjaan " ucap nero " nesa akan membereskan villa kaka " ucap nesa bergantian

Rena terus melirik ke 2 adiknya dan menarik nafas membuangnya kasar.

" nesa nero kau harus sekolah, sayang sebentar lagi kalian juga akan lulus, masalah uang jangan kalian pikir kan biar aku yg mencari nya " ucap rena dengan tegas

Nero nesa saling pandang, apa lagi nesa sudah berkaca kaca karena mendengar ucapan rena, mereka benar benar terharu.

Singkat cerita rena berjalan ke kediaman orang tuanya dulu, gerbang yg menjulang tinggi ini yg dulunya selalu ia lewati.

" maaf siapa di luar " tanya penjaga gerbang melalui microfon.melihat rena berdiri

" saya ingin bertemu pap, eh tuan raiyhan " jawab rena.

" maaf nona tuan reiyhan sudah pergi ke kantor" ucap penjaga lagi

" nyonya raisha ada?" tanya rena

gerbang pun di buka, terlihat para pengawal berbadan kekar keluar gerbang.

" nona apa anda sudah membuat janji?" tanya pengawal yg terlihat curiga pada rena

" tolong buka jaket anda " ucap pengawal lagi

Rena hanya menggertak gigi nya,

" dasar fatwa awas kau ya, kau mencurigai ku? Aku ini raina bodoh" batin rena yg kesal pada teman katihannya dulu, rena membuka hoody nya.

terlihat raisha yg menggunakan buggy car

" momy " lirih rena berkaca kaca

Fatwa yg mendengar ucapan rena meskipun lirih masih terdengar.

" nona maaf sebaiknya anda pergi dari sini" ucap fatwa menutup gerbang dengan remot

Rena merenung sebentar tiba² ada sesuatu yg ia lupakan

" ah kau benar fatwa ini kan tahun 2015, ya ampun lemot banget otak lo rena " batin rena tersadar kecerobohannya

rena pun berbalik arah, kesal merutuki kebodohannya, dan pergi begitu saja

di sisi lain di beda negara pastinya

Terlihat lelaki tampan itu tengah melamun

" rena kemana kau pergi, aku sudah mencarimu kemana mana " gumam robby

Robby melihat ke arah kursi, tempat di mana rena pingsan karena Asi yg sakit keluar

" hahahaha aku bisa gila rena " ucap robby yg sudah berubah

Ken masuk dan memberikan dokumen dokumen pekerjaan. Robby melihat ken melengos, sebal dan memutar kursi kebesarannya ke arah lain.

" apa kau marah karena aku tidak menemukan wanita itu?" tanya ken dengan wajah yg datar

robby hanya diam tak menjawab, ken langsung pergi, karena sudah beberapa hari ini robby mendiamkan ken

rena pulang ke vila dan melihat nesa melamun ke arah pantai

" nes kamu kenapa?" tanya rena

Nesa menggeleng geleng kepala nya air matanya jatuh, rena pun menunduk dan menyamakan dirinya dengan kursi roda milik nesa.

" apa kau rindu ibu mu nesa" tanya rena lagi

" lalu kenapa kau menangis " kesal rena melihat nesa menggeleng geleng kepalanya, seperti mainan kucing saja

" kaka maafkan nesa yg tidak bisa berjalan, nesa menyusahkan kaka " lirih nesa sedih

" tenang saja kau akan sembuh nes, tak perlu terlihat prustasi seperti itu, masuk lah, jangan sampai kau masuk angin" ucap rena berjalan meninggalkan nesa

Nesa menyadari perubahan rena, rena ini kaka yg lembut, tidak kasar seperti rena yg sekarang, tapi nesa berpikir mungkin rena sudah berubah jadi lebih kuat.

" nero dia siapa ?" tanya nesa yg akan kembali ke kamarnya. Melihat nero membawa seseorang

" dia masih bernafas bukan kah kita harus menolongnya " ucap nero terdengar ngos ngos san karena menarik tubuh besar pria tersebut

" tapi kaka bisa marah nero, kau membawa pria asing " ucap neso khawatir

Reina turun ke bawah rencana membawa minum, dan melihat nesa memarahi nero.

" siapa ner " tanya rena

" ka dia seperti nya terluka, aku menemukannya di pinggir pantai " ucap nero pelan takut akan marah rena

Rena mengangguk anggukan kepalanya dan berkata, " bawa dia ke kamar mu, dan ganti pakaiannya yg basah " ucap rena melanjutkan ke arah dapur

1 jam kemudian, rena mengetuk kamar nero yg sedikit terbuka. Dan masuk

rena memiringkan kepalanya sambil bersidekap, melihat ke arah lelaki tersebut, terlihat luka tembakan, dan peluru yg masih menancap pada dada lelaki itu

" kakak " teriak nero yg kaget melihat rena yg membersihkan luka pria dengan kasar

rena melihat nero dengan wajah datar, dan melanjutkan gerakan tangannya mencongkel peluru yg ada di dada pria tersebut,

Lalu ia pergi setelah menutupi luka pria trsebut

setelah selesai, rena masuk ke dalam kamarnya, dia berdiri di depan cermin, memegang tangannya

" wuaah rena kau ternyata memiliki keahlian dokter juga, tapi kenapa kau mau di siksa ah kesal aku memikirkan hal itu lagi jadinya" ucap rena kesal matanya terlelap pelan

" hai raina aku rena " ucap rena asli berjalan ke arah rena

" tolong bantu aku membalaskan dendamku, mereka sudah membunuh..." ucap rena terputus

Raina terbangun dari tidurnya, karena mendengar gedoran dari luar kamar

Rena bergegas membuka kan pintu kamar, " kaa kaka nero ka " ucap nesa yg menangis

Saat rena terburu buru akan turun tangga, rena baru menyadari dan melirik ke arah nesa, yg tidak memakai kursi roda.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!