Kabar Matthew yang mengejutkan

Minggu siang itu Sarah memang berniat untuk keluar rumah. Ada beberapa keperluan yang ingin ia beli. Tetapi sebenarnya, jauh di lubuk hatinya paling dalam. Sarah ingin diam-diam mendatangi rumah sang suami Matthew. Ia hanya ingin melihat dan mencari tahu kabar tentang pria yang masih berstatus sebagai suaminya tersebut.

Kegundahan yang Sarah rasakan tadi pagi membuat Sarah berpikir untuk menyambangi rumah Pria yang sudah ia tinggal.

Ia hanya sekedar ingin mencari tahu kabar tentang ayah dari kedua putranya.

Sejak 6 bulan dia pergi dari rumah. praktisi selama itu pula Sarah tidak pernah mencari tahu dan juga tidak mendengar kabar tentang Matthew.

Setelah menitipkan kedua anaknya kepada Cris. Minggu siang kala itu Sarah yang langsung pergi ke sebuah toko untuk membeli sesuatu yang ia perlukan.

Setelah itu ia menaiki sebuah bus untuk menuju rumah yang pernah ia tinggali bersama Matthew.

Di rumah itu terdapat banyak sekali kenangan suka maupun duka. Yang Sarah pernah lalui bersama Matthew.

Entah ada gerakan dan dorongan apa yang membuat Sarah ingin kembali ke rumah tersebut. Ia hanya ingin sekedar menatapnya dari kejauhan. Karena meskipun Matthew pernah berbuat jahat pada dirinya. Banyak sekali kebaikan yang sudah dilakukan Matthew.

Sarah juga tidak lupa dengan kebaikan ayah mertuanya Simon.

Dengan mengenakan sebuah jaket sweater dan juga sebuah topi untuk menutupi wajahnya. Secara perlahan-lahan Sarah turun dari sebuah bus di sebuah tepi jalan.

Ia kemudian berjalan mendekati rumah Matthew dan dari kejauhan Ia hanya ingin mengamati rumah tersebut.

Begitu Sarah telah sampai beberapa meter dari rumah Matthew. Dari tempat Sarah saat ini ia berada. Sarah bisa melihat pekarangan rumah itu tidak lagi serapi dulu. Ketika ia berada di rumah tersebut.

Bahkan bunga-bunga yang ia tanam semuanya telah mati. Tergantikan oleh rumput-rumput ilalang yang tumbuh dengan liarnya dan sangat tidak terurus.

Bahkan teras rumah itu menjadi berantakan dan banyak sekali terdapat sampah.

Apakah rumah itu ditinggal penghuninya? Di mana Matthew, apa dia tidak ada di rumah. Guman Sarah.

Kurang lebih setengah jam, Sarah berdiri di sana mengawasi rumah berlantai dua yang mungil itu.

Dimana rumah itu dulu adalah tempat terbaik bagi Sarah dan kedua anaknya

Rumah yang penuh kehangatan antara dirinya dan juga Matthew dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Beberapa detik ketika Sarah ingin memalingkan tubuhnya dan hendak meninggalkan rumah. Seseorang datang mengetuk pintu dan membuat Sarah kembali menatap rumah tersebut.

Seorang tetangga yang juga Sarah sudah kenal nampak mengetuk pintu dan tidak lama kemudian seorang pria datang membukakan pintu tersebut

Seorang tetangga itu sepertinya sedang memberikan sesuatu kepada Matthew. Kemudian Matthew menerima pemberian sang tetangga.

Sarah sangat terkaget dengan keadaan fisik Matthew. Pria itu terlihat berantakan dan tak terurus.

Dengan mata kepalanya sendiri, Sarah nampak melongok tidak percaya melihat penampilan Matthew.

Pria itu sangat berubah. Tubuhnya kini sedikit kurus. Jampang yang tumbuh di sekeliling dagu nya dibiarkan tumbuh dengan lebat. Mungkin sudah berbulan-bulan ia tidak mencukurnya janggut nya. Wajahnya terlihat pucat dan pakaian yang ia kenakan pun begitu kumal.

Matthew, apa yang terjadi denganmu? Kenapa keadaan mu menjadi seperti itu. Bahkan kau yang masih tinggal di rumahmu sendiri diri mu seperti seorang gelandang.

Kenapa pakaian kumal sekali. Dan diri mu juga berantakan. Sarah kembali berguman pada dirinya sendiri.

Sarah juga melihat kala itu Matthew nampak terbatuk-batuk. Seperti ia sedang sakit.

Setelah Matthew menutup pintu, dan membawa masuk pemberian dari tangga. Sarah kini diliputi penuh rasa penasaran pada sang suami. Sarah kemudian menemui sang tangga yang tinggal di dekat rumahnya. Karena Sarah juga kenal dengan sang tetangga tersebut.

"Sarah apa kabar. Kamu ke mana saja selama ini? tanya Olive sang tetangga rumah yang sudah kenal dekat Sarah.

"Senang bertemu dengan mu Olive. Bagaimana kabar mu."

"Aku baik Sarah. Aku senang bertemu dengan mu."

Sejenak, mereka pun saling mengobrol.

"Aku paham Sarah dengan apa yang kamu alami. Aku mengetahui konflik mu dengan Matthew"

"Ya, seperti yang sudah kamu tau olive. Hubungan ku dengan Matthew memang tidak baik saat ini. Kekerasan fisik yang ia lakukan pada ku membuat aku harus meninggalkannya. Apalagi saat ini dia juga dalam kondisi yang sepertinya tidak baik."

"Olive, memangnya apa yang terjadi dengan Matthew." tanya Sarah penasaran.

"Semenjak meniggalkan rumah. Keadaaan Matthew sangat buruk Sarah. Dia depresi. Sejak kamu tidak ada, dia sepertinya telah kehilangan banyak harapan. Di tambah lagi dia baru saja mengalami sebuah kecelakaan. Kakinya sebelah kiri itu patah Sarah. Bahkan saat ini dia berjalan menggunakan alat bantu. Matthew sudah tidak lagi bekerja. Bahkan untuk membayar tagihan listrik dan lain lain dia sudah tidak mampu. Dia seringkali mengeluh kelaparan. Sebagai seseorang yang sudah kenal baik dia dan juga keluarganya. Aku tidak tega Sarah. Setiap hari aku berbagi makanan dengan Matthew selama sebulan terakhir."

"Sudah beberapa bulan hal itu terjadi Olive."

"Sudah sejak lama Sarah."

Sarah begitu sok ketika mendengar cerita Olive tentang keadaan suaminya. Yang ternyata kini keadaannya justru lebih buruk daripada yang ia alami.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!