Perasaan Cris

Pada minggu pagi itu, Cris yang baru saja menuruni anak tangga dan bertemu Sarah di meja makan. Ketika wanita mudah 30 tahun itu sedang menyiapkan sarapan. Cris napak tersenyum dan bahagia melihat pemandangan indah tersebut.

"Pagi Cris, aku membuatkan sarapan untukmu." ucap Sarah, pada Cris yang baru saja sampai di meja makan.

"Terima kasih Sarah. Ini kan hari Minggu. Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini sepagi ini. Bangunlah siang, dan jangan buru-buru bangun terlalu pagi di hari weekend. Kau bisa bermalas-malasan dengan kedua putra mu. Aku tidak ingin kamu terlalu capek dan nikmati waktu libur mu." ucap Cris pada Sarah.

"Tidak masalah Cris. Aku sudah terbiasa bangun pagi. Oh ya, setelah ini aku minta izin untuk keluar. Aku ingin membeli beberapa keperluan di supermarket. Jika kau tidak keberatan, aku titip Kenji dan Kenzo." ujar Sarah.

"Tidak masalah, pergilah, mereka akan aman bersama ku."

"Terima kasih Cris. Kalau begitu aku ke kamar dulu dan silahkan sarapan." ucap Sarah, kemudian ia berjalan hendak berlalu.

Ketika Sarah hendak berlalu dari meja makan, tiba-tiba saja tangan Cris menahan tangan Sarah. Sehingga membuat kedua tangan mereka saling berpegangan. Lebih tepatnya, Cris lah yang menggenggam tangan Sarah.

Sarah yang saat itu digenggam erat tangannya oleh Cris kemudian menatap wajah Cris dekat lekat. Karena selama mereka berada dalam satu rumah. Baru pertama kali itulah Cris menggenggam tangannya Sarah.

Tidak ingin apa yang ia lakukan dipikir negatif oleh Sarah. Cris pun kemudian melepaskan genggaman tangannya.

"Maaf tadi itu reflek, maksudku, aku ingin mengajak kamu sarapan bersamaku." ucap Cris dengan gugup.

"Sebenarnya tadi aku mau belakang. Aku hendak mencuci pakaian dulu. Sudah tiga hari ini cucian anak-anakku menumpuk. Dan aku ingin membereskan baju baju kotor putra ku. Jadi aku bisa keluar rumah dengan tenang."

"Sebentar saja Sarah, duduk dan temani aku sarapan." ucap Cris, dan mau tidak mau Sarah kemudian menuruti permintaan Cris. Sarah Kembali duduk di meja makan dan bersarapan bersama dengan Cris.

Sejenak, ada rasa kecanggungan yang melingkupi hati Sarah dan juga Cris.

Enam bulan tinggal bersama dalam satu rumah membuat kedekatan di antara keduanya terjalin dengan sangat baik.

Bahkan di hati Cris sendiri sudah ada benih-benih rasa suka terhadap Sarah.

Tetapi Cris sejauh ini ia masih memendamnya. Dan Cris belum berani mengungkapkan perasaannya terhadap Sarah.

Cris takut jika ia mengungkapkannya terhadap Sarah. Justru itu akan disalah artikan oleh Sarah. Karena Cris sudah sangat paham dengan watak Sarah. Yang orangtuanya sangat keras kepala dan juga selalu tidak enak hati terhadap dirinya.

Cris tidak ingin rasa suka yang ia rasakan pada Sarah, membuat Sarah tidak nyaman lagi untuk tinggal di rumahnya.

Hal itulah yang sangat tidak diinginkan Cris. Bahkan jika Sarah mau. Sarah boleh tinggal di rumahnya sampai kapanpun. Karena Cris tidak pernah memberikan batas waktu kepada Sarah.

Sejak Sarah sudah bekerja, sekarang ia sudah tidak mau lagi menerima uang pemberian dari Cris.

Cris sangat paham, Sarah bukanlah tipe orang yang suka memanfaatkan kebaikan orang lain.

"Maaf Sarah, jika pertanyaan ku ini sedikit menyinggung tentang kehidupan pribadi mu. Daripada aku penasaran, bolehkah aku bertanya sesuatu?" ucap Cris, sambil menatap Sarah dengan tatapan intens.

Bagaimana cara Cris memandangnya. Sarah menjadi berdebar-debar. Tidak hanya berdebar, tapi Sarah juga menjadi was-was dan juga hatinya deg-degan.

"Ada hal apa yang ingin kau tayangkan Cris?" tanya Sarah.

"Ini memang bukan urusan aku. Tapi aku hanya ingin mengutarakan ini kepadamu. Mungkin saja kau memerlukan bantuan ku untuk hal yang satu itu. Ini memang bukan urusan aku, tapi aku hanya ingin menanyakannya. Aku punya teman seorang lawyer. Jika kamu butuh bantuan seorang pengacara. Aku bisa mengenalkan mu padanya. Aku bisa mengenalkan kamu kepadanya. Mungkin kau ada pertanyaan untuk membahas hubungan mu dengan suami mu. Sampai saat ini kan kamu masih berstatus sebagai suami istri. Sedangkan kalian sudah berpisah sangat lama. Maaf jika aku bertanya seperti ini. Apakah kau tidak ingin bercerai dengan suamimu. Dan aku tahu masalah bercerai ini adalah urusan kamu. Niatku di sini hanyalah untuk memberikan bantuan hukum terhadap dirimu. Jika sewaktu-waktu kau berniat untuk bercerai, kau memerlukan seorang pengacara. Kau bisa tanya pada ku."

Mendengar itu, Sarah pun paham dengan arah pembicaraan Cris.

"Aku paham dengan arah pembicaraan Cris. Terima kasih sudah mengingatkan aku. Karena kamu sudah bertanya dan aku pun juga harus menjawabnya. Untuk masalah yang satu itu. Jujur, aku tidak memikirkannya. Bukan berarti aku tidak ingin bercerai dengan suamiku. Tapi aku lebih ke tidak memperdulikan hal itu. Yang aku fokuskan saat ini adalah bagaimana caranya aku bisa mendapatkan uang dan menghidupi kedua putraku. Bagaimanapun karena saat ini keadaanku masih menyesuaikan. Dan bagaimana kedepannya hubungan aku dengan Matthew suami ku itu adalah urusanku pribadi. Aku tidak ingin menarik dan membawamu ke dalam permasalahan pribadiku. Dan aku sudah cukup berterima kasih kepadamu karena kau sudah menampung kami di sini."

Paham dengan pembicaraan Sarah, jika masalah pribadinya membuat Sarah tidak ingin merepotkan orang lain. Cris pun tidak ingin lagi menanyakan hal itu pada Sarah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!